untuk cerita kali ini aku akan menceritakan kisah cinta Lardo Devhan Sanjaya
buat yang belum paham kalian bisa baca dulu novel turun menurunnya.
1. CEO JATUH CINTA
2.ALVARO SANJAYA
semoga kalian suka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kepindahan Lisa
"lo gak apa apa kan ci?" tanya Risa
"gak apa apa kok Ris, gue bisa lawan dia" ucap Suci tersenyum pada Risa
"kalian semua ikut saya." perintah Lardo dengan menatap tajam Lisa
pasti banyak yang tanya tanya, kok Juan gak ada, karena Juan sedang memeriksa perusahaan Lardo yang satunya, jadi Juan sama sekali tidak bisa mengendalikan kejadian di kantor.
mereka sekarang berada di ruangan meeting, Lardo lagi lagi kecewa dengan sikap karyawan yang bernama Lisa, sudah cukup mentoleransi semua perilaku buruk Lisa di kantor, bahkan peringatan awal tidak mengubah sikap dan sifat wanita itu.
dan Lisa kali ini tidak bisa berkutik, lantaran semua melihat kejadian itu, dan mereka pasti tidak akan mau berbohong, demi apapun semua yang berada di ruangan meeting sangat takut dengan tatapan Ceo mereka, Risa yang tidak tau apapun merasa ikut terlibat.
"apa kalian tidak punya rasa malu? apa kalian pikir ini tempat adu kekuatan? dimana sikap profesional kalian dalam bekerja? saya sangat kecewa dengan apa yang kalian lakukan hari ini, masalah pribadi jangan pernah sangkut pautkan dengan pekerjaan. ini perusahaan saya, jika kalian sudah bosan untuk bekerja, silahkan pergi dan kirim surat pengunduran diri kalian, bukan membuat keributan yang tidak ada gunanya seperti ini"
baru kali ini mendengar atasan mereka berbicara panjang lebar, walaupun semua yang di ucapkan dengan marah dan kecewa.
Risa juga merasa kecewa, terutama dengan sikap Lisa seenaknya sendiri, tidak melihat kondisi dan tempat.
"maafkan saya pak, tapi saya benar benar tidak berniat membuat keributan, niat awal saya hanya ingin membantu, tapi tiba tiba Lisa datang dan menampar saya," ucap Suci menundukkan kepalanya
Lisa mengepalkan tangannya dengan kuat kuat.. "maaf pak, saya melakukan itu karena dia menggoda pacar saya, dia sengaja menumpahkan kopi panas ke tubuh Gio" sarkas Lisa yang tidak terima jika di salahkan di depan bosnya.
"Suci gak mungkin lakuin itu ke Gio, memang lo nya aja yang suka cari masalah sama kita kita" ucap Oliv yang sudah mulai tersulut emosi
"harusnya mbak Lisa bisa jaga sikap, jangan selalu cari perkara di kantor, apa lagi kami adalah junior mbak Lisa, bukannya mbak harus memberikan contoh yang baik ya? " sindir Risa
"benar yang dikatakan sekretaris saya, kamu adalah senior disini, sudah seharusnya kamu memberikan contoh yang baik, bukan justru kamu yang membuat masalah"
"pak, saya mohon maaf atas apa yang di perbuat oleh Lisa, kedepannya dia tidak akan membuat keributan lagi dikantor" ucap Gio, yang lagi lagi membela Lisa yang salah.
Suci tentu saja sakit hati, bahkan Gio tidak mengatakan terimakasih dan membelanya, padahal Gio tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi, namun seolah tidak tau apa apa, membuat Suci kecewa dan sedih.
"saya tidak ingin menerima resiko apapun, ingat pesan saya saat pacarmu itu bikin ulah dengan Risa? untuk kali ini saya tidak bisa memaafkan dan memberikan kesempatan ke2 untuk kamu Lisa, hari ini kamu di pecat"
perkataan Lardo seolah boom yang meledak untuk Lisa, tubuhnya lemas seketika, ia terduduk di lantai karena lututnya yang tak sanggup untuk berdiri. menerima kenyataan bahwa ia di pecat dari perusahaan besar ini sangat tidak percaya.
"tidak adil pak, kenapa hanya saya yang di pecat, yang membuat saya seperti ini adalah mereka" ucap Lisa menunjuk Risa, Oliv dan Suci.
