NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.5k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Pilihanku

Hari telah

berubah manjadi siang waktu istirahat kami, kami pakai untuk membersihkan kelas

dan bersiap melanjutkan pelajaran karena kelas kami sudah tertinggal jauh dari

kelas lain.

Dion :”Setelah

ini mapel apa?”

Rui :”olahraga,

sampai jam terakhir.”

Jay :”SEMUANYA

AYO KITA PERCEPAT BERSIH – BERSIHNYA AGAR TIDAK TERLAMBAT!”

“iyaaaaa~” jawab

semua orang dengan malasnya,

Dion :”kenapa Jay

keliatan semangat gitu? Eh bukan jay memang selalu selamat tapi kenapa yang

lain keliatan tidak semangat gitu?”

Rui :”oh iya

kalau dipikir – pikir kau belum pernah ikut kelas olahraga ya?”

Dion :”Begitulah,

karena seragamku masih belum datang jadi aku selalu pergi keperpus. Memangnya kenapa?

Rui :”oh...hehe...”

Dion :”hmm?”

Ibo :”itu adalah

neraka!” saut Ibo dengan wajah memucat

Dion :”Ibo kau

tidak apa – apa? Wajahmu terlihat pucat sekali .”

Ibo :”oh....he’em

gue masih hidup.”

Dion :*berbisik

ke Rui “memangnya kenapa dengan Ibo?”

Rui :” Ibo sejak

dulu sangat membenci olahraga, karena ia sejak kecil ia memiliki stamina yang

kecil dari rata – rata anak laki – laki lain dulu saat SD ia pernah mendapat

tes fisik push up dalam satu menit dan ia mendapat point terendah, bahkan

terendah digolongan putri, karena gurunya menganggap ia tak serius ia selalu

mendapat jatah lebih banyak dari yang lain. Dan hal itu terus berlanjut sampai

SMA, mungkin itu yang membuatnya trauma.”

Setelah mendengar

cerita menyedihkan itu ke dekati Ibo dan menepuk pundaknya,

Dion :”berjuanglah.”

Ibo :”T-tenang

saja aku sudah mempersiapkan kemungkinan terburuknya.”

Ibo mengeluarkan

kertas berjudul ‘surat wasiat’

Dengan cepat

kuambil kertas tersebut dan merobek – robeknya lalu membuangnya keluar jendela,

Ibo langsung

mengejarnya namun sudah terlambat, ia hanya bisa pasrah melihat surat wasiat

nya terbang terbagi menjadi kecil – kecil kelangit sambil menangis,

Dion :”Tenang

saja, kau tidak akan sampai mati Ibo. Iya kan Rui?”

Rui :”hmmm....hehe..”

tiba – tiba Rui memalingkan pandangannya dariku dan membuatku ikut takut,

Dion :”Tu-tunggu

, rui kau jangan menakut – nakutiku lah.” Saat ku coba mendekati Rui tiba –

tiba ia menjauh dan beralasan mau menyapu bagian lain

Dion :”Hey

serius! Ada apa ini?!”

Ketua :”nanti kau

akan mengetahuinya, Dion.”

Bel berakhirnya

istirahat pun berkumandang dan bersamaan dengan selesainya kami membersihkan

kelas.

Disekolah ini

kelas olahraga dibagi menjadi 2 golongan yaitu golongan putra dan putri

berdasarkan golongannya semuanya sangat berbeda dan terpisah, golongan putra

punya guru sendiri dan golongan putri memiliki guru mereka sendiri juga dari

materi memang sama tapi penerapannya itu bebas sesuai cara guru masing – masing

itulah penjelasan singkat dari ketua.

Golongan putri menuju

ruang ganti dan mereka akan langsung berangkat ketempat berkumpulnya mereka,

sedangkan kami golongan putra berganti baju di dalam kelas sebenarnya ada ruang

ganti baju untuk putra tapi kami lebih memilih berganti dikelas karena lebih

efisien saja.

Dengan segala

tirai jendela dan pintu tertutup rapat kami mulai menggangi seragam kami, saat

kubuka kancing kerahku ku melihat sebuah kalung dengan kunci menggantung

dalamnya. Saat melihat kunci tersebut tanganku berhenti bergerak dan teringat

kembali akan perkataan adikku.

[Keliatannya kakak

belum siap mendengarkannya.]

Saat aku

tenggelam dalam pikiranku tiba – tiba suara gaduh dari teman – temanku membuatku

terdasar,

Jay :”RUI!! HARI

INI AKU AKAN MENGALAHKANMU!!”

Rui :”iya – iya....

aku sama sekali tidak peduli jadi berjuanglah.”

Ibo :”Ke-ketua.....bisakah

ketua menuliskan surat wasiat baru untukku? Tanganku tidak bisa berhenti

bergetar sejak tadi.”

