NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu tak diundang

Gedung Arshaka Group menjulang angkuh di pusat bisnis Jakarta, dinding kacanya memantulkan kesibukan kota yang tak pernah tidur. Namun, di lantai 45, suasana terasa seperti di dalam lemari es. Dingin dan menekan.

Ravion duduk di balik meja kerja mahoninya, menatap tumpukan berkas pelamar sekretaris yang dikirim oleh divisi HRD. Tangannya lantas membanting berkas-berkas itu ke lantai.

"Tidak ada yang becus," desisnya. "Aku butuh seseorang yang bisa bekerja di bawah tekanan, bukan sarjana baru yang hanya tahu cara berfoto di kantor."

Tepat saat itu, pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan.

Seorang gadis masuk dengan langkah ragu. Ia mengenakan kemeja putih polos dan rok kain hitam yang tampak baru disetrika, rambutnya diikat ekor kuda dengan rapi. Wajahnya ceria, namun matanya memancarkan rasa gugup yang jelas.

"Selamat pagi, Pak. Saya Elfesya Arawinda. Saya di sini untuk—"

"Keluar," potong Ravion tanpa menoleh.

Elfesya terdiam di ambang pintu. "Maaf, Pak? Saya sudah dijadwalkan untuk wawancara hari ini. Nenek Lastri yang bilang—"

Ravion berdiri, langkah kakinya yang berat menggema di lantai marmer. Ia menghampiri Elfesya, menjulang tinggi di depan gadis itu. Matanya yang tajam menatap Elfesya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan.

"Dengar, Nona Penolong Jalanan," suara Ravion rendah namun menusuk. "Ini perusahaan kelas dunia, bukan panti jompo. Kamu baru lulus kuliah, tidak punya pengalaman, dan hanya bermodal 'kasihan' dari seorang nenek yang sedang linglung. Kamu pikir bisa bertahan di sini?"

Elfesya menarik napas panjang, mencoba menjaga senyumnya meski hatinya mulai panas. "Saya memang belum berpengalaman, Pak Ravion. Tapi saya cepat belajar. Dan saya di sini melamar kerja secara profesional, bukan meminta sedekah."

"Profesional?" Ravion tertawa sinis. "Kamu memanfaatkan nenekku untuk masuk ke sini. Itu namanya manipulasi. Aku tahu tipe gadismu. Kamu mendekati orang tua kaya, bersikap manis, lalu berharap bisa masuk ke keluarganya. Sekarang, silakan keluar sebelum aku memanggil keamanan."

"Ravion Arshaka! Jaga mulutmu!"

Suara lantang itu membuat Ravion mematung. Di belakang Elfesya, Nenek Lastri muncul dengan tongkatnya, didampingi oleh seorang supir. Wajah sang nenek memerah karena marah.

"Nenek? Kenapa ke sini?" Ravion bertanya dengan nada yang langsung melunak, meski rahangnya mengeras karena kesal.

"Kalau Nenek tidak ke sini, kamu pasti sudah menendang gadis baik ini!" Nenek Lastri menarik tangan Elfesya, membawanya masuk lebih dalam ke ruangan itu. "Nenek yang menyuruhnya melamar. Dia tidak salah apa-apa!"

"Nek, dia tidak punya kualifikasi. Dia hanya lulusan baru yang—"

"Dia punya hati! Itu kualifikasi yang tidak kamu punya!" potong Nenek Lastri tegas. Ia kemudian duduk di sofa mewah di sudut ruangan. "Sekarang, terima dia sebagai sekretaris pribadimu. Atau Nenek akan duduk di sini sampai besok pagi dan tidak akan menyentuh obat jantung Nenek sedikit pun."

Ravion mengepalkan tangannya hingga buku-bukunya memutih. Ia menatap Elfesya yang tampak merasa bersalah sekaligus bingung di samping neneknya. Di mata Ravion, Elfesya adalah ancaman. Seorang gadis ceria yang sengaja menggunakan neneknya sebagai tameng untuk mendapatkan posisi di perusahaan ini.

Sangat licik, batin Ravion.

"Baik," ucap Ravion akhirnya, suaranya terdengar seperti geraman. "Dia diterima. Tapi hanya untuk masa percobaan. Satu kesalahan kecil saja, dia pergi. Dan Nenek tidak boleh mengintervensi lagi."

Nenek Lastri tersenyum puas dan berdiri. "Kesepakatan tercapai. Ayo, Elfesya, jangan takut pada singa kertas ini. Dia hanya galak di luar."

Setelah neneknya pergi, suasana ruangan kembali mencekam. Ravion kembali ke mejanya, tidak memedulikan Elfesya yang masih berdiri di sana.

"Mejamu ada di depan pintu ini," ucap Ravion dingin tanpa menatapnya. "Jangan harap ada bimbingan. Cari tahu sendiri apa yang harus kamu lakukan. Dan satu hal lagi..."

Ravion menoleh, matanya berkilat penuh kebencian.

"Jangan pernah mencoba bersikap manis di depanku. Aku tahu tujuan aslimu, dan aku pastikan kamu akan mengundurkan diri dalam kurang dari tiga hari."

Elfesya hanya diam, namun tangannya terkepal kuat di balik saku roknya. Ia butuh pekerjaan ini untuk adiknya, dan ia tidak akan membiarkan CEO sombong ini menang begitu saja.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!