"hey..... apa apaan lo nunjuk gue hah?, yang bikin masalah utama itu lo, kalau lo gak jadi biang kerok disini, lo pasti aman sentosa" Oliv tersenyum mengejek nasib Lisa yang di pecat
"pak Lardo, apa tidak bisa di pindahkan saja, Lisa memang bersalah, tapi ini hanyalah kesalahpahaman, jika Lisa bisa di pindahkan, saya siap untuk ikut di pindahkan" ucapan Gio membuat Lardo tersenyum licik.
tidak habis pikir dengan Gio yang hanya di manfaatkan oleh Lisa, hanya karena cinta membuat pria tampan itu buta akan semuanya.
"kamu pikir saya siapa bisa kamu atur seenaknya?, jika kamu mau ikut dengan kekasihmu itu, silahkan siapkan surat pengunduran dirimu segera, saya juga tidak membutuhkan karyawan yang buta akan cinta disini" tegas Lardo, dan itu sukses membuat nyali Gio menciut
"mungkin balasan untuk lo, karena selalu mencari gara gara dengan karyawan lemah" kata Risa
"sudah..kalian bisa pergi keruangan masing masing"
dan kahirnya mereka keluar dari ruangan meeting dan hanya menyisakan Gio dan juga Lisa, masalah kali ini, bukan membuat wanita itu menyadari kesalahan, justru malah sebaliknya, Lisa ingin membuat sesuatu dengan salah satu dari mereka, berharap Gio bisa membantu dengan rencana ini.
"kamu sudah tenang by?" tanya Gio
"sudah, gi... apa kamu beneran cinta sama aku?" tanya Lisa menatap Gio dengan mata yang berkaca kaca, namun itu hanya palsu belaka.
"kenapa kamu tanya kayak gitu by?, dari dulu perasaanku masih sama" sahut Gio
Lisa sangat pintar mengambil perhatian Gio, pria yang selalu di anggapnya bodoh dan hanya di manfaatkan olehnya, Gio mau saja menuruti apapun yang Lisa katakan, dan kali ini Lisa akan menyuruh Gio untuk sedikit nekat.
"kalau kamu beneran cinta sama aku, tolong bantu aku balas dendam pada mereka" kata Lisa membuat Gio tak percaya dengan apa yang dikatakan kekasihnya itu.
"apa maksud kamu by? jangan membuat masalah lagi, apa kamu gak ngerasa ini karma by?" Gio berharap Lisa akan berubah, dan dia sendirilah yang merubah wanita itu
"hahahaha, karma? persetan dengan karma, aku sudah muak dengan mereka yang sok berkuasa di perusahaan ini, bahkan mereka tidak ada apa apanya denganku, tapi kenapa semua berpihak pada orang orang itu" Lisa mulai mengeluarkan sifat aslinya yang sangat iri pada sahabat sahabat Gio.
"kenapa kamu jadi begini Lis, mereka gak pernah mengusik kamu, aku kenal mereka sudah lama, aku tau seperti apa mereka Lis, tolong jangan berbuat apapun pada sahabat sahabatku"
"kamu mau membela mereka dari pada aku hah? mungkin mereka memang sahabat kamu, tapi bukan sahabat aku, mereka mengambil semuanya yang ingin aku capai, Risa mengambil Lardo dari aku, dia sudah merusak semuanya, dan kamu yang bodoh mau tertipu dengan aku hahahah, dasar cowok bodoh, lo bodoh Gio" Lisa seperti orang tidak waras saat ini, bahkan Gio merasa bergidik ngeri melihat Lisa yang teratwa keras.
ada apa dengan dia, kenapa seperti orang gila. /Gio
"jadi dari dulu kamu menyukai pak Lardo? terus kamu anggap aku apa Lis"
"lo itu cuma cowok bodoh, gue mau sama lo karena Suci suka sama lo, karena gue mau dia sakit hati.." kata Lisa tersenyum puas.
Gio mengepalkan tangannya begitu kuat, tangannya sudah ingin menampar Lisa dengan keras, cinta yang tulus diberikan hanya sebuah permainan bagi Lisa.
sungguh ironis Gio saat ini, menjauh dari
sahabatnya, membela wanita gila di depannya, bahkan wanita yang mencintainya tidak ia gubris sama sekali.
"Suci..." lirih Gio menyesal dengan apa yang ia lakukan