NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Jin Tampan

Mengandung Anak Jin Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:79.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Kanaya Aleta adalah seorang gadis berusia 25 tahun yang terjebak dalam cinta beda dunia, dia mencintai seorang jin tampan hingga ia mengandung anak nya.
Namun Kanaya mengetahui fakta baru tentang masa lalu nya yang baginya tidak masuk akal.

Apakah kisah masa lalu Kanaya tersebut?

Dapatkah mereka bersatu dalam cinta beda dunia tersebut, atau mereka malah akan berpisah?

Yuk simak terus ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengejutkan

Episode 11:

Aku paham apa lanjutan kisah yang dia ceritakan. Sebisa mungkin aku tidak mempertanyakan nya lagi.

Ada rasa iba yang muncul di saat bersamaan dengan rasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia ceritakan, yaitu tentang masa lalu nya.

Perlahan dia mulai melepaskan pelukannya dari ku dan terlihat sedikit canggung kepada ku karena menyadari dirinya yang kini tengah rapuh.

" Maaf, aku jadi cengeng dan berlarut-larut kayak gini, padahal kan aku cowok." Ucap nya malu.

" Gak pa-pa kok. Emang cewek doang yang boleh cengeng?. Cowok juga boleh nangis, bukan berarti kalau cowok nangis itu cengeng atau pun rapuh, tapi itu menandakan bahwa dia punya perasaan yang lembut seperti wanita. Zaman sekarang jarang loh cowok yang lemah lembut dan penyayang, terlebih kepada pasangan nya. Yang ada sekarang sedang marak-maraknya suami kdrt sama istri, di banting lah, di cekik lah, ihhh ngeri tau." Ucap ku menyemangati sambil bercerita berita yang sering ku tonton di televisi, yang sekarang juga sedang viral akhir-akhir ini.

" Ada-ada aja. Emang gelas, kalau ada masalah di banting?." Dia pun tertawa mendengar cerita ku.

" Ye dia nya gak percaya." Gumam ku.

" Jadi kalau kamu ada masalah, suka banting-bantingin gelas?, Udah kayak emak-emak emosional aja." Tanya ku sambil terkekeh, begitu pun dengan Arkha.

" Enggak juga sih. Aku kalau lagi emosi biasa nya suka lihatin kamu." Ucap nya yang membuat aku langsung mengerutkan kening.

" Kok bawa-bawa aku sih." Protes ku tidak terima.

" Karena kalau lihatin kamu pas lagi emosi, aku bisa meredam emosi ku." Ucap nya, yang seketika mulai membuat aku tersanjung.

" Kok gitu?." Tanya ku sambil tersenyum.

" Karena kalau lihat kamu, aku gak bisa marah, bawaan nya pengen senyum terus." Ucap nya dengan senyum khasnya yang menampakkan lesung pipinya, yang membuat hati ku langsung lumer tak tersisa akibat dari gombalan dan tatapan nya.

Sesaat juga membuat ku terpaku menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang ada di depan mata ku ini.

Hingga sebuah suara yang memanggil nama ku, tiba-tiba membuyarkan lamunanku.

" Lin,,,,,, maksud ku Kanaya kamu kenapa?." Tanya Arkha.

" Enggak, aku gak pa-pa." Kilah ku sambil nyengir karena tiba-tiba merasa canggung.

Arkha pun hanya mengangguk tanda mengerti.

Sesaat tak ada percakapan di antara kami, hingga aku memutuskan untuk membuka suara lebih dulu.

" Eeeeee. Kalau seandainya aku bertanya, apakah kamu gak tersinggung?." Tanya ku penuh kehati-hatian.

" Emang mau bertanya tentang apa?." Tanya nya.

" Emmmm." Aku kembali bergumam karena merasa ragu dengan pertanyaan yang akan aku utarakan.

" Tanya aja, aku janji tidak akan tersinggung atau pun marah." Ucap nya meyakinkan.

" Aku mau tanya tentang nama panggilan yang pernah kamu tujukan kepada ku itu, sebenarnya siapa?, dan apa hubungannya dengan ku?." Tanya ku mencoba memberanikan diri, meskipun merasa tidak enak hati. Aku lalu menggigit bibir bawahku karena gugup dan merasa takut.

Begitu pun dengan Arkha yang tiba-tiba terdiam menyadari pertanyaan ku, mimik wajah yang sulit untuk di artikan. Entah karena bingung harus menjawab apa, atau malah tersinggung dengan pertanyaan yang aku ajukan.

Namun aku menganggap bahwa dia sedang tersinggung atau pun marah, meski dia sudah mengatakan tidak akan tersinggung, tetap saja dia dari awal tidak tau pertanyaan apa yang akan aku tanyakan pada nya. Mungkin saja pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tidak boleh di tanyakan kepada nya.

Sontak saja aku merasa tidak enak hati dan langsung meralat cepat-cepat pertanyaan yang baru saja aku tanyakan pada Arkha.

" Eeeee, Kalau gak di jawab juga gak pa-pa, kita bisa ngobrol tentang hal lain." Ucap ku takut-takut, sambil menampakkan gigi yang berbaris rapi. Menetralisir kan kecanggungan ku.

Namun dia malah tersenyum lebar seolah tak terjadi apa-apa.

" Siapa bilang aku gak mau jawab?, emang kamu pikir kenapa aku gak mau jawab?." Dia malah balik bertanya dengan wajah tak berdosa nya.

