NovelToon NovelToon
Istri Rahasia

Istri Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Apa rasanya ditanya kapan nikah hampir di setiap hari?

Mengesalkan!

Ya, itulah yang dirasakan oleh Ghaliza.

Tapi Ghaliza tak pernah menyangka jika ia harus menjadi ISTRI Rahasia dari seorang pria yang tak ia kenal.

Bingung ya?

Penasaran, ikuti kisahnya yuukk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 ( Penyatuan Cinta )

Sendini marah besar karena Raja mengabaikan panggilannya. Ketiga asisten rumah tangga Raja tampak berdiri ketakutan karena mereka belum pernah melihat Sendini semarah itu.

" Siapa wanita yang dibawa Raja tadi...?!" tanya Sendini.

" Maaf, Kami ga tau Nyonya. Kami sedang di belakang saat Mas Raja datang tadi...," sahut Uni sambil menunduk.

" Kalo Kalian di belakang, darimana Kalian tau kalo Anakku bawa wanita ke sini...?" tanya Sendini lagi.

Ketiga asisten rumah tangga tersebut saling menatap.

" Mmm, itu. Ada suara jeritan wanita dari dalam kamarnya Mas Raja, Nyonya...," sahut Sari dengan tubuh gemetar.

" Kalian semua mendengarnya...?" tanya Sendini geram.

" Iya Nyonya...," sahut Uni dan kedua temannya.

" Kurang ajar. Raja...!" panggil Sendini lalu menaiki anak tangga menuju kamar Raja.

Namun baru menaiki tiga anak tangga, Rahmat datang dan memanggilnya.

" Mama...!" panggil Rahmat hingga membuat Sendini menoleh.

" Bagus, untung Papa udah datang. Ayo Pa, Kita habisi aja wanita yang bikin Anak Kita jadi liar kaya gitu. Bisa-bisanya dia main g*la sama wanita lain...," kata Sendini sambil menarik tangan suaminya.

" Sebentar Ma, sabar. Jangan sampe ini cuma salah paham ya...," kata Rahmat santai.

Rahmat sengaja datang ke rumah Raja saat istrinya menelephon mengabarkan perselingkuhan Raja dengan wanita lain. Rahmat yang sedang bermain golf bersama rekan bisnisnya pun terpaksa meninggalkan arena permainan karena berita heboh yang disampaikan oleh istrinya itu.

" Salah paham apa sih Pa. Tuh mereka saksinya...!" sahut Sendini sambil menunjuk ketiga asisten rumah tangga Raja.

Rahmat menoleh seolah minta penjelasan.

" Kami dengar suara jeritan wanita dari kamar Mas Raja, Tuan...," kata Uni mewakili kedua temannya.

Rahmat tampak mulai terpancing. Akhirnya Rahmat mengikuti langkah Sendini dan berhenti di depan pintu kamar Raja. Sendini langsung mengetuk pintu dengan tak sabar.

" Raja...!" panggil Sendini.

Sedangkan di dalam kamar mandi Raja dan Ghaliza segera meraih bathrob dan memakainya. Lalu Raja keluar dari kamar mandi sambil menggandeng tangan istrinya itu.

" Raja, Aku takut. Mama kayanya marah besar deh...," kata Ghaliza.

" Ssstt, Kamu tenang aja. Biar Aku yang menghadapi Mama sekaligus ngasih surprise untuk Mama...," sahut Raja sambil mengecup kening Ghaliza.

" Raja...!" panggil Sendini sekali lagi sambil menggedor pintu lebih keras.

" Iya, iya Ma...," sahut Raja sambil melangkah ke pintu dan meninggalkan Ghaliza di kamar mandi.

Saat pintu terbuka mereka sama-sama terkejut. Raja terkejut karena tak menyangka sang papa juga ada di samping mamanya dengan tatapan membunuhnya. Sedangkan Rahmat dan Sendini terkejut karena Raja nampaknya telah 'selesai' bercinta dengan wanita itu.

plakk !

Tamparan keras mampir di wajah Raja dari sang mama. Raja terkejut hingga menyentuh pipinya yang ditampar Sendini itu.

