NovelToon NovelToon
Sang Ajudan

Sang Ajudan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:765.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Puspa Herliyah

Seorang wanita muda, meminta seorang pria yang tak di kenal nya untuk menikahinya. Namun siapa sangka permintaan nya pun di kabulkan saat melihat wanita tersebut di paksa menikah oleh kedua orang tua nya demi melunasi sebuah hutang.

Adela Anggita dan Raiz Hafid Faisal, pernikahan kedua nya terikat di atas sebuah kontrak pernikahan.

Apakah pernikahan kontrak tersebut akan membawa mereka pada pernikahan yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hampir Menjadi Milik Mu

Entah siapa yang memulai, kini tubuh mereka saling bersentuhan tanpa pembatas, Raiz mencium bibir Adela yang kini mereka saling *******.

Suara petir terus menggelegar dengan derasnya air hujan, hingga lampu kembali menyala. Saat Adela merasakan sesuatu yang akan menerobos masuk, mata Adela membuka dan dengan segera mendorong tubuh Raiz dan dengan segera menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.

"Jangan Mas. " Ucap Adela mengeratkan selimut yang menutupi tubuh nya.

Raiz mengusap wajah nya dengan kasar, dan segera merebahkan tubuh nya di samping Adela.

"Ya Allah kenapa bisa begini. " Ucap Raiz sambil memijat pangkal hidung nya.

"Maaf Mas, maaf..!! " Ucap Adela.

"Maafkan Mas, Mas khilaf. "

"Saya mohon jangan pulang ke rumah ini, kalau pun pulang tidur lah di kamar lain.Saya sudah menyakiti Anita dan tak ingin tambah menyakiti nya. "

"Iya, Mas paham." Ucap Raiz.

Mas mandi dulu. " Ucap Raiz langsung beranjak dari tempat tidur dan Masuk kedalam kamar mandi.

Di bawah guyuran air, Raiz terus memukul - pukul tangan nya di tembok kamar mandi. Dan sesekali menarik rambut nya sendiri.

"Kenapa saya melakukan nya, kenapa saya hampir melakukan dengan dia. "

Sedangkan Adela berbaring di atas tempat tidur, dengan tubuh yang masih terbalut selimut. Adela masih merasakan sentuhan yang baru saja dirinya alami hingga gigitan kecil yang dia dapat kan.

Adela meraba bibir nya dengan apa yang dirinya lakukan bersama Raiz.

"Kenapa saya bisa terbuai. " Ucap Adela dalam hati.

Setelah hampir 30 menit di kamar mandi, Raiz dengan segera memakai pakaian nya. Raiz mendekati Adela, wanita yang hampir dia nodai kini sudah tertidur lelap.

Tangan Raiz merapikan selimut yang hampir tertarik ke bawah.

"Maaf kan saya, entah perasaan bagaimana saat ini. Saya janji tak akan pernah saya ulangi lagi. " Ucap Raiz langsung bangun dan keluar kamar .

Adela membuka matanya dan terisak dengan menutup mulutnya sendiri.

"Bisa saja malam ini saya serahkan sama kamu Mas, saya sadar melakukan nya karena kita suami istri Tapi saya takut,dan saya sudah banyak dosa."

*****

Adela menutupi leher nya yang banyak stempel yang di buat oleh Raiz dengan hijab nya. Adela pun dengan segera menyiapkan sarapan untuk Raiz.

"Kamu siapkan sarapan untuk siapa? " Tanya Ibu Nuri.

"Untuk Mas Raiz. " Jawab Adela.

"Apakah Raiz tidak pamit sama kamu? " Ucap Ibu Nuri.

Adela menggelengkan kepala nya dan tersenyum kecut.

"Dia pulang jam berapa? "

"Jam 2 pagi dia pulang. "

"Kalau begitu saya masukan kedalam rantang saja nanti saya kirim ke rumah Dinas. "

"Pergilah, kamu kan sudah buat sarapan untuk dia. "

****

"Bagaimana, kamu jadi kan tahun depan pencalonan kembali? " Tanya Pak Kusumo.

