Di usianya yang ke-17 tahun sebuah aib tiba-tiba mengenai Jessica, saat berada di rumah sakit karena merasakan kondisi tubuhnya yang merasa tidak sehat, terlihat seorang Dokter memeriksa gadis muda yang masih duduk di kelas 3 SMA itu.
"Pergaulan anak muda sekarang memang benar-benar sangat menakutkan." ucap si Dokter kepada Jessica.
Tentu saja Wanita itu sangat kebingungan.
"Apa maksud Dokter?" tanya Jessica yang bingung dengan perkataan Dokter yang memeriksanya.
"Sekarang kau sudah mengandung 1 bulan, apakah ayah dari bayi mu itu sudah tahu?" tanya sang Dokter yang membuat Jessica sangat terkejut.
Bagai petir di siang bolong, tentu saja Jessica sangat terkejut karena 3 bulan lagi dia akan menghadapi ujian kelulusan SMA.
Jessica tidak pernah merasa pernah berhubungan dengan seorang pria, bahkan wanita itu tidak pernah mempunyai pacar sama sekali. namun yang terjadi malah Dokter itu mengatakan kalau dirinya sedang hamil 1 bulan, lalu apakah yang terjadi dengan Jessica. akankah dia mendapatkan jawaban dari kejadian yang dia alami..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali sekolah.
Menikah di usia muda bukanlah suatu pilihan bagi Jessica, namun demi kelangsungan masa depannya Jessica mau tidak mau harus menerima pernikahan itu. tidak saling mengakui, tidak saling mengharapkan dan tidak akan saling meminta atau menerima. itulah kondisi yang sekarang dialami oleh Jessica dan Denis.
Namun Entah mengapa Jessica tidak begitu suka dengan nama Denis, wanita itu lebih suka memanggil Denis dengan nama Okta atau suami pinjaman.
Pernikahan yang dilakukan oleh Jessica kemarin dihadiri oleh pak kepala sekolah tempat Jessica, keadaan yang canggung benar-benar membuat Jessica mau tidak mau harus bersikap lebih baik dan melakukan yang terbaik untuk dirinya.
Hari ini Jessica diminta oleh kepala sekolah untuk menghadiri sesi pertarungan antar sekolah, memang Jessica selalu diandalkan oleh sekolah tempatnya berada. pemikiran Jessica yang begitu logis bahkan gadis muda itu sangat terkenal dengan pemikiran yang sederhana. namun bisa membuat orang-orang yang ada di sekelilingnya mengikuti apa yang dikatakan oleh Jessica.
"Hari ini kau akan pergi sekolah bersama dengan Denis!" seru Tuan Gorio.
"Tidak usah, Paman. Lebih baik aku naik bus aja." jawab Jessica.
"Tidak, Nanti terjadi sesuatu dengan kandunganmu." jawab Tuan Gorio.
"Tidak mungkin Paman, Memangnya Paman kira naik bus itu berbahaya. tidak seperti itu kali." jawab Jessica yang kemudian pergi dari meja makan.
"Jessica!" seru Tuan Gorio yang kemudian berjalan menghampiri Jessica.
"Iya, ada apa Paman?" tanya Jessica.
"Mulai sekarang kau jangan memanggilku Paman, panggil aku ayah dan juga ini saku untuk kau jajan di sekolah." ucap tuan Gorio. yang membuat Jessica tersenyum.
"Sebenarnya tidak usah seperti itu juga Paman, aku sudah punya uang." jawab Jessica.
"Kan tadi sudah aku bilang jangan memanggilku Paman, panggil aku Ayah." pinta Tuan Gorio kepada Jessica.
"Baiklah Ayah, seperti itu kan?" tanya Jessica yang membuat Tuan Gorio nampak tersenyum sembari mengelus kepala Jessica.
"Ayah senang karena ayah mempunyai seorang putri sepertimu." ucap Tuan Gorio yang membuat Jessica tersenyum.
Akhirnya Gadis itu mengambil salah satu tangan Tuan Gorio dan menciumnya.
"Aku pergi dulu Paman!" seru Jessica.
"Kan sudah aku bilang Panggil Ayah!" seru Tuan Gorio.
