Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 11.Berlatih Bersama
Mereka semua kemudian duduk di sekitar arena latihan setelah mengambil undian untuk berlatih tanding.
Long Fei juga memperbolehkan mereka jika memilih lawan mereka sendiri karena masalah pribadi sangat di dukung oleh Long Fei.
Beberapa ada yang memilih lawan mereka sendiri karena ingin membalas dendan karena sebelumnya kalah, dan Feng Ying mendapatkan nomer undi urut enam belas.
Mereka kemudian memulai latih tanding dari nomer undi satu melawan nomer undi dua, anggota yang mengikuti latihan hari ini berjumlah enam puluh orang jadi semua akan merasakan pertarungan.
Feng Ying mengamati para pendekar yang mulai berlatih tanding, mereka terlihat sangat antusias dalam bertarung, mereka tidak menahan kekuatan mereka sedikitpun meski hanya berlatih.
Ia kemudian melihat lima orang yang mengenakan pakaian medis menunggu di dekat arena latihan, karena adanya mereka para pendekar jadi tidak perlu khawatir terluka karena akan segera di tanggani jika mereka terluka.
Tenaga medis yang berjaga tentu bukan sembarang Tenaga medis, mereka adalah pendekar yang mempelajari tentang pengobatan menggunakan Qi.
Efek pengobatan menggunakan Qi sangat luar biasa, dengan menyalurkan Qi mereka ke tubuh yang terluka, mereka bisa menyembuhkan luka itu dalam sekejap, namun kecepatan kesembuhan tergantung luka dan kemampuan orang yang melukainya juga sang ahli medis itu.
Ketika mendapat luka dari serangan pendekar atau monster,serangan itu akan meninggal sisa kekuatan yang harus di hilangkan agar bisa segera sembuh, namun jika serangan pendekar Master tingkat delapan keatas maka harus di butuhkan pendekar medis yang cukup kuat juga.
Para pendekar yang sedang berduel menunjukkan kemampuan yang amat luar biasa, mulai dari Qi yang hebat dan jurus-jurus yang mereka pelajari dari Cakar Naga.
"Mustahil bagiku untuk menang melawan mereka dengan kekuatan ku yang sekarang"
Batin Feng Ying sambil terus mengamati para pendekar yang sedang berduel.
Long Fei melihat Feng Ying sedikit gerogi maka ia sedikit menenangkan Feng Ying agar tidak gerogi nanti.
"Nak, keluarkan saja semua kekuatan mu, jangan takut musuh mu tidak akan membuat mu mati"
Ucap Long Fei sambil tersenyum lebar.
"Hah... bukankan ucapan mu dapat membuat seseorang menjadi lebih takut"
Jawab Feng Ying sambil menatap Long Fei dengan heran.
"Hahaha.... sebenarnya aku bingung harus berkata apa jadi aku berkata sesuai pikiranku saja"
Ucap Long Fei sambil tertawa lantang.
Feng Ying pun ingin memukul ayahnya itu namun ia sadar belum bisa melakukan itu dengan kemampuannya yang sekarang, akhirnya ia hanya bisa terus mengamati para pendekar yang sedang berduel.
Setelah menunggu sedikit lama, giliran Feng Ying akhirnya pun tiba, ia berhadapan seorang pendekar senior yang memiliki postur tubuh yang garang meski sudah cukup tua.
"Aku harap Kakek tua memberi junior ini kemudahan"
Ucap Feng Ying sambil tersenyum canggung.
"Jangan khawatir Tuan muda, pendekar tua ini tidak akan berani melukai anda"
Jawab pendekar tua itu sambil tersenyum lembut.
Setelah mendengar jawaban pendekar tua itu, Feng Ying langsung bergerak cepat menyerang lawanya itu.
Pendekar tua itu cukup terkesan melihat kecepatan Feng Ying yang tidak pernah ia bayangkan, pada awalnya ia mengira Feng Ying paling tidak berada di tingkat satu sampai dua namun kecepatannya ini setidaknya tingkat enam.
"Seperti yang di harapkan dari Tuan muda Feng"
Pendekar tua itu kemudian mengangkat pedangnya yang masih tersarung rapi untuk menangkis serangan Feng Ying.
Pendekar tua itu tidak tau bahwa pedang yang Feng Ying gunakan adalah senjata pusaka, alhasil sarung pedang pendekar tua itu berhasil di tebas oleh Feng Ying.
