NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Mantan?

Menikah Dengan Mantan?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama
Popularitas:177.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alin yuna

Reina Firdausya Atmaja

Seorang wanita yang tegar. Berusaha sekuat tenaga mempertahankan perusahaannya yang nyaris bangkrut.
Ketika ada jalan, dia harus bertemu dan menjalin hubungan kembali dengan mantan kekasihnya 10 tahun yang lalu, yang kini sudah berubah menjadi sosok yang sangat berbeda. Seorang CEO kaya raya dan playboy?

🌸
Erlan Fabian, mantan pacar Reina saat SMA dulu. Kini telah menjadi executive muda yang sukses, mengidap penyakit psikis akibat trauma di masa kecilnya.
Misinya adalah menikahi Reina, dan balas dendam pada ibu kandungnya sendiri.

Mampukah Reina bertahan?
Dan bagaimana kehidupan mereka setelah menikah?
Apakah Reina mampu mengobati kehidupan Erlan yang kelam dan penuh dengan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alin yuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 11

Reina berjalan cepat menuju cafe Dimas. Sesekali dia melirik jam yang melingkar di tangannya, khawatir akan terlambat datang. Karena dia harus menyelesaikan urusannya dulu di kantor sebelum pergi ke cafe tadi. Sesampainya di sana, sudah ada Lara menunggunya. Dia adalah ibunya Dimas.

"Reina...sini sayang. Ya ampun tante kangen sama kamu." Lara bangkit dari duduknya, dan menyambut Reina dengan pelukan hangat.

Reina membalas pelukannya lama. Dia juga sangat merindukan Lara. Sosok yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.

"Aku juga kangen sama, tante."

"Ah bohong. Buktinya kamu nggak pernah kabarin tante." Lara menarik tangan Reina, untuk duduk di sebelahnya.

Sedangkan Dimas, ia hanya senyum-senyum melihat dua wanita yang di sayanginya tertawa bersama saling menumpahkan rindu.

"Maaf ya, Tan. Aku sibuk banget, apalagi semenjak papi nggak ada."

Lara mengusap pundak Reina dengan lembut,

"Sabar ya, kamu pasti bisa lalui ini semua."

"Makasih tante."

"Tadaaa...minuman istimewa datang buat dua wanita cantik." Dimas datang membawa dua gelas minuman segar yang sudah dia racik sendiri.

Reina menerimanya dengan senang hati, senyum lebar terpancar dari wajahnya. Membuat Lara penasaran ada hal baik apa yang terjadi, sehingga wajah Reina bisa tersenyum seperti itu. Lara melirik ke arah Dimas anaknya, dia tahu kalau sejak dulu Dimas menyukai Reina, dan sampai sekarang Lara masih bisa melihat sinar itu di matanya Dimas saat menatap Reina.

Lara tersenyum kecil, dia berpikir apa mungkin sekarang kedua pasangan ini sudah resmi sekarang?

"Itu apa Reina yang kamu bawa?" tanya Lara, ia melihat Reina sejak tadi membawa tas kain, entah apa isinya.

Aduh. Lupa. Kenapa ini sampai kebawa segala. Rutuk Reina dalam hati.

Dimas dengan cepat merebutnya dari tangan Reina, dia penasaran apa mungkin isinya hadiah untuk dirinya atau Lara.

"Tunggu, jangan Dimas." Reina berusaha mencegahnya.

"Kenapa? jangan bilang ini hadiah buatku ya....." Dimas terkekeh, tapi sedetik kemudian tawanya terhenti begitu melihat apa isi tas itu.

Beberapa undangan berwarna coklat dan silver. Nama Reina Firdausya Atmaja dan Erlan Fabian tertera di sana.

"Maaf aku nggak maksud sembunyiin ini, tapi waktunya aja yang belum tepat untuk bilang." ujar Reina pelan, ia meremas jarinya gelisah.

"Memang apa isinya?" tanya Lara penasaran. Ia mendekat ke arah Dimas. Ekspresi Lara sama syoknya dengan Dimas begitu melihat undangan itu.

"Kamu mamu menikah, Reina?" Lara menatap gadis itu tak percaya. Lalu kembali menatap Dimas yang raut wajahnya sangat terluka sekarang.

"Maaf aku ada kerjaan. Kalian mengobrol aja dulu di sini ya." Dimas berusaha tersenyum, walaupun senyumnya itu malah lebih mirip seringai sekarang.

Setelah Dimas pergi, Lara menghampiri Reina yang sedang merapikan beberapa undangan itu.

"Reina, jadi Dimas belum bilang ke kamu?"

Reina mengernyit, menatap Lara dengan bingung.

"Bilang apa ya tante?"

"Ya ampun anak itu. Mau sampai kapan dia sembunyiin perasaannya ke kamu."

"Maksud tante?"

Lara menghela napas. Wanita berumur 50 tahunan itu mulai menjelaskan dengan perlahan pada Reina. Dia merasa tidak sabar dengan Dimas, bagaimana bisa menyembunyikan perasaannya sampai selama itu, dan sekarang Reina akan menikah dengan orang lain?