"Jadi dong Pah. " Ucap Raiz sambil memakan sarapan buatan Mamah nya.

"Jadi tahun depan kalian jadi menikah dong? " Ucap Ibu Laila.

"Setelah Pemilu kami akan segera langsung kan pernikahan. " Ucap Raiz.

"Iya kalian terlalu lama menunda, kamu harus tahu Mamah Papah sudah ingin cepat menimang cucu. "

"Benar nak, Mamah Papah ingin sekali cepat menimang cucu. "

"Pagi, maaf mengganggu. " Sapa Adela saat tiba di rumah Dinas.

"Kamu ada apa? Hari ini hari libur. " Ucap Raiz.

Adela menatap Raiz yang sedang menikmati sarapannya.

"Nggak apa - apa, tadi saya habis keluar dan langsung mampir kemari. " Ucap Adela berbohong.

"Oh ini Ajudan kamu? " Tanya Ibu Laila sambil menatap Adela dari ujung rambut hingga kaki.

"Kenalkan Bu saya Adela. " Jawab Adela dengan menangkupkan kedua tangan nya.

"Raiz, Ajudan kamu terlalu cantik, jangan sampai kamu berpaling dari Anita. " Ucap Ibu Laila yang terdengar jelas sama Adela.

"Kamu punya pengalaman dimana? " Tanya Pak Kusumo.

"Saya lulusan IPDN, saya pernah Dinas setelah lulus ikatan Dinas di Dinas Badan pengawas Daerah, dan setelah itu 2 tahun saya Dinas sebagai Staf Walikota." Jawab Adela.

"Oh begitu, kamu tinggal dimana sekarang? "

"Saya tinggal di.. " Ucap Adela menatap ke arah Raiz.

"Dia tinggal menemani Ibu Nuri, kasihan Mah Pah, karena kalau dia ada di rumah Raiz kan kalau ada apa - apa lebih mudah saja. Dan Ibu Nuri butuh teman perempuan buat mengobrol." Ucap Raiz beralasan.

"Maaf Bu , Pak saya pamit kebelakang dulu." Ucap Adela sambil membawa rantang.

Raiz menatap punggung Adela yang berjalan ke arah pintu belakang, dan dengan segera Raiz menyudahi sarapan nya.

"Kamu mau kemana Raiz, sarapan kamu belum habis? " Ucap Ibu Laila.

"Raiz lupa ada sesuatu yang belum beres." Ucap Raiz.

Raiz mencari sosok Adela, saat setelah berkiling di setiap ruangan Raiz menemukan Adela yang kini sedang duduk di ruang kerja Raiz.

"Kamu ada perlu apa? " Tanya Raiz dan Adela pun menatap Raiz.

"Saya kira Mas tadi malam nggak pulang, tadi pagi saya buatkan sarapan. Jadi saya bawa saja. " Jawab Adela.

"Oh itu kamu bawa sarapan? "

"Iya, nasi goreng kesukaan Mas. Tapi Mas sudah sarapan ya sudah nanti saya bawa pulang lagi. "

Raiz mengambil rantang yang di pegang Adela, Rantang 2 susun itu berisi nasi goreng dan buah pisang serta jeruk.

"Mas makan ya. " Ucap Raiz langsung menyendok nya.

"Kalau Mas kenyang jangan di paksa. "

"Kasihan kamu sudah kesini, dan pasti bangun tidur langsung masak buat sarapan Mas."

Adela hanya dia menatap Raiz yang sedang menyantap nasi goreng nya, dan Raiz pun berhenti mengunyah saat Adela terus menatap nya.

"Kamu sudah sarapan? " Tanya Raiz.

Adela menggelengkan kepala nya dan terus menatap ke arah Raiz.

"Mas, untuk tadi malam.. " Ucap Adela.

"Maaf, mas minta maaf. " Ucap Raiz.

"Kita sama - sama sadar Mas, bukan salah Mas tapi saya yang sudah memancing Mas. Dan saya ... " Ucap Adela.

