Aleta Rubia adalah seorang model cantik yang kini namanya tengah melejit. Dia juga sudah menikah dengan seorang laki-laki berprofesi sebagai arsitek di sebuah perusahaan properti yaitu Devan Adrian Megantara. Kesibukan Aleta didunia modeling tentunya menyita waktunya untuk Devan, namun mereka sudah berjanji untuk saling percaya dan tetap fokus pada pekerjaannya masing-masing.
Suatu hari, Aleta ingin berhenti bekerja demi anak yang ada didalam kandungannya dan memperbaiki hubungan pernikahannya dengan Devan. Namun saat Aleta ingin memberitahu Devan, ia melihat suaminya bersama dengan sahabat wanitanya sedang bermesraan. Hati Aleta begitu hancur dan memutuskan untuk pergi meninggalkan Devan.
Akankah Devan menyesal? Bagaimana kehidupan Aleta dan bayi yang ada dikandungannya setelah pergi? Bagaimana juga dengan orang-orang terdekat keduanya yang menginginkan mereka berdua berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Tahu
Setelah mendapatkan saran dari Raga, sahabatnya maka kini Devan tengah berada diseberang jalan Hotel Royal. Didalam mobilnya, ia tengah memantau keadaan sekitar sekaligus mencari tahu tentang Aleta dan dua anak yang dimaksud oleh Raga. Ia berharap kalau Aleta akan keluar malam ini sehingga ia bisa tahu sedikit informasi tentangnya.
Hotel Royal terlihat sepi oleh pengunjung yang keluar dari area parkir. Hanya ada beberapa pengunjung dengan mobil mewah memasuki area hotel itu. Sudah hampir 2 jam Devan menunggu disana namun tak ada tanda-tanda jika Aleta dan dua anak kecil yang dimaksud itu akan keluar dari hotel.
"Mungkin besok pagi saja aku kembali lagi kesini. Mereka kan baru saja sampai disini, mungkin kini baru istirahat setelah perjalanan jauh" gumam Devan.
Raga juga menceritakan jika ternyata Aleta baru saja tiba dari luar negeri hari ini. Tetapi Raga masih belum menjelaskan tentang dia yang tak menemukan nama Aleta dalam daftar penerbangan ke luar negeri 5 tahun yang lalu. Kemungkinan besar Raga masih menyelidiki keanehan-keanehan ini.
Saat Devan akan menyalakan mobilnya, tiba-tiba saja ia melihat siluet tubuh seorang wanita yang perawakannya sangat mirip dengan Aleta. Devan pun memutuskan untuk fokus melihat orang itu dan memastikan kalau apa yang dilihatnya itu tidak salah.
Ada sosok seorang perempuan keluar dari hotel menggunakan topinya dan menggandeng dua anak kecil laki-laki dan perempuan. Gadis kecil yang tak memakai penutup apa-apa di wajahnya itu memang sangat mirip dengan istrinya, sedangkan yang laki-laki tak terlihat wajahnya karena menggunakan masker.
Namun dilihat dari bola mata kedua bocah kecil itu, yang perempuan mempunyai bola mata coklat muda mirip dengan Devan dan yang laki-laki berwarna hitam sama dengan Aleta.
Deg...
Melihat mata indah milik kedua anak kecil itu membuat jantung Devan berdetak lebih cepat. Entah apa yang terjadi tetapi ia merasa ada ikatan batin yang kuat antara dirinya dengan dua anak kecil tersebut.
"Kayanya mereka umurnya sekitar 4 tahunan. Sedangkan Aleta pergi sudah hampir 5 tahun, apa mungkin jika saat ia pergi itu sedang hamil atau malah setelah melakukan hubungan malam itu?" gumam Devan bertanya-tanya.
Devan terus mengawasi ketiga orang itu yang ternyata hendak menyeberang jalan raya. Mereka bertiga menuju ke sebuah restorant yang berada diseberang jalan dan memasukinya. Devan pun menggunakan maskernya kemudian turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam restorant. Ia melihat sekeliling sebentar dan menemukan keberadaan wanita yang ia yakini adalah istrinya itu duduk di pojok.
Devan pun memilih tempat duduk yang tak jauh dari ketiga orang itu. Devan duduk sambil membelakangi meja milik Aleta dan kedua anaknya. Devan juga berpura-pura memesan makanan agar tak dicurigai jika sedang menguntit.
"Mari makan" seru wanita yang ada dibelakang Devan yang tak lain memang benar adalah Aleta.
"Yuhuuu selamat makan" seru Rubi dengan senangnya.
Mereka bertiga pun makan dengan tenang setelah apa yang dipesan telah diantarkan. Setelah beberapa saat melakukan makan malam dalam keadaan hening, tiba-tiba saja ada seorang laki-laki muda datang kearah Aleta dan kedua anaknya.
