Natasya Callissa Atmadja seorang mahasiswi cantik semester enam berusia dua puluh tahun berpacaran dengan Richo Sbastian, mahasiswa tampan dan sangat populer tapi sayang Richo malah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dilakukan Richo membuat Callissa trauma untuk berpacaran dengan lelaki yang populer.
"Ca tampan banget sumpah, katanya dia itu cowok paling tampan dan populer di Universitas Tunas Bangsa" ucap Olivia sahabat Callissa.
"Ga perduli, udah jangan mau sama yang terkenal. Pacarnya dimana-dimana" ucap Callissa pergi.
Tapi tanpa diduga Callissa telah kembali jatuh hati pada sosok pria tampan dan juga populer yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Akankah Callissa kembali menjalin asmara dengan sosok laki-laki yang selalu ingin dia hindari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UNEXPTDL BAB 11
Sore ini Callissa baru saja tiba di rumahnya, mereka pulang dari Bali pagi tadi. Merasa tubuhnya lelah, Callissa segera membersihkan diri dan setelah itu beristirahat tidur. Sedangkan Dava kini mengantarkan Dania, Bima dan juga Nathan ke rumah masing-masing.
Reynan? Tentu saja laki-laki itu berada di rumah Dava, karena Reynan jarang pulang ke rumahnya. Dia hanya akan berada di rumah jika orang tua nya telah kembali dari luar negeri. Jika ada pun Reynan selalu saya berdebat dengan Ayahnya dan pada akhirnya Reynan akan tinggal di appartementnya sendiri atau menginap di rumah Dava.
Sebenernya hal kecil yang sering kali Reynan dan Ayahnya perdebatkan. Reynan adalah anak satu-satunya dan Ayahnya sangat menginginkan Reynan menjadi seperti yang Ayahnya harapkan, yaitu belajar mengenai bisnis keluarga mereka. Tapi Reynan sering kali menolak, karena sungguh dia tidak tertarik pada dunia bisnis yang telah membuat keluarganya sukses seperti sekarang.
"Liat, bahkan mereka berdua tidak ada menelpon atau pun ngirim pesan untuk sekedar memberikan ucapan ulang tahun untukku." ucap Reynan menjatuhkan ponsel dan juga tubuhnya di atas tempat tidur milik Dava.
Itulah mengapa Reynan selalu menolak untuk belajar bisnis, dia tidak ingin jika suatu hari nanti dirinya menjadi seperti kedua orang tuanya yang sangat sibuk mengutamakan pekerjaan dari pada keluarga.
Ini bukan pertama kali untuk Reynan, sudah biasa jika orang tuanya telat memberikan ucapan ulang tahun pada dirinya. Mereka hanya akan memberikan sebuah kado mewah dan mahal untuk Reynan ketika mereka bertemu.
Berbeda dengan orang tua Callissa dan Dava. Saat mereka berdua diberi kejutan, saat itu pula orang tua Callissa dan Dava menghubungi Callissa untuk memberikan ucapan ulang tahun dan meminta maaf karena tidak berada disamping anaknya di hari spesial.
Bahkan Reynan pun diberikan ucapan selamat juga oleh kedua orang tua Callissa dan Dava. Itulah yang kadang membuat Reynan iri pada Kakak beradik itu, orang tua mereka masih bisa meluangkan waktu hanya untuk memberikan sebuah ucapan ulang tahun untuk anaknya, berbeda sekali dengan orang tua Reynan.
Karena kesal dan juga kelelahan, Reynan pun tertidur. Bahkan dirinya tidak tau ketika Dava telah kembali setelah mengantarkan yang lainnya. "Enak banget loe Rey udah mendengkur gituh." ucap Dava yang pada akhirnya ikut tidur di sebelah Reynan.
Tak terasa hari sudah malam, Reynan pun terbangun dari tidurnya karena merasa lapar pada perutnya. Dia pun memilih pergi ke dapur untuk mencari makanan yang bisa dia makan. "Ada yang bisa Bibi bantu, Den?." ucap Bi Een.
"Aku lapar Bi." jawab Reynan malu.
"Yaudah den Rey duduk aja, nanti Bibi panasin dulu ya makanannya." ucap Bi Een.
"Makasih Bi." ucap Reynan dibalas senyuman oleh Bi Een, lalu ada suara bel berbunyi. Dan dengan segera Bi Een akan pergi melihat siapa tamu yang datang, tapi itu di cegah oleh Reynan.
"Biar Rey aja Bi." ucapnya sambil pergi.
Reynan langsung membuka pintu rumah itu, lalu tampaklah empat gadis cantik yang sekarang ada di hadapannya. "Mau kesiapa?." tanya Reynan pada keempat gadis itu.
Keempat gadis itu tidak ada yang menjawab, mereka malah terdiam takjub memandang sosok pria tampan yang ada dihadapan mereka. "Hallo, permisi mbak-mbak ada perlu apa dan mau kesiapa ya?." tanya Reynan dengan sedikit keras.
