Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
"Lah Xia daddy tidur dengan siapa?"ucapan Danyal yang sudah kesal dengan anaknya.
"Tidur saja dengan almarhum mommy saja sana"ucapan Lexia yang meluk mommy barunya.
"Lexia tidak boleh bilang seperti itu sayang, dia ayah kamu sayang"ucapan Shisil yang noel hidung Lexia.
"Tapi lexia mau tidur dengan mommy dan daddy apakah tidak boleh ya"ucapan Lexia yang menunduk kecewa.
"Boleh kok, tapi bilang dulu ke daddy baik-baik dong Lexia"ucapan Shisil yang menatap suaminya.
"Boleh saja hanya malam ini saja Lexia sayang"ucapan Danyal yang mengelus-elus kepala Lexia.
"Terpaksa setuju itu Danyal"ucapan Devano yang sedang duduk di kursi tamu.
"Mantan kakak iparku memang hebat"ucapan Revan yang mengendong wanita iblis.
"Revan siapa yang kau gendong itu"ucapan Alvaro yang menunjuk Miranda.
"Oh dia, wanita iblis perusak rumah tangga kak Danyal katanya"ucapan Revan yang sambil mengangkat tangan.
"Van lah kamu sudah punya Vivian"ucapan Danyal yang ingin ketawa.
"Kak Revan, Vivi sudah bawa minum untuk anjing baru kak"ucapan Vivian yang semangkok makan anjingnya.
"Apaan kau lepaskan aku, bodoh"ucapan Miranda yang ingin lepaskan diri sambil teriak.
"Kak Revan yang benar dong pegang anjingnya"ucapan Vivian yang menarik perhatian para tamu undangan.
"Vivian kita di lihatin dengan tamu undangan"ucapan Danyal yang melihat sekelilingnya.
"Revan singkirkan anjing liar kamu dan tunangan kamu itu"ucapan Devano yang malu di lihatin tamu undangan.
"Siapa yang bilang aku seekor anjing"teriak Miranda yang sangat marah.
"Ya kau lah, orang suka cari muka"ucapan Vivian yang balik berteriak.
"Kau juga perempuan murah suka menjilat pria hidung belang di bar"ucapan Miranda yang masih marah-marah.
Tiba-tiba Revan pun menampar Miranda dengan sangat keras sehingga semua pun melihat semua dan berteriak dengan lantangnya, akibat tunangannya di hina habis-habis oleh miranda.
PLAK
"Jaga ucapan kau"teriak Revan yang sambil menampar Miranda hingga jatuh.
"Sudah-sudah cukup kalian semua"ucapan Devano yang berusaha melerai pertengkaran.
"Kalian tidak malu di lihat para tamu undangan"ucapan Alvaro yang ikut melerainya.
"Yang seharusnya malu itu dia bukan kita"ucapan Revan yang sudah sangat marah.
"Van biarkan orang tua aku yang menghukum Miranda"ucapan Shisil yang melihat Miranda terduduk dilantai.
"Danyal bawa anak dan istri baru kau ke kamar hotel saja"ucapan Bunda Rania yang cuman melihat Miranda.
"Kenapa semua orang melihat aku"didalam hatinya Miranda yang sudah malu.
"Biarkan papi yang mengurus Miranda"ucapan Papi Marcello yang sudah Marah besar.
"Mami tolongi Miranda"ucapan Miranda yang minta tolong kepada maminya.
"Maafkan mami Miranda, mami sudah tidak bisa menolong kamu lagi"ucapan Mami Clara yang bersembunyi di belakang suaminya.
"Mami aku ini anak kandung mami"ucapan Miranda yang berpura-pura nangis.
"Kali ini akibat ulah sendiri"ucapan Mami Clara yang sudah takut dengan suaminya.
"Tuan Ryan dan nyonya Rania saya titip putri saya Shisil"ucapan Papi Marcello yang langsung pergi karena malu.
"Jang Rania kami pulang dulu, ayo pulang Miranda"ucapan Mami Clara malu karena ulah Miranda.
"Sekarang Aku akan di marahi oleh papi"didalam hati Miranda yang menunduk malu.
Di mansion keluarga Alexander, Marcello marah-marah karena perilaku anak tirinya, "Selama ini papi diam"ucapan Papi Marcello yang sangat marah besar.
"Maafkan aku papi"ucapan Miranda yang menunduk kesal.
"Mami tidak bisa bantu kamu lagi, karena itu ulah kamu sendiri"ucapan Mami Clara yang pergi ke dapur.
"Papi ampuni Mira"ucapan Miranda yang masih mohon minta kepada papi tiri.
"Keluar dari rumah sekarang jangan kembali lagi"ucapan Papi Marcello yang mengusir miranda dari mansion Alexander.
"Baiklah aku keluar dari mansion"ucapan Miranda yang ingin keluar dari mansion Alexander.
"Tunggu sebentar"ucapan Papi Marcello yang menghentikan Miranda.
"Apa papi?"ucapan Miranda yang mengepalkan tangannya.
"Tinggalkan fasilitas yang aku berikan pada kamu"ucapan Papi Marcello yang langsung menarik fasilitas Miranda.
"Ini tuan besar Alexander"ucapan Miranda pun menaruh semua barang yang diberi oleh papi tirinya.
Miranda pun pergi dari mansion Alexander dengan keadaan kesal tidak diberi uang sedikit pun oleh papi tirinya dan mami Clara pun datang membawakan teh dan cemilan untuk menenangkan suaminya, "Papi terlalu manjakan Miranda sedangkan Shisil selalu dipersalahkan"ucapan Mami Clara yang tahu sifat kedua anak-anaknya.
"Maksud mami apa?"ucapan Papi Marcello yang menatap istri.
"Miranda menimpakan kesalahannya itu kepada saudara tirinya sejak awal papi"ucapan Mami Clara yang meminum-minumannya.
"Ternyata itu ulah Miranda, aku jadi menyesal kepada Shisil"ucapan Papi Marcello yang menunduk kesal dengan dirinya sendiri.
"Yang penting Shisil bahagia"ucapan Mami Clara yang sambil menenangkan.