NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA SANG MAFIA

TAWANAN CINTA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikahmuda
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Lela W.Y

Alena gadis tangguh penuh tekad, dia adalah seorang Mahasiswi semester 5 disebuah universitas di Jakarta, suatu hari nasib buruk menimpa dirinya saat ayahnya yang gila judi itu terlilit begitu banyak hutang akibat hobi gilanya itu.

Alena dijadikan taruhan kepada seorang Mafia kejam dan menjadi tumbal keserakahan ayahnya sendiri.

Alena terpaksa harus menjadi tawanan sang Mafia karna ayahnya ternyata kalah dalam permainan judi bersama sang Mafia.

Dalam semalam hidupnya berubah, dia terpaksa harus menikah dengan laki laki asing yang terkenal berdarah dingin bernama Raka Bumiatmaja, namanya harum dikalangan para penjahat kelas kakap, tak ada yang berani mencari masalah dengannya.

Dia Mafia yang menangani penyelundupan senjata api untuk negara negara besar. Kekayaannya mungkin hampir separuh negri, dengan kuasa dan uang yang dia miliki apapun bisa di dapatnya hanya dengan menjentikkan jarinya.

Akan kah Alena bahagia dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Mafia kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lela W.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Di dalam ruang ganti itu, Alena menanggalkan baju yang dikenakannya, dia dibantu oleh dua orang asistennya Richard.

Mereka berdua dengan telaten membantu Alena mencoba satu persatu gaun pengantinnya.

Lim tidak ikut masuk, dia menunggu di luar ruangan. Setelah menemukan satu gaun yang menurutnya cocok dengan tubuhnya, Alena bergegas memakai pakaiannya kembali.

"Pilihan yang bagus nona Alena, gaun ini simpel tapi kelihatan sangat elegan." kata Richard sambil memperhatikan gaun yang telah dipilih oleh Alena.

Alena hanya tersenyum kecil, sebenarnya dia tidak begitu antusias memilih gaun pengantin, dia hanya memilih gaun yang menurutnya tidak terlalu mewah dan mencolok.

Toh, bagi Darren pernikahan ini juga hanya formalitas saja.

Kenapa dia harus pusing pusing memikirkan gaun pengantin segala, seandainya ini pernikahan yang dia idamkan, Alena membayangkan dirinya pasti begitu antusias dan bahagia memilih gaun terbaik untuk hari pernikahannya, tapi nyatanya pernikahan ini hanyalah pernikahan palsu, Menyedihkan bukan?

"Mari, nona Alena, kita pulang sekarang."

Ucap Lim yang sudah menunggu di dekat pintu.

"Pak Lim, saya hanya perlu menjahit beberapa bagian gaun yang nona Alena pilih, setelah semuanya selesai saya akan mengirimkannya kerumah tuan Darren secepatnya." kata Richard seraya menghampiri Alena dan Lim yang baru saja hendak keluar dari butik.

"Baik, kami tunggu gaun itu secepatnya dirumah. Anda pasti sudah tau pernikahan tuan Darren akan dilaksanakan besok. Terima kasih untuk hari ini, saya dan nona pamit dulu." kata Lim sambil membukakan pintu untuk Alena.

Alena tersenyum kepada Richard sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu.

Richard terus memandangi gadis itu di dalam tokonya.

"Gadis malang..kasihan sekali dia." Ucapnya sambil menghembuskan nafas pelan.

...***...

Malamnya, setelah selesai makan, Alena di panggil Darren ke ruang kerjanya.

Ruang kerja Darren terletak terpisah dari bangunan utama, ada bangunan khusus bernama Paviliun. Di dalam Paviliun itulah ada satu ruangan khusus yang biasa dipakai Darren sehari hari dalam mengurus pekerjaannya.

"Nona, ikut saya, tuan Darren sudah menunggu anda disana." Lim mempersilahkan Alena mengikutinya dari belakang.

Ternyata rumah Darren ini begitu luas, seandainya Alena tidak benar benar memperhatikan setiap detailnya, dia mungkin akan tersesat dirumah sebesar ini. Alena harus menghapal setiap letak ruangan disini, bukankah tempat ini akan menjadi penjara seumur hidupnya mulai besok?

