PART DUA Novel KETIKA KEHORMATAN KU DI PERTANYAKAN.
"BISMILLAH CINTA" seru Khadijah sebelum ia bersujud di sepertiga malam nya. Setelah pagi tadi ia merasakan gugup dan jantung nya berdetak kencang untuk pertama kali nya saat dekat dengan seorang laki-laki.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
"Ustadzah, kapan nenek menjemput" seperti nya Asifa mulai bosan menemani Khadijah beberes kamar.
"Sebentar lagi sayang, kamu mau makan kue coklat gak?"
Dengan cepat gadis kecil itu mengangguk.
"Mau makan soup, ustadzah punya soup"
"enggak mau, Asyifa mau kue saja"
Khadijah pun langsung berdiri, ia langsung keluar kamar untuk mengambil kue.
"Kemana Asyifa? apa dia menangis?" Tanya Hanum
"Tidak, umi. Mau kue katanya"
"Ajak ke sini, biar umi yang jagain kalau kamu sibuk"
"Biarkan saja, dia anteng kok di kamar Dijah"
Khadijah pun kembali masuk ke dalam kamar sambil membawa sepiring kue.
"Baca doa dulu Asyifa" Tegur Khadijah
"Hehehe.. Iya, Asyifa lupa." Gadis menggemaskan itu tertawa sambil menutup mulut nya "Bismillahirrahmanirrahim"
Khadijah tersenyum, betapa menyenangkan nya Asyifa. Andai dia punya saudara perempuan, pasti akan menyenangkan juga.
Cukup lama keluarga Asyifa belum juga datang menjemput, hingga kini sudah jam tujuh malam. Asyifa tidur dengan berbantalan paha Khadijah yang duduk di kursi sambil mengaji.
"Assalamu'alaikum" Rafa dan Safeeya datang
"Waalaikumsalam" Jawab Khadijah, namun ia tetap duduk karena Asyifa baru saja tertidur
"Anak siapa ini dijah?" Tanya Safeeya
"Ini cucu nya Pak Handoko, pak Handoko ini donatur pesantren ini, umi"
"Oh, kok bisa disini?"
"Pak Handoko dan istrinya masih keluar. sebentar lagi dia menyusul karena masih terjebak macet katanya"
"Umi kamu dimana?"
"... "
"Iya mbak?" Suara Hanum tiba-tiba menyahut.
"Ku kira belum selesai ngaji nya"
"Tadi yang ngajar mbak Tika, mbak. Aku tadi ngurus santri yang izin"
"Ya sudah, yuk"
Dua wanita itu lalu masuk ke dalam, meninggalkan Khadijah dan Rafa di sana.
"Abang tidak ikut ngaji?"
"Abang baru saja pulang anterin umi ke rumah temen nya, dek"
"Udah sholat?"
"Sudah, adek hafalan?"
Khadijah mengangguk.
"Abang simak coba," Rafa membenarkan posisi duduk nya, mereka tidak duduk di kursi yang sama, masih ada jarak di antara mereka. Rafa sendiri yang menghindari, jika tidak di jaga bisa bahaya.
Khadijah mulai melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran yang hari ini menjadi target hafalan nya. Sesekali Rafa membenarkan nya ketika Khadijah salah mengucapkan nya.
"Coba di ulang lagi, dek. Belum lancar"
dengan senang hati Khadijah mulai mengulangi nya.
Hanum dan Syafeeya dari balik kamar memperhatikan pasangan yang luar biasa ini. Sempurna, Rafa adalah idaman para wanita. Sedangkan Khadijah sendiri juga wanita yang luar biasa, idaman para pria dan para ibu-ibu.
"Gak usah maksa di hafalkan dek, kalau susah coba baca berulang-ulang selama tiga hari, insyaallah jadi mudah nanti" Rafa memberikan sedikit solusi
"Khadijah memang paling lambat, bang. Mas Bilal dan Mas ali saja sudah hafal tiga puluh juz, Khadijah belum"
"Pelan-pelan, dek. Pasti bisa, nanti kalau udah halal mas bantu, kita hafalan sama-sama"
"Abang Rafa belum hafal?"
"Sudah" Jawab Rafa tersenyum "nanti kita baca al-quran nya bersama-sama, biar kamu mudah menghafal nya juga"
Khadijah tersenyum, beginikah gombalan para Ustadz-ustadz? Khadijah benar-benar baper mendengar penuturan Rafa.
"Dek, nanti kalau abang pulang. Adek gak kangen sama abang?" Suara Rafa mulai berubah, ia mengatakan nya dengan suara serak yang pelan
Khadijah menunduk malu, sehingga Rafa tak perlu mendapatkan jawaban nya.
"Setelah sekian lama abang menunggu akhirnya bisa bertemu adek lagi, sayang sekali Abi usman tidak mengizinkan kita menikah siri dulu, padahal.."
Rafa tidak melanjutkan kata-kata nya, ia baru sadar bahwa ia sudah mulai berbicara kemana-mana.
Khadijah mendongak saat Rafa tiba-tiba saja diam.
"Dek Dijah cantik sekali, abang harap dek dijah menutupi wajah ini. Agar tidak menimbulkan fitnah bagi orang yang melihat nya"
"InsyaAllah bang, Dijah akan menutupi nya nanti"
Mata mereka saling memandang, sungguh setan telah merasuki kedua nya. Pandangan mata Rafa sudah berubah, kabut gairah ada di sana. Ingin sekali Rafa memeluk Khadijah, mencium pipi dan bibir nya...
"Assalamu'alaikum"
Penasaran ......
ko gak up
lama lohh nunggu nya...