NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Lily

Pelangi Untuk Lily

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Misteri / Cintamanis / Balas Dendam / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:419.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ocean Na Vinli

Note : Alur novel ini lambat

Mengisahkan seorang bussines woman yang pintar dan tangguh, ialah Lily Marques, janda muda beranak kembar tiga.

Akibat kenangan Lily yang begitu kelam, dia harus berhadapan langsung kepada orang yang pernah menorehkan luka dihatinya.

Mereka tak sedikitpun membiarkan Lily untuk hidup tenang. Mereka merampas kebahagiaan Lily satu-persatu, hingga hati Lily hancur berkeping-keping.

Lily bertekad untuk melawan balik orang di masa lalunya, walaupun harus bertaruh nyawa.

Namun, siapa sangka perjuangan Lily, mempertemukannya pada seorang duda beranak satu yang dingin dan misterius, ialah Leon Andersean.


Apakah ini, Pelangi untuk Lily?


Yuk simak kisah Lily, yang penuh dengan teka-teki dalam mempertahankan kebahagiaannya.


"Kau sudah merebut ciuman pertama ku!" Leon Andersean.


"Hah! ciuman pertama?!" Lily Marques.



***
Masih tahap revisi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11. Pindah (Revisi)

***

Sinar matahari menerpa gorden yang berwarna turquoise green itu, mencoba membangunkan sang empunya kamar. Terlihat si Kembar sudah terbangun dari tidurnya, mereka sedang berpura-pura tidur. Sebab tak ingin membangunkan ibunya, Lily masih tertidur pulas dengan wajah lelahnya itu.

Kendrick sudah jengah dengan drama yang sedang dilakukan oleh saudara kembarnya. Perlahan dia membuka kelopak matanya, dilihatnya ke samping wajah Ibunya. Dia mengagumi sejenak mahakarya ciptaan Tuhan. Wajah Lily tidak pernah berubah sedikit pun walaupun sudah bertambah usia, malah semakin bertambah cantik.

Kendrick melirik sekilas ke arah Nickolas dan Samuel yang masih melakoni drama musikalisasinya. Terlihat kedua mata mereka berkedip-kedip, Kendrick baru saja sadar mengapa dia mau mengikuti drama yang di buat oleh saudara kembarnya.

"Ah kau sudah besar Ken, jangan ikut-ikutan mereka. Kau ini sungguh bodoh." Batin Kendrick sambil menepuk jidat. Pergerakan tangan Kendrick membuat tidur Lily terusik.

"Nghhh." Terdengar suara lenguhan yang berasal dari bibir Lily. Perlahan Lily membuka kedua kelopak matanya dan menguap lalu diregangkannya kedua tangannya ke atas dengan pelan, merileksasikan otot-ototnya yang terasa kaku. Lily menoleh ke arah Si Kembar Triplet, dia melihat ketiga putranya.

Tampak Kendrick menatap ke arah Lily, reflek dia tersenyum kepada ibunya. Wah, langka sekali Kendrick tersenyum! Iya, memang langka, hanya kepada Ibunya saja dia bersikap seperti itu.

"Maafkan aku Mom, membangunkan tidur mu," ucap Kendrick.

"Its okay, darling. Hari ini kita akan sibuk. Karena kita akan pindah ke apartment nak. Jadi kita harus segera bersiap-siap!" ucap Lily sembari melirik ke arah Nickolas dan Samuel.

Sedari tadi dia curiga dengan gelagat kedua anaknya itu. Bagaimana tidak, mata mereka berkedip-kedip. Bagi yang melihat pun pasti tahu jika mereka sedang berpura-pura tidur.

"Benar kah Mom?" tanya Nickolas dan Samuel reflek membuka mata secara bersamaan.

Lily tak langsung menjawab, ia dan ketiga buah hatinya saling pandang satu sama lain.

Tiba-tiba terdengar suara tawa menggema di dalam kamar.