Mereka sampai di depan pintu besar, ada penjaga disana. Sang penjaga membukakan pintu saat melihat Lim datang.

Mata Alena seketika terbelalak ketika dia melihat lorong panjang yang di ujungnya berakhir dengan sebuah pintu yang cukup besar.

"Apa ini lorong penghubung antara satu bangunan dengan bangunan yang lainnya?" Tanya Alena sambil terus menatap takjub lorong besar yang diapit tembok tinggi di kedua sisinya.

"Iya, nona Alena, ini lorong yang menghubungkan kita ke Paviliun di depan." jawab Lim.

"Sulit di percaya." Alena tak henti berdecak. Dia pernah melihat ini, tapi hanya di dalam Film luar negri, ternyata rumah seperti ini benar benar ada.

Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah pintu besar. Ternyata disana juga ada dua penjaga yang berdiri disetiap sisi pintu.

Penjaga itu membukakan pintu untuk Lim dan Alena. Alena masuk ke dalam dan langsung disambut sebuah ruang keluarga bergaya eropa, ada api unggun di salah satu temboknya.

Bukannya tetap mengikuti Lim, Alena malah di diam dan memperhatikan Paviliun yang terlihat sangat elegan itu.

"Nona, ayo ikut saya ke ruang kerja tuan, nona tau kan tuan Darren tidak suka menunggu.." Kata Lim menyadarkan lamunan Alena.

Alena langsung mengangguk dan bergegas menyusul Lim.

Setelah melewati ruang keluarga Lim akhirnya berhenti di sebuah pintu bercat warna coklat.

Alena menatap pintu itu sesaat, ada logo tanduk setan yang terpajang disana.

"Astaga seleranya menyeramkan sekali." Desis Alena pelan, Lim hanya melirik sekilas lewat sudut matanya, telinganya bisa mendengar dengan jelas ucapan Alena barusan, tapi dia memilih tidak meladeni Alena.

Lim mengetuk pintu. Terdengar suara Darren yang berat dari dalam sana.

"Masuk!"

Alena meremas kedua tangannya, sebenarnya mau apa Darren malam malam begini memanggilnya kemari?

Lim membuka pintu dan mempersilahkan Alena masuk. Setelah Alena masuk ke dalam ruangan, Lim langsung menutup pintunya kembali dari luar, ternyata pria tidak ikut masuk ke dalam.

Alena tercengang ketika dia melihat isi di dalam ruangan itu, penuh dengan berbagai macam senjata api.

Darren berdiri menghadap jendela, Alena menatap ngeri punggung pria yang sedang membelakanginya itu.

Nyali Alena seketika langsung ciut, sebenarnya apa pekerjaan pria ini? kenapa diruang kerjanya begitu banyak senjata api?

Belum hilang keterkejutan Alena. Darren tiba tiba berbalik dan menghadapnya.

Sepasang mata elangnya menatap Alena tajam.

Seringai tipis muncul di wajah tampannya kala melihat ekspresi kelinci kecil dihadapannya terlihat begitu ketakutan.

"Kenapa tanganmu bergetar Alena? bukankah selama ini kau semangat sekali ingin tahu tentang pekerjaanku?" Kata Darren sambil tersenyum penuh arti.

Alena masih mematung di tempatnya, apakah sejelas itu ketakutan tergambar di wajahnya?

Dia sekarang memang sedang mati matian menahan rasa takutnya.

Melihat senjata sebanyak ini di sebuah ruang kerja membuat pikiran Alena berkeliaran kemana mana.

Akhirnya muncul banyak dugaan dibenak Alena. Apakah Darren seorang teroriss? atau mungkin dia seorang perampok? atau jangan jangan dia seorang pembunuh bayaran?

Alena bergidik ngeri, satu hal pasti yang Alena tahu, pekerjaan yang berhubungan dengan senjata jelas bukan pekerjaan biasa yang ada dimasyarakat, karna biasanya senjata api adalah benda yang lazim dipakai oleh seorang Kriminal.

