NovelToon NovelToon
Suami Pengganti Sensasional

Suami Pengganti Sensasional

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:325.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rifan

Entah suatu kemalangan atau permainan takdir untuk Faranisha Gayatri, menjelang hitungan jam pelaksanaan akad nikah dengan sang kekasih yang telah menjalin kasih selama 3 tahun dengannya, pihak mempelai pria malah membatalkan pernikahan tanpa alasan. Sebagai gantinya, hadirlah sesosok pria yang bersedia menjadi pengganti mempelai pria.

Ialah Naufal Kenan, sosok pria yang sangat sensasional. Seorang dokter spesialis bedah dan penyakit dalam dengan segudang prestasi dan pencapaian. Berparas tampan, kaya raya nan dermawan. Dan ternyata, ialah sosok pria yang menjadi cinta pertama Fara. Cinta yang dulu hanya bisa dipendamnya dalam diam tanpa dapat tersampaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proses Penyelesaian Masalah

"Mengapa tiba-tiba Ken?" Berhan sangat terkejut setelah membaca surat pemindahan tugas yang diajukan Kenan. Bukan karena apa, kalau itu dokter lain, tanpa banyak bertanya akan langsung disetujuinya pemindahannya. Tapi ini dokter sekaliber Kenan, sangat sulit mendapatkan penggantinya, bahkan mungkin mustahil.

Ya, kini Kenan tengah berada di ruang direktur utama sekaligus pemilik Logan's Hospital, tepatnya di ruangan Berhan.

"Maaf Prof, keadaan yang mengharuskan ku." jawab Kenan ambigu.

"Keadaan?" kedua alis Berhan saling bertaut "Maksudnya?"

"Ya, keadaan. Sekarang aku tidak sendiri lagi, aku sudah memiliki keluarga yang menjadi tanggung jawabku." jelas Kenan singkat.

"Keluarga?" sepertinya Berhan belum sepenuhnya connect "Keluarga panti asuhan tempatmu dibesarkan? Bukankah itu sudah sejak dulu?" tebaknya gagal paham.

"Bukan Prof." Kenan menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan perlahan "Huuffhh... Sekarang aku telah menikah." ungkapnya pada akhirnya.

"Hah?" Berhan terperangah dengan apa yang baru saja didengarnya. Setengah mati otaknya mencoba mencerna informasi itu. "Me-menikah? Apa kamu baru saja mengatakan bahwa kamu telah menikah?" tanyanya memastikan.

"Hm." Kenan mengangguk tegas.

"Kapan? Dimana?" cecar Berhan.

"2 hari yang lalu saat kepulangan ku ke tanah kelahiran ku."

Berhan tiba-tiba memperdalam tatapannya pada Kenan dengan tatapan menuntut "2 hari yang lalu? Bukankah kepulangan mu waktu itu untuk menghadiri undangan pernikahan? Sekarang, mengapa malah jadi kamu yang menikah? Kamu membohongiku, Ken?"

Kenan menggeleng "Tidak Prof, aku tidak membohongimu. Memang waktu itu tujuanku pulang untuk menghadiri undangan pernikahan. Namun karena adanya suatu masalah, aku diharuskan menjadi pengganti mempelai prianya." jelasnya.

Berhan tidak langsung percaya, masih dengan tatapan menuntutnya, ditelisik nya lekat-lekat kedalam netra Kenan, mencari kesungguhan di sana. Dan hasilnya, ya, ia menemukan kesungguhan yang dicarinya. Dengan pengalaman hidup yang hampir mencapai 3/4 abad, membaca sorot mata adalah hal yang mudah baginya. Jadi, tidak ada keraguan dalam hatinya dengan apa uang ia temukan setelah membaca sorot mata Kenan. Mau tidak mau, ia harus percaya. Namun Berhan masih belum puas dengan jawaban Kenan yang tidak mendetail "Baiklah, aku percaya. Tapi, bisakah kamu jelaskan lebih detail lagi?" pintanya sedikit menuntut.

Kenan yang sangat mengetahui kepribadian sang mentor, tidak punya pilihan selain memenuhi permintaan tersebut. Ia sangat tahu sang mentor tidak akan menyerah sebelum rasa ingin tahunya terjawab. Bukannya Kenan tidak bisa mengelak dengan kepiawaiannya dalam memainkan kata-kata seperti yang ia lakukan pada Gabela, putri sang mentor. Tapi ia tak sampai hati untuk membohongi sang mentor yang sangat dihormatinya. Dengan segenap keberatan hati, iapun menjelaskan kronologi terjadinya pernikahan antara dirinya dan Fara, tanpa menutupi apapun.

