NovelToon NovelToon
God Of Law And Nothingness.

God Of Law And Nothingness.

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Contest / System / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: Mad Kojer

Reza.

Tak banyak yang bisa diceritakan dari dirinya. Hanya lelaki biasa dengan kepintaran yang diluar nalar manusia.

Hanya sosok yang mengetahui wawasan dan pengetahuan yang begitu luasnya, agar bisa bersaing dengan kepintaran Reza.

Namun, kenapa. Dirinya dipilih menjadi lelaki pilihan sesosok Dewi Aphrodite?, sosok dewi cinta, nafsu, dan keindahan.

Reza terbingung.

Akhirnya, ketika dirinya dipindahkan kedunia lain. Mulai saat itu, dia akan mencari alasannya.

++++++÷÷÷÷++++++

Ini cerita campur aduk ngak karuan. Entah nanti di dunia kultivator maupun di isekai bertema fantasi barat. Bahkan kemungkinan akan kembali lagi ke bumi. Nantinya juga, setelah plot utama selesai. Author bakalan nyambung ke dunia anime atau apalah itu. Dan itu kalian para pembaca sendiri yang menentukan.

Terapkan kegiatan tanya jawab dengan author. Agar nantinya pembaca sekalian puas terhadap karya saya.

ikuti ig author: @fjr_894

Author ngak maksa kalian untuk ngak Like atau komen. Namun, tolong!. Setidaknya jangan beri rating jelek pada novel ini. Entah KALIAN mau Toxic atau apa pada novel ini. Author ndak peduli!. Namun, seperti yang saya bilang tadi. Tolong Jangan Beri Rating Rendah Terhadap Novel Ini!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mad Kojer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11.

Reza sudah tak bisa kabur lagi. Entah bagaimanapun caranya.

Saat ini dia berada di sebuah ruang mansion, tepatnya di ruang keluarga. Terlihat, dia sedang di obati pelayan dan didepannya ada Qin Shui yang menatap dirinya dengan rumit.

''Apa kau sungguh tak mau ingin tinggal disini?.'' Lemas Qin Shui menanyakan hal ini.

''Tidak, tujuanku lebih besar dibandingkan mengurusi dunia ini maupun hal kecil seperti univeraitas ini.'' Jawab datar Reza dengan cuek.

''Lalu, apa tujuanmu?.''

Reza terdiam tak menjawab pertanyaan Qin Shui.

Qin Shui yang melihat Reza tak menjawabnya, hanya menghela napas semakin lemas. Dirinya benar benar berharap besar pada Reza karena itu akan membantu rencananya.

''Apa kau sunggunh tak peduli dengan nyawa orang or...''

''Qin Shui!...'' Sela Reza dengan tatapan tajam membuat para pelayan yang sedang memgobati dirinya ketakutan.

Qin Shui yang mendapat tatapan tajam Reza, hanya membalas dengan kebingungan.

''Aku tak peduli bagaimana nyama mereka. Mau melayang, berguling, jungkir balik pun aku tak peduli. Selama tak mengganggu tujuanku, maka akan kubiarkan.

Ingatlah, bahwa aku tak segan segan untuk membunuh semua orang yang ada di dekatku ini bila kau masih terus menerus menghalangiku!.''

Reza mulai tak tahan dengan sikap Qin Shui terhadap dirinya. Dia ingin cepat meningkatkan kekuatan dan mencari sosok cahaya yang membuat hatinya hangat. Maka dari itu, sekarang Reza tak ingin lagi bersikap lembut terhadap Qin Shui.

Qin Shui menatap dingin terhadap Reza setelah mendengar ucapan Reza. Aura kemaran mulai mengepul di sekitar tubuhnya.

''Kau... Apa hatimu benar benar sebusuk ini?!.'' Terdengar marah dan menyeramkan suara Qin Shui terhadap Reza.

Reza, sekalipun tak bergeming terhadap tekanan yang di berikan Qin Shui. Sebaliknya, dia semakin tajam menatap Qin Shui dengan rasa benci karena dirinya di kekang.

''Aku tak peduli kau mau menganggapku seperti apa. Namun ingat!. Tujuanku kali ini hanyalah ingin mencari sosok yang menyinari dan menghangatkan hatiku di kala aku berada di kegelapan.

Aku sudah tak tahan lagi hidup seperti boneka ini. Akan ku halalkan segala macam cara akan bisa mendapatkan kehangatan itu. Sekali lagi kuucapkan, Qin Shui. Lepaskan aku sekarang juga, atau bersiap siap satu universitas ini akan menjadi kenangan terburuk bagi dunia.''

Terdiam.

Suasana menegangkan dan mencekam, seketika menghilang dari aura kemarahan dan penuh kebencian Qin Shui yang menghilang tiba tiba setelah mendengar alasan Reza berani melakukan hal keji demi mencapai tujuannya.

