"Dasar soang!" pekik seorang gadis yang masih terkejut akibat ulah anak baru yang sengaja menciumnya tiba-tiba.
Bagaimana bisa, ada lelaki yang begitu kurang ajar padanya. Baru pertama kali bertemu, sudah berani menciumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hay pacar
Pagi hari seperti biasa kehebohan selalu terjadi di kediaman ADIJAYA, tiada hari tanpa Keributan antara 'Curut vs Kambing'
"Curuuutttt banguuuunn!" teriak Sam seperti biasa.
"Ahhhh berisiikkkk," kata Felli masih sambil bergumul dengan selimutnya.
Sam yang sudah kehabisan kesabaran ditambah dia juga buru buru karena hari senin memang hari orang buru buru kayaknya.
Sam mengambil air seember dari kamar mandi dan
Byurrrr.
"Kaaaaammmbiiiiiiiiinnngggg si*laaaannnnnn!" triak Felli geram, karena Badan dia kini Basah kuyup, Sprei limitid edition yang baru dia pasang semalem kini basah kuyup seperti abis dilanda Banjir.
"Makanya jadi perawan jangan kebo kebo." Ucap Sam enteng, sambil melangkahkan kakinya hendak ke kamar dia.
Tapi Secepat kilat Felli berlari kearah kamar mandi dan mengambil air di ember untuk membayar harga atas apa yang di lakukan Sam.
Byuurrr...
"Curuuuutttt gue udah mandiii Ogeb," teriak Sam geram. Bagaimana tidak dia sudah Rapi tinggal berangkat malah di siram air seember.
"Lo yang mulai!" teriak Felli tak mau kalah.
"Gue gak akan nyiram lo kalo lo bangun On time sesuai Bunyi Alarm lo, dasar Curut kebooooo," kata Sam sambil memiting kepala Felli."Minta maaf gak lo, hah,"
"Ogah, lo yang mulai duluan," kata Felly tak mau kalah.
"Ok kalau itu mau lo." Sam lalu mengangkat Badan Felli dan melemparkan badan Felli ke Bathtup. Lalu menyalakan air dingin.
"Lo itu udah gede, udah jadi ajak gadis masih aja kaya bocah, lihat ini udah jam berapa?" Tunjuk Sam pada jam dinding di dlam kamar mandi Felli.
"Apalagi ini itu hari senin, gue banyak tugas, ngebangunin lo itu ngebuang waktu gue ngerti gak lo." omel Sam panjang Lebar.
"Siapa suruh lo bangunin gue, gue gak pernah minta buat lo ngebangunin gue!" teriak Felli sambil menahan dingin.
"Lo gak minta di bangunin, tapi Alarm sialan lo itu bunyinya sampe kamar gue." Ucap Sam kesal.
"Sekarang lo mandi gue cabut dulu, ntr lo minta anter sama abang atau sama supir," ucap Sam lalu pergi keluar.
"Aaaarrkkkhhhh Kambing sialan, dasar kakak gak punya AKHLAK." teriak Felli. "Yaahhh Oppa pasti pada kedinginan deh." Lirih Felli meratapi Sprei nya yang basah kuyup. Sprei itu limited edition karena gambar Bias nya dan itu dia dapatkan susah payah harus menunggu 2 minggu baru bisa mendapatkan nya namun baru semalem dia pake sudah Ambyar gara gara Sam.
...Meja Makan...
"Fell, kamu kenapa pucet gitu sayang mukanya," tanya mama khawatir.
"Gapapa mah, Felli cuma gak enak badan aja." jawab Felli sedikit lesu. Fisik Felli emang agak lemah, dan Sam seperti nya melupakan itu sampai tega mengguyur adeknya dengan air dingin. mungkin kalau hanya guyuran air yang dari ember tidak akan membuat Felli sakit, tapi Bagaimana kabarnya yang Felli di lempar kedalam bathtup dan di rendem dengan air dingin selama perdebatan tadi. Ingatkan Sam tentang kondisi fisik adiknya nanti.
'Hachi'
"Sayang, gak usah sekolah aja dulu ya, biar kakak yang izinkan." kata Ken.
"No, Felli ada ulangan hari ini kak, lagi juga cuma flu dikit ntr siang jg udah ilang, percaya deh." kata Felli berusaha meyakinkan keluarganya.
"Ya sudah kamu hari ini papa anter." kata Papa
"Iya pa." jawab Felli lalu meneruskan sarapanya.
...SMA Pertiwi....
"Sayang, kamu beneran gapapa?" tanya papa khawatir sembari mengelus rambut anaknya.
"Gapapa pah, Felli udah biasa kan kaya gini."
"Tapi papa tetep khawatir sayang,"
"Pah, ada Katty dan Putri papa gak usah khawatir yah."
"Ya sudah kalau begitu hati hati ya, kalau masih pusing terus kabarin papa, ok"
"Iya pah," Felli segera mencium tangan papanya lalu berpamitan masuk ke kelas.
Namun langkahnya terhenti ketika melihat orang yang tak ingin dia lihat.
"Loh Raffael," kata Papa sedikit terkejut saat melihat Raffael.
