"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.
Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.
Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?
Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Mata Laela menyipit tajam ke arah Kabir.
"Kenapa membawaku ke pantai. Bang Arman pasti sedang mencari ku. Aku akan menghubungi nya!" ucap Laela yang langsung akan meraih ponselnya dari dalam tasnya.
Baru Laela mengusap layar ponselnya untuk membuka menu. Sudah ada peringatan kuota darurat, yang artinya sinyal di tempat itu sedang tidak bersahabat.
"Ya ampun, gak ada signal!" gerutu Laela.
Kabir pun turun dari sepeda motornya setelah menurunkan besi standar motornya. Sementara Laela juga ikut turun sambil berjalan ke arah kanan dan kiri sambil mengangkat ponselnya mengarahkan ke arah yang tepat. Siapa tahu akan dapat signal.
"Tingkah mu makin aneh!" seru Kabir lalu duduk di atas pasir sambil menghadap ke arah laut.
Laela pun mendengus kesal sambil menyimpan kembali ponselnya. Dia pun ikut duduk di sebelah Kabir.
"Kabir, aku tidak tahu daerah lain di sini selain blok D. Bisakah antar aku pulang ke sana?" tanya Laela pelan.
"Coba buka tangki bensin motor itu, sepertinya sudah kosong. Tadi saat aku mengarahkan motor itu kemari, jarum penunjuk bensinnya sudah ada pada angka 0!" seru Kabir.
Laela pun mengusap wajahnya dengan kasar.
"Astaga, kenapa selalu seperti ini. Kenapa setiap bertemu dengan mu, kita selalu dalam keadaan terdampar...!"
"Kamu berlebihan! apa yang kamu lakukan di tempat itu? apa kamu tidak tahu sedang ada konflik antar blok di sini? kenapa malah pergi ke tempat seperti itu?" tanya Kabir.
Laela terdiam.
"Aku kan mau nonton konser. Dan di sana kan pengamanan nya juga...!"
"Jangan berpikir para petugas itu akan mengamankan semua orang. Mereka akan lebih mengutamakan para pejabat dan orang penting!" jelas Kabir.
"Bang Arman akan selalu menjagaku!" sela Laela.
"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Kabir yang langsung membuat Laela terdiam.
Cukup lama Laela terdiam, tapi semua ini juga bukan karena Arman tidak menjaganya. Hanya saja siapa yang menyangka para pengacau itu malah menyerang ke arah panggung hiburan bukan ke arah para pejabat atau tenda yang disana terdapat banyak bantuan dan uang yang di simpan. Jadi Laela juga tidak kecewa pada Arman , setidaknya saat dia pergi. Arman bahkan sudah meminta seseorang menjaganya. Hanya saja semua kan memang tidak bisa terus berjalan seperti apa yang kita mau.
Setelah beberapa saat hanya ada keheningan. Laela pun mulai memberanikan dirinya melihat ke arah Kabir lalu berkata.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? dua tahun yang lalu aku kemari dan semuanya masih baik-baik saja!" ucap Laela pelan.
Kabir menghela nafas panjang.
"Itu dua tahun yang lalu, sebelum organisasi Black Sky masuk wilayah ini. Sejak mereka datang kemari, ada saja yang mereka lakukan untuk membuat kekacauan, dan menunjukkan kalau mereka itu kuat dan berkuasa. Aku juga benci mereka, mereka sudah membuat ketenangan keluarga ku terganggu! Silver shadow dan black... ck, kenapa aku bercerita panjang lebar padamu. Kau juga tidak akan paham! kau kan masih anak kecil!" Ujar kabur tetap mengejek Laela setelah dirinya bercerita panjang lebar.
Tapi Laela tidak fokus pada kalimat akhir Kabir. Dia hanya mengangguk paham. Dia juga sempat mendengar neneknya mengeluhkan tentang organisasi Black, Black apa gitu. Ternyata itu Black Sky.
