NovelToon NovelToon
Istrinya Ustadz Part. 2

Istrinya Ustadz Part. 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Pihak Ketiga / Cinta Murni / Suami ideal / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Bismillahirohmanirohim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Readers gemez kesayangan. Salam sejahtera bagi yang Non Muslim.

Berjumpa lagi dengan Author Rose Noor dalam ISTRINYA USTADZ part.2. Ini adalah kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?. Maka dari itu bagi yang baru mengikuti karya Author ISTRINYA USTADZ part.2 ini, ada baiknya membaca dahulu ISTRI USTADZ? agar faham dengan alur ceritanya.

Kisah Istrinya Ustadz part.2 ini akan menceritakan tentang Hasna, Ustdz Afnan dan Anak-anak nya dengan beberapa konflik dan penyelesaian nya.

"Aku tidak ingin menjadi siapa dan apapun. Aku hanya ingin tetap menjadi Hasna ISTRINYA USTADZ." Hasna Aulia Zaharni.

"Kamu memang tidak harus menjadi apapun dan siapapun. Jadilah diri mu sendiri sebagai Hasna yang ku kenal, yaitu ISTRINYA USTADZ. Namun alangkah lebih baik nya, jika kamu dapat menambah kualitas diri mu, dengan memperkaya ilmu," Afnan Al-jaris.

Pernikahan Adrian dan Angela di warnai keonaran, penyebab nya adalah, seorang tamu tidak di undang yang ingin merebut Angela dari Adrian. Siapakah dia?

Dalam ISTRINYA USTADZ part 2 ini akan muncul beberapa tokoh baru. Siapakah mereka?

Hotel Afnan di teror Bom dan di saat yang bersamaan, Anak-anak mereka menjadi korban penculikan. Apakah keluarga ponpes Hubbul Wathan mampu tabah dalam melalui nya? Siapakah gerangan si pelaku?

Di lain waktu, Hasna dan Lintang harus menempuh pendidikan Pascasarjana nya di Turki, atas keinginan para suami, tanpa melalui perundingan. Namun Hasna dan Lintang menolak. Lalu cara kocak apa yang akan mereka gunakan untuk menggagalkan rencana para Suami.

Impian Hasna untuk menjadi juara dunia di arena balap motor sudah hampir terwujud, namun bagaimana dengan Afnan dan rumah tangga mereka. Jika Hasna harus stay di benua Eropa selama dua tahun, karena terikat kontrak dengan salah satu club motor yang menaungi nya.

Ikuti Kisah lanjutan dari ISTRINYA USTADZ?

Selamat membaca. Akhirul kata, Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarrokatuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Kediaman Adrian

"Biyyaaa! deniiiit," teriak keduanya membuat Afnan malu dan salah tingkah. Ia lupa saat ini Twins ada di hadapannya.

"Hehe, Astaghfirullah maaf Sayang! Biyya hanya ingin membetulkan niqab Mimma yang agak miring," ucap Afnan ngeles.

"Iiih Biyya sudah mulai mengajarkan mereka berbohong itu, pintar sekali ngeles nya lagi sudah mirip bazaz di Jakarta," ucap hasna menyeringai.

'SubhanAllah, Biyya di samakan dengan bazaz," timpal Afnan dengan mengekeh.

"Baik, Biyya ambil air wudhu sebentar ya," pamit Afnan. "Cepat By," jawab Hasna. setelah mengiyakan Afnan pun pergi ke kamar nya untuk mengambil air wudhu sebelum pergi. Tak berapa lama ia kembali dengan mengenakan Cardigan yang sempat ia lepas.

"Sudah, Ayok berangkat Biy, semuanya sudah rapi kan?" tanya Hasna sembari mengamati Anak dan suaminya bergantian dari atas hingga bawah.

"Sudah, let's go Twins," ucap Afnan seraya membentangkan kedua tangan nya pertanda akan menggendong kedua anak nya.

