NovelToon NovelToon
Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:105.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mayya_zha

Priscilia Annette lebih akrab di panggil Anna. Ia berkepribadian cantik, ramah dan mudah bergaul.

Abbas El Amin. lelaki tampan, diam dan tegas tapi semua sikap diam tak berlaku untuk Anna.

Anna dan Abbas memeluk agama yang berbeda.

Setiap kejadian yang selalu mempertemukan mereka, telah menumbuhkan rasa diantara keduanya. tapi perasaan itu tak terungkap karena mereka menyadari perbedaan keyakinan di antara keduanya

Suatu ketika hati seorang Anna terpanggil untuk berhijrah. hingga hijrahnya Anna terus di uji, ia mampu bertahan tetapi harus merelakan. Antara keluarga, sahabat dan cinta nya. Ataukah ia memilih membalas Budi dengan mempertaruhkan cintanya.

perjalanan panjang, kisah cinta berbeda agama, cinta sang sahabat, dan permintaan Sang ayah.

Yang manakah yang harus ia korbankan?
atau tak ada satupun yang ia pertahankan?

Ikuti terus kisahnya Hanya di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayya_zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. debat

... Selamat membaca...

"Anna.." Suara Nia terdengar pelan tersapu angin gunung tetapi Anna masih bisa mendengarnya seketika Anna langsung melambaikan tangan menandakan ia membalas panggilan Nia dan menyuruhnya untuk mendekat.

Nia mendekati Anna yang asik berbincang dengan nenek dan kakek uyo.

"An!!.. Kamu ini bukannya istirahat malah asik di sini?" tanya Nia sembari menundukkan kepala dan tersenyum kepada kakek dan nenek di samping Anna, Nia pun ikut bergabung bersama mereka yang sedang duduk di atas kayu, bersama teriknya matahari yang tepat berada di atas pusarannya.

"Istirahat Mulu. Di mobil juga sempet tidur ko! kenapa emangnya, Ni? apa ada panggilan buat kumpul sama panitia?." Anna pun bertanya balik ke Nia.

"Ngga ko, ya heran aja sama kamu, An? yang lain santai selonjoran, santai sambil rebahan di tenda, Kamu malah asik keliling." Wah kamu hebat, An, udah dapet aja narasumber yang bakal bantuin kita buat tugas?" puji Nia. Ia melirik ke arah Kakek Uyo dan Nenek Pijah.

"Nenek Pijah dan Kakek Uyo, ngga mau jadi narasumber, Ni! aku juga tadi udah bilang akan ada kunjungan mahasiswa ke masing masing warga yang akan di jadikan narasumber mereka. Tapi nenek sama kakek nya ngga bisa, Ada hal yang mereka ingin lakukan seminggu kedepan jadi mereka ngga ikut serta," ucap Anna.

"Yang bener, Nek? kenapa?" tanya Nia kepada Nenek Pijah.

"Nenek mau nyambut cucu nenek neng, kasian masa ntos jauh jauh datang liburan malah di anggurken! mumpung libur sakola, kitu nya, pa?" tutur nenek kepada Nia seraya melirik Kakek uyo agar membenarkan perkataannya.

"Iya neng. mumpung liburan sakola na lami! jadi kakek jeng nenek maunya sama si ucu wae, selama libur sakola mah. ngalepas kangen sudah lama henteu ketemu jeng cucu," ucap Kakak sumringah.

"Oh," seru Nia seorang karena Anna sudah tau keadaanya sebelumnya ketika tadi mereka ngobrol.

" An! ayo bentar lagi kita kumpul loh! sambil berbisik pelan ke arah Anna."

"ok" siap.

"Nek! Kek! makasih ya sudah nemenin Anna ngobrol di sini. Maaf Anna jadi mengganggu kerjaannya kakek dan nenek." Anna berdiri sambil membersihkan debu yang menempel di belakang celananya, Anna kemudian pamitan kepada kakek dan nenek di ikuti Nia juga yang berdiri dan menyalami keduanya.

"Kami permisi ya nenek! sehat sehat buat nenek dan kakek."

" Assalamualaikum"

"waalaikumsalam," jawab kakek Uyo dan nenek Pijah kompak.

