Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Keesokan harinya,,
Elfaro sudah mendamaikan hatinya dan iya mau menerima jika kay memilih orang lain bukan dia, dia kembali lagi sarapan bersama ayah dan ibu
" Pagi ayah.. pagi ibu " ucap Elfaro
" Pagi nak " ucap mereka
" Kamu mau makan apa " tanya sang ibu
" Aku mau roti Bu, dengan isi coklat " jawabnya
" Kamu masih saja manja pada ibumu.. harusnya kamu sudah punya kekasih sudah dewasa begini " ucap sang ayah
" Belum ada yang mau " ucap Elfaro
" Bukan belum ada yang mau, tapi anak kita ini pemilih loh ayah " sindir ibu
" Apa perlu ayah jodohkan kamu dengan anaknya teman ayah.. " ucap sang ayah sambil tersenyum
" Jangan ayah aku bisa cari kekasih sendiri " ucap Elfaro
" Aku tidak akan mencari wanita lain karena yang aku cinta hanya Kanaya ayah.. ibu " ucap Elfaro dalam hatinya
" Ibu akan panggilan kan dulu kay " ucap sang ibu
" Biar El saja yang panggilkan " ucapnya
" Baiklah.. " ucap sang ibu
Elfaro segera menuju kamar Kanaya dengan wajah ceria dan senang.
Tok... Tok... Tok...
" Kay... bangun Kay... " ucap Elfaro
" Ko ga ada yang jawab " ucap Elfaro heran iya pun segera membuka pintu tersebut
Ceklek,,
" Kay.. Kay... " ucap Elfaro masih mencari-cari
" Kenapa dia tidak ada ya " ucapku Elfaro sendiri
Iya pun segera menanyakan keberadaan Kay pada seorang pembantu yang mau membereskan tempat tidur kanaya
" Bik, lihat Kay tidak " tanya Elfaro
" Maaf Tuan, seingat saya Nona Kay tidak pulang " ucap sang pembantu
" Apa.. " ucapnya langsung mengambil handphonenya dan mencoba menghubungi Kay namun tidak aktif
" Sebenarnya kamu dimana sih Kay, jangan bikin Kaka khawatir " ucapnya Elfaro langsung bergegas pergi
" Ibu ayah Elfaro pamit ada meeting dadakan dengan klien penting " ucapnya sambil melangkah pergi
" Ini sarapan mu belum habis " ucap sang ibu
" Aku bisa sarapan dikantor " jawabnya
" Kay dimana El " tanya sang ayah
" Aku tidak boleh membuat ayah dan ibu khawatir " batin Elfaro
" Kay kemarin bilang sama aku kalau dia lagi ada tugas diluar kota meninjau perusahaan cabang disana " ucap bohong Elfaro
" Baiklah kalau begitu " ucap Sang ibu
Elfaro langsung menciumi tangan ayah dan ibu lalu iya segera pergi kedalam mobilnya dan segera pergi menuju kantor Kay dengan kecepatan tinggi karena iya sangat mengkhawatirkan kondisi Kay, karena tidak seperti biasanya.
Sesampainya disana Elfaro segera menuju ruangan Kay, namun Ruangannya kosong lalu iya bingung dan bertanya pada sekretaris Kay.
" Kamu.. " ucap Elfaro pada Meli
" Iya Tuan " ucap Meli
" Dimana Kay " ucap Elfaro to the points
" Nona Kay... sedang ada diluar kota " ucap Meli dengan gugup
" Kamu jangan bohong " bentak Elfaro
" Saya tidak bohong Tuan " ucapnya ketakutan
" Terus kenapa handphonnya tidak aktif " ucap Elfaro
" Mungkin tidak ada sinyal " ucap meli masih ketakutan
" Tuan Elfaro menakutkan jika sedang marah " batin Meli
" Jika terjadi apa-apa dengan Kay, kamu akan tau akibatnya " ucap Elfaro melangkah pergi dari sana
" Kenapa jadi Saya yang disalahkan " ucap meli kesal sendiri
Elfaro segera menuju kantornya dan menghubungi Kay Sepenjang perjalanan kesana, namun masih tidak aktip
" Ada apa denganmu Kay... " ucap Elfaro khawatir
" Aku tidak mungkin menghubungi ayah dan ibu akan hal ini, aku tidak mau mereka sedih " ucap Elfaro dengan wajah paniknya
.