"Kalau sadar, kenapa kamu tak minta lanjutkan? Bisa saja kamu minta lebih dan saya pun melakukan nya. "

"Mas bukan milik saya , Mas milik Anita. " Ucap Adela.

"Ada perjanjian, kamu ingat kita bisa saja melakukan nya."

"Saya tidak mau Mas, saya sudah menyakiti Anita. Saya tak ingin lagi terus menyakiti."

"Baik, kita lupakan kejadian tadi malam. Dan kalau boleh, tolong jelaskan hubungan kamu sama Irfan. "

"Apakah itu penting? "

"Sangat penting, kamu istri saya. "

"Dia mantan saya, dulu kami berniat menikah. Bahkan sampai sekarang dia masih berharap. Hanya orang tua nya tak menyetujui hubungan kami. Karena kedua orang tua saya sudah menuntut ini dan itu. Saat ini saya hanya ingin pendamping hidup yang mau menerima kedua orang tua saya, menerima segala tingkah laku baik buruk nya. "Ucap Adela.

" Kenapa hanya dua yang kamu anggap mantan? " Ucap Raiz.

"Karena, bagi saya dia tak pernah hadir. " Ucap Adela.

"Apakah kamu masih mencintai nya? " Tanya Raiz.

"Katakan jujur apa kamu masih mencintai nya? " Ucap Raiz.

"Kalau boleh jujur, saya masih mencintai nya."

1
Mimik Pribadi
Aseeeem,,,,aku kira bpknya Adela yng bakal donorin jantungnya sebagai bentuk syangnya sm Adela,ternyata mlh ibu Laila,orng yng baik bngt,,,,
Mimik Pribadi
Mudah2an jantungnya pak Syarif cocok lalu mendonorkan jantungnya demi kebahagiaan Adela,,,,
Mimik Pribadi
Biar tau tuh klrga parasitnya yng sdh nekan dan menjadikan Adela sapi perah,,,,
Mimik Pribadi
Gimana Adela gak baper secara Rais baik bngt,,,trus klanjutan hubungan mereka bakal sepeti apa y!!!
Mimik Pribadi
Klo aku jdi pak Syarief lbih baik ceraikan istrinya,dripda rmh tangga ribut mlulu apalgi anak kandung sendiri yng dijadikan sapu perah,lbih baik hidup sendiri toh Adela jga bakal tetap menjamin hidupnya,,,,,
Mimik Pribadi
Runyam ini siih klo tiba2 Anita Dtng mereka msh ada dirmh itu,,,,
Anjelie Sharma
cerita soni ma anita ga di lanjutin ya
Maimunah
sangat bagus 👍
SariRenmaur SariRenmaur
subhanallah mama Laila wanita yang mulia
SariRenmaur SariRenmaur
semogaa selalu di beri kesehatan sama Tuhan yang maha esa dan cepat dapat pendonor jantung untuk Adella ya thoor
SariRenmaur SariRenmaur
semoga kembali berjodoh Adela dan pak Bupati ya thoor
SariRenmaur SariRenmaur
lebih baik seperti itu lepaskan Adella dan hidup bahagia dengan Anita ya pak bupati
Mimik Pribadi: Iya betul setuju,,,,aku yng baca aja ikut pusing dan gregetan sm kelakuan Mia dan ibunya,apalgi bpknya Adela yng tidak bisa tegas sm istri dan anak tirinya,,,,
total 1 replies
SariRenmaur SariRenmaur
wah...semoga semua berjalan sesuai kontrak ya pak Bupati
SariRenmaur SariRenmaur
yang sabar ya adela semoga hanya 2 tahun kontraknya
Surati
bagus
Susana Sari Sari
dasar parasit.....maunya dibasmi aja 😡😡😡😡
Nurhayati Nia
😭😭😭😭😭ko gini siiii mbk puspaa
Nurhayati Nia
hrmmm penasaran banget deh apa pekerjaan bang raiz nii
Nurhayati Nia
mak puspa aku nongol lagi fi karyamu
dewi
mkasih ceritany, menghibur banget, bikin baper jg bikin nangis. suka banget.
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰 sama2 mampir. karya lainnya juga y
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!