Kebahagiaan pun tercipta di pagi hari ini, di mana Lily dan ketiga anaknya bercengkrama sebelum memulai aktivitas. Sungguh moment seperti ini akan terukir di ingatan Lily kelak. Moment kebersamaan bersama ketiga buah hatinya yang takkan terlupakan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tepat pukul tujuh pagi, Lily dan si Kembar sudah mandi. Mereka bersiap-siap untuk sarapan bersama keluarga besar Marques. Keempat orang tersebut turun ke lantai satu, bergabung dengan keluarga yang sudah berada di bawah.

"Kak Kennnnn dudukk di dekat Dalaaa ya!" ucap Darla, saat melihat Kendrick mendekat ke arah meja makan.

"Iya, Darla," ucap Kendrick sambil melirik sekilas.

"Manja banget sih telur dadar nih." Celetuk Nickolas.

"Ih Mom, Kak Nickholas jahat!" seru Darla dengan suara manja.

Mereka yang mendengar obrolan kedua anak kecil itu hanya bisa tersenyum.

"Sudah, sekarang kita makan ya." Jonathan sebagai kepala keluarga menengahi drama kecil yang dilakukan cucunya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ruang kerja Leon

Kaca bening yang di tempatkan di belakang meja kerja Leon. Menjadi sarana dia untuk melihat pemandangan lalu lintas, yang berada di bawah perusahaannya, Lunna. Corp.

Gedung bertingkat sembilan ini adalah tempat beberapa orang mengais rezeki demi sesuap nasi. Karyawan setiap tahunnya akan mendapatkan gaji tambahan, jika mempunyai kinerja yang sangat baik. Bisnis Leon yang di kembangkan di Indonesia sudah berjalan hampir kurang lebih 1 tahun.

Sedari tadi, Leon masih saja fokus menatap keluar kaca. Tak tahu apa yang sedang di pikirkannya. Sorot matanya dingin Leon memancarkan makna yang tersirat. Terdengar hembusan napas yang pelan, dia melirik sekilas pada jam yang bertengker di pergelangan tangannya.

Dia pun memutar kursi kerjanya ke tempat semula.

Leon mengambil telepon yang berada di atas meja, jari telunjuk Leon menekan satu tombol.

"Suruh Lexi ke ruangan ku!" Titahnya kepada sekretaris.

"Baik, Pak!" ucap sekretaris pribadi Leon.

Tok.. tok.

"Masuk."

"Tuan." Menunduk sedikit.

"Bagaimana apakah penyelidikan mu sudah ada hasil?"

"Sudah, Tuan. Maaf jika penyelidikan ku sedikit lambat," ucap Lexi.

"Tidak apa-apa. Jadi siapa dalang dari penculikan anakku?"

Lexi membuka lembaran kertas yang di bawanya.

"Pablo Picasso, Tuan."

Brakkkkk.....

Pukulan tangan di meja.

"Bedebah!" Napas Leon tampak memburu. Lagi dan lagi nama itu selalu saja ada di setiap rentetan kejadian dalam hidupnya.

Pablo Picasso adalah salah satu musuh bebuyutan Leon. Pablo merupakan pemimpin kartel Swedish House Mafia di Amerika Serikat. Dia adalah gembong narkoba terbesar pada masa jayanya. Dikarenakan Leon dan Marvin tak ingin lagi menjalani kerjasama dengan Pablo kala itu.

Dia tak berhenti mengusik kehidupan Leon. Bagaimana tidak, kerjasama yang dilakukan tidak menguntungkan bagi Leon dan Marvin. Anak buah Leon selalu dijadikan kambing hitam oleh Pablo. Leon pun merasa geram. Lantas dia pun dengan cepat menghancurkan salah satu bisnis Pablo yang berada di dermaga dahulu.

"Siapa suruhannya yang berada di sini?!" Leon mengepalkan tangan.

"Arnold Fabrizio Kardo, Tuan. Dari informasi yang didapatkan Tuan Arnold mendapatkan suntikan saham yang sangat besar dalam beberapa hari ini. Arnold adalah CEO dari perusahaan KNS.Corp,Tuan."