Melihat sarung pedangnya tidak bisa di gunakan lagi, ia menghunuskan pedangnya dan menyalurkan Qi agar pedangnya menjadi lebih kuat.
"Harusnya aku tahu bahwa Tuan muda tidak mungkin menggunakan sembarang senjata"
Ucap pendekar tua itu.
Feng Ying hanya tersenyum kecil mendengar ucapan pendekar itu, ia kemudian kembali menyerang pendekar tua dengan semua kemampuan yang ia punya karena Feng Ying tidak pernah menahan diri jika berhadapan dengan orang yang kuat.
Para pendekar yang menonton dari awal sudah kagum melihat kemampuan Feng Ying yang cukup tinggi di usia yang sangat muda, mereka berasumsi jika Feng Ying berlatih di Gunung Naga maka ketika ia lulus setidaknya berada di tingkat pendekar Bumi.
Kekaguman mereka mulai berubah menjadi rasa hormat dan mengakui Feng Ying sebagai Tuan muda mereka dari lubuk hati yang dalam, anggota Cakar Naga memang berada di bawah kekuasaan keluarga Naga, namun mereka hanya mengakui keturunan keluarga yang kuat, meskipun sampai sekarang belum ada keturunan keluarga Naga yang lemah.
Long Fei yang mengamati pertarungan Feng Ying juga awalnya terkejut karena kemampuan Feng Ying meningkat sangat pesat.
Long Fei memang memberikan semua kebutuhan Feng Ying dan tidak pernah kurang, sumber daya untuk memperkuat bela diri Feng Ying juga ia berikan setiap waktu dan terbilang lebih dari cukup, ia tidak menyangka anaknya akan berkembang pesat sampai sejauh ini.
"Dia puluhan kali lebih kuat dari ku saat aku seumuran denganya, aku harus memberi tahu ini kepada ayah dan paman ku"
Batin Long Fei semakin tidak sabar melihat berkembangan Feng Ying kedepanya.
Duel antara Feng Ying dan pendekar tua Cakar Naga semakin memanas ketika Feng Ying mengeluarkan kemampuan terbaiknya, Qi yang Feng Ying gunakan cukup membuat lawanya dan semua yang menyaksikan pertarungan itu terkesan.
Pendekar tua itu kini mulai menyerang Feng Ying setelah ia merasakan kemampuan Feng Ying ia kemudian tidak meremehkan Feng Ying lagi dan menggunakan sebagian kemampuannya.
Mereka berdua bertukar puluhan jurus dalam waktu yang singkat, pendekar tua itu hanya menggunakan beberapa jurus ketika melihat celah saja, namun lama kelamaan ia sadar bahwa semua celah yang ada sengaja Feng Ying atur agar mengurangi pertahanannya dan menyerang pendekar tua pada saat ia mengurangi pertahanannya.
Pendekar tua itu kemudian mengeluarkan jurus yang cukup hebat, namun ia tidak mengincar tepat ke arah Feng Ying melainkan melenceng ke samping kanannya.
"Tuan muda sepertinya aku yang menang"
Ucap pendekar itu sambil meletakkan pedangnya di pundak Feng Ying.
"Tentu saja,aku belum cukup kuat untuk bisa menang dari senior dan anggota yang lainya"
Balas Feng Ying sambil menurunkan senjatanya.
Pendekar tus itu kemudian meminta maaf karena sudah mengacungkan senjatanya ke arah Feng Ying, Feng Ying tidak memper masalahkan itu karena mereka sedang berlatih tanding.
Ia kemudian berjalan kembali ke arah Long Fei yang kini menatap Feng Ying dengan bangga namun kelamalamaan menjadi aneh.
"Kenapa ayah menatap ku seperti itu?"
Tanta Feng Ying.
"Saat aku seumuran dengan mu aku tidak pernah kalah, bahkan sampai sekarang sedangkan kau selalu kalah ketika berlatih tanding endah di rumah maupun di sini"
Ucap Long Fei sambil mengejek Feng Ying.
Feng Ying mendengar itu menjadi sangat kesal karena sejauh ini pendekar yang ia hadapi ketika latihan jauh lebih kuat darinya sedangkan Long Fei saat seumuran denganya, lawanya juga sama sama seumuran, melihat ekspresi kesal Feng Ying membuat Long Fei semakin tertawa lantang.