"Baik Ayah." jawab Jessica yang kemudian pergi dari rumah mewah itu.
Sebenarnya tidak ada masalah Jessica ikut berangkat ke sekolah bersama dengan Denis, namun Denis benar-benar merasa risih dengan kehadiran Jessica di sampingnya. apalagi Gadis itu terus menggerutu dan mengomel tidak karuan, kemarin dengan sengaja Denis menurunkan Jessica di tengah jalan hingga membuat Jessica kebingungan. Untung saja dia masih mempunyai sisa uang untuk naik bus ke sekolah.
Seperti biasanya Jessica selalu menampakan senyumnya di depan gerbang sekolah itu, terlihat seorang pemuda tampan sudah menunggu Jessica. ternyata dia adalah guru pembimbing salah satu mata pelajaran di kelas Jessica.
"Selamat pagi Pak!" seru Jessica.
"Selamat pagi." jawab seorang pria yang bernama Pak Azrul.
"Kau dari mana saja, kemarin tidak masuk sekolah?" tanya Pak Azrul kepada Jessica.
"Tidak kemana-mana Pak, cuma Bapak tahu sendiri kan kalau saya pindah ke salah satu tempat keluarga dari Paman saya. jadi rumahnya lebih jauh loh Pak." jawab Jessica.
Pak Azrul, seorang pria tampan yang selalu memberikan perhatian lebih kepada Jessica. seorang pemuda tampan yang berusia 25 tahun.
"Lalu, kenapa 2 hari yang lalu kalau kau tidak masuk sekolah, kenapa tidak menghubungiku?" tanya Pak Azrul kepada Jessica.
"Maaf Pak, kemarin itu aku terburu-buru. Bapak tahu sendiri kan kalau aku harus berkemas-kemas di rumah baru itu. apa lagi rumah itu benar-benar sangat besar." jawab Jessica.
"Baiklah kalau begitu, nanti sehabis pulang sekolah bapak tunggu di cafe sebrang jalan itu." ucap pak Azrul.
"Siap, pak!" seru Jesicca yang kemudian masuk ke dalam kelasnya.
Di tempat lain di perusahaan Denis.
"Sayang...., mengapa kau tidak menghubungi aku selama 3 hari ini?" tanya manja Runi Rita.
"Aku sedang sibuk, aku tidak ada waktu untuk menghubungimu." jawab Denis.
"Lalu...., apakah kau tidak merindukan aku?" tanya Runi Rita lagi.
"Maaf, aku sedang sibuk. jadi aku mau segera ke ruang meeting." jawab Denis.
"Sayang....," manja Runi lagi.
"Heh...., kau mau apa lagi. Bukankah kita sudah putus?" tanya Denis.
"Jangan seperti itu Denis, aku tak bermaksud seperti itu kemarin. aku hanya marah karena kau selalu memintaku untuk menikah, kau tau sendiri kan, kalau aku masih belum siap menikah." jawab Runi dengan begitu manja dan raut wajah yang begitu di buat-buat.
"Sudahlah, aku mau pergi." ucap Denis.
Saat Denis tak menghiraukan perkataan Runi, terlihat wanita itu langsung menarik tubuh Denis dan langsung memberikan ciuman di bibir Denis.
"Maaf, maafkan aku. aku janji akan menurutimu, aku minta waktu 1 tahun untuk menata diriku." jawab Runi sembari memeluk tubuh Denis.
"Heh....,"
Helaan nafas Denis ketika mendapatkan perlakuan seperti itu dari wanita yang membuatnya merasakan cinta.
"Denis..," ucap Runi yang semakin memeluk erat tubuh Denis.
"Baiklah, aku akan memberimu waktu selama satu tahun. tapi.., setelah itu kau harus mau menikah dengan ku." jawab Denis.
"Baiklah, aku akan menerima permintaan mu itu. kita akan menikah 1 tahun lagi, tapi biarkan aku membuat diriku benar-benar menjadi seorang wanita yang pantas menjadi istrimu, oke!" ucap Runi yang benar-benar membuat Denis terperdaya oleh kata-kata wanita itu.
** bersambung **