NovelToon NovelToon
BHUMI AYU

BHUMI AYU

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:262k
Nilai: 5
Nama Author: santy puji

Ayu Lestari, gadis cantik yang ditinggal menikah oleh kekasihnya saat ini sadar kenapa pacaran dilarang, dan ia menyadari jika memang pacaran hanya membuang waktu dan tidak bermanfaat sama sekali, bahkan membuat pikirannya kacau.

Perlahan Ayu mulai memperbaiki diri. Hijrah menuju hal yang lebih baik, belajar tentang bagaimana cara menyalurkan fitrahnya sesuai dengan syari'at. Apakah Ayu akan menemukan pasangan yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dituduh

Sepulang dari kampus, Ayu dan Ajeng rebahan di atas kasur masing-masing. Ayu ingin sekali memejamkan mata karena masih mengantuk, namun Ajeng malah terus saja mengajaknya mengobrol, masih berlanjut menertawakan hal tadi.

"Yu, kalau kamu berjodoh dengan pak Bhumi itu mau nggak?" Pertanyaan Ajeng menurut Ayu sangat konyol sekali, menurutnya seharusnya pertanyaan seperti itu tidak ditanyakan padanya, melainkan tanyakan pada si mas Bhum.

"Aku kentang begini, Jeng. Nggak berani berkhayal yang aneh-aneh, mas Bhumi itu ya seperti itu, seleranya pasti bukan yang seperti aku lah," jawab Ayu, melihat dari kenyataan yang ada, realistis juga tentunya, walaupun banyak juga kisah cinta dosen dan mahasiswa sampai ke pelaminan.

"Dih, kan siapa tahu," ucap Ajeng. Ayu tidak membalas lagi ucapan Ajeng, mulutnya sibuk menguap. Baru saja akan memejamkan mata, ponselnya berbunyi, Ayu melihat layar ponselnya, ada nomor telepon baru yang masuk. Ia males meladeni, takutnya mantan kekasihnya, walaupun tidak mungkin sih, kan dirinya sudah ganti nomor ponsel.

Ketika dering teleponnya berhenti, kini dering pesan masuk yang berbunyi. Ayu membuka pesan dari nomor baru yang tadi tidak jadi menelponnya.

^^^Dasar pelakor, jauhi suami saya, gara-gara kamu, rumah tangga saya jadi sering bertengkar.^^^

Membaca pesan dari orang yang tak dikenal apalagi dengan kata-kata fitnah, Ayu yang tadinya sudah sangat mengantuk, mendadak langsung terperanjat, mengucapkan istighfar dengan nada sedikit tinggi sehingga membuat Ajeng terkejut sambil melihat ke arah Ayu.

"Kenapa Yu? katanya ngantuk?"

"Ini nomor siapa sih, sembarangan aja ngirim pesan begini."

"Ngirim pesan apa?" Ajeng ikut terbangun karena melihat wajah Ayu yang cemas. Ayu membacakan isi pesannya pada sahabatnya itu.

Ajeng menghela nafas, "Pasti itu istri mantan kamu Yu, tapi dia tahu nomor kamu dari siapa yah?"

Ayu menggeleng perlahan, nomor ini adalah nomor rahasia, yang tahu hanya orang terdekatnya saja. Ayu meminta pendapat pada Ajeng apakah harus dibalas atau tidak. Jelas Ajeng langsung menyuruhnya agar mengabaikannya saja.

Dering pesan kembali berbunyi, masih pesan dari nomor asing yang sama, kali ini lebih panjang kalimatnya.

^^^Mas Harsa sudah menikah, saya istrinya, seharusnya sebagai wanita yang berpendidikan tinggi kamu tidak membuat malu keluarga dengan mengganggu rumah tangga kamu. Karma itu nyata, awas saja kalau sampai mengganggu mas Harsa lagi, saya akan permalukan keluarga kamu. Di luar sana masih banyak bujangan, ataupun duda, jangan malah mencari suami orang, makanya cepetan nikah, biar tahu rasanya suami diganggu itu tidak enak.^^^

"Astagfirullah, kok jadi aku yang disalahin." Ayu memegang dadanya, air matanya mengalir begitu saja, benar kata Ajeng, yang mengirim pesan adalah istri mas Harsa.