"Hallo boy, girls..." sapa laki-laki itu.
"Hay Lucas" ucap Aleta sambil tersenyum tipis.
Sedangkan Rubi dan Vincent yang tadinya tersenyum ceria langsung mengubah raut wajahnya menjadi datar. Memang kedua anak Aleta ini tak menyukai pria yang bernama Lucas itu. Mereka berdua berpikiran bahwa Lucas ini menyimpan perasaan lebih kepada mamanya.
Lucas Edelwyn atau yang biasa dipanggil Lucas ini merupakan asisten Aleta dalam dunia modelling. Dia lah yang selama ini mengatur jadwal Aleta dan menerima job apa saja yang memang sesuai. Dulunya Lucas adalah seorang mahasiswa dan kakak tingkat Rubi di kampusnya. Saat Rubi menempelkan lowongan pekerjaan untuk menjadi asisten di papan informasi kampus, ternyata Lucas mendaftar. Alasannya karena ia waktu itu sedang membutuhkan pekerjaan demi membayar biaya kuliahnya.
Setelah Aleta telusuri, memang benar jika Lucas ini murni membutuhkan pekerjaan untuk biaya kuliahnya. Tak ada yang mencurigakan dari semua latar belakangnya, namun selama hampir satu tahun ini sikap Lucas memang sedikit agak berbeda dibandingkan saat awal bertemu. Lucas terlihat seperti sedang mengincar Aleta sebagai kekasihnya dengan cara mendekati kedua anaknya terlebih dahulu.
Setelah lulus kuliah, ternyata Lucas tetap ingin menjadi asisten dari Aleta padahal wanita itu sudah memintanya untuk mengejar cita-citanya. Namun dasarnya Lucas keras kepala sehingga ia tetap kekeh menjadi asistennya membuat Aleta hanya pasrah saja.
***
"Siapa laki-laki itu?" gumam Devan lirih saat mendengar dan melihat sekilas ada seorang laki-laki yang datang bahkan terlihat sangat akrab dengan Aleta.
Devan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya yang berada diatas meja karena merasa cemburu dengan adanya laki-laki lain yang lebih akrab dengan Aleta. Ingin rasanya dia mendekati mereka lalu mengusir laki-laki itu agar tak dekat-dekat dengan Aleta dan anaknya.
Entah kenapa Devan sangat yakin kalau kedua anak yang dibawa oleh Aleta itu adalah anaknya. Bahkan setelah melihat wajah bocah laki-laki yang bersama Aleta itu, ia semakin yakin kalau keduanya adalah anak kandungnya. Pasalnya wajah Vincent memang duplikat dari Devan kecil kecuali matanya yang mengikuti Aleta.
Dia juga sudah yakin kalau wanita itu adalah Aleta, istrinya. Walaupun badan dan pipinya terlihat lebih berisi dari terakhir mereka bertemu, namun bentuk wajahnya sama sekali tak berubah.
"Uncle mending pergi deh dari sini. Kalau mau membicarakan pekerjaan dengan mama, lebih baik besok saja. Kami ini sedang masa istirahat setelah perjalanan panjang dan tak ingin mendengarkan hal itu" ketus Rubi.
"Iya, lebih baik uncle pergi dari sini. Ganggu pemandangan" ucap Vincent dengan pedasnya.
Aleta yang mendengar ucapan kedua anaknya merasa tak enak hati dengan Lucas. Bahkan kini wajah Lucas sudah terlihat menahan emosinya. Tanpa semua orang ketahui bahwa Lucas kini tengah mengepalkan kedua tangannya dibawa meja.
"Awas saja kalian... Jika aku berhasil mendapatkan ibumu, akan ku buang kalian ke sungai biar nggak ngrecokin hidup kami" batin Lucas kesal.
"Jangan gitu dong sama uncle Lucas. Maaf ya Lucas atas sikap anak-anakku" ucap Aleta tak enak hati.
"Tak apa, Leta. Lagi pula mereka masih kecil" ucap Lucas dengan berpura-pura memaklumi.
"Kalau begitu aku balik duluan ke hotel. Sampai jumpa besok di acara meeting" lanjutnya.
Lucas pun pergi meninggalkan Aleta dan kedua anaknya berada di restorant. Sedangkan Aleta hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap kedua anaknya ini. Terlebih sejak awal memang kedua anaknya tak menyukai kehadiran Lucas.
"Aleta..."
aleta jd aneta,,sy pikir tadi'a cuma typo tp ternyata kok keterusan..
apa othor lupa kalo dr awal kasih nama aleta bukan aneta