Menikah di usia muda, akan kah bahagia? akankah berjalan seperti yang di inginkan para orang tua mereka?
Satrio Putra Ardiansya, pemuda 22 tahun yang mau tak mau harus menikahi Gadis 18 tahun, Nazia Maharani. Gadis yang baru saja tamat sekolah menengah atas di sebuah pesantren milik Kakak ipar nya.
Materi tentu bukan lah hal yang menjadi masalah di rumah tangga mereka. Karena Rio dari kalangan kaya raya.
Namun, apakah ini sebuah takdir? Atau mungkin ini sebuah pengabulan doa Nazia yang slalu menyebut nama Rio didalam sujud nya, sejak dia pertama kali melihat Rio.
Cinta? Apakah cinta itu akan tumbuh di hati kedua nya. Atau Cinta di Hati Nazia juga akan sirna karena sikap Rio yang dingin dan tidak peduli dengan nya.
Bagaimana kisah Menikah Muda ini? Bertahan lama atau malah menjadi cinta sejati, suatu saat nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
oleh oleh
nazia memilah milah semua baju, ia menemukan jubah kecil.
nazia "waahh.. ini untuk adam.. lucu sekali" sambil mengangkat jubah kecil tersebut.
alia "waa.. makasih om rio" tersenyum kepada rio, dan rio hanya tersenyum
karena tak tau akhirnya ia bertanya kepada rio.
nazia "mas, untuk abi dan umi mana?"
rio "umi gamis putih yang ada brokat nya dan abaya hitam.. kalau abi jubah putih dan surban coklat"
nazia "hmm.. iya ini" lalu menyerahkan kepada umi
rio "sisa nya biar mbak fira dan mbak alia pilih sendiri"
nazia "hmm.. ini mbak pilih lah" mendorong koper
untukku mana yaa, huuuhhh.. kenapa makin menyebalkan sih-- batin nazia
alia dan safira dengan heboh nya berebut baju.
safira "rio, ini jilbab?"
rio "itu surban buat adam mbak"
alia "waa.. sini buat adam ini" menyaut surban dari tangan safira
umi "sudah.. kalian ini seperti anak kecil saja.."
alia "safira tu umi"
safira hendak menyauti tetapi umi memggelengkan kepalanya, berisyarat agar tidak melanjutkan pertengkaran nya, apalagi di depan rio.
malik "makasih ya rio, surban nya bagus sekali"
rio "iya mas, sama sama"
alia "sekali lagi makasih ya rio"
rio "iya mbak, sudah jangan berlebihan" tersenyum
alia "maaf ya, mas handoko gak bisa kesini, dia lagi piket"
rio "gak papa mbak, rio gak masalah"
safira "mana oleh oleh mu zia?"
nazia "mau tau aja" sinis seperti biasanya
safira "tu lihat istrimu rio, dari dulu sangat jutek sekali. padahal usah nikah tetap saja seperti itu"
rio "heheheheh..."
semua nya ikut tertawa, hanya nazia saja yang cemberut
abi "rio, sebaik nya kamu istirahat ya, besok kan harus kepesantren"
rio "iya bi, rio permisi dulu ya abi, umi, mbak, mas"
semuanya tersenyum dan mengangguk.
rio masuk kedalam kamar, ia duduk di meja belajar nazia.
rio melihat rumah hasil gambaran nazia.
rumah idaman? hmmm... lumayan-- gunam rio
lalu rio memotret gambar tersebut dengan handphone nya.
lalu ia membuka laptop nya dan rio terkejut.. ada foto nazia yang sedang cemberut..
nazia berusaha membuka laptop ku? hahaha.. lucu sekali foto foto ini, cantik juga dia-gunam rio melihat 2 foto nazia.
rio memang men setting laptop nya, jika ada membuka laptop nya dan memasukkan password lebih dari 3kali maka dengan otomatis kamera di laptop itu akan memotret. rio menyimpan 2 foto nazia yang diam tanpa ekspresi, lalu cemberut.
tiba tiba nazia datang membuka pintu.
nazia "mas, mau kue gak?"
rio "hmm.. taruh di situ saja" menunjuk ke nakas
rio lalu memainkan laptop nya, mengecek pekerjaan nya. sedangkan nazia hendak merebahkan tubuhnya di ranjang tiba tiba handphone nya bergetar. nazia melihat nya dan ada pesan masuk dari rahman.
📩aku tunggu ya 😊
nazia langsung kebingungan, bagaimana cara nya agar rahman tidak mengganggu nya.
___
rahman sedang duduk di teras rumah nya dengan handsets di telinga nya.
rahman sudah menyuruh orang untuk meletakkan handphone di cendela kamar nazia agar tau mendengar suara nazia dan rio.
sudah lama rahman menunggu, hanya ada suara nazia sedang mengobrol biasa dengan rio, rahman menikmati obrolan mereka sambil menyeruput kopi. tetapi tiba tiba ia mendengarkan suara nazia berteriak
*aaahhh* .... rahman memaximalkan suara agar terdengar jelas.
*kamu diam ya, jangan bergerak*
*aahhh... sakit mas, pelan pelan*
hening...
rahman masih belum percaya dengan apa yang ia dengar. tetapi terlihat jelas ekspresi rahman sekarang, bahwa ia sangat emosi
*aku gerakin ya, kamu tahan sebentar*
*mass... sakittt*
*kamu tahan ya.. aku tau ini akan sakit, setelah ini gak akan sakit lagi*
*aahhhh... sakit sekali mas...*
tut tut tut tut... rahman mematikan sambungam telephone nya dan langsung mencopot handsats di telinga nya dan membuang nya..
"naziaaaaa... kenapa kamu benar benar tega, kau melakukan nya bukan dengan ku tetapi dengan orang lain" rahman terisak sambil mengusap wajah nya dengan kasar
cerita nya tergantung....
awal baca seru,tiba2 koq ada hal2 ghaib ny .. ...