Hai dukung ceritaku ya.
SETELAH MEMBACA BIASAKAN LIKE.
LIKE, KOMENTAR, FAVORIT JUGA.
Cerita ini hanya kehaluan author saja ya.
Cerita ini kelanjutan Benih Tuan Muda Kejam.
Menceritakan kisah cinta anak ketiga Abraham dan arin.
Ya Andra harus menikah dengan seorang wanita cantik bernama Syafi yang ternyata anak dari pak Andi dan Veli. Arin yang sudah suka dengan Syafi pun meminta pak Andi untuk menjodohkan keduanya. Apalagi Syafi baru saja putus dengan sang tunangan karena penghianat.
Bagaimana serunya rumah tangga keduanya, apalagi Andra ternyata musuh bebuyutan Syafi selama di kampus.
Yuk kepoin ceritanya 🙏.
Setelah membaca biasakan like ya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Tanpa Syafi sadari ternyata Andra tersenyum tipis di balik helm nya saat Syafi tengah memeluknya dengan erat.
"Jangan cepat-cepat," teriak Syafi.
"Apa?" Jawab Andra tak mendengar permintaan perempuan di belakang nya itu meskipun jarak begitu dekat.
"Pelan-pelan saja," pinta Syafi mengulang kata nya tadi.
"Apa? Lebih keras karena aku tak mendengar," jawab Andra.
Karena lelah berteriak Syafi pun diam, dia menahan kesal dan memilih diam. Percuma saja berteriak namun tak di dengar oleh lelaki di depan nya itu.
Motor berbelok ke arah perumahan mewah, laju motor pun tak secepat tadi. Namun motor tak kunjung berhenti. Sampai melewati perumahan mewah itu, motor masih melaju melewati sebuah jembatan dan memasuki sebuah hutan namun bukan seperti hutan yang lebat nan seram.
Syafi melonggarkan pelukannya, dengan cepat dia menarik tangan yang sedari tadi melingkar di perut Andra. Syafi menengok ke kanan kiri pemandangan yang begitu menyejukkan pohon dan bunga bermekaran menghiasi sepanjang jalan. Sungguh indah untuk di nikmati.
Motor melaju melewati penjagaan yang begitu ketat, setelah melewati sebuah taman dan air mancur yang begitu mewah. Motor pun sampai di depan rumah megah milik keluarga Abraham. Rumah mewah nan luas namun jauh dari pemukiman.
Terdapat beberapa rumah besar lainnya dengan jarak yang lumayan jauh.
Ckiiittt....
Bruuuuaak....
"Aduh," Syafi mengaduh kala helm yang di pakainya membentur helm Andra.
"Plak," karena kesal Syafi pun memukul pundak Andra.
"Sakittt woy..... Suka banget si kdrt," sungut Andra kesal.
"Salah sendiri kamu ngerem mendadak," kesal Syafi.
"Lo aja tuh yang terlalu nyaman di bonceng sampai gak sadar sudah sampai," Andra tak kalah sengit membalas ucapan Syafi dengan kata sindiran.
"Enak saja siapa yang nyaman, kalau di suruh milih mending aku naik becak lebih aman," grutu Syafi.
"Udah jangan ngomel seperti emak-emak mau beli sayur, cepetan turun..." Bentak Andra kesal apalagi pundaknya sedikit sakit.
'Ha nih cewek bar-bar amat, pukulannya ngeri sakit banget,' batin Andra.
Dia menggerakkan pundaknya memutar untuk mengurangi rasa sakit nya.
"Ha ini beneran rumah mu," Syafi menganga tak percaya yang di lihatnya.
"Ya iyalah ini rumahku, lebih tepatnya rumah papa karena aku masih minta uang jajan sama papa. He he he he he," jelas Andra sambil nyengir.
"Pantas muka mu seperti tukang minta-minta," ejek Syafi.
"Apa kamuuu bilang," Andra kesal melotot ke arah Syafi.
"Apa Lo," tantang Syafi.
"Dasar cewek bar-bar," umpat Andra kesal.
"Eh Syafi cantik sudah datang," Arin datang merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Syafi.
"Aduh romantis banget sih, sore-sore dan mesra-mesraan," kata Arin memandang keduanya.
'Hhhueeeek,' batin keduanya mual bersamaan.
'Dih amit-amit,' batin syafi bergidik ngeri membayangkan saja harus bermesraan dengan Andra.
Syafi pun membalas pelukan Arin namun mata nya melotot ke arah Andra. Andra menunjukkan kepalan tangan nya namun di balas ledek dari Syafi dengan menjulurkan lidahnya.