"KNS. Corp?" Leon mengerutkan dahi.

"Benar, Tuan."

"Lalu, informasi apa lagi yang kau dapatkan Lex?"

"Tuan tempo hari yang lalu memintaku untuk mencari identitas wanita yang menemukan Lunna di Mall."

"Iya, bacakan."

Lexi membalikkan lembaran kertas.

"Lily Marques adalah anak dari Tuan Jonathan Marques. Publik tak banyak mengetahui mengenai anak Jonathan. Dia seorang janda yang memiliki tiga anak kembar. Kendrick Fabrizio Kardo, Nickolas Fabrizio Kardo dan Samuel Fabrizio Kardo."

"Fabrizio Kardo nama tengah anak-anaknya. Kau yakin?" Leon menatap ke arah Lexi.

"Yakin, Tuan."

"Lanjut!"

"Dan mantan suaminya adalah Arnold Fabrizio Kardo, Tuan."

Leon terdiam saat mendapatkan informasi terbaru yang diberikan oleh Lexi. Sejuta pertanyaan bersarang dipikirannya saat ini.

Lexi memperhatikan raut wajah Leon berekspresi datar dan tak bisa terbaca. Saat ini, dia ingin sekali bisa membaca isi pikiran Leon.

Keheningan pun tercipta di ruangan kerja Leon.

.

.

.

"Mommy akan merindukan mu nak," ucap Anastasya pelan, sambil memeluk erat putri sulungnya.

"Berhati-hatilah di perusahaan, nak." Jonathan menatap lekat putrinya itu yang berada di pelukkan istrinya.

"Tentu saja, Daddy."

"Mom, awas aku mau berpelukan dengan kak Lily juga," sela Belle.

Anastasya melepaskan dekapannya, dan menatap tajam pada putri bungsunya itu.

"Kau ini! Nanti kau bisa berpelukan di sana," protes Anastasya.

"Itu pelukan yang lain, Mommy ku yang cantik jelita." Belle merengkuh kakaknya dengan cepat dan erat.

"Onty udah kayak telletubiess berpelukan!" Celetuk Nickolas sambil mendekatkan tubuh ke saudaranya, berusaha untuk memeluk.

"Jangan mendekat Nick!" teriak Kendrick sambil memasang wajah singa.

Suara tawa dari keluarga Marques, mengiringi kepindahan Lily dan ketiga anak kembarnya ke apartment baru.

.

.

.

.

.

.

1
iren thezer
bagus ceritanya
yuliati sumantri
Luar biasa
Tatik Wae
jangan kaget ayah nya dlu Sorang mafia yg kejam dan sadis...sifat itu menurun k lily
Surati
.bagus👌👌👍👍👍👍
Mesri Sihaloho
lama banget thor si Pablo itu ketangkap
Alia Natasya Selamat
kata keluarga mafia kok keamanan sgt longar asyik di culik...
Ocean Na Vinli: Kalau gak diculik, ya gak ada konflik dong kakak. Orang kaya aja kadang bisa kena maling rumahnya walau ada CCTV, nikmati saja kak. Kalau ga suka alurnya, nggak usah baca, kakak cari saja novel lain atau kk buat novel sendiri, oke 😉
total 1 replies
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan ceritanya jadi hambar dan lembab
linda cr
bagus
EBI
yellow?
EBI
lucu, seru, menarik
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Shiro Yuki
aduh Marco di dor kena ga tuch
Shiro Yuki
kasian manten anyar disalip🤣🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
wahhh marimar sekalinya jd Marco ganas jg🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
darla kecil2 genit 🤭🤭🤭
Shiro Yuki
tegang gesss tp maaf Thor agak berbelit-belit 🙏
Shiro Yuki
burungnya Arnold yg pecah ko ikutan ngilu ya🤭🤭🤭
Shiro Yuki
darla Luna imut banget sh
Shiro Yuki
udah lelah disakiti jiwa Lily yg sebenarnya keluar
Shiro Yuki
lagi serius mpe nangis ehh anakku manggil2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!