NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Senyuman nyonya Xia seketika pudar saat mendengar perkataan Yaya. Nyonya Xia sangat syok mendengar keinginan putrinya itu.

"Apa maksud mu, Yaya? Kamu ingin menyudahi hubungan ini sementara dua keluarga sudah menerima pertunangan kalian dan sebentar lagi kalian akan menikah?!" Bentak nyonya Xia, membuat Yaya menundukan kepalanya takut.

"Maaf mami, aku tidak ingin mereka kecewa setelah mengetahui perasaan ku." Jawab Yaya terisak. Yaya sangat takut menatap wajah murka Nyonya Xia didepan nya.

"Tapi berjalan nya waktu, kalian akan saling mencintai YANA!"

"Tapi mi, aku mencintai orang lain tapi bukan Enzo."

"SIAPA LAKI-LAKI ITU, YANA YAKIRA SUH AGA!!" Bentak nyonya Xia murka saat mengetahui satu fakta kalau putrinya mencintai orang lain. Padahal selama ini ia sudah menyetir putri nya agar tidak mencintai orang lain, selain anak dari keluarga Baldavino.

Entah sadar atau tidak, Nyonya Xia mencengkram bahu Yaya dengan kuat, sehingga gadis itu mendesis kesakitan, tapi nyonya Xia seakan tidak peduli dengan suara kesakitan Yaya.

"Sak–it... Sakit mami....Hiks."

"Sekali lagi mami mendengar mu ingin membatalkan pertunangan ini! jangan salahkan mami mencari pria itu dan membunuhnya! Apapun yang terjadi, cinta dan tidak nya kamu harus tetap menikahi Enzo! Mami tidak mau tau, mulai sekarang kamu tidak boleh mengingat pria itu lagi!!" Serkas nyonya Xia lagi tanpa mengingat perasaan sang putri.

Nyonya Xia hanya mementingkan dirinya sendiri, bagaimana dia melanjutkan ambisi nya menikahkan putrinya tanpa memperdulikan perasaan anak satu-satunya.

"Kenapa mami? Apakah aku tidak pantas mencintai orang lain? Aku ingin hidup dengan keinginan ku, tidak di setir seperti ini. Aku ingin hidup dengan pilihanku," ucap Yaya Lirih dengan suara serak saat mengatakan keinginan nya. Tangisannya seakan susah di cegah untuk keluar."Kenapa mami, dari dulu sampai sekarang mami tidak menanyakan keinginan ku? kenapa harus keinginan mami yang aku patuhi? Kenapa mami?"

Kepala yang tadi menunduk terangkat menatap wajah nyonya Xia. Wajah yang tidak memperlihatkan kelembutan selain emosi di ukiran di wajahnya, mata merah penuh amarah menggambarkan kemarahan dan juga kekecewaan.

"Karena kamu terlahir hanya untuk melanjutkan keturunan keluarga ini, bahagia tidaklah utama tapi tahta dan ambisi! Kedepannya mami tidak mau mendengar pertanyaan konyol mu itu, tetap jadi anak penurut jika kamu ingin baik-baik saja!" Tekan nyonya Xia penuh penekanan dan juga ancaman. Nyonya Xia melepaskan bahu Yaya dengan kasar, seakan-akan Yaya tidak berharga di matanya.

Nyonya Xia berdiri dari posisi nya, melangkah meninggalkan kamar putrinya. Tapi sebelum dia benar-benar meninggalkan kamar Yaya, nyonya Xia menoleh sebentar kearah Yaya yang masih menangis dengan posisi terduduk di atas lantai.

"Satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu Yana!Aku bisa menghilangkan orang yang kamu sayangi jika kamu tidak patuh atau kembali memberontak seperti dua tahun yang lalu!"

Dalam kamar yang luas itu, Yaya menangis meraung-raung setelah wanita yang sudah membesarkan nya keluar dari kamarnya. Ada rasa sakit saat wanita yang sangat dia sayangi ternyata lebih mementingkan ambisinya.

"Kenapa sakit sekali tuhan....Hiks....Hiks...."

Jika saja orang lain melihat dan mendengar tangisan kesendirian Yaya, pasti mereka akan merasa iba. Di ruangan yang luas dan mewah itu dia tidak mendapatkan hak nya sebagai anak, melainkan sebagai barang yang bisa di setir.

❄️❄️❄️❄️❄️

Jidan pergi ke kamar nya yang berada di lantai satu. Kamar yang memang disiapkan untuk nya dan itu juga pilihannya.

Jidan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang lembut tidak lupa satu-persatu kancing kemejanya dia lepaskan.

"Lelah sekali hari ini."

Tig

Suara ponselnya yang berada di samping nya, membuat tangannya terulur mengambil ponsel itu dan dia bisa melihat nama siapa di sana.

Nada, sih gadis cerewet😁

Nama yang selalu membuat nya tersenyum saat melihat emoji yang terselip di nama itu. Bagaimana tidak tersenyum jika melihat emoji itu. Setiap bertemu dengan Nada, gadis polos yang banyak maunya. Nada selalu membuat nya gemas sendiri, tapi tidak jarang dia buat kesal hingga ekspresi nya sama seperti emoji yang terselip di namanya.

Bahkan gadis itu sangat menyukai buku hingga dia bisa mengoleksi banyak buku. Entahlah dari banyak gadis yang pernah Jidan temui hanya gadis berkacamata itu yang unik di matanya.

Nada, sih gadis cerewet

"Kak Jabir sudah di kota S atau masih di kota B?"

"Kak Jabir centang biru loh ini, kanapa nggak di balas?"

"Kamu cat nya sudah malam, aku mau tidur."

"Ck, sebentar aja kak."

"Emangnya kamu mau apa sih?"

"Tapi jawab dulu, di kota S atau kota B?"

"Iya aku di kota S. Kenapa mau ajak jalan-jalan atau mau traktir?"

"Mungkin keduanya, kebetulan besok weekend. Ayo kita jalan, nanti aku yang traktir."

"Boleh, memangnya kamu mau kemana?"

"Mau sesuatu tempat yang nenangin."

"Kamu lagi ada masalah?"

"Nggak ada kak, insyaallah aman."

"Baiklah besok kita keluar. Tapi agak siang sedikit. Nggak apa-apa kan?"

"Nggak apa-apa kak, yang penting sama kak Jabir."

"Dasar kamu, ada mau nya aja."

""

Nada hanya memberikan emoji tersenyum memperlihatkan dataran gigi nya yang rapi.

"Dasar." Gumam Jidan sebelum dia menyimpan ponselnya ke samping nya kembali. Ada rasa tenang saat ia kembali berkumpul dan bercanda dengan keluarganya. Seakan-akan rasa sesak nya tadi menghilang.

"Ya Allah hilangkan perasaan ini dan biarkan nama baru mengganti nya."

Karena kelelahan dan banyak pekerjaan selalu membuat nya lembur atau Batin nya sedang terluka, sehingga membuat Jidan langsung tertidur begitu saja. Padahal niatnya tadi hanya ingin memejamkan matanya. Tapi ia malah tertidur dengan pakaian yang belum diganti ataupun bersih-bersih.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!