Lara hanya tidak mau Dimas menyesal nantinya karena tidak pernah jujur dengan perasaannya sendiri.

"Jadi begitulah, sekarang tante minta sama kamu selesaikan dengan baik. Coba kamu susul Dimas, tante yakin dia bohong tadi tentang kerjaannya." ucap Lara, setelah selesai menjelaskan semuanya.

Reina mematung sejenak, jujur saja dia tidak menyangka kalau Dimas memiliki perasaan padanya. Dia pikir, Dimas bersikap sangat baik karena memang murni sebagai sahabat. Ada sebersit kecewa di hati Reina, mengetahui kalau Dimas menyukainya.

Apa memang seburuk itukah persahabatan antara pria dan wanita?

Tidak bisa bertahan lama?

"Baik tante, Reina susul Dimas dulu ya..." Reina meletakkan barang bawaannya di atas meja, lalu bergegas ke lantai atas, karena dia yakin Dimas ada di sana, di balkon kamarnya.

Pikirannya berkecamuk, menimbang apa yang harus ia katakan pada Dimas nanti. Dia benar-benar tidak menyadari hal ini.

Sampai dia balkon, benar saja firasat Reina. Dimas ada di sana, merebahkan tubuhnya sambil menatap ke langit sore.

"Dimas..." panggil Reina.

Dimas menoleh, dia tersenyum kecut menyadari kedatangan Reina. "Pasti ibu sudah bercerita semuanya" Ucap Dimas dalam hati.

Melihat ekspresi wajah Reina, Dimas sudah bisa menebaknya.

"Duduklah." ujar Dimas, dia beranjak bangun, dan ikut duduk di sebelah Reina.

"Dimas, aku minta maaf."

"Untuk?"

Reina menggigit bibirnya gelisah. Situasi ini benar-benar membuatnya tidak nyaman. Sumpah! ini sangat sulit. Menolak seseorang yang sangat baik padamu. Begitu juga yang di rasakan Reina saat ini.

Dimas menghela napas, perlahan dia menyentuh tangan Reina.

"Aku tahu mungkin ini terlambat, tapi aku nggak mau jadi pengecut. Kamu mungkin sudah tahu ini, Reina....."

"Stop Dimas." Reina menatap Dimas dengan pandangan memohon. Dia tidak tega menyakiti Dimas. Laki-laki yang selalu ada untuknya sejak dulu, melindungi dan menjaganya saat tidak ada satu orang pun yang bisa ia andalkan.

"Aku tahu kok, kalau aku nggak pernah ada di hati kamu. Tapi tenang aja. Aku cuma mau jujur, mengatakan yang sebenarnya. Kamu nggak perlu merasa bersalah. Setelah ini, kita kembali seperti biasa. Oke?" ucap Dimas, ia menangkupkan tangannya di kedua pipi Reina.

Menatap mata gadis itu yang sudah mulai berkaca-kaca.

Dimas merengkuh Reina dalam pelukan, kini hatinya merasa lega. Beban berat yang selama ini ia tahan akhirnya terlepas. Setelah ini, mungkin ia akan fokus untuk menata hatinya kembali.

Di sisi lain,

Erlan yang sebentar lagi akan menikah, sangat sibuk mengerjakan semua pekerjaannya agar nanti setelah menikah, dia bisa fokus ke urusannya di Bali, dan meninggalkan urusan di sini pada Rangga.

"Bos, gawat." Rangga mengejar langkah Erlan yang cepat.

"Apa?"

"Itu bos, karyawan dan para wanita pada ngamuk. Katanya kenapa bos Erlan mau nikah.  Padahal nggak pernah kelihatan punya pacar."

Erlan melengkungkan bibirnya, tersenyum kecil.

"Jadi?"

"Ya tingkah mereka benar-benar gila bos, mereka meneror saya seharian. Bahkan malam hari juga. Hii... para wanita itu bahkan sekarang bikin komunitas sendiri." Rangga bergidik ngeri, membayangkan para wanita itu yang terus melotot padanya jika sedang berpapasan. Seolah itu kesalahan Rangga, kalau bosnya akan menikah.

"Komunitas apa?" tanya Erlan heran.

"BIM, kata mereka Boss is Mine." sahut Rangga takjub.

BIM?

Ada-ada saja tingkah mereka. Erlan hanya mendengus, memangnya mereka siapa?

Selama ini Erlan tidak pernah menganggap serius para wanita tersebut. Mereka saja yang terlalu BAPER.

"Sudah, biarin aja. Yang penting urusan pekerjaan cepat selesai, saya nggak mau nanti pernikahan saya terganggu oleh pekerjaan kantor."

Duh si bos, pasti nggak mau kegiatan mantap-mantapnya di ganggu deh. Batin Rangga.

Tiba-tiba langkah Erlan terhenti, karena kini di hadapannya berdiri seorang pria muda, sekitar berumur 25 tahunan. Ekspresi wajah Erlan mengeras.

"Aditya?" gumam Rangga. Mau apa sih nih anak kemari? bisa-bisa mood Erlan ambyar lagi.