"Biy, Nanti kusut lagi dong pakaian nya. A'a dan Dedek jalan saja ya sayang, tak perlu di gendong nanti pakaian nya berantakan lagi," protes lembut Hasna.

"Baiklah Imma," ucap serempak Twins.

"Baik, ayok pegang tangan Biyya saja!" ucap Afnan dan keduanya pun menurut. Afnan dan kedua Anaknya jalan bersebelahan dengan Afkha dan Afsha di tuntutun oleh Afnan. Afkha di sebelah kanan dan Afsha di sebelah kirinya.

Setelah menempatkan Twins duduk dengan baik di bangku belakang mobilnya dan memakaikan sabuk pengaman juga. Ia segera menjemput Hasna yang sedang mengunci pintu.

Afnan mengulurkan tangannya. "Mari sayang," ucapannya. "Terimakasih Byby sayang," Hasna menerima uluran tangan Afnan dengan tersenyum malu-malu. Lalu mereka berjalan berdampingan dengan kedua tangan mereka saling bertaut.

Setelah melafalkan Doa hendak berpergian.

Akhirnya mereka pun meninggalkan rumah kecil untuk menunju kediaman Adrian terlebih dahulu, baru nantinya menuju Villa Granny.

"Pukul berapa Akad nikah nya sayang?" tanya Afnan di balik kemudi sembari melajukan mobilnya menuju jalan raya utama.

"Pukul sepuluh By!" jawab Hasna sembari sibuk dengan ponselnya. "Ouh pukul sepuluh, sedangkan sekarang pukul delapan," tukas Afnan.

"Masih ada waktu dua jam By, kan berangkat dari rumah Adrian pukul delapan tiga puluh. Nanti masihlah dapat Istirahat di Villa Granny sebelum Akad," timpal Hasna.

"Sayang, Dek Arsya ingin bicara dengan kalian nih di video call. Katanya Rindu A'a dan Kaka," ucap Hasna sembari menyodorkan ponselnya yang sudah terhubung ke video call.

"Baik Imma cayang," ucap keduanya.

Tak lama wajah Arysa muncul di dalam layar ponsel bersama Ubaydillah. "Assalamu'alaikum A'a Kha dan Kaka Sha," sapa Ubaydillah sembari menggendong Arsya.

"Wa'ayaikum tayam O'om. Hai Dek G," ucap Afkha menjawab sapaan mereka.

"Aaii," terlihat Arsya melambaikan tangan nya. Dan mereka pun akhirnya mengobrol sebagai obat Rindu.

Sedangkan di kursi paling depan Hasna dan Afnan saling melempar senyum, tangan kiri Afnan berada di pangkuan Hasna dengan jari mereka saling bertaut. Dan tangan sebelah kanan nya berpegangan teguh pada stir mobil.

**

Dua puluh menit mereka sudah sampai di kediaman Adrian.

"Alhamdulillah sudah sampai, ayok turun sayang," ajak Afnan pada Hasna dan Twins.

Setelah membukakan pintu mobil untuk Hasna. Afnan pun menurutkan kedua Anak nya lalu menggandeng kedua Anaknya dan di ikuti Hasna dari belakang, mereka masuk ke dalam rumah Adrian yang sudah ramai oleh sanak saudara mereka.

"Assalamu'alaikum," sapa Afnan.

"Wa'alaikum salam," jawab yang ada di dalam serempak, Pak Wiranata Ahmad dan Istri yaitu Rosalie Ahmad menyambut kehadiran mereka dengan senyuman sumringah.

"Mari masuk pak Afnan Bu Hasna, Masya Allah Twins," ucap Bu Rosalie Ahmad mempersilahkan mereka untuk masuk.

"Terimakasih, Pak Nata Bu Ros," ucap Afnan.

"Adrian nya mana Bu?" tanya Hasna Ketiak sudah berada di dalam.

"Ada di kamar nya, Sedang berpakaian, sebentar lagi juga turun! mari Bu Hasna dan pak Afnan, duduk dulu atau makan saja dulu, kami sudah menyiapkan prasmanan," jawab Bu Rosalie.