Tanpa bicara Rahmat dan Sendini menerobos masuk ke dalam kamar. Menganggap semuanya di luar rencana, Raja pun mengejar Sendini dan meraih tangannya.

" Mama tunggu. Aku bisa jelasin semuanya...," kata Raja.

" Ga usah. Suruh dia keluar sekarang. Bisa-bisanya Kamu selingkuh Raja, di rumahmu sendiri lagi. Bagaimana perasaan Istrimu kalo tau kelakuanmu kaya gini. Gimana Kami harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu di depan orangtua Ghaliza. Cepat suruh dia keluar, atau jangan salahin Mama kalo menyeretnya keluar meski tanpa busana...!" kata Sendini galak.

Rahmat masih berusaha bersabar sambil mengepalkan tangannya. Sendini menatap nanar kearah pintu kamar mandi dan bersiap melangkah. Raja pun bergegas memanggil Ghaliza.

" Sayang keluar lah...," panggil Raja.

Rahmat dan Sendini tampak geram mendengar Raja memanggil wanita itu dengan sebutan sayang.

ceklek.

Semua menatap kearah pintu kamar mandi. Sesaat kemudian Ghaliza keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan bathrob dan rambut basah. Wajahnya setengah menunduk. Lalu ia mendongakkan wajahnya hingga membuat kedua mertuanya terkejut sekaligus senang.

" Apa kabar Mama, Papa...," sapa Ghaliza sambil tersenyum malu-malu.

" Ghaliza, jadi itu Kamu Nak...?!" kata Sendini tak percaya.

" Iya Ma. Maaf, udah bikin heboh. Abis Mas Raja maksa ikut masuk ke kamar mandi, Aku jadi teriak. Makanya kedengeran sampe luar tadi...," kata Ghaliza menceritakan pangkal kesalah pahaman yang terjadi tadi.

Mendengar Ghaliza menyebut kata 'Mas' untuk memanggilnya, Raja tersenyum simpul. Ia merasa senang ketika Ghaliza mengucapkannya.

" Tuh kan Mama. Papa udah bilang sabar dulu, jadi malu kan udah salah sangka. Kalo mereka mau melakukan itu ya sah-sah aja dong Ma. Kan mereka Suami Istri...," kata Rahmat sambil tersenyum.

" Ish, Papa. Bukannya tadi Papa juga ikutan emosi...?" tanya Sendini tak mau kalah.

" Yah gimana ga emosi. Mama ngasih taunya panik gitu. Papa sampe ninggalin rekan bisnis Papa di lapangan golf karena ulah Mama. Hilang deh kesempatan dapat uang dua ratus milyar gara-gara Mama...," sahut Rahmat.

" Eh, kok banyak banget. Ya udah, karena ini cuma salah paham, sebaiknya Papa balik lagi aja ke lapangan golf nemuin rekan bisnis Papa itu...," kata Sendini antusias.

" Ga mau ah. Malu-maluin, kaya orang ga punya prinsip aja...," sahut Rahmat menggoda istrinya.

Diam-diam Ghaliza tersenyum melihat perdebatan kedua mertuanya. Raja pun tersenyum sambil memeluk pinggang Ghaliza erat.

" Ehm, Papa sama Mama kalo mau ribut jangan di sini dong. Kan ganggu konsentrasi Aku dan Ghaliza. Katanya mau minta Cucu...," kata Raja santai.

Sendini dan Rahmat tersadar lalu menghentikan perdebatan mereka. Sendini menghampiri Raja lalu menjewer telinganya.

" Dasar Anak kurang ajar. Masa ngomong gitu sama Orangtua...," kata Sendini gemas.

" Aww, ampun Ma. Maaf...!" jerit Raja hingga membuat Ghaliza dan Rahmat tertawa melihatnya.

Ssmentara itu di lantai dasar ketiga asisten rumah tangga Raja nampak saling menatap. Mereka bingung karena tak ada suara amukan dari sang Nyonya, melainkan hanya suara tawa yang menggema di rumah itu.

" Ya udah, pake baju Kalian. Kita makan siang bareng ya. Anggap aja ini penyambutan buat menantu Mama yang cantik ini...," kata Sendini sambil menepuk pipi Ghaliza lembut.