Darren berjalan mendekatinya, entah karna saking ketakutannya Alena sampai tidak bisa bergerak dari tempatnya.

Apalagi melihat tangan Darren yang mulai turun ke belakang punggungnya dan mengeluarkan sebuah pistol kecil dari sana.

Ya Tuhan, apa umurku hanya sampai disini?

Kedua mata Alena awas memperhatikan setiap langkah pria itu hingga akhirnya dia sampai dihadapannya.

"Kau, ingin tahu bukan apa pekerjaan calon suamimu ini?"

Calon suami? Alena tertawa miris dalam hati.

Darren berjalan mengelilingi tubuhnya sambil memutar-mutar senjata api itu di tangannya.

"Jawab Alena! sepertinya kau masih lupa aku tidak suka mengulangi pertanyaan ku sebanyak dua kali!" Darren mendesah kesal.

Langkah Darren terhenti tepat dibelakang punggung Alena.

"I-iya tuan, saya ingin tahu apa pekerjaan tuan.." jawab Alena tergagap.

Salah satu tangan Darren tiba tiba terulur dan memeluk pinggangnya dari belakang. Alena terbelalak ketika dia merasakan sebuah benda dingin mendadak ditempelkan ke lehernya.

Dengan sudut matanya Alena menoleh ke arah samping, seketika tubuhnya syok berat, ternyata Darren tengah menodongkan pistol ke lehernya.

Ya Tuhan, kaki Alena tiba tiba lemas, keringat dingin membanjiri wajahnya, apa yang mau Darren lakukan?

"Kau tahu Alena, aku pun tidak pernah memikirkan pernikahan dalam hidupku, bagiku pernikahan itu bullshit ! ayah dan Ibuku bercerai saat aku masih kecil, aku di kirim ke panti asuhan ketika mereka sudah menikah dan punya keluarga masing-masing, aku di buang bersama adikku bagaikan hewan yang hina.." kata Darren tiba tiba, ada kemarahan di dalam nada bicaranya

Alena mencoba mendengarkan dengan seksama meski sekujur tubuhnya masih diliputi ketakutan. Darren malah memajukan wajahnya dan menatap Alena yang mulai pucat pasi.

"Kau tahu apa yang aku lakukan untuk bertahan hidup?"

Refleks Alena mengangguk, turuti saja maunya, kalau dia menolak bisa bisa pistol itu ditekan pelatuknya oleh pria gila ini, mungkin dia sedang ingin bercerita tentang masa lalunya.

"Aku suka membunuh orang." kata Darren sambil berbisik di telinga Alena, tawanya seketika menggelegar ke seluruh ruangan.

Alena semakin lemas mendengarnya, rasanya detik itu juga nyawanya sudah mau melesak keluar dari tubuhnya, menyeramkan sekali pria ini!

bersambung

1
Nia Nara
Alena hamil
Nia Nara
Dari awal mending joshua jujur aja. Daripada kayak skrg
Nia Nara
Gimana gak mau takut. Lah bersama u hidup isinya ancaman dan kekerasan doang
Atik Susilowati Umam
lanjut Thor...
Gusliantini
lanjut thor cerita nya saat bgus semngat💪💪💪💪
Susi Dyansyah
lanjut dong cerita nya menarik
nila hendra
pengen baca tp kyknya lama banget ya upnya
Susi Dyansyah
udah selesai blm ni ...
Susi Dyansyah
menarik ...apakah masih berlanjut
Rini Maryani
lanjut daren penasaran
Sri Susanti
mantap
Robi Blora
lanjut thorr
xio ba
ayo dong thorrr lanjut, ak udah ga sabar nihh
Rita Purnamasari
lanjut seru cerita ya
xio ba
lanjut dong thorrrrrr
xio ba
Darren malu2 kuceng
Raudhatul Jannah
wew
Su Yadi
lnjut kak,q ingin melihat bhagia,dan Alena mngandung bnih cntanya Darren,tlg kak up lgi ya plisss
Su Yadi
kapan hamil Thor,biar mkir lengket & gregett
Yuni sahara Sujarwono
lanjut thorr. plissss gantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!