"Ayo sayang masuk, dari tadi Tante sudah lama menunggu," ajak Arin mengandeng tangan Syafi masuk sedangkan Andra menggerutu tak jelas di belakang Arin.
"Mentang-mentang yang di nanti sudah datang, anak sendiri dilupakan sungguh kejam," guman Andra.
"Syuuuuut diam jangan berisik ndra," jawab Arin yang mendengar anaknya komat-kamit tak jelas.
"Hmmm...." Jawab Andra malas.
"Cepat kamu ganti baju yang sudah mama siapkan di kamar mu dan setelah itu kamu pergi ke taman belakang karena kita semua menunggu kamu di sana," jelas Arin.
'Ada apa ini?" Batin Andra.
Seketika Andra mengerutkan keningnya karena heran sang mama tak biasanya menyiapkan baju untuk nya, terlebih lagi menyuruhnya datang ke taman belakang. Meskipun dengan ragu Andra pun mengangguk.
"Iya ma,"
Setelah itu Andra bergegas menaiki tangga menuju ke kamarnya.
"Ayo sayang kita ke taman belakang, Tante sudah siapkan semuanya di sana," ajak Arin.
Sampailah kedua wanita cantik itu di taman belakang, Syafi melotot dia tak percaya apa yang di lihatnya.
Taman itu di hias begitu indah, namun bukan itu yang membuatnya terperanjat kaget.
"Papa..." Hanya kata itu yang meluncur bebas dari mulut Syafi.
'Ha kenapa Papa di sini?' batin Syafi bertanya-tanya.
"Eh Syafi sudah sampai, sini sayang duduk dekat Papa," kata pak Andi menepuk kursi kosong di sebelah Syafi.
Syafi pun berlari duduk di sebelah pak Andi.
"Papa ngapain di sini?" Tanya Syafi berbisik takut terdengar oleh tuan rumah.
"Papa main kerumah om Abraham," jawab pak Andi santai namun hal itu membuat Syafi sedikit ragu.
"Benar pa cuma main? Jujur ya Syafi tak percaya ucapan Papa itu karena Papa bukan orang yang suka pulang cepat kecuali Syafi yang merengek atau ada urusan lebih penting," tanya syafi menatap sang papa dengan penuh curiga.
"He he he he pintar banget sih anak Papa, nanti juga kamu tahu," jawab pak Andi setelah itu dia bersikap cuek tak memperdulikan sang anak yang melotot kepadanya.
"Nih makan kue buatan Tante Arin, enak loh," pak Andi menyodorkan kue beraneka ragam di depan Syafi. Pak Andi tahu kalau Syafi penyuka kue.
"Enak sayang?" Tanya Arin saat Syafi tengah menikmati kue buatannya.
"Emmmm enak Tante," kata Syafi mengacungkan jempol nya.
Arin menyeka sudut matanya dengan tersenyum terharu.
'Lihatlah anak mu begitu menyukai kue itu, kue yang sama dengan yang dulu sering kita buat,' batin Arin.
Abraham mengusap pundak sang istri dengan lembut. "Ssttt jangan sedih, lihatlah anak itu begitu lahap memakan kue buatan mu,"
"Emm... Aku senang ternyata dia juga menyukainya," lirih Arin.
"Eh ada om Andi, apa kabar om?" Andra kaget di sana ada orang tua Syafi. Dengan kikuk Andra menyapa pak Andi.
Setelah menyapa pak Andi, Andra pun memilih duduk di dekat Papa nya. Namun pandangan matanya tak lepas dari Syafi.
'Nih cewek rakus banget,' batin Andra yang melihat Syafi makan kue dengan lahap.
"Ngapain lihat-lihat," judes Syafi menatap Andra kesal. Sedangkan Andra mendelik tajam.
"Nak ," tegur pak Andi membuat Syafi diam.
"Sttt sudah jangan berisik kalian berdua," tegur Abraham membuat semua terdiam. Sungguh aura dingin milik Abraham masih membuat siapapun takut.
"Kita sudah sepakat untuk menjodohkan kalian dan dalam 4 bulan lagi kalian akan menikah," kata Abraham dengan tegas.
"Aku," tunjuk Syafi kepada dirinya.
"Iya, mulai hari ini Syafi dan Andra kalian resmi kami jodohkan dan 4 bulan lagi persiapkan mental kalian untuk menikah," jelas Abraham.
"Tidak...." Tolak Syafi dan Andra bersamaan.
B E R S A M B U N G....
LIKE LIKE LIKE
Hadeh Abraham dari dulu gak berubah, masih aja posesif sama cemburuan🤣🤣