Aku berdecak kesal, karena sadar telah di kerjai oleh Arkha. Tanpa sadar aku memajukan bibir ku beberapa senti karena kesal.

Tapi aksi ku malah membuat nya tertawa puas, dan tanpa ku sadari Arkha mengacak rambut ku gemas karena melihat tingkah ku yang menurutnya lucu.

Namun sialnya, adegan itu malah membuat jantung ku berdetak tak beraturan di buat nya. Rasa kesal ku seketika berubah menjadi rasa kagum yang sulit aku gambarkan, ketika lagi-lagi aku menangkap pemandangan indah di depan mata ku ini, seperti yang biasa aku lihat, namun kali ini jauh lebih indah.

Ciri khas tawa nya yang sulit untuk aku jelaskan. Jika orang lain tertawa terbahak-bahak akan membuat mereka kehilangan ketampanan, tapi lain halnya dengan Arkha. Ketampanan nya seakan naik berkali-kali lipat saat dia tertawa.

Suara bass nya yang merdu, seolah mampu menghipnotis ku, lesung pipi nya yang begitu jelas terlihat saat dia sedang tertawa.

" Ya Tuhan, jika dia di takdir kan sebagai jodoh ku, aku siap memutuskan Dion saat ini juga." Ucap ku di dalam hati, tanpa aku sadari terlintas begitu saja.

" Astaghfirullah, mikir apa sih aku ini." Batinku.

" Tuh kan, mulai lagi penyakit bengong nya." Suara Arkha lagi-lagi menyadarkan lamunanku.

" Enggak, enggak bengong." Kilah ku.

" Jadi kenapa tadi kamu ngerjain aku dengan wajah serius mu itu." Cercah ku tak terima.

" Tidak ngerjain, cuma lagi bingung harus jawab apa." Ucap nya jujur.

" Kok gak kayak orang lagi bingung?." Tanya ku dengan nada kesal.

" Memang nya kalau orang bingung, harus menampakkan wajah bingung gitu?." Lagi-lagi dia malah balik bertanya, membuat ku semakin kesal saja.

" Kamu tuh kebiasaan ya, orang nanya malah balik tanya." Protes ku. Dan lagi dia malah terkekeh.

" Iya maaf. Dan baik lah, aku akan menjawab nya, tapi kamu harus janji lagi, setelah aku mengatakan, kamu tidak boleh menjauhi atau malah takut kepada ku!."

Aku mengerutkan kening, namu sebisa mungkin aku tidak bertanya dan mengiyakan saja permintaan nya.

" Oke." Jawab ku dengan entengnya.

Dia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar, setelah itu dia menatap ku sangat dalam, hingga membuat ku kelimpungan.

" Nama panggilan Linda itu, nama panggilan kesayangan ku pada putri Aleta." Ucapan nya sangat serius dan begitu sangat mencekam apa bila di dengar.

Deg,....

Mata ku langsung melotot tak percaya, sekaligus masih menunggu kejelasan kalimat yang dia katakan.

" Dan sebenarnya ada hal yang tak kalah mengejutkan lagi." Ucap nya, seakan tau dengan apa yang aku rasakan.

" A-apa?." Tanya ku gugup.

" Sebenarnya,,,,,,,..." Kalimat nya terjeda. Seperti nya dia ragu dengan apa yang akan dia sampaikan, namun dengan sabar dan tanpa mengeluarkan suara aku menanti kalimat selanjutnya.

" Sebenarnya aku bukan manusia, melainkan jin."

Deg,,.....

1
Musliha yunos
ceritanya seru cuman end nya kayak dipaksakan.. syg sekali😭
Musliha yunos
naya ko kamu tega sih mau balik lg ma dion oon itu
KaylaKesya
terbaek thor
yani prihastuti
Luar biasa
Bulan Rindu: Terimakasih 🥰
total 1 replies
Shizi🦁🦁
seru
Shizi🦁🦁
semangat beb
Shizi🦁🦁
mampir beb
Bulan Rindu: makasih beb🥰
total 1 replies
Shizi🦁🦁
🌹🌹 untumu say
Shizi🦁🦁
semakin seru
Bulan Rindu: Makasih beb😁
total 1 replies
Shizi🦁🦁
kecuali titik, semua huruf kecil
Bulan Rindu: oke beb, makasih banyak ilmunya 🙏❤️
total 1 replies
Shizi🦁🦁
pakai huruf kecil ya beb
Shizi🦁🦁
🌹🌹 mawar untukmu
Bulan Rindu: Thanks beb
total 1 replies
Shizi🦁🦁
semangat beb😍
Shizi🦁🦁
kalau udah di kasih tanda tanya gak perlu kasih titik lagi
Bulan Rindu: hehehe iya beb. Makasih ya, itu yang dulu belum aku revisi sih😁
total 1 replies
Shizi🦁🦁
🌹🌹 biar tambah semangat beb
Shizi🦁🦁
semangat beb
Shizi🦁🦁
waduh
Shizi🦁🦁
mimpi tapi nyata
febriliani
Semangat seru nih cerita nya kk
Bulan Rindu: Terimakasih 🙏
total 1 replies
Halimatus Sa'diyah
aku suka ceritanya thor lain dari yg lain ini
Bulan Rindu: Terimakasih 🙏. Tunggu bab selanjutnya ya😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!