Mendengar suara Reynan, keempat gadis itu tersadar dan secara bersamaan menjawab pertanyaan Reynan. "Mau ketemu Callissa." ucap mereka kompak.
"Ohh temannya Callissa." ucap Reynan.
Keempat gadis tersebut tak lain adalah sahabat Callissa, yaitu Olivia, Marsha, Safira, dan Nayla. "Tapi kayanya Callissa lagi tidur deh di kamarnya, soalnya gue belum liat dia." ucap Reynan.
"Oh ga masalah, justru bagus. Kita mau kasih di surprise." ucap Marsha.
"Yaudah kalau gituh kalian masuk aja." ucap Reynan.
"Nah gituh dong dari tadi. Gue lupa belum kenalan, gue Safira." ucap Safira mengulurkan tangannya.
"Reynan." ucapnya dingin tanpa membalas jabatan Safira bahkan Reynan pergi meninggalkan mereka.
"Ish sombong banget tuh cowok." kesal Safira.
"Loe sih selalu agresif Fir." ucap Marsha meledeknya.
Mereka pun menertawakan Safira yang diacuhkan oleh Reynan. "Udah udah jangan ketawa, nanti kita ketauan." ucap Nayla mengingatkan mereka.
"Betul tuh Nay." ucap Safira karena tidak mau terus-terusan ditertawakan.
***
"Ada siapa Den?." tanya Bi Een yang sedang menyiapkan makanan untuk Reynan di meja makan.
"Ada temennya Callissa, Bi. Mereka mau bikin kejutan buat Callissa." jawabnya.
"Oh yaudah kalau gituh Bibi kesana dulu ya Den, ini udah Bibi siapin semua ko." ucap Bi Een saat sudah selesai menyiapkan makanan untuk Reynan.
"Iyaa Bi, makasih banyak." ucap Reynan.
**
"Bi, Callissa ada?." tanya Olivia saat melihat Bi Een menghampiri mereka.
"Ada, kayanya masih tidur deh Non. Soalnya dari pas nyampe belum keluar kamar." jawabnya.
"Yaudah Bi ga usah dibangunin, kita mau langsung ke kamarnya aja ya." ucap Olivia.
"Ohiyaa silahkan Non. Kalau gituh bibi pamit lagi ke belakang ya." pamit Bi Een pada mereka semua.
**
Secara diam-diam Olivia, Nayla, Safira dan juga Marsha membuka pintu kamar Callissa, untung saja pintunya tidak dikunci. Terlihat Callissa masih tertidur, langsung saja Marsha mematikan lampu kamar Callissa.
Kemudian mereka menyalakan sebuah lilin yang ada diatas cake ulang tahun itu, lalu Marsha menarik selimut Callissa sehingga membuatnya terusik. "Ish apaan sih Kak." gumam Callissa tetap dengan mata tertutup.
"Dia kira itu Kak Dava kali ya." ucap Olivia terkekeh.
"Tarik kakinya Sha." ucap Safira.
Marsha pun menarik kaku Callissa sehingga dengan kesal Callissa membuka kedua matanya. Begitu terkejutnya dia ketika melihat keempat sahabatnya ada dihadapannya.
"Surprise." ucap mereka bersama.
"Happy birthday My Girl." ucap mereka bersama.
Callissa terharu karena sahabatnya itu telah menyiapkan kejutan untuknya, bahkan semalam Callissa sangat kesal karena mereka semua tidak ada yang membalas chatnya.
"Oh jadi kalian semalam sengaja ya ga balas chat gue?." ucapnya yang dibalas kekehan oleh keempat sahabatnya.
"Sumpah ngeselin, tau ga gue itu lagi badmood banget semalam. Gue jadi nyamuk Kak Dava." adu Callissa pada keempat sahabatnya.
"Eh kan ada si tampan Reynan." ucap Olivia.
"Apaan ah, nyebelin tau." ucap Callissa mengingat betapa menyebalkannya Reynan yang selalu menjahili dan menggodanya sampai dia merasakan getaran-geratan aneh pada dadanya.
"Pantes sih, tadi gue ajak kenalan aja songong banget Ca, dia ga mau salaman sama gue, untung ganteng." ucap Safira kesal.
"Eh iya dia sering di rumah loe kan Ca? Nanti kita kumpul di rumah loe aja ya, biar gue ketemu dia terus." ucap Marsha.
"Udah-udah, kalian malah ngomongin dia, sekarang tiup lilinnya Ca nanti keburu mati loh." ucap Nayla mengingatkan mereka.
Callissa pun meniup lilin itu dan tidak lupa memanjatkan berbagai doa. Dia sangat bersyukur dan bahagia memiliki sahabat yang selalu peduli pada dirinya.
***
Jangan lupa di Like, Komen, dan Vote yaa.
Kasih rate bintang lima juga okee.
Tunggu terus kelanjutannya yaa....
Terimakasih💚💚💚
bagus thor😀😀😀
cemNgat thoorrrr😀😀