NovelToon NovelToon
Menikah Karena Anak

Menikah Karena Anak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lestari

Ini hanyalah kehaluan dan kegabutan author saja. Dan sedang belajar menulis cerita. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangannya🙏

🌹🌹🌹

Fatmawati biasa di panggil Wati gadis cantik, dengan hidung mancung, bibir mungil dan berkulit putih. Berusia dua puluh enam tahun adalah gadis sebatang kara yang telah di tinggal selamanya oleh kedua orang tuanya. Wati mempunyai kekasih yang bernama Reno pria berusia dua puluh sembilan tahun yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Mereka berdua sudah lama menjalin kasih.

Hingga suatu hari tempatnya bekerja kedatangan seorang pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan bak pahatan patung dewa Yunani idaman kaum wanita.

Siapakah gerangan pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan itu?.

Adakah yang akan terjadi antara Wati dan Reno kekasihnya?.

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote,Comment & Hadiah.

Follow ig : srilestarikolopaking

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MKA 11

“Baiklah Tuan, akan aku pikirkan permintaanmu,” ujar Wati sambil berdiri dan melayani Tuan Jaka mengisi nasi dan lauk pauk ke piringnya. Mereka pun makan malam bersama.

Usai menghabiskan makan malamnya Wati membereskan meja makan dan membawa piring kotor bekas mereka makan ke dapur dan mencucinya. Meskipun ada asisten rumah tangga, ia tetap mengerjakan apa yang bisa ia kerjakan.

“Apa yang sedang kamu lakukan?. Biarkan saja piring-piringnya tidak perlu kamu cuci. Ada Siti yang besok akan mencucinya,” ujar Tuan Jaka yang sudah berdiri di pintu dapur melihat istrinya yang sedang mencuci piring.

Wati terlonjak saat mendengar suara Tuan Jaka di belakangnya. Untung saja piring yang ia cuci tidak lepas dari tangannya.

“Tidak apa-apa Tuan. Hanya dua piring kotor saja,” sahut Wati.

“Baiklah ... Boleh aku minta tolong?. Tolong nanti buatkan secangkir kopi untukku dan antarkan ke ruang kerjaku.”

“Baik Tuan” sahut Wati pada suaminya.

Pria itu pun pergi meninggalkan istrinya di dapur menuju ruang kerjanya untuk mengecek laporan keuangan Cafe yang di kirim ke emailnya.

Tok ... Tok ... Tok

“Masuk” perintah Tuan Jaka ketika mendengar pintu ruang kerjanya di ketuk dari luar.

Mendengar perintah dari dalam Wati memutar gagang pintu dan masuk ke dalam membawa secangkir kopi panas. Di letakkannya cangkir kopi itu di atas meja kerja suaminya. Dan ia pun membalikkan badan beranjak meninggalkan ruang kerja suaminya.

“Kamu mau ke mana Sayang?. Temani aku di sini dan aku tidak mau mendengar penolakan,” ujar Tuan Jaka pada istrinya.

Dengan terpaksa Wati kembali membalikkan badannya dan duduk di sofa yang ada di ruangan kerja suaminya. Satu jam telah berlalu Tuan Jaka masih sibuk dengan pekerjaannya. Wati masih menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya tanpa terasa matanya terpejam karna rasa kantuk yang menderanya. Wati pun tertidur di sofa.

Dua jam kemudian Tuan Jaka telah menyelesaikan pekerjaannya, ia melihat ke arah sofa di mana istrinya duduk. Melihat istrinya tertidur di sana dengan pulas ia menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Pria itu beranjak bangun dan mendekati istrinya di sofa.

Di kecupnya kening Wati dengan lembut. Di gendongnya Wati menuju kamar tidur, dibaringkannya di atas kasur dan di selimutinya. Tuan Jaka pun membaringkan tubuhnya di samping Wati dan menarik Wati ke dalam pelukannya. Dan ia akhirnya ikut tertidur.

Tak terasa usia pernikahan Wati dan Tuan Jaka telah berjalan selama satu bulan.

Hingga suatu pagi.

Uwek ... Uwek ...

Tuan Jaka terbangun dari tidurnya saat mendengar seperti ada suara orang yang sedang muntah. Di tengoknya kasur di sampingnya telah kosong. Ia bangun dari tidurnya dan beranjak menuju arah suara tadi.

Belum sampai ke tujuannya suara itu terdengar lagi. Ia yakin suara itu berasal dari kamar mandinya. Dengan bergegas ia berjalan menuju kamar mandi dan mengetuk pintunya.

“Sayang,” panggil Tuan Jaka. Di tunggunya beberapa saat namun pintu kamar mandinya tidak terbuka juga. Ia mencoba memutar gagang pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci dari dalam.

Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan sambil melongokkan sedikit kepalanya ke dalam. Betapa terkejutnya ia melihat istrinya yang terduduk lemas di lantai kamar mandi. Ia cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi dan menghampiri istrinya. Di lihatnya wajah istrinya yang pucat seperti kapas.

Tuan Jaka berjongkok di hadapan istrinya. “ Kamu kenapa sayang?,” tanya Tuan Jaka sambil memegang kedua bahu istrinya dan menatapnya dengan khawatir.

“Ngga tahu Tuan, tiba-tiba saja aku merasa mual dan kepalaku pusing,” jawab Wati dengan lemas. Tuan Jaka langsung menggendong istrinya keluar kamar mandi dan membawanya ke tempat tidur. Di dudukkannya Wati di sana.

Dan dia menuju lemari pakaian untuk mengganti pakaian istrinya yang basah karna duduk di lantai kamar mandi. Dengan telaten Tuan Jaka membantu mengganti pakaian istrinya yang basah.

Awalnya Wati bersikeras mengganti pakaiannya sendiri. Bukan Tuan Jaka namanya kalau ia tidak bisa membuat istrinya patuh menuruti keinginannya. Dengan rasa malu Wati membiarkan suaminya mengganti pakaiannya.

Usai mengganti pakaian istrinya Tuan Jaka menelepon Dokter Chandra dokter keluarga saat kedua orang tuanya masih hidup untuk datang ke mansion nya. Dua puluh menit kemudian Dokter Chandra tiba dan di antarkan Siti asisten rumah tangga Tuan Jaka langsung ke kamar Tuannya.

Dokter Chandra segera melakukan pemeriksaan. Tuan Jaka berdiri di samping Wati menunggu hasil pemeriksaan dengan rasa khawatir. Selesai melakukan pemeriksaan Dokter Chandra pun tersenyum ke arah Tuan Jaka.

“Bagaimana Dok, istri saya sakit apa?,” tanya Tuan Jaka dengan nada khawatir.

“Selamat Tuan. Istri Anda saat ini sedang mengandung. Untuk lebih pastinya Tuan bisa membawanya periksa ke dokter kandungan,” jawab Dokter Chandra sambil menjabat tangan Tuan Jaka.

Bagai petir di siang bolong Wati terkejut mendengar perkataan Dokter Chandra meskipun ia sudah bisa menebaknya kalau ia hamil. Berbanding sebaliknya dengan Tuan Jaka yang merasa bahagia mendengar istrinya yang saat ini sedang mengandung anaknya.

Setelah Dokter Chandra pamit pulang, Tuan Jaka duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan istrinya. “Tolong jaga calon anak kita baik-baik. Kalau kamu membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk mengatakannya padaku. Aku akan memenuhi semua kebutuhanmu. Nanti sore aku akan mengantarmu periksa ke dokter kandungan.”

Wati hanya terdiam mendengar perkataan Tuan Jaka. Ia menyesali kenapa janin Tuan Jaka yang harus tumbuh di dalam rahimnya. Betapa bahagianya ia kalau yang tumbuh di dalam rahimnya adalah anaknya Reno.

Mungkin ekspresi wajah Reno akan sama seperti Tuan Jaka ketika mengetahui ia mengandung janinnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Ia tidak boleh membenci janin yang ada di rahimnya karna janin itu tidak berdosa.

Sore harinya Tuan Jaka membawa istrinya ke dokter kandungan. Tak lama menunggu giliran mereka di panggil ke dalam ruangan periksa.

“Selamat sore Dok,” salam Tuan Jaka pada Dokter Sherly.

“Selamat sore Tuan Jaka,” sahut Dokter Sherly. Silakan Nyonya langsung naik ke tempat periksa ya,” ucap Dokter Sherly lagi.

Wati pun naik ke atas tempat periksa yang di ikuti Tuan Jaka dari belakang.

“Maaf bajunya Saya naikkan sedikit,” ujar suster yang berada di dalam ruangan Dokter. Ia mengoleskan gel ke perut Wati. Dokter Sherly pun melakukan pemeriksaan. Alat USG nya ia gerak-gerakkan seperti mencari sesuatu di dalam perut Wati.

“Nah ini dia,” celetuk Dokter Sherly. Umurnya masih satu minggu. Masih sebesar biji kacang hijau. Wah rupanya Nyonya hamil anak kembar ada dua janinnya,” ujar Dokter Sherly lagi pada Tuan Jaka dan Wati.

Mata Wati pun terbelalak ketika mendengar perkataan Dokter Sherly. Ia tidak menyangka akan hamil anak kembar.

1
Zouisar
Menarik
Sri Lestari: terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
Bilqis Ridha Shabira
Great
Sri Lestari: terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!