Tapi kemudian Laela menyadari kalau lagi-lagi Kabir menyebutnya anak kecil.
"Hei tuan Kabir, lihat aku! apa aku terlihat seperti anak kecil. Satu bulan lagi aku akan masuk universitas tahu!" kesal Laela sambil berdiri di depan Kabir.
Kabir malah terkekeh, dan itu membuat Laela kesal. Laela mundur ke belakang dengan menyipitkan matanya ke arah Kabir. Setelah menginjak air laut, Laela kemudian menunduk dan langsung berjongkok. Dia menyiramkan air itu ke arah Kabir.
Burr Burr
"Rasakan itu, cuci matamu dengan air laut. Agar tidak lagi minus!" seru Laela tertawa puas.
Melihat Laela yang tertawa setelah menyiramnya. Kabir yang meletakkan satu lengannya di depan wajahnya untuk melindungi matanya pun terdiam. Lebih tepatnya dia terpana dengan pemandangan di depannya. Seorang gadis cantik dan polos yang tertawa dengan latar matahari yang tertutup awan separuhnya.
Bukannya marah, Kabir malah menarik senyuman di bibirnya. Dia langsung berdiri dan mendekat ke arah Laela, tak mau kalah dia juga menyiram Laela dengan air laut.
Burr Burr
"Rasakan itu anak kecil!" seru Kabir.
Laela pun berlari menjauh dari Kabir, karena siraman dari dua telapak tangan yang tentu lebih lebar darinya itu membuat pakaian nya basah. Laela terus menghindar tapi Kabir terus mengejarnya.
Hingga terjadilah adegan kejar-kejaran seperti di film India yang di bintangi oleh Arjun Rampal dan Aishwarya Rai Bachchan. Tanpa sadar juga Kabir malah memeluk pinggang Laela, merangkulnya, membawanya berputar-putar dan akhirnya mereka pun jatuh bersama ke dalam air.
Byurr
Mereka jatuh dengan posisi Laela berada di atas tubuh Kabir. Air laut yang membasahi tubuh Laela membuat dirinya sadar kalau dia sudah terlalu dekat dengan seorang pria.
Laela buru-buru bangun tapi Kabir malah menariknya, membuat Laela terjatuh di atas tubuh Kabir.
Brukk
Kedua pasang mata saling memandang. Tapi Laela segera memalingkan pandangannya. Ayahnya akan membunuhnya kalau tahu dia sedekat ini dengan seorang pria.
Laela berusaha bangkit, tapi lagi-lagi Kabir menahan pinggang Laela.
"Kabir, lepaskan!" ucap Laela yang mulai panik.
Kabir pun baru menyadari apa yang dia lakukan. Dia langsung melepaskan Laela dengan cepat.
Laela segera bangkit berdiri, dan menjauh dari Kabir.
'Benar kata ayah, pria dewas4 memang berbahaya!' batin Laela.
Sementara Kabir juga berdiri dan membelakangi Laela. Dia mengusap wajahnya kasar. Dia heran kenapa bisa bersikap seperti itu pada Laela, seperti tak ingin Laela menjauh darinya.
"Aku akan antar kamu pulang!" seru Kabir membuat Laela mengernyitkan keningnya.
"Bukannya bensinnya habis?" tanya Laela.
"Di tangki memang habis, tapi di box belakang motor itu masih ada bensin cadangan!" ucap Kabir lalu berjalan. mendekati motornya.
Laela membelalakkan matanya tak percaya.
'Dasar aneh, kalau memang ada cadangan bensin kenapa tidak dari tadi dipakai!' keluh Laela dalam hati.
Laela menggelengkan kepalanya tak percaya dengan pria yang ada di depannya itu. Benar-benar sulit di tebak.
***
Bersambung...
thanks ya atas karyanya
Mampir Thor 🙋
terimakasih author
👍👍👍👍👍👍