Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Cincin
Naimah tidak bisa lagi menerima kenyataan ini, suaminya itu benar-benar telah melakukan hal yang menjadi rusaknya hubungan mereka.
Akankah Naimah memaafkan Nabil, atau juga akan terus bersama Nabil?. Jawabannya tidak.Cukup Naimah di bodoh-i selama ini. Cukup hanya satu kali dia menjadi wanita yang bodoh menerima dan bersabar juga percaya.
Naimah kembali menyimpan handphone Nabil, sebelumnya Naimah sudah mengirimkan bukti-bukti itu ke dalam nomornya tentu tanpa ada celah sedikit Nabil mengetahui Naimah sudah membagikan pesan-pesan itu pada ponselnya.
Naimah dia terlibat dahulu pergi ke kamar mandi lainnya untuk mencuci muka agar dia lebih fresh dan lebih tenang, Naimah belum ingin menanyakan langsung pada Nabil sekarang. Dia ingin mencari bukti lain. Barulah dia melancarkan aksinya.
''Sifa mana ibu mu?'' suara Nabil terdengar jelas menanyakan dimana Naimah
''Ibu di kamar mandi itu Ayah.'' jawab bocah itu menunjuk arah kamar mandi.
''Oh, kamu lagi apa hm?'' Nabil mengusap kepala Sifa
''Ini Yah, Sifa lagi buat gambar ini ada Sifa, Ayah dan Ibu.'' jawabnya memberitahu.
''Kamu ingin menjadi pelukis Sifa? Ayah lihat-lihat kamu ini suka sekali menulis dan menggambarkan ya,?'' ucap Nabil
Sifa segera mengangguk dan tersenyum riang, ''Iya Ayah Sebenarnya Sifa memang suka banget gambar Ayah.''
''Sudah bisa baca belum kamu?'' tanya Nabil lagi
''Em ... itu Ayah baru dikit.'' ucap Sifa sambil tersenyum lebar takut di marahi Nabil
''Belajar yang pinta agar nanti kamu bisa sekolah tinggi dan sukses, juga agar kamu bisa melanjutkan bisnis Ayah Jangan Seperti ibumu yang hanya mengerjakan rumah saja .'' ucap Nabil pada putrinya
''Memang ibu kenapa Ayah ?'' tanya Sifa tidak mengerti sebab bagi Sifa Ibunya adalah orang yang terhebat dalam hal apapun.
''Ya pokoknya kamu harus menjadi perempuan karir Nak, agar kamu banyak di sukai pria sayang. Pokoknya Ayah ingin kamu fokus untuk belajar dan teruskan perusahaan Ayah. Ayah tidak mau kamu seperti ibumu yang hanya mengurusi rumah saja. Tidak bisa soal pekerjaan kantor.'' ucap Nabil
Deg
Sejak kapan mas, kamu protes tentang ku yang hanya menjadi pengurus rumah saja? bukankah ini mau mu mas, kau yang tak membolehkan aku untuk bekerja di luar. batin Naimah mulai geram.
''Memang kenapa dengan ku mas? Apa ada salahnya dengan diriku yang hanya berdiam diri di rumah saja ?'' tanya Naimah muncul secara tiba-tiba dari balik kamar mandi, lalu mendekati Nabil dan Sifa
''Kenapa menatap mas seperti itu ?'' Nabil merasa keberatan ditatap nyalang oleh Naimah.
''Jawab saja apa salahku yang cuma diam di rumah. Lalu siapa dulu yang menyuruhku untuk tidak bekerja ? Siapa yang tak ijinkan aku untuk ikut mengelola bisnis perusahaan mu siapa mas ?'' desak Naimah agar Nabil bicara yang sejujurnya.
''Kamu mulai berani menjawab ku?'' Nabil kini membalas tatapan Naimah dengan sama-sama marah.
''Kenapa tidak mas, cukup aku menjadi wanita bodoh. Aku dari dulu juga mau dan ingin untuk melanjutkan sekolah ku, pendidikan ku. Tapi ada yang melarang dan tak membolehkan diriku untuk bekerja di luar. Tapi sekarang malah seperti ini yang aku dengar dari kamu, seolah menyalahkan ku yang hanya di rumah saja.'' ucap Naimah penuh penekanan.
''Ya memang semua itu Aku yang minta padamu, tapi sekarang Aku juga meminta Sifa untuk melanjutkan sekolah nya yang tinggi apa itu salahku juga?'' kata Nabil
''Itu memang tidak salah, tapi kenapa harus bilang jangan seperti ku.''
''Kau ini selalu mengajakku ribut, ada apa dengan mu hah? Kau seperti bukan Naimah, kau mulai berani pada suamimu ya.'' bentak Nabil
''Tidak Ayah ibu, jangan beltengkar.'' teriak Sifa ketakutan.
''Kau membuat Sifa takut mas.''
''Ini karena kau yang mulai.''
''Dan semua ini kau penyebabnya.''
''Apa maksudmu ?''
''Lepaskan.'' Naimah menyentak tangan Nabil yang berada di lengannya.
''Kau!'' Nabil tersinggung
''Sekarang jangan anggap aku wanita lemah lagi dan bodoh mas, aku bukan lah Naimah yang dulu..Yang bisa kau bohongi mas.'' saat tangan Naimah di gerakkan tak sengaja Nabil melihat ada yang hilang
''Tunggu.'' Nabil menyentuh tangan Naimah kemudian menatap wanitanya
''Di mana cincin yang ku berikan Dek ?'' tanya Nabil
''Sudah tidak muat, dan aku tidak suka dengan cincin itu maaf sepertinya itu Cincin tidak cocok untukku. Terlalu murahan.'' jawab Naimah penuh penekanan dan menarik tangannya dari genggaman Nabil.
''Apa maksudmu, kemana kau membuangnya dan itu cincin harganya mahal Nimah, sama dengan kita membeli mobil.'' bentak Nabil dengan kaget ketika cincin itu hilang dan Naimah menyebutkan barang murahan jelas-jelas itu sangat mahal
''Ooh jadi, harga satu cincin itu sama dengan seharga mobil mas, hm maksudku dua cincin.'' ungkap Naimah wanita itu juga kaget karena harga dia cincin sama dengan dua mobil. Oh good Nabil, kau sudah menghamburkan uang untuk hal yang tak berguna, juga untuknya..Hebat kau. batin Naimah
''A-apa maksudmu, d-dua Cincin ?'' Nabil gelagapan
''Iya kan, dua cincin.'' tekan Naimah lalu mengeluarkan secarik kertas seperti struk belanja dari toko cincin. Naimah membeberkan struk itu ke hadapan Nabil yang langsung matanya melotot tapi ada ketakutan yang terlihat.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️