Raffael yang merasa namanya di panggil pun segera menengok dan memicingkan matanya. "Om Riko ya?" tanya Raffael sopan.
"Iya, lah kamu sekolah disini?" kata om Riko.
"Iya om, saya baru sebulanan pindah kesini." kata Raffael sambil mencium punggung tangan pak Riko." om apa kabar?" sambungnya.
"Baik baik, kamu sendiri bagaimana kabar nya, gimana papa kamu, sehat?" tanya om Riko beruntun.
"Alhamdulilah sehat semua om," jawab Raffael.
"Oh iya, ini Felli anak om," kata om Riko sambil menunjuk Felli.
"Hah. bebek?" ucap Raffael spontan, membuat Felli melototkan matanya begitu pun om Riko.
"Bebek?" ucap om Riko membeo.
"Eh enggak om maaf keceplosan hehehe," jawab Raffael kikuk.
"Apa kalian sudah saling kenal?"
"Belum," ucap Felli
"Sudah," ucap Raffael bersamaan.
"Jadi?" tanya om Riko bingung.
"Aahh udah ah papa buruan gih berangkat ke kantor nanti telat, Felli juga mau masuk keburu Bel bentar lagi upacara." kata Felli
"Papa kan Bos nya Fell gak mungkin telat, kamu ini," ucap Riko sambil geleng gelengkan kepalanya." Ya sudah papa berangkat deh, oh ya Raffael om boleh minta tolong" tanya Om Riko sambil menatap Raffael.
"Apa ya om?" tanya Raffael.
"Om titip anak om ya, dia hari ini lagi kurang sehat, tolong awasi dia kalau ada apa apa tolong kabari saya." kata om Riko.
"Papa apaan sih emang Felli barang main titip titipin segala!" ucap Felli cemberut.
"Oh, siap om, Raffael akan jagain bebek Raffael om," ucap Raffael kembali keceplosan dan langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Om Riko pun tersenyum penuh arti ke arah Raffael dan Felli.
"Ya sudh kalau begitu om pamit duku ya Raff," kata om Riko." papa berangkat dlu," sambung Riko sambil mencium kepala Felli.
Melihat papanya pergi, Felli pun juga segera pergi meninggalkan Raffael.
"Hay pacar," ucap Raffael sambil berbisik di telinga Felli, entahlah kapan dia jalan nya cepet banget tiba tiba sudah di samping Felli.
"Sekali lagi lo ngomong gitu gue tonjok lo." ancam Felli
Bukanya takut Raffael malah terkekeh."Pacarku kalau cemberut lucu kaya Bebek." ucap Raffa
Blush.
Entah kenapa Felli tiba tiba merasa panas, wajahnya merona karena malu.
"Kalau mau senyum jangan di tahan, gak enak loh ntar malah keluar lewat belakang." Kata Raffael lagi sukses membuat Felli melotot.
"Iihh ngeselin banget sih lo, masak ngegombalin cewek jorok begituuu iihhh!" kata Felli sambil memukul mukul lengan Raffael.
Hahahahaha. "Makanya kalau mau senyum ya senyum aja, tuh lihat pipi kamu merona gitu jadi makin manis loh," kata Raffael lagi.
"Au ah gue mau ke kelas gue, sana sana balik ke kelas lo sono" usir Felli karena gak kuat nahan gejolak di dadanya. lama lama berdekatan dengan Raffael tidak baik untuk kesehatan jantung nya.
"Ok gue ke kelas gue dulu, nanti istirahat gue jemput ya My sweety Duck," bisik Raffael di telinga Felli,
Deg. Deg. Deg.
Raffael tersenyum bahagia begitu melihat pipi Felli makin merah.
Cup. Raffael mencium pipi Felli lalu pergi meninggalkan Felli sendirian di depan kelas Felli.
"Astaga jantung gue!" gumam Felli sambil memegangi dadanya yang kian berdetak kencang. " Gue butuh dokter, serius gue mesti ke UKS sekarang." ucap Felli lalu pergi ke arah UKS, gak jadi masuk kelas.
Sementara Katty dan Putri yang sudah di kelas melihat Felli tidak jadi masuk kelas langsung beranjak mengejar Felli.
"Eh Fell, lo mau kemana?" tanya Katty yang berhasil mengejar Felli.
"Gue mau ke UKS." kata Felli dengan cepat.
"Lo kenapa, lo sakit?" tanya Putri.
"Wajah lo pucet sih dan merah gitu," imbuh Katty.
"Gue emang lagi gak enak badan gara gara si kambing, tapi gue ke Uks bukan krna itu," jawab Felki
"Lalu? " tanya Katty mengerutkan dahinya.
"Gue mau konsultasi jantung gue kayaknya bermasalah." kata Felli sambil memegangi dadanya.
"Lo kena serangan jantung?" tanya Putri langsung panik.
"Sepertinya begitu, soalnya dari tadi jedag jedug terus."
"Sejak kapan?" tanya Katty lagi.
"Sejak tadi pas ketemu sama Raffael." jawab Felli polos, membuat Katty dan Putri langsung menghentikan langkahnya dan menatap tak percaya kepada Felli.
"Beg* sama Polos emang Beti," kata Katty seraya menepuk jidatnya.