" Tapi Ma. Aku sama Ghaliza...," ucapan Raja terhenti karena cubitan Ghaliza mendarat di pinggangnya.

Raja menatap Ghaliza dengan tatapan tak mengerti. Sedangkan Ghaliza tampak menatap Sendini sambil mengiyakan permintaannya.

" Iya Ma. Kami nyusul sebentar lagi...," sahut Ghaliza sambil tersenyum.

" Tapi Sayang Kita kan...," lagi-lagi ucapan Raja terhenti karena melihat tatapan tajam Ghaliza kearahnya.

Raja menghela nafas. Terpaksa ia harus menunda hasratnya 'lagi' kali ini. Dengan setengah merajuk, Raja pun membalikkan badannya kearah lain. Sedangkan Sendini dan Rahmat pun keluar dari kamar itu sambil tersenyum puas.

Ghaliza menatap punggung suaminya yang nampak sedang menatap keluar jendela.

" Maaf ya. Aku ga enak sama Mama dan Papa Kamu. Gapapa kan ditunda sebentar...?" tanya Ghaliza sambil menggelayut manja di lengan suaminya.

Raja tak merespon. Terlihat wajahnya yang menegang karena menahan marah. Menyadari suaminya yang ngambek, Ghaliza pun memberanikan diri mengecup pipi kiri Raja berharap Raja menyudahi aksi ngambeknya itu. Namun Raja tak bergeming. Ia tetap diam sambil bersedekap. Tak kehilangan akal, Ghaliza pun mencoba merayu Raja.

" Sayang, jangan marah dong...," rengek Ghaliza manja.

Raja hampir tak kuasa menahan tawa melihat sikap istrinya yang nampak kebingungan itu. Ghaliza mulai terlihat kesal karena Raja tak juga memaafkannya.

" Ya udah, Aku balik aja ke kost-an. Mau nerusin beberes kamar yang tertunda gara-gara Kamu...," kata Ghaliza sambil melangkah ke kamar mandi.

Raja membulatkan matanya. Tak ingin Ghaliza pergi, Raja pun meraih tangan Ghaliza lalu memeluknya erat.

" Iya, Aku maafin Kamu. Tapi jangan pergi ya...," pinta Raja sambil mencium pipi Ghaliza.

" Iya lepasin dulu dong...," sahut Ghaliza.

" Ga mau...," kata Raja.

" Kenapa...?" tanya Ghaliza.

" Panggil Aku dengan sebutan tadi. Aku suka dengernya...," kata Raja sambil mempererat pelukannya.

" Panggilan yang mana...?" tanya Ghaliza mencoba mengingat.

" Tadi waktu ada Mama sama Papa di sini...," sahut Raja tak sabar.

Ghaliza berpikir sejenak lalu tersenyum.

" Mas Raja...?" tanya Ghaliza dan diangguki oleh Raja.

Ghaliza pun tertawa melihat ekspresi Raja saat mendengarnya memanggil dengan sebutan Mas.

" Kenapa malah tertawa. Itu kan lebih sopan dan terdengar manis di telinga dibandingkan Kamu manggil Suamimu ini dengan nama aja...," kata Raja sambil menggelitiki pinggang Ghaliza.

" Iya, iya. Udah yuk. Mama sama Papa pasti udah nunggu di bawah...," kata Ghaliza di sela tawanya.

Raja pun mengangguk lalu melangkah mendekati lemari besar tempat menyimpan pakaian. Saat pintu lemari dibuka, Ghaliza nampak takjub karena melihat ada baju wanita tertata rapi di samping baju Raja.

" Ini...," ucapan Ghaliza terputus.

" Baju Kamu. Aku udah siapin semua setelah Kita menikah. Jadi udah lumayan lama ada di situ...," sahut Raja sambil tersenyum.

" So sweet banget sih Kamu Mas, makasih ya...," kata Ghaliza sambil menyentuh pipi Raja.

" Cuma makasih aja nih, ga ada bonus lain gitu...?" tanya Raja.