Terlihat, Qin Shui benar benar rumit menatap Reza. Sampai dia memijat kening karena mendengar alasan Reza yang terbilang... konyol?, atau bagaimana ya?. Ini benar benar membuat Qin Shui ingin sekali memukul Reza karena alasan yang di terimanya.

''Ya, tuhan. Kenapa aku di pertemukan oleh orang bodoh yang mencari kehangatan dari kasih sayang hingga tak mempedulikan baik benarnya perbuatan yang dilakukannya...'' Lemas dan tersenyum kecut Qin Shui seakan meratapi kebodohan Reza.

Ia kemudian berdiri dan berjalan mendekati Reza yang terbingung.

''Apa?!...'' Tanya Reza dengan nada masih penuh kebencian.

Qin Shui tak menjawab. Dia hanya tersenyum lembut penuh kasih sayang dan menepuk kepala Reza dengan lembut dan pelan.

''Rez, jadilah adik ku.'' Lembut, tenang, dan menghangatkan. Tiga hal itu seketika terasa oleh Reza ketika melihat sebuah senyuman tulus penuh kasih sayang dari Qin Shui ketika dia menatapnya.

Wajah Reza merona. Dia terpesona dengan kecantikan Qin Shui saat ini. Ini benar benar terasa hangat di hati kala melihat Qin Shui saat ini.

Dengan wajah gugup, Reza mulai celingat celinguk kesana kemari dengan berkata malu malu. ''A-apa ini?. Apa kau main dukun dukunan?.'' Tak jernih pikiran Reza dalam situasi ini.

Qin Shui hanya terkikik kecil dan tersenyum manis. ''Melihatmu seperti ini, kurasa lebih imut dibanding menunjukkan wajah penuh kebohonganmu yang mencoba pura pura kuat.''

Reza tidak bisa lagi menjawab. Dia merasakan kehangatan hati sama seperti dirinya di peluk oleh Filia di saat di penjara.

Kasih sayang yang paling dia ingin kan, kembali terasa dari sosok Qin Shui ini.

'Aku... Ingin mengubur diriku sendiri.' Batin Reza dengan perasaan benar benar malu.

''Reza, kau tau. Sebenarnya aku tak tau dirimu kenapa. Melihat kau hanya menginginkan kasih sayang... Maafkan aku karena bersikap kasar kepadamu.'' Begitu menenangkan hati dan menghangatkannya, dikala Reza mendengar Qin Shui.

Dia tak menjawab, namun tanpa sadar kepalanya mengangguk pelan dengan wajah merona malu.

''Kau boleh tak menjadi murid di universitas ini. Namun, setidaknya bantulah mereka yang tak bersalah dan kesusahan. Kau nantinya akan mendapatkan apa yang harapkan itu.''

Reza terdiam, wajahnya sudah tak lagi merona malu karena dia memikirkan perkataan Qin Shui.

'Sebenarnya dan ternyata, apa yang paling kuinginkan adalah sosok yang berharga dan juga memberikan kasih sayang kepadaku, kah. Kenapa dari dulu hingga sekarang aku tak pernah merasakan itu?.'

Bimbang dan berkecampuk pikiran Reza saat ini. Dirinya benar benar bodoh hingga menganggap sesuatu yang berharga, hanyalah omong kosong belaka. Dan ternyata, apa yang paling dia inginkan adalah sosok yang berharga itu sendiri.

''Bisakah aku menemukan sosok yang berharga itu?.'' Sepontan, kalimat itu terucap di mulut Reza.

''Lihatlah kedepanmu, maka kau akan menemukannya.'' Balas Qin Shui dengan nada terdengar senang.

Perlahan, Reza mendongakkan kepalanya menatap kedepan dan yang dia lihat hanyalah Qin Shui. Rumit dia memikirkan perkataan Qin Shui, namun beberapa saat kemudian.

Reza menemukan arti dari perkataan Qin Shui.

''Apa kau sudah menemukannya?.'' Tanya Qin Shui dengan nada senang.

Secara tiba tiba, Reza menerjang Qin Shui dan memeluknya dengan erat dan penuh harapan.

''Hangat...'' Satu kata mewakili semua permasalahan yang ada dan menjadi awal mula Reza melakukan semua tindakannya.

Terdiam dalam kondisi berpelukan mereka berdua dan hanya ada mereka berdua saja didalam ruang keluarga karena para pelayan memang sudah kabur dan takut terhadap Reza.

Sudah sejam Reza tak melepaskan pelukan eratnya dari Qin Shui karena nyaman dan hangat hatinya ketika memeluk Qin Shui. Baginya, saat ini dia seakan berada di surga.

''Hei!. Bisakah kau melepaskan aku?. Ini cukup buat orang salah paham tau?.'' Ujar Qin Shui dengan wajah sedikit merona karena tingkah laku Reza yang bisa di salah artikan oleh orang lain.