"Terimakasih Bu! kami sudah makan di rumah sebelum kemari," timpal Afnan seraya duduk di sofa ruang tamu rumah Adrian

"Kalau begitu, minum kopi saja dahulu, agar tidak mengantuk Pak!" tawar pak Wiranata. Bukan maksud mencari muka, bagaimana pun pak Afnan adalah tamu kehormatan nya.

Lagi pula pak Wiranata ini juga sedang memuliakan tamunya. Selain pada Afnan pun ia akan berusaha menyambut tamu nya dengan baik.

*Dalam Islam, memuliakan tamu adalah sebuah amal shalih yang pahalanya bukan saja akan dibalas oleh Allah di akhirat sebagai tabungan, tapi juga akan mendapatkan balasan secara langsung di dunia yang akan segera dirasakan oleh pelakunya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Man kana yu'minu billahi walyawmil'akhir falyukrim dhoyifan

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Alquran pun memberikan teladan dalam kisah Nabi Ibrahim AS. Suatu hari, Nabi Ibrahim menerima dua tamu yang tidak dikenalnya. Tamu-tamu itu adalah malaikat yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan kabar akan kelahiran Ishaq, anak Nabi Ibrahim dari Siti Hajar.

surat az Dzariyaat [51] ayat 24-30:

24.

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Hal ataaka hadiitsu dhaifi ibraahiimal mukramiin(a)

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

25.

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ

Idz dakhaluu 'alaihi faqaaluuu salaaman qaala salaamun qaumun munkaruun(a)

(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman", Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.

26.

فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ

Faraagha ila ahlihi fajaa-a bi'ijlin samiinin

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar)

27.

فَقَرَّبَهٗٓ اِلَيْهِمْۚ قَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ

Faqarrabahu ilaihim qaala alaa ta'kuluun(a)

lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "Silakan kamu makan".

28.

فَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ

Fa-a-ujasa minhum khiifatan qaaluuu laa takhaf wabasy-syaruuhu bighulaamin 'aliimin

(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).

29.

فَاَقْبَلَتِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ

Fa-aqbalatiimraatuhu fii sharratin fashakkat wajhahaa waqaalat 'ajuuzun 'aqiimun

Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".

30.

قَالُوْا كَذٰلِكِۙ قَالَ رَبُّكِ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ ۔

Qaaluuu kadzalika qaala rabbuki innahu huwal hakiimul 'aliim(u)

Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan". Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

"Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda (Apabila seorang tamu masuk ke rumah seorang mukmin, maka masuk pula bersama tamu itu seribu rahmah dan seribu berkah. Allah akan menulis untuk pemilik rumah itu pada setiap suap makanan yang dimakan oleh tamunya seperti pahala haji dan umrah.” (HR. Dailami). Inilah pahala memuliakan tamu yang begitu hebat."

Nabi Muhammad SAW pun tidak hanya menerima tamu dari kalangan Muslim saja. Beliau pun menerima tamu dari kalangan Non muslim dengan menyuguhkan susu segar kepada mereka.

Semoga rumah kita termasuk rumah yang senantiasa dimasuki tamu sehingga kita mendapatkan dua pahala sekaligus. Pertama, pahala dunia berupa adanya kemudahan untuk saling bertukar informasi dan kebutuhan baik primer, skunder, dan tetier. Kedua, pahala akhirat, berupa masuknya seribu rahmah dan seribu berkah ke dalam rumah. Termasuk, pahala seperti haji dan umrah.

Afnan melirik pada Hasna meminta izin untuk meminum kopi yang di tawarkan pak Wiranata dan Hasna mengangguk pelan namun pasti, sebagai tanda mengizinkan Afnan meminum kopi karena rasa hormat pada tuan rumah.

"Baiklah Pak, kopi hitam dengan sedikit gula," ucap Afnan.

"Lalu Ibu Hasna mau kopi atau teh atau yang lainnya?" tanya Ibu Rosalie.