Melihat air mata Ayu sudah membasahi pipi, Ajeng beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil ponsel Ayu dan membaca pesan dari istri mantan Ayu.

"Hih, gemas aku, coba kalau dia tahu yang sebenarnya, pasti malu ngetik begini, padahal kan suaminya yang masih ngejar kamu Yu. Sudah jangan menangis, kamu nggak salah," ucap Ajeng sambil mengusap lengan Ayu.

"Tapi dia mengancam mau ngomong ke keluarga aku, kasihan bapak ibu nanti, pasti kepikiran." Ayu mengusap air matanya. Kenapa semuanya jadi seperti ini.

"Ada aku, pokoknya aku siap jadi saksi kalau misalnya mantan kamu dan istri kamu sampai mencemarkan nama baikmu, sudah blokir saja nomor itu." Ajeng langsung memblokirnya, lalu menyuruh Ayu untuk istirahat saja.

Rasa kantuk Ayu sudah buyar, walaupun tubuhnya sudah rebahan lagi, tapi pikirannya melayang kemana-mana. Ayu penasaran, istri mas Harsa mendapatkan nomor ponselnya dari mana, lalu kenapa menuduh demikian, padahal sudah sebulan ini Ayu sama sekali tidak berkirim pesan dengan mantan kekasihnya itu, apalagi bertemu.

Ayu mendengar lemari baju terbuka, ia menggulingkan tubuhnya melihat ke arah lemari, terlihat sahabatnya sedang merapikan baju, karena sore ini akan pulang ke rumahnya.

"Tega ninggalin aku yang lagi galau begini, Jeng," celetuk Ayu memanyunkan bibirnya.

Ajeng terkekeh, "Ikut saja yuk sebentar doang, paling dua hari, izin dulu aja."

"Memangnya boleh kalau aku ikut?" Ayu berminat untuk ikut Ajeng karena sepertinya sendiri di kosan tidak baik untuk hati dan pikirannya.

"Bolehlah, mama sama ayah kan sudah kenal kamu, ih kaya sama siapa aja nih," ucap Ajeng. Ayu langsung bangun lalu ikut berkemas dengan Ajeng.

☘️☘️☘️

Sore harinya di depan kosan sudah ada jemputan mobil dari orangtua Ajeng. Ajeng memang dari keluarga berada, setiap ingin pulang pasti supir dari keluarganya akan menjemput.

"Mang, tumben nih saya disuruh pulang mendadak, ayah lagi kenapa sih?" tanya Ajeng pada sopir pribadi ayahnya saat sudah duduk manis di dalam mobil.

"Sepertinya akan ada kejutan," jawab Mang Ujang.

"Kejutan apa? saya ulang tahunnya masih lama."

"Ya lihat saja nanti pokoknya."

Jawaban dari Mang Ujang malah membuat Ajeng penasaran, kenapa harus main rahasiaan segala sih. Ajeng melihat di sebelahnya, Ayu sudah tertidur lelap, padahal mobil baru saja melaju.

"Nanti kita cari jodoh di Semarang, Yu," gumam Ajeng sambil memperhatikan sahabatnya, ia berharap semoga Ayu cepat mendapatkan jodoh, agar tidak ada lagi fitnahan.

☘️☘️☘️

Pagi harinya Ayu dan Ajeng sudah sampai Semarang. Sebelum sampai rumah, Ajeng mampir-mampir terlebih dulu membeli makanan yang ada di pinggir jalan.

Ayu menatap jalanan kota Semarang, sebenarnya jika mau, Ayu bisa saja pulang lagi ke Jogja, tapi nanti sajalah kalau ada waktu senggang.

Sesampainya di halaman rumah, Ajeng melihat rumahnya nampak sepi saja, apa karena masih pagi. Ajeng dan Ayu turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah, keduanya mengucapkan salam terlebih dulu.

Zaenab dan Hilman kedua orangtua Ajeng menyambut keduanya dengan hangat. Bu Zaenab mengajak Ayu dan Ajeng masuk ke ruang keluarga. Di sana sudah terhidang banyak makanan.

"Kalian berdua pasti lapar, lelah juga, makan dulu saja yah, baru nanti istirahat," ucap bu Zaenab.