...****************...
.
Sesampainya dikantor Elfaro segera menuju ruangannya dengan wajah panik, kesal dan marah.
" Pagi Tuan " Sapa Ramli namun tak dijawab oleh Elfaro
" Ada apa lagi ini, semoga Tuan tidak marah-marah lagi " batin Ramli
" Ramli " panggil Elfaro
" Iya Tuan " ucapnya
" Kamu lacak keberadaan Kanaya, dan cari tau sekarang dia kenapa dan ada di mana " ucap Elfaro
" Baik Tuan " ucap Ramli melangkah pergi dari ruangan sang majikan dan menelpon semua maka buahnya untuk mencari Kanaya.
Sedangkan Elfaro sekarang sedang gelisah karena memikirkan keberadaan sang adik yang iya sayangi.
" Kamu dimana sih Kay, aku tidak memaksamu bersama ku.. aku sudah merelakan mu.. jangan buat hatiku tidak tenang begini " batin Elfaro
Ramli pun kembali keruangan sang majikan dengan membawakan beberapa file untuk ditandatangani oleh sang majikan
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan " ucap Ramli
" Bagaimana apa Kau sudah tau sekarang Kay dimana " ucap Elfaro
" Belum Tuan, anak buah saya sedang melacaknya " ucap Ramli
" Awas saja sampai Kay tidak ketemu saya akan menghajatmu " ucap Elfaro
" Baik Tuan " ucapnya
" Lalu mau apa Kau kesini " tanya Elfaro
" Saya ingin memberikan beberapa file yang harus anda tandatangani " ucap Ramli
" Taruh dimeja saya.. saya tidak bisa bekerja jika pikiran saya seperti ini " ucap Elfaro dengan wajah khawatir
" Bagaimana jika Tuan tanyakan pada teman-teman nona Kay, siapa tau Nona Kay pernah pergi ke temanya atau temanya ada yang tahu keberadaan Nona kay " ucap Ramli
" Kamu benar... tapi siapa teman Kay aku tidak tahu " ucap Elfaro
" Atau Tuan tau siapa yang sedang dekat dengan nona Kay.. kita tanya dia saja " ucap Ramli
" Siapa ya... " ucap Elfaro
" Mana aku tau Tuan.. saya tidak terlalu dekat dengan Nona Kay " batin Ramli
" Jangan-jangan si Defano tau dimana Kay " ucap Elfaro
" Tidak ada salahnya jika kita bertanya.padamya Tuan " ucap Ramli
" Baik, kita segera pergi ke perusahaan Defano sekarang " ucap Elfaro melangkah pergi dari Ruangannya
" Jatuh cinta memang bikin orang seperti linglung.. itu sebabnya aku tidak mau jatuh cinta.. " ucap Ramli dalam hatinya
Ramli segera menyiapkan mobil, Elfaro pun dan Ramli segera pergi menuju kantor Defano dengan perasaan kesal, marah dan gelisah.
.
...****************...
.
Sesampainya disana Elfaro segara masuk kedalam perusahaan tersebut, sang petugas pun menghadang Elfaro namun iya tak peduli iya segera masuk kedalam
" Maf anda siapa mau bertemu siapa " ucap salah satu satpam diaana
" Minggir saya mau bertemu dengan Defano " ucap Elfaro
" Maf Tuan apakah anda sudah membuat janji terlebih dahulu " ucap sang satpam
" Aku tidak peduli " ucap Elfaro memberikan tatapan tajam pada sang satpam
Elfaro segera masuk kedalam ruangan Defano, disana terlihat ada seorang wanita cantik berada diruangan itu sambil berpelukan dengan Defano
" Defano " bentak Elfaro
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?