Ghaliza lalu memajukan wajahnya untuk mencium Raja. Dengan cepat Raja menahan tengkuk Ghaliza agar bisa menciumnya lebih intens. Sesaat kemudian Ghaliza menepuk pundak Raja agar menghentikan ciumannya.

" Kelamaan, curang...," sungut Ghaliza hingga membuat Raja tertawa.

\=\=\=\=\=

Makan siang pun usai. Rahmat dan Sendini memilih kembali ke rumah mereka karena tak ingin mengganggu kebersamaan anak dan menantunya itu.

" Sebaiknya Kalian pergi honey moon sana. Jadi ga akan ada yang ganggu...," saran Rahmat sambil melangkah keluar rumah.

" Papa benar. Kan sejak menikah Kalian belum pernah honey moon. Padahal kan udah lebih dari setengah tahun Kalian menikah...," sahut Sendini.

Raja menatap Ghaliza sejenak lalu mengangguk mengiyakan saran orangtuanya itu.

" Iya. Insya Allah Kami pergi nanti sore...," kata Raja tiba-tiba hingga mengejutkan Ghaliza.

" Eh, kok nanti sore. Ga bisa, Aku kan harus kerja besok Mas. Gimana kalo Aku dipecat, kan Aku baru jadi karyawan di sana...," sahut Ghaliza cepat hingga membuat ketiga orang di hadapannya tertawa.

" Ya Allah, lucu banget sih menantuku ini. Ghaliza Sayang, Kamu ga lupa kan kalo perusahaan itu milik keluarga Kita. Jadi Kamu ga usah takut dipecat. Lagipula Kamu kan Istri Direktur Utama. Mana ada yang bisa mecat Kamu...," kata Sendini sambil tertawa.

" Eh iya, Aku lupa...," sahut Ghaliza sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

" Udah pergi aja. Urusan perusahaan biar Papa yang urus. Mau kemana sih, Paris, Korea atau Maldeeve...?" tanya Rahmat.

" Ga jauh-jauh kok Pa, cuma ke Bali. Paling cuma dua atau tiga hari aja...," sahut Raja sambil merangkul pundak Ghaliza.

" Ok, have fun ya. Jangan lupa bawa oleh-oleh Cucu buat Kami...," pesan Sendini sambil melambaikan tangannya.

Ghaliza dan Raja balas melambaikan tangan sambil tersenyum melepas Rahmat dan Sendini yang terlihat bahagia melihat kebersamaan mereka.

" Apa Kamu serius sama ucapanmu Mas...?" tanya Ghaliza.

" Tentu dong Sayang. Yuk Kita siapin semua sekarang...," ajak Raja sambil menggandeng tangan Ghaliza.

" Tapi semua dokumenku ada di kost-an...," sahut Ghaliza berusaha menolak.

" Kamu tenang aja, udah ada yang ngurus semuanya nanti...," sahut Raja.

Ghaliza terdiam dan tak bisa membantah lagi.

\=\=\=\=\=

Sore itu Raja dan Ghaliza pergi ke Bali dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik Rekso, kakek Raja.

Di sana mereka menginap di hotel yang juga milik kakek Raja di daerah Kintamani. Ghaliza tak menyangka jika keluarga suaminya memiliki banyak aset yang nilainya sangat fantastis.

" Kenapa melamun...?" tanya Raja usai mereka makan malam.

" Mmm, gapapa. Aku cuma bingung, kenapa Kamu memilihku untuk jadi Istrimu...?" tanya Ghaliza penasaran.

" Itu karena Aku mencintaimu...," sahut Raja sambil menatap manik mata Ghaliza lekat.

" Tapi Kamu kan ga kenal siapa Aku...," kata Ghaliza berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah karena tersanjung dengan jawaban Raja.

" Tapi Aku akan segera mengenalmu lebih dalam lagi malam ini...," kata Raja sambil berbisik dan menghembuskan nafasnya di telinga Ghaliza hingga membuat Ghaliza menggeliat kegelian.

Raja tersenyum melihat respon Ghaliza. Dengan sigap ia menggendong Ghaliza dan meletakkannya di atas tempat tidur. Keduanya saling menatap dan tersenyum. Sesaat kemudian Raja mulai mencumbu istrinya dengan lembut. Hingga akhirnya penyatuan cinta mereka pun terjadi malam itu.