"Maaf ya Bu, sudah merepotkan, maaf juga saya malah ikut Ajeng," ucap Ayu. Bu Zaenab tersenyum, ia justru sangat senang, malah nanti di rumah untuk menemani Ajeng.

Ajeng dan Ayu lalu sarapan ditemani ayah dan ibunya sambil sesekali mengobrol tentang perjalanan semalam.

"Ayah, sebenernya mau ada apa sih?" tanya Ajeng yang masih saja penasaran, soalnya tidak seperti biasanya ayahnya menyuruh mendadak pulang.

"Makan dulu, istirahat, nanti siang baru ayah cerita," jawab Hilman. Ajeng menghela nafasnya, bagaimana dirinya bisa istirahat tidur jika pikirannya masih dirundung rasa penasaran.

☘️☘️☘️

Selesai makan, Ajeng dan Ayu masuk ke dalam kamar. Rapi, wangi, dan luas, itulah gambaran kamar Ajeng. Ayu jadi kagum dengan sahabatnya itu, walaupun orangtuanya kaya raya, tapi hidup di Bandung serba sederhanapun mau.

"Aku Nggak ngantuk Jeng."

"Ya lah, kamu mah tidur sepanjang jalan," ceplos Ajeng. Ayu terkekeh, lelah begadang, lelah menangis, ya paling tepat memang tidur.

"Kaya diayun-ayun dalam mobil, jadi lelap deh."

"Aku nggak bisa tidur, masih penasaran, kira-kira akan terjadi apa ini."

"Paling juga dijodohkan," ceplos Ayu. Ajeng melotot, pikirannya langsung tertuju ke sana juga, tapi apa iya ayahnya masih memegang prinsip zaman Siti Nurbaya.

"Ih sembarangan," ucap Ajeng sambil reflek memukul paha Ayu yang tengah duduk di sebelahnya. Ayu tergelak, sepertinya sahabatnya itu takut sekali dengan perjodohan.

.

.

.

.

..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

(Jangan2 ayu dijodohkan dengan mas Bhumi? haduh haduh. Jangan lupa tebar kopi, hihi biar mak up lanjutannya, emak tunggu 50 komentar)

1
Vivo Blue
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
mbak i
Ngadi Adi kamu Mak🤣🤣🤣
mbak i
ah legaaaa,,,kirain mas dosen🤣🤣🤣🤣
mbak i
nggak tahu kalau Mak San ada nopel baru,,,nggak ada notif😥
imhe devangana
thor melelh aku baca part ini.semoga dpt jg jodoh sprti bhumi atau ilham,Aamiin
ehh jd halu 🤭
imhe devangana
ngk segitu jg ajeng postur tubuh nya sprti papan tulis 🤣🤣🤣
imhe devangana
blokir aja nomornya ayu, itu lbh baik dr pd di teror terus sm si mantan.
Maaaaaak"utun"..nie🍉
🤣🤣🤣😁😁
Maaaaaak"utun"..nie🍉
😢😢😢🤣🤣🤣
Maryana Fiqa
keren mba Santy 👍👍👍
☠☀💦Adnda🌽💫
lagi seru ko tamat aj see Mak San ..masih pengin tau kehidupan mereka stlh menikah
☠☀💦Adnda🌽💫
kenapa nggak langsung dijawab yu ....bukannya kamu udah ada calon ,kenapa nggak ngomong aj
☠☀💦Adnda🌽💫
beda y kalo udah mahasiswa yg dilamar yg ngelamar dosen pula 😁
☠☀💦Adnda🌽💫
nggak usah dengerin rayuan gombal Harsa yu ....inget kenyataanya aj karena dia suami orang titik jngn pke koma LG 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
keren msk San dua nama orang digabungin JD bhumi & ayu ....
Hap£!π
ceritamu bagus thoorr, singkat padat, ringan, konyol, informatif dan tata bahasa yg bs membawa pembaca masuk dlm crt
Fitriana
👍👍👍👍💪💪💪
ᴹᴮ☣️❤cintaRita️.HS .༄༅⃟𝐐
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
ᴹᴮ☣️❤cintaRita️.HS .༄༅⃟𝐐
betuull Mak...beras dan teman temannya lebih utama😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!