NovelToon NovelToon
Hug His Darkness

Hug His Darkness

Status: tamat
Genre:Model / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Annora tidak pernah jatuh cinta pada pria manapun, padahal banyak yang mengejar dan antri untuk menjadi pasangannya. Dia merasa tak ada satu pun pria yang berhasil membuatnya tertarik. Hingga suatu ketika ia bertemu seseorang yang berhasil menggetarkan hatinya.

Jika biasanya Annora selalu menolak pria, justru keadaan membalik, dia ditolak oleh seseorang yang mampu membuatnya tertarik. Pria misterius dengan wajah dingin dan sorot mata gelap.

Meski selalu dipukul mundur oleh penolakan, tapi Annora tetap maju. Ada sesuatu yang membuatnya ingin sekali terus berada di sisi pria itu. Tapi, Quirinus sengaja menunjukkan sisi hidup yang paling gelap dan buruk supaya Annora menjauh.

Apakah Annora tetap tertarik dengan pria yang berhasil menggetarkan hatinya? Atau justru memilih untuk berhenti dan menyerah saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 11

“Quirinus Hugo, nama yang bagus, aku suka,” ucap Annora. Dengan santai ia berjalan menuju arah pria yang sedang menatapnya secara intens, yakin kalau terkejut karena melihatnya bisa berkeliaran bebas padahal pintu sudah dikunci. “Usia tiga puluh tahun. Oke, lebih tua dua tahun dari aku.” Bibirnya semakin mengembangkan senyum kala mendapati kernyitan di kening pria itu semakin dalam.

Annora begitu santai, berani, dan tak ada takutnya. Dia langsung duduk di kursi kosong yang tak jauh dari Quirinus. “Kenapa menatapku sampai tak berkedip? Mulai terpesona?” Kedua sikut ditumpukan pada meja, lalu tangan untuk menopang dagu.

Quirinus menarik sudut bibir sinis. “Siapa kau sebenarnya?” Jika Annora tahu banyak tentangnya, berarti bukan orang sembarangan. Dan ia harus hati-hati terhadap manusia seperti itu. Mendapatkan informasi saja mudah, berarti melakukan apa pun juga bisa. Sinyal waspada langsung ia aktifkan.

“Annora, apa kau lupa? Aku pernah memperkenalkan diri,” ulangnya mengingatkan kembali. “Aku model terkenal, apa kau tak tahu?”

Dia mengedikkan bahu, hidupnya setidak peduli itu dengan orang lain. Bahkan nama-nama yang sudah pernah ditiduri pun selalu dilupakan. “Siapa koneksimu sampai tahu tentangku sedetail itu?” Quirinus sembari menikmati rokok dan sengaja ia keluarkan asapnya di wajah Annora supaya wanita itu terusik.

Annora hanya mengibaskan tangan di depan wajah supaya menghalau asap. Dia tidak terlalu suka rokok. “Kau tidak tahu keluargaku? Dominique, sangat terkenal di Finlandia, bahkan Eropa.” Matanya sampai membulat. Perlu diragukan ketenaran keluarga besarnya kalau masih ada yang tidak tahu tentang mereka.

Lagi-lagi Quirinus mengedikkan bahu acuh. “Perlu aku tahu keluarga apa itu?” Suaranya sinis sekali.

“Jadi, kau tak tahu? Dominique? Keluarga pengusaha yang merajai banyak bisnis di Eropa?” Annora menganga seakan tak percaya.

Quirinus membuang putung rokok yang sudah habis. “Penting untuk aku tahu?” sindirnya.

“Tidak juga. Tapi, kau sungguh tak mengetahui?” Annora masih belum bisa percaya. Secara keluarga mereka sering dimuat dalam berita atau masuk televisi.

“Apa untungnya tahu ataupun tidak? Akan merubah kehidupanku? Tidak, kan?” Quirinus bangkit dari tempat duduk, dia masuk ke dalam dan meninggalkan Annora begitu saja.

Sementara Annora tetap mengekor, mengikuti Quirinus yang memasukkan sesuatu di coffee maker. “Mustahil saja kalau ada orang yang tak tahu tentang keluargaku. Apa kau tidak pernah membaca berita atau menonton televisi?”

Quirinus memijat pelipis yang terasa berdenyut, pusing mendengar ocehan Annora yang tak ada habisnya. “Apa kau tidak bisa diam dan biarkan aku menikmati kehidupan yang tenang?” Matanya melotot marah. “Lagi pula bagaimana bisa kau keluar dari pintu itu, sementara sudah ku kunci dari luar.”

“Mudah, aku cukup mencari kawat atau benda apa pun yang bisa digunakan untuk merusak kunci. Tapi ternyata, justru aku menemukan ini.” Annora menunjukkan sebuah benda kecil. “Kalau mau mengurungku, pastikan dulu kau tidak menyimpan kunci cadangan di dalam kamarnya.” Dia tersenyum mengejek.

Quirinus berdecak, dia memang selalu menyimpan kunci cadangan di dalam tiap kamar. Bisa-bisanya lupa akan hal itu. Kakinya pergi meninggalkan Annora, hanya secangkir kopi yang dibawa untuk kembali menikmati pekatnya malam.

Bukan Annora namanya kalau tetap diam dan tak melakukan apa-apa saat diacuhkan. Kali ini dia menggeser kursi sampai berada di samping Quirinus persis. Duduklah di sana, melingkarkan tangan di lengan yang terasa sangat kekar dan keras, kepala juga disandarkan pada bahu yang nyaman sekali. “Apa enaknya sendirian kalau ada teman mengobrol lebih asyik.”

1
imoe nawar
👍
Bungas Dhin
Laahhh bilangnya "tamatan" sehhhh...ya wajar tamat beneran 😅
Dysha♡💕
jujur sekale kamu Bambang🤣
Dysha♡💕
anora namanya juga,ntar anora pulang kamu kesepian Lo hugoo🤭
Riana Zahrah
suka bgt yg ringan konflik, luvvv sekebon untuk author 😽
Wahyunni Winarto
huhuhuu
terhuraa baca nya
💞Aulia Adriani💕
recommended
mars
ini baru cowok
mars
klu menurutku ga masalah ya ka'seburuk2 nya setiap makhluk pasti ada alasan dibalik itu'kecuali emng bner2 berhati setan
mars
dihelsinki masa ada mie sih ka
Prilya Mcvee
ya Allah thor.. kata² pesan terakhir dari si othor bikin ngakak/Facepalm//Facepalm/
Rose Reea
what a Real true love
Nayy
thoooorrrr..... serius aq syukakk karyamu
3 judul sekaligus maraton bacanya
vote,like, subscribe, 10 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 dan full 🌟🌟🌟🌟🌟
Fajar Mulia Fitri Maharani
lanjutttt/Rose/
Siti patma
ada yg sependapat dgn aku namanya makin aneh semua
Hieny Firman
Luar biasa
Hieny Firman
Lumayan
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰
mommy neng
serrreeeemmmmm
mommy neng
waduuhhh lelaki berbayar ini mah.. hmmm daddy danesh gmn yaaa klo tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!