NovelToon NovelToon
Janjiku Kepadamu Anindya

Janjiku Kepadamu Anindya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:43.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Muhammad Ridho

(Sedang Tahap Revisi)

Terkadang Cinta itu bisa merubah segalanya, Keras nya batu akan melunak.
Terpaan dingin akan menghangat.
Ketika kita bertemu dengannya.

Seperti Aku melihat wajahnya saat hari pertama sekolah, Aku-lah Gilang Sanjaya berharap mewujudkan cinta kepada dia Anindya.

Halangan dan Rintangan akan daku hadapi untuk menikahi dia, ketika waktu itu telah tiba.

☪. Cerita Cinta Remaja bernuansa Islami

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan

Begitulah manusia yang mempunyai hasrat dalam dirinya, ketika melihat lawan jenisnya cantik atau tampan pasti langsung terpesona. Seperti itulah yang aku rasakan saat ini, ada satu wanita membuatku terkesima.

"Apakah kalian sudah sarapan sebelumnya, Dek?" tanya Kak Putra menghamburkan lamunanku.

"Sudah, Kak!"

"Kenyang gak?" tanya lagi Kak Angga.

"Alhamdulillah kenyang, Kak," jawab kami lagi.

"Kalau kakak sih sudah sarapan, tapi bawaan lemes nih," ucap Kak Angga.

"Loh kenapa gitu, Kak?"

"Iya nih, soalnya stamina kakak habis karena melihat senyumnya Kak Nissa."

"Bucin terus!" teriak kami.

Ya begitu lah jika kita sedang falling in love, pasti ngebucin bawaannya.

"Selamat pagi semua!" Seorang siswi berdiri melambai di atas panggung.

"Selamat pagi, Kak!"

"Selamat pagi, Sayang!"

"Selamat pagi wahai calon bidadari!"

"Selamat pagi ibu dari anak-anakku!" Begitulah sambutan para kami semua para peserta MOS tahun ini

"Aduh, kakak jadi malu nih." Siswi itu menutup mulutnya yang sedang tersenyum. "Ada pepatah lama mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Oleh sebab itu mari kita berkenalan. Nama kakak Ayu Cinta Lestari, kelas sebelas multimedia sekaligus menjadi wakil ketua OSIS." Sambungnya.

"Kak Cinta! Cintailah aku!" seru seorang lelaki dari peserta MOS.

"Woy! Dia pacar aku!"

"Dia istri aku!"

"Dia! Dia bukan siapa-siapa aku."

Semua yang berada di ruangan ini tertawa karena akibat perilaku konyol peserta MOS tahun ini.

Perempuan yang menjadi pembawa acara MOS sangatlah cantik jelita, rambut kuncir kuda, wajah putih bersih mempesona, serta senyumannya layaknya bunga desa.

"Hai," ucap kak Cinta mencoba menstabilkan kondisi yang riuh.

"Hai juga!"

"Hai juga, Sayang!"

"Main game yuk!" seru siswi itu.

"Ayo, Kak!"

"Oke, permainannya gampang. Nanti saya akan berikan kalian tongkat, nah kalian akan saling oper-operan ke temen kalian sampai lagu berhenti, paham kan." Sambil memberikan tongkat kepada anak paling depan.

"Kita mulai dengan lagu balonku ada lima, nanti kalian ikutan nyanyi ya," ucapnya, lalu memberikan kode kepada panitia yang bertugas di bagian sound.

Balonku ada lima.

Rupa-rupa warnanya

Hijau kuning kelabu merah muda dan biru

Meletus balon hijau.

"Dorr!" teriak seluruh manusia yang ada di area itu.

Seluruh peserta kegirangan ketika lagu itu berhenti. Namun ternyata oh ternyata dewi fortuna tidak berdamping dengan diriku. Kegirangan sebelumnya yang menghampiri, menjadi nestapa karena tongkat itu berhenti tepat di dekapan tanganku.

"Ah sial kenapa aku sih?"

Irwan tertawa kencang. "****** kau, Bambang," ceteluk Irwan kesenangan.

"Lu hobi banget dah gonta ganti nama orang." Penuh jengkel aku berkata seperti itu.

Setelahnya pembawa acara memanggilku.

"Ayo maju ke depan ya," ucap kak Cinta.

"Maju! Maju! Majuu!" teriak mereka kencang, apalagi si kampret Irwan berteriak kegirangan kesenangan.

'Semoga gak aneh-aneh permainannya.' Aku menggelengkan kepala, lalu beranjak naik ke atas panggung.

Ada rasa malu ketika menuju arah pentas itu berlangsung, semua pandangan bola mata tertuju ke arahku.

"Ayo sini di dekat kakak, Dek."