Desah nafas dan erangan manja saling bersahutan di dalam kamar itu. Peluh juga membasahi tubuh Raja dan Ghaliza yang telah pol*s tanpa busana. Keduanya nampak meni*mati malam pertama yang tertunda itu dengan penuh kebahagiaan. Berkali-kali mereka melakukan penyatuan untuk membuktikan bahwa mereka saling menginginkan dan membutuhkan satu sama lain.

Dan saat jam menunjukkan pukul tiga dini hari, Raja pun menggulingkan tubuhnya ke samping Ghaliza pertanda pergumulan mereka telah usai. Nafas keduanya nampak memburu. Lalu Raja memeluk dan mengecup kepala Ghaliza dengan sayang, sedangkan Ghaliza nampak memejamkan mata karena kelelahan.

" Lelah ya...," kata Raja.

" Iya. Abis Kamu ga mau berhenti...," keluh Ghaliza.

" Gapapa, istirahat sebentar nanti Kita lanjut lagi ya...," kata Raja.

" Apa, emang belum cukup tiga jam Kita ngelakuin itu tadi...?!" protes Ghaliza.

Raja tertawa mendengar ucapan Ghaliza. Kemudian Raja menarik Ghaliza ke dalam pelukannya untuk meredakan kemarahan Ghaliza. Sesaat kemudian keduanya pun terlelap dalam keadaan saling memeluk.

bersambung

1
Guntar Nugraha
Bintang yg bicara Ok BossQu 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk
total 1 replies
Guntar Nugraha
Lach coba itu...😊😊😊
any Sulistiani: he he ... 😅
total 1 replies
Guntar Nugraha
Tetap semangat optimis dan yakin Thor... 💪💪💪🙏
any Sulistiani: insyaa Allah siaappp 👌😉
total 1 replies
Ibuk Kumaiyah
semangat terus nulisnya
any Sulistiani: insya Allah siaapp. Alhamdulillah..., mksh suportnya ya say...
total 1 replies
SEPTi
sweet
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut kk...
total 1 replies
SEPTi
aku kadang bingung namanya Suci/Sukma
any Sulistiani: lanjuutt kk..
total 1 replies
SEPTi
aku kira dulu raja mau main main sama pernikahan ini ngga taunya udh ada rasa dari awal
any Sulistiani: betul. lanjut ya kk, mksh..
total 1 replies
Guntar Nugraha S
Bintang yg bicara Ok Ttp Semangat @UmmiQu...
Riffa
aku suka novelmu thor tidak berbelit²
Elis Nurida
bagus sekali
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say..
total 1 replies
Ibu Idah
Bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say...
total 1 replies
Guntar Nugraha
Bagus bingiiiiiittt....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya bii..
total 1 replies
Regita Regita
Buat Author aku cuma bisa kasih kopi dan bunga....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh say. lanjuuutt ya say
total 1 replies
Regita Regita
ceritanya bagus,tapi yg baca masih sedikit.aku mampir kesini dulu...langsung fav.semangat Author...semoga selalu sehat dan diberkahi rizki yang melimpah Aamiin.
any Sulistiani: yup, met gabung ya say. # Aamiin yaa Robbal'alamiin..., doa yg sm utkmu say. mksh..
total 1 replies
abu😻acii
bagus cerita nya
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh udh mampir ya say. Baca karya aq lainnya yuk, smg suka yaa, mksh..
total 1 replies
neng ade
bagus .. meskipun kisah cinta yg berliku antara Galiza dan Raja .. namun kesabaran mereka berbuah manis dngn kehadiran baby boy nya .. dngn takdir cinta nya berakhir bahagia ..
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
dasar emak emak Rempong🖕
any Sulistiani: he he..., betul say..
total 1 replies
Maikel Takasili
lanjut... kayaknya bagus ni..
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut lg ya kk.., mksh..
total 1 replies
elena
ka nulisnya banyak span span nya pusinggg
Takdir QU
ko kbnyakkan spasi ny ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!