"Air putih hangat saja Bu! terimakasih," jawab Hasna.

"A'a Kha dan Dedek Sha, mau susu rasa strawberry ya," tawar Ibu Rosalie.

Afkha dan Afsha menatap Hasna. Hasna mengerti kedua Anak nya sedang meminta Izin. "Terimakasih Bu, tapi jangan yang dingin," ujar Hasna cepat, membuat kedua Anak nya senyum sumringah.

"Di tunggu sebentar ya," ucap Bu Rosalie dengan senyuman lalu, melenggang ke arah dalam.

"Tyukyon Mimma ( Syukron)," ucap keduanya pelan setelah Ibu Rosalie beranjak ke arah dalam.

"Afwan sayang," balas Hasna setengah berbisik.

"Assalamu'alaikum Om Ustadz, Nana..Hai Twins," tiba-tiba saja Adrian muncul dari dalam ruangan.

"Wa'alaikum salam..Waah calon pengantin nya sudah rapi," ucap Afnan lalu berdiri dan memeluk Adrian.

"Doakan segalanya lancar ya Om," ucap haru Adrian. Ada rasa tidak nyaman di dalam hatinya walaupun ini hari pernikahan yang sudah ia tunggu-tunggu.

Entahlah perasaan apakah, Adrian memilih menepis nya dan berfikir positif. "Insya Allah Drian," ucap Afnan.

Tak berapa lama Ibu Rosalie menghampiri mereka dengan seorang Art nya yang membawa nampan berisi camilan, kopi, air putih hangat dan dua kotak susu strawberry untuk Afkha dan Afsha.

"Nah, silahkan di minum," tawar Bu Rosalie.

"Terimakasih Bu!" ucap Afnan dan Hasna bersamaan.

"Ini untuk Twins nya Paman Iyan," ujar Adrian memberikan dua kotak susu pada Afkha dan Afsha.

"Telimaacih Paman," ucap keduanya dan menyambut senang dua kotak susu tersebut, lalu setelah mengucapkan Bismillah mereka meminum nya.

"Sama- sama Sayang," balas Adrian.

***

Pukul 8. 45 Keluarga Adrian sudah bersiap untuk menuju Villa Granny, karena Acara ijab qobul akan di langsungkan pukul 10 siang nanti.

Merekapun berangkat menuju kediaman Granny.

Bersambung.....

1
Zahra Khairunnisa97
torrr nama asli visual afnan siapa tor
Citi Nuryoni
👍
Miasell Tea
ter jawab sudah rasa penasan ku tentang mambruk alfa mabruk
Renesme
Bagus. Jadi banyak belajar doa2. Seru juga
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Anonim
Luar biasa
Oktavia
part ini aku juga ga bisa bca
Oktavia
kenapa part ini tdk bisa kebaca ya ceritanya thot, hilang dan oangsung kolom komentar
Oktavia
kok ga bisa baca part ini ya
SEPTi
lucu ya si Ubay udh gede aja masih Dedek utun 🤣🤣🤣🤣🤣
SEPTi
wah kayaknya adem ayem bgt ya kalau jadi Hasna dan Afnan 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Yurniati
tetap semangat thorr
Sakia
👍👍👍
Sakia
sslu baper sma kemsraan mrka☺
Sakia
makasih bun rose dpt ilmu lgi sllu ❤️🧡💛 sma novel ini, kngen dh lma gk bca dikrnakn HP ku rsak ☺
Sakia
dh lma gk bca " bru mcul, kngen ma crta ni
Oktavia
thor mau tanya dong…. aku baru baca spi part dimana ustad cerita ke nana soal jumlah asset2 yg dia dan ubaydillah miliki. itu di part mana ya ?soalnya aku ga nemu mau baca lanjutannya. yg pertama atau kedua ya dan part brp. tks
Evi Rizky
part'y bikin sedih jd baca sambil mewek Thor😭
Abiy Dewa
good novel
Ama Rhylis
terimakasih author udah bikin novel sebagus ini...
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!