Sesampainya di dekat kak Cinta, ia memberikan aku microphone. "Siapa namanya, Dek?" tanya dia.

"Nama saya Gilang Sanjaya, Kak," jawabku.

"Panggilannya apa?"

"Gilan-" Belum selesai aku menjawab tiba-tiba Irwan dengan lantangnya berteriak.

"Panggilannya Anjay, Kak!"

Histeris semua tertawa karena ucapan Irwan, tapi tidak untuk diriku yang menahan malu.

'Wan, pulang dari sini. Kita baku hantam.' Aku melototi ke arah Irwan. Bukannya sadar akan perbuatannya yang mempermalukan aku, dia membalas tatapan tajam ini dengan senyuman meledek.

"Waduh, Dek. Panggilanmu ternyata nyeleneh sekali," ucap kak Cinta. "Kita akan main truth or dare. Nah, Gilang mau pilih truth atau dare?" Sambungnya bertanya.

"Hmm, kalau harus memilih. Aku pilih Kakak aja deh," ucapku bercanda yang membuat semua tertawa.

"Eh?! Kamu gombal ya, bisa baper kakak kalau diginiin. Serius kenapa," ucap kak Cinta tersipu malu.

"Wah, baru kenalan udah ngajak serius aja," ucapku bercanda.

Seperti itulah aku mencoba mengikuti alur yang sedang menimpa, agar tidak terlalu kaku dan meredam malu dalam peristiwa bersejarah di setiap mereka yang baru masuk sekolah.

Kak Cinta tertawa kecil. "Gilang, bikin gemes deh," jawab Kak Cinta malu.

"Aku pilih truth aja deh, Kak."

"Nah Oke, kalau gitu ambil satu gulungan kertas yang ada di kotak ini," ucap Kak Cinta.

Dengan mengucapkan bismillah dalam hati, berharap tidak mendapatkan hal-hal nyeleneh yang akan aku lakukan, mengambil acak kertas-kertas gulungan itu dan memberikan ke Kak Cinta.

Perempuan kuncir kuda itu membuka perlahan gulungan kertas kecil yang terikat oleh simpulan benang biru. "Nyanyiin satu lagu buat mantan!" teriak Kak Cinta yang membuat semua orang histeris.

"Ha?! Alumni ngapain dibahas-bahas? Lagian aku gak punya mantan, Kak. Aku masih perjaka ting-ting," ucapku bercanda.

Kak Cinta kembali tertawa kecil. "Kamu ini bisa aja ngelesnya." Dia menggelengkan kepalanya. "Oke, sekarang kamu nyanyikan lagu tentang kakak aja deh, eh maksudnya tentang cinta gitu," sambung Kak Cinta.

"Tentang cinta ya? Oke aku nyanyikan untuk, Kakak." ucapku.

Aku menyanyikan sebuah lagu dari penyanyi solo bernama "Anji" dengan judul "Menunggu Kamu" yang menurut beberapa ahli bahkan pendengar sangat romantis, lagu itu lah yang aku nyanyikan pada hukuman kali ini.

Pada saat menyanyikan lagu itu, entah mengapa pandangan aku mengarah kepada seorang perempuan berjilbab putih, yang sedang tersenyum menatapku.

'Aku ingin berkenalan lebih lanjut dengannya.'

1
Dhina ♑
halo Gilang
Zolovelypeony: halo kak, yuk mampir juga baca cerita aku, judulnya Camelia Rahma: Kamulah Jodohku 🤗🍁
total 1 replies
Bu Fit
ikutan dong makan. bakso mercon nya

😁😁

#FWC#
Bu Fit
jadi deg deg kan aku thor
#FWC#
Bu Fit
sadis amat thor, beruang Wkwkwk

#FWC#
Bu Fit
aamiin moga terkabul ya doa mu
#FWC#
Bu Fit
so sweet rencanaya, moga lancar
#FWC#
Bu Fit
kesel ya kalau yg jawab OP nya bukan orangnya . semangat ya thor jan ikutan kesal.

#FWC#
Bu Fit
boleh ikutan nggak thor, aku juga mau jadi pendekar
😀😀😀
#FWC#
Bu Fit
jan ikutan galau ya thor
😁😁😁
#FWC#
hanifatulhsn_
semangat kaakkk☺😊 ceritanya bagus, keren.
Sept September
jempollll
Sept September
like ya
Sept September
semangat kakakkkk 🤗 pengunjung setia 😂
G.
lanjut thor
Mei Pertiwi
lucu
annidya
Next thorrr
Raihan Ramadhan Nasution
lanjut dho
Zahra
lagi
annidya
Lah ak masih smp
annidya
Kyk ngerasain ada di dalam ceritanya apa karena namaku annidya ya😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!