"Hufh..." Berhan menghembuskan nafas berat setelah mendengar penjelasan Kenan "Kalau ku tahu, sudah lama aku melakukan seperti itu untuk Gaby." gumamnya lirih entah pada dirinya sendiri atau pada Kenan.

Kenan hanya terkesiap menanggapinya. Batinnya melarang keras agar tidak mempertanyakan maksud gumaman Berhan, meski untuk sekedar memastikan bahwa dirinya tidak salah mendengarkan. Entahlah, firasatnya mengatakan bahwa ia akan terkena masalah, jika ia mempertanyakannya. Iapun lebih memilih bungkam dan menantikan reaksi Berhan selanjutnya.

Hening....

Benar saja, setelah gumaman nya, Berhan juga ikut bungkam seolah tengah menantikan sesuatu. Jadilah mereka sama-sama bungkam dalam waktu yang sangat lama, hingga Berhan memutuskan untuk menyerah. Seperti halnya Kenan yang sangat mengetahui kepribadiannya, ia juga sangat mengetahui kepribadian sang anak didik. Ia sangat tahu Kenan adalah pribadi yang sangat teguh dengan pendiriannya.

"Hufh..." sekali lagi Berhan menghembuskan nafas berat "Baiklah, sepertinya aku tidak punya alasan lagi untuk menahan mu di sini. Aku akan memvalidasi pemindahan tugasmu secepatnya." putusnya pada akhirnya.

"Terima kasih Prof." Kenan pun bisa bernafas lega. Satu masalah selesai. Masalah selanjutnya, masalah yang mungkin akan membuatnya sedikit kesulitan adalah reaksi Gabela.

"Kembali kasih Ken." balas Berhan.

"Hm... Kalau begitu aku permisi." putus Kenan dan hendak beranjak.

"Tunggu Ken!" cegah Berhan dan Kenan menghentikan kehendaknya sembari menatap pria paruh baya itu dengan tatapan tanya "Tolong jelaskan perkara kepindahan mu dengan baik pada Gaby. Setidaknya beri dia penjelasan yang tidak terlalu membuatnya terpukul." benarkan seperti yang dikhawatirkan Kenan, bahkan Berhan memberikan peringatan tentang itu.

"Akan ku coba sebisaku Prof. Tapi, aku tidak bisa menjanjikan itu. Pada akhirnya semua tergantung Gaby sendiri, bagaimana cara dia menanggapinya." ujar Kenan.

"Hm... Seperti yang kamu katakan. Aku hanya memohon pengertian mu sebagai seorang Ayah yang tidak ingin melihat putrinya terpuruk. Tenang saja, aku juga akan membantu memberinya pengertian." tutur Berhan bijak.

"Sekali lagi, terima kasih Prof."

Setelah itu, Kenan pun benar-benar berlalu keluar dari ruangan Berhan, meninggalkan si empunya ruangan yang tengah termenung merenungkan nasib sang putri nantinya.

Note : Semua percakapan antara Kenan dan Berhan menggunakan bahasa Kanada.

###

Sementara di belahan dunia lain, di negara yang berjulukan 'Zamrud Kahtulistiwa' tiwa ini, di dalam kamarnya Fara tengah kedatangan tamu, seorang gadis sebaya dengan dirinya.

Ialah Nabila, rekan kerja sekaligus sahabat Fara yang dikenalnya sejak bangku perkuliahan. Kedatangan Nabila kali ini adalah untuk menjenguk sang sahabat yang dipikirnya tengah terpuruk akibat gagal menikah. Ia tidak tahu saja jikalau Fara ternyata jadi menikah dan pria yang menjadi suaminya adalah sosok yang sangat sensasional.

Kini sepasang sahabat itu tengah duduk di sofa yang ditempati Kenan tidur sehari yang lalu saat berada di sini.

"Far, Lo baik-baik aja kan?" tanya Nabila sedikit khawatir. Ya, hanya sedikit setelah mendapati keadaan sang sahabat tidak seburuk yang ia pikirkan. Sebelumnya ia berpikir saat ini pasti Fara sedang meratapi kesedihannya. Namun apa yang ia dapati? Bahkan saat kedatangannya beberapa saat yang lalu, Fara bahakan menyambutnya dengan senyuman ceria di pintu utama.

Awalnya Nabila pikir semua itu hanyalah sandiwara yang dilakukan Fara untuk menutupi kesedihannya. Bahkan ia juga sempat berpikir bahwa Fara telah kehilangan akal sehat, alias gila akibat terlampau terpuruk. Namun hingga detik ini sepertinya ia harus mengubur dalam-dalam semua asumsinya itu. Nyatanya Fara sedikitpun tidak menunjukan kesedihan, apa lagi keterpurukan. Yang ada malah sebaliknya, sahabatnya itu justru tampak sangat baik-baik saja, bahkan terkesan ceria seperti orang yang tengah kasmaran.