Kegaduhan ini,

keributan ini, dulu aku selalu terganggu dengan keadaan seperti ini. Namun kenapa?

Kenapa sekarang aku merasa sangat senang? Aku tak merasakan ada rasa jengkel

atau terganggu dengan keramaian ini. Aku merasa sangat hangat.

Kupepegang

kunciku dengan kuat mengingat perkataan teman – teman padaku,

[kalo lu bisa

ngerasain sakit itu artinya lu baik – baik aja.] perkataan Ibo

[Semua orang itu

pernah membuat kesalahan itu hal yang normal, kalau orang yang tak pernah

berbuat salah itu patut dicurigai.] Pesan dari Rui

[APAPUN YANG

TERJADI TETAP SEMANGAT DAN JANGAN MENYERAH DION! KAMI SELALU ADA DISINI

UNTUKMU!] Pesan dari Jay

[bagaimana cara

kami memaafkanmu kalau kau saja tidak berbuat salah. Kami tak pernah memikirkan

semua itu, apapun tindakanmu dan pilihanmu kau tetaplah bagian dari kami. Kau

tak perlu memaksakan diri menyesuaikan dengan kami. Cukup jadilah dirimu

sendiri karena hal itu takkan merubah fakta bahwa kau salah satu dari kami,

bisa kau lihatkan sifat kita semua berbeda – beda tapi tetap bersama, karena

kami tak pernah takut akan perbedaan dan lebih menerima perbedaan itu sendiri.]

pesan dari ketua

(Benar!)

(Terima kasih

semuanya, kini aku sudah mendapatkan jawabannya)

(Pada akhirnya

aku hanya seorang pengecut, aku takut kalau aku tak bisa menerima diriku yang

dulu)

(Seorang pengecut

yang takut dibenci oleh orang – orang)

(Seorang pengecut

yang takut mendapat masalah)

(Seorang pengecut

yang takut kehilangan jati dirinya)

(Seorang pengecut

yang hanya bisa berlari dari kenyataan)

(aku tau cepat

atau lambat semua misteri ini akan terpecahkan)

(tidak hanya

waktu namun juga butuh keberanian untuk memecahkannya)

(sekarang.....aku

sudah sangat siap)

(siapapun diriku

itu)

(apapun diriku

itu)

(Dion adalah

namaku)

(Dion yang

diberkahi teman, sahabat serta kehidupan yang luar biasa ini)

(Itu adalah

sesuatu hal yang takkan pernah berubah, apapun yang terjadi)

Ketua :”Hey! Dion

kenapa kau Cuma diam saja, ayo cepat ganti baju teman – teman sudah berangkut

duluan tadi.”

Dion :”Ketua,

Ketua pernah berkatakan kalau ketua mengetahui segalanya?”

Ketua menghela

nafas dan duduk dikursiku,

Ketua :”sehebat

apapun aku, aku tetaplah seorang manusia. Aku bukanlah dewa maupun tuhan aku

juga punya batasan.”

Dion :” tapi

bagaimana kakak mengetaui semua tentangku?”

Ketua :”aku tidak

mengetahui semuanya, aku hanya mengetahui apa yang kuketahui dan aku juga tidak

mengetahui apa yang tidak kuketahui.”

Dion :”Lalu

bagaimana dengan cerita tentang tragedi Diary Rio?”

Ketua :”maaf

lupakan saja”

Dion :”Hey ketua

kau tau tidak aku punya lagu bagus kupikir ketua akan suka.”

Ketua langsung

paham maksudku, ia langsung memakai headphone yang selalu menempel di lehernya

itu.

Saat Hpku terhubung

tanpa basa basi langsung kuputar lagunya dengan volume maxsimal.

Ketua menepuk tangannya

dan mengangguk kecil.

Ketua :”baiklah

sekarang sudah aman, terima kasih kau sudah mau mengikuti aturanku. Kau pasti

ingin memberikan jawabmu tentang pembicaraan kita kemarin itu kan? Tentang apakah

kau mau bekerjasama denganku demi menghindari takdir kematian kita? Tepukkan tangan

sekali untuk ‘iya’ dan tepuk dua kali untuk ‘tidak’

Ketua :”benarkah

kau ingin menjawab ajakanku kemarin?”

Aku menepukkan

tangan sekali

Ketua :”jadi...apakah

kau setuju? Hanya mengingatkan jika kau setuju, kau akan terlibat langsung

dengan kasusku juga, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu 100% jadi apakah kau

tetap ingin bekerjasama denganku?”

Kutepukkan tangan

sekali

Lebih baik mati

dengan perlawanan dari pada mati tanpa mengetahui apa - apa

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!