"Da..dah... Kakek! Nenek!" Anna melambaikan tangan kearah mereka. Anna dan Nia berlalu dan langsung menuju perkemahan karena beberapa mahasiswa/i ada yang terlihat sudah berkumpul.

Setibanya di perkemahan. Anna dan Nia langsung ikut bergabung dalam barisan bersama yang lain. Pembina dan dosen pun ikut bergabung di barisan depan berhadapan dengan mahasiswa mahasiswi. Salah satu pembina memberi pengarahan apa saja yang harus di lakukan untuk kegiatan kali ini.

Masing-masing kelompok di haruskan mencari warga yang ada di sekitar untuk menjadi narasumbernya.

"Apa kalian semua mengerti apa yang saya sampaikan?" seru pembina.

"Ya.. Mengerti Pak," jawab mereka kompak.

"Baiklah! silahkan diskusikan dengan kelompok kalian, berbagi tugas dan kerjasama di butuhkan di sini. Cari narasumber yang menurut kalian bisa membantu kalian.

"Ijin bertanya pak?" Nia mengacungkan tangannya agar lebih terlihat oleh pembina.

"Silahkan! sebutkan nama dan kelompok! tolong berbicara yang jelas dan sedikit lebih keras agar yang lain bisa mendengar ucapan Anda!"

"Saya Nia dari kelompok Merpati, ijin bertanya? Bisa tidak menukar anggota kelompok dengan yang anggota lain. teman saya Ria mau masuk ke kelompok saya, bisa tidak, di tukar dengan em...Ser--

ucapan Nia menggantung di akhir katanya.

Di barisan lain serli yang mendengar namanya di sebut sontak berteriak ke arah Nia.

"Eh maksud lu apa, seenak jidat lu mau nukar nuker orang! kalau ku ngga suka satu kelompok sama satu tenda sama gue, lu aja yang keluar! ngapain bawa-bawa gue! belum tau Lu siapa gue.. awas Lu ya!" ancam Serli.

Nia yang mendapat semprotan dari serli langsung menciut mundur berlindung di belakang tubuh Anna.

"hu..hu..hu .." Suara riuh dari mahasiswa/i yang lain terdengar cukup banyak dan keras, mendengar perdebatan Serli dan Nia.

"Cukup... cukup... Jangan berdebat!"

"Maaf siapa tadi nama kamu?"

"Nia, Pak!"

"Oh.. ya Nia! kami menggabungkan kalian dalam satu kelompok agar kalian bisa kerja sama dan saling menghargai. Keputusan para pembina tidak bisa di ubah. Saya harap kalian bisa menjalankannya dengan baik" Tegas pembina.

"Baik, pak!" terdengar suara samar Nia yang masih bersembunyi di belakang tubuh Anna.

"Terima kasih buat semuanya. Selamat menjalankan tugas masing masing. Saya ingatkan kembali untuk mencatat secara rinci serta jangan lupa untuk mengabadikan kegiatan kalian dalam foto ataupun video agar bisa menambah nilai lebih untuk kegiatan ini." seru kaka pembina.

Anna dan Nia kembali ke tenda mengambil buku catatan untuk mencatat kegiatannya kali ini.

"Kenapa tadi kamu ngomong gitu, Ni! duh kamu ini bikin masalah aja! apalagi sama Serli! aku kan udah bilang sama kamu biarin aja, asal jangan kita yang mulai duluan. Lah ini malah kamu yang ngomporin. Huh.. bakal panjang deh ni urusan," omel Anna sembari mengalungkan kamera Canon miliknya ke leher dan mengambil buku catatan di dalam tas yang berada di dalam tenda.

"Maaf, An? abisnya aku rada parno si! tau sendiri aku pernah jadi bahan kejahilannya Serli sama temennya di kampus. Aku jadi ngeri duluan, An! aku jadi makin parno ya, An!" jawab Nia sambil menunduk menyesali ucapanya tadi di perkumpulan, membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya karena kebodohannya.

"Aw... Jerit Nia saat pundaknya di dorong kedepan oleh Serli! beruntung Anna langsung menahan tubuh Nia kalau tidak ada Anna, bisa jadi tubuh Nia tersungkur kedepan.

"Ser, apa apaan si lu! main dorong aja! untung ada gue, bisa bahaya kalau sampe Nia jatuh." Anna membantu Nia berdiri tegak.