"Minggir." ucap Erlan, dia melirik Aditya dengan tatapan sinis.

"Kenapa kamu usir, ibu?" Aditya balas menatap Erlan dengan sengit.

Bagi dia, Rianti adalah segalanya. Walaupun bukan ibu kandung, tapi Rianti merawat Aditya dengan penuh kasih sayang. Tapi sayangnya, perlakuan Rianti sangat tidak adil. Dia mengurus Aditya sejak kecil, tapi menelantarkan Erlan, anak kandungnya sendiri.

"Rangga kamu urus dia. Saya nggak punya waktu ladeni anak 'ibu' macam dia." perintah Erlan.

Rangga menelan ludahnya. Ia gugup tentu saja. Biar bagaimanapun Aditya bukan orang sembarangan. Dia pewaris perusahaan SH.

Tapi perintah dari Elan itu mutlak, kalau tidak di laksanakan, bisa-bisa Rangga akan kembali angon kambing di kampung. Hiii Rangga tidak mau...!!

"Maaf tuan Aditya. Tolong beri jalan. Boss Erlan ada meeting penting hari ini." ucap Rangga.

"Dia juga ibu kamu!" Aditya berteriak, membuat beberapa pasang mata kini menatap mereka.

Erlan memejamkan mata, berusaha menahan emosi saat ini. Dia tidak ingin terpancing lagi amarah lagi, akan berbahaya efeknya nanti untuk dirinya sendiri.

Erlan menatap Rangga tajam, memberi isyarat agar pria itu membawa pergi Aditya bagaimana pun caranya.

Rangga mengangguk mengerti, dia pun menahan tubuh Aditya, agar Erlan bisa melewatinya.

"Lepasin. Lo siapa, hah? Berani pegang-pegang gue!" Aditya berontak mendorong Rangga.

"Saya asisten bos Erlan, kalau anda buat keributan di sini, itu tugas saya untuk melindungi bos Erlan." sahut Rangga lantang. Biar penampilannya tidak meyakinkan, tapi Rangga itu jago beladiri silat. Untuk itu Erlan merekrutnya menjadi asisten pribadi.

Aditya terdiam, matanya menatap Rangga nyalang. Dia menoleh ke arah Erlan yang sudah melenggang pergi begitu saja.

Sedangkan orang di sekitar mereka kini sudah berbisik-bisik menatap Aditya, menyadari hal itu Aditya berusaha menjaga image-nya kembali.

Dia menepuk bahu Rangga sekilas, "Oke, saya pergi. Sampaikan sama boss kamu. Saya akan datang lagi nanti."

Aditya berjalan keluar dari perusahan Erlan, dalam hatinya ia berjanji akan membalas perlakuan Erlan padanya. Semenjak Erlan muncul di publik, Rianti selalu mencari Erlan, bahkan membujuk papanya untuk menerima laki-laki itu sebagai anaknya juga.

Aditya tidak suka, dia tidak ingin kehilangan ibu lagi. Baginya, Rianti adalah ibu sekaligus sahabatnya. Ketika dia terpuruk dulu, Rianti datang menawarkan kasih sayang lembut, yang belum pernah dia rasakan dari keluarganya. Aditya tidak mau kehilangan itu, walaupun harus bersaing dengan Erlan, anak kandungnya Rianti.

**************

1
suharlina
ini sudah selesai ya
Santy S
Erlan nya kurang macho klo d liat dr tulisannya...hihihi...maaf ya Thor🙏🙏🙏😁😁😁🤭🤭🤭
Sekar Anggraini Indrawati
mana thor lanjutanx, kok lama sekali ya ga up up
Elin Lim
mana lanjutanya ko ga di up juga udah lama jadi ga puguh ceritanya nanggung
Elin Lim
mana lanjutan nya ko blm divup juga ataw udah selesai ga puguh veritanya
Elin Lim
mana lanjutannya ko lama sekali nanggung thoor
Elin Lim
mana thoor lanjutan nya ko ngegantung ceritanya blm lanju 2
Elin Lim
lanjut thoor lama pisan up nya tunggu lanjutan nya
Elin Lim
ini teh mau lanjut ga ya thoor udah lama ga di up juga jadi nunggu nya lama
Elin Lim
mana up nya ko lama di tunggu lanjutan nya
Elin Lim
lanjutkan thoor tanggung lagi semangat 2 baca nya bersambung nunggu nya lama ga di up lahi
Elin Lim
l.anjut thoor
Elin Lim
lanjut kan thorr ceritanya keren
Fauzy Imam
sudah ketemu pawang,x
Roliana Ikhwan
punya terlalu lama thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Reza Azzahrah
lanjut
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
lanjut thor semangat.selalu suka semua novelmu.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Titik Habib
aku baca semua novelmu thor di orange.bagus ceritanya kwn2 dijamin gak nyesel
Nabil Fikri
lanjut thor
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG 🙏🥰
total 1 replies
Meitika Hanum
seharusnya erlan minta maaf sama wanita yg ganggu erlin dan menyuruh rangga menengahi masalah cewek itu dan erlan mememeluk erna pasti semua hadirin kagum.akannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!