"Tentu aja Nab, banget malah." lihatlah, bahkan hingga detik ini senyuman Fara tak pudar sedikitpun dari bibir manisnya yang ia kenakan sejak menyambut kedatangan Nabila.

Nabila speechless sesaat. Jauh di dalam hatinya ia masih memiliki beberapa kekhawatiran "Lo yakin?" tanyanya lagi memastikan.

"Yakin, seyakin-yakinnya." jawab Fara penuh keyakinan.

"Syukurlah." Nabila pun diyakinkan dan akhirnya bisa bernafas lega.

"Hm... Terima kasih udah khawatirin gue, Nab." ucap Fara tulus. Jangan lupakan senyumannya yang juga belum pudar.

"Ya elah, itu udah sepantasnya gue lakuin sebagai sahabat."

"Iya, iya, lo emang sahabat terbaik gue."

Nabila pun ikut tersenyum, namun hanya sesaat sebelum tiba-tiba kembali pada mode serius "Tapi sumpah loh, tadi gue pikir saat nyampe sini gue bakal dapatin lo lagi merem dalam selimut sambil nangis kejer gitu. Eh gak taunya lo malah happy-happy aja, pake banget malah."

"Apaan sih lo Nab, lebay." Fara tersenyum kecut. Bukannya ia tak tahu sebesar apa kekhawatiran Nabila. Dan ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti itu. "Lo kan tau gimana perasaan gue yang sebenarnya sama mas Bagus." lanjutnya mengingatkan.

Ya, Nabila memang tahu perasaan Fara terhadap Bagus. Dalam persahabatan mereka hampir tidak ada rahasia diantaranya. Keduanya saling terbuka, termasuk masalah percintaan masing-masing. "Hm... Iya sih, cuman gue gak nyangka aja lo masih belom juga cinta sama Mas Bagus." ujarnya tak habis pikir.

"Ya begitulah." Fara menggedikan bahunya, juga tak mengerti.

"Jadi sekarang apa yang bakal lo lakuin?" tanya Nabila Kemudian.

"Maksudnya? Emang gue mesti lakuin apa?" Fara menautkan kedua alisnya tidak mengerti dengan maksud pertanyaan sahabatnya itu.

"Ya, lakuin sesuatu tentang kegagalan pernikahan lo. Emang lo gak takut sama reaksi publik? Pasti lo bakal jadi bahan gunjingan, yakin deh gue." terang Nabila sembari meringis membayangkan seperti apa nantinya reaksi publik terhadap sang sahabat.

"Oooh, masalah itu. Tenang aja, lo gak usah khawatir." tanggap Fara santai.

1
Sri Lestari
critanya kog jadi ken gak berwibawa gitu sih...kn awalnya kesannya kenan itu bijaksana ya berwibawalah...
ini kog ketus...
Amin Srgfoo
sayang banget ngak dilanjutin
Dhina ♑
itu adalah hal paling tragis dan memalukan

batal
pernikahan barat
Dhina ♑
Astaga dibatalkan
why
Amin Srgfoo
udah kangen pingin baca kelanjutannya
cew_geminy
berhenti tengah jalan
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa dilanjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Giralexta
Yes bener,,,,jodoh itu namanya sayang, mau berapa lama kalian pacaran kalo bukan jodoh pasti pisah😍😍
Nur Hidayah
jagan ada pelakaor dong thooor
Maryati
koq ngak ada kelanjutannya lagi
apa sdh selesai ceritanya 😊
NOTOXIC: maaf kak, akunnya kebajak, jdi gk bsa lnjutin nulisnya🙏
total 1 replies
Neng Win
visualnya
Rini Kusmiyanti
sedikit ke gak nyambung alur ceritanya setelah ganti bab
Amin Srgfoo
udah selesai ya
Mok Tudan
kenapa tak Ada update nya
Ima Yuliantina Tony
banyak banget kata huft🤣
say BYE 👁️👄👁️
nopal kenan w tandain namamu si eps lnjt 🧐
Nur Hidayah
kena Fara takjujur sih thooor tentang perasaanya
Nur Hidayah
buat Farah sadar dengan perasaanya thooor terhadap suaminya jg sampae menyesal buat percaya diri Fara
Kartika Dewi
ok like,vote n bunga
bunga
dalangya si andre ni..
Ika
biar Kenan gantian cemburu Thor biar ngerasa🤭🙏💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!