Seketika, Reza tersadar dari perbuatannya dan segera melepaskan pelukan dan kabur dari ruang keluarga dengan wajah merona malu ingin bunuh diri saja.

---'---

Hari hari berlalu dengan damai tanpa ada pertikaian diantara Reza maupun Filia dan Qin Shui. Namun, saat ini. Reza benar benar malu dan tak punya muka untuk berhadapan dengan Qin Shui maupun Filia atas apa perbuatannya terhadap mereka berdua.

Merasa seperti ini terus menerus tidak baik. Reza menghela napas dan bangkit dari kasurnya yang selama 5 hari ini sebagai bahan pelapiasan dirinya ketika malu.

Dia merenung harus memilih jalan seperti apa selanjutnya.

''Jujur, sebenarnya aku bingung sendiri harus bagaimana?. Entah membunuh atau menyelamatkan orang, aku tidak tau. Dua hal itu tidak ada perasaan sama sekali ketika aku melakukannya.

Mungkin bila dulu, aku akan merasa begitu ketagihan ketika membunuh. Namun, sekarang entah kenapa rasanya hambar tak berasa.'' Gumam Reza dengan perasaan rumit.

Dia sekarang seperti lembaran buku baru. Kosong dan tiada isi yang tertulis untuk mengindahkan buku itu maupun memperburuk buku itu.

Bagi Reza saat ini setelah menerima kehangatan entah dari sosok cahaya berbentuk manusia dan bersuara yang menghangatkan, atau dari Qin Shui maupun Filia. Reza akan mengorbankan segala macam yang dia punya untuk kembali merasakan kehangatan itu.

Untuk Qin Shui maupun Filia. Reza masihlah malu malu dan tak enak hati berhadapan dengan mereka dan meminta kehangatan dari mereka.

Namun, entah kenapa dikala sosok cahaya itu teringat oleh dirinya. Dia merasakan sesuatu perasaan yang berbeda.

''Itu seperti cinta. Cinta Nafsu, Cinta nyata, dan Keindahan Cinta. Tiga rasa itu benar benar membuatku ingin sekali merasakannya kembali dari sosok cahaya itu.'' Menghela napas, Reza menggumamkan perasaan hangat di hatinya dari sosok cahaya yang mendatangi alam bawah sadar dirinya ketika dia tenggelam dalam kegelapan.

''Kurasa lebih baik melatih diri terlebih dahulu. Richa, bisakah kita mulai pelatihan kekuatan Jiwa dan Tubuh?.''

...----------------...

.....................

1
Kirana/
Yaa...
Kirana/
🗿
Kirana/
eehhh...
Kirana/
Bagus novel nih kok Sepi yg komen
Kirana/
Hooh....
Kirana/
Kenapa udah tamat?
AzaZel
lah....ada Sugiono tuh
AzaZel
haaaaah. udah GK seru lagi kayak chapter sbelumnya....
riski harum p
mc ampas
® END © [tamat]
bagaimana tidak sedikit yg membaca ceritanya saja membingungkan dan tak jelas
Peternak Macan
refresing otak ,dulu cari refrensi sekalian pikir mau di bawa ap nih cerita ,cerita ini sepi itu bukan karna pembaca nya dah bosen tapi saya yg sebagai pembaca dari awal ampek sekarang merqsa cerita di awal dah bgs tpi di pertengahan sampek akhir autor publish gk ada yg msk ke cerita pertama,terlalu fokus ke 1 pov aj ,kalok bisa alur sama pov cerita itu seimbang sehingga jalan cerita itu jadi menyambung ,dan plot cerita jangan terlalu di tutupin ,itu malah membuat cerita jadi gk menarik ,karena kebanyakan y gk banyak sih paling gwe aj itu si MC melawan eksistensi malah kalk perlu banyakin pertarungan MC ,mau pkk topeng apa jubah gk pp yg penting pov MC klr jangan sembunyi aj ,emang kekuatan op kalok di tutupin pasti akan ke bongkar kan makanya saran aj MC lebih terbuka mau nutupin pkk apa kek terserah
Peternak Macan
thor menurut pawang nih ya,ceritanya jafi agak mlenceng dari awal ,sehingga kalok mau baca tuh bingung nih cerita mau di bawa ke mana ,emang berfariasi itu penting tapi jangan lupaain alur nya itu jangan kepleaet dikit dikit aj kepleset pasti rombak smua tor udah itu aj
Juan
whadefok ending yg sangat membangongkan
Khalil
nice
Peternak Macan
lihatlah tanda merah di pipi
Bekas kaki bapak
Juan
menghamdeh
Juan
mangat man
Ali Akbar
lanjut thor
Al^Grizzly🐨
Semangaatt
sikiro
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!