"Jangan lebay deh lu! belum sampe jatoh kan? lagian, apa-apaan temen lu tadi ngomong kaya gitu? maksudnya apa? mau tuker gue seenak jidatnya dia!

." Jari telunjuk Serli menunjuk ke arah wajah Nia.

"Maafin aku Ser! aku ngga bermaksud gitu ko," ucap nia sambil menunduk. Benar yang Anna katakan, jika berurusan dengan Serli pasti tak kan berujung.

"Ya udah si! lu juga ngga jadi di tuker kan? udah, ngga usah debat. Mau lanjutin debatnya, apa gue aja yang keluar dari kelompok ini! biar kalian aja yang diskusi! Gue si mending sendiri meski banyak yang harus di kerjain, kan enak nilainya buat gue sendiri.

Terserah kalian deh, mau rukun apa ngga," Anna melangkah menjauh dari mereka, malas jika harus berdebat.

"ok... ok... " Kali ini lu selamet! awas aja, lu macam- macam lagi sama gue! untung temen lu pinter dan gue masih butuh otak cerdasnya buat bantu nilai gue, minggir lo." Serli melewati Nia yang menghalangi pintu tenda karena ia mengambil beberapa keperluan yang akan di gunakan untuk wawancara.

"Anna tungguin!" sahut Nia sembari berlari menyusul Anna.

Gimana ceritanya?

komenan kalian itu jadi moodbooster nya author... Terima kasihmana ni ceritanya, ini masih awal akan banyak kisah nanti di dalamnya.

Butuh dukungan kalian juga! kasih

Like 👍

favorit ❤️

komen ✍️

jika ada penulisan yang kurang tepat di sini. Kalau kalian punya hadiah kasih kasihlah berbagi buat Author.

Salam hangat dari Author Mayya_zha

1
Martin Sekehoox
apa cerita masih lanjt thor??
Mayya_zha: cerita nya udah tamat. InsyaAllah sih maunya ada lanjutan cerita. terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Martin Sekehoox
pengen lompat2 baca,tp gk seru🤣🤣
Martin Sekehoox
top thor..walau tlat baca ttp d cicil
Martin Sekehoox
top thor
Martin Sekehoox
keren thor
Martin Sekehoox
jd lemas bacaa nya thor.
takut anna sm darren thor jodohiin😁
Martin Sekehoox
smngt thor
Martin Sekehoox
👍👍👍
Martin Sekehoox
👍
falea sezi
liat Riska kudu tak jadiin tumbal aja biar ada guna nya
falea sezi
orang tua egois
falea sezi
Anna plin plan males cwek g punya pendirian gini bodoooh
kavena ayunda
awalnya benci bgt ma papa reno mau mati harusnya mikir bahagia nya anak.jangan egoiss bapak laknat
Pipit Hannan
lanjut ka... kirain kmn ini kok ga Ada Upnya lagi 😁
Nanik Puspita
update lagi kakakkkk
Mayya_zha: hai... Kakak Nanik apa kabar.
mampir yuk ke karyaku yang lain..... aku kasih bonchap aja kak.. dan akan rilis skuel nya dari Rayyan dan Maira.
sehat selalu kak nanik
total 1 replies
Nanik Puspita
wah kenapa harus ada orang ke 3 dalam rumah tangga rayyan 😭😭😭😭😭
Joejoe
waah jangan ada orang ketiga di rumah tangga rayyan dan maira Thoor...🙈
Mayya_zha: biar seru joe
total 1 replies
Rika Kurniawati
spa lg niih naima?? 🤔🤔🤔
Mayya_zha: ada sedikit penjelasan nya di sana kak....
total 1 replies
Rika Kurniawati
bahagiany maira,ad typo thor
Mayya_zha: iya sayang... makasih ya Intopeksinya. nanti author revisi. aku lagi perjalanan mudik.
total 1 replies
Nanik Puspita
kenapa Abbas dan Anna nggak keluar lagi ceritanya kakakkkkk 🙏🙏🙏🙏
Mayya_zha: nanti akan keluar lagi. sedang bahagia mereka. kita selesaikan sebentar punya Maira dan Rayyan sebelum mereka berdua pindah ke judul yang berbeda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!