NovelToon NovelToon
New World

New World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Game
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: AF

Pahlawan?

Satu kata itu identik dengan suatu sosok yang begitu disegani. Dengan iringan pujian dan nyanyian akan namanya.

Namun apa itu berlaku untuk semua? Satu bentuk kata Pahlawan bagi setiap orang akan selalu berbeda sosoknya. Tidak semua yang dianggap Pahlawan oleh satu orang, dianggap Pahlawan juga oleh orang lain.

Sosok ini tidak pernah mengharapkan dirinya dianggap sebagai Pahlawan. Kata itu terlalu besar maknanya untuk disematkan kepada dirinya.

Namun itu hanya pikirannya seorang, orang orang yang berjumpa dan bersama dengan dirinya akan selalu menganggap dirinya sebagai seorang Pahlawan. Meskipun sisi gelap menyelimuti dirinya, semua orang tidak akan pernah ragu untuk menyebut dirinya sebagai seorang Pahlawan.

Pahlawan bisa berasal darimanapun, tidak peduli itu berasal dari suatu bentuk kegelapan. Seperti itulah yang dipikirkan oleh semua orang yang menganggap dirinya pahlawan.

Tanpa terkecuali dia...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemana tujuanku?

"Alan... Bangun... Sudah siang..." Suara teriakan seoarang wanita dari luar kamar alan.

Alan yang masih tertidur di dalam kamarnya langsung membuka mata dan loncat dari tempat tidurnya. Bagaimana tidak, kalau seorang ibu membangunkan anaknya dan anaknya tidak bangun. Malah yang akan bangun adalah amarah dari dalam ibunya. Semua anak pasti juga tau betapa mengerikannya kemarahan seorang ibu.

Uang jajan di kurangi, tugas rumah di tambah, waktu main berkurang. Belum lagi ceramahan yang panjang bagaikan pidato kepala sekolah di waktu upacara yang membosankan.

"Ya ibu... Ini sudah bangun."

Alan berjalan keluar kamar. Terlihat wanita cantik sedang memasak di dapur. Itulah ibu alan, LILIYANA SCRAFT.

wanita lembut dan cantik. Tapi ketika marah, gunung berapi pun bisa kalah panasnya dengan ibu alan satu ini.

"Cepat mandi! Ayahmu sudah menunggumu. Nanti kesiangan kalian."

"aya ibu." Alan langsung menyambar handuk dan masuk kamar mandi untuk mandi. Mandi ala ala bebek, tanpa ritual tambahan apapun.

Dalam 5 menit alan sudah siap. Memakai kaos oblong dan celana pendek.

"Siap ayah... Kita berangkat."

Ayahnya yang sedang menyeruput kopi di depan rumah hanya tersenyum melihat tingkah anaknya.

"Pamit dulu sama ibumu."

"Ahhh... Hampir lupa."

Alan pun berlari ke dapur untuk berpamitan ke ibunya. Mencium pipi kiri dan kanan, meminta doa itulah ritual alan yang selalu dilakukan ketika pamitan ke ibunya, kemanapun dia pergi dari rumah. Dan tidak lupa alan mencomot makanan yang sedang digoreng ibunya.

Alan dan ayahnya pun berangkat ke ladang. Dengan mengendarai motor beroda 3, ayahnya yang menyetir di depan dan alan duduk di bak terbuka di belakang.

Sepanjang jalan banyak warga yang menyapa mereka. Lebih tepatnya menyapa ayah alan. Ayah alan adalah orang yang di hormati di desa, karena ayahnya adalah kepala desa di desa ini. JULIAN SCRAFT itulah nama ayah alan.

Desa middlemist itulah nama desa ini. desa ini sangat subur. di kelilingi hutan dan gunung, ada lembah di sekitar kaki gunung. Sungai yang jernih mengalir dari gunung ke kaki lembah.

Sesampainya di ladang mereka mulai merawat tanaman yang di tanam. Ayahnya menanam beramacam macam sayuran dan tanaman herbal kali ini.

"Ayah... Alan... Makan dulu... Ini ibu bawakan makanan." Ibu alan dengan menenteng tempat makanan 3 kotak.

Alan dan ayahnya begegas membersihkan diri dan menuju ke pondok di pinggir ladang karena perut mereka sudah keroncongan.

Mereka bertiga makan bersama dengan nikmatnya. Kehangatan keluarga dan suasana ladang benar benar membuat rasa nikmat makanan menjadi berlipat lipat.

"Alan... Kamu sudah memasuki semester 2 di kelas 3 ini. Apakah kamu sudah menentukan kemana kamu akan meneruskan kuliah?" Kata julian di sela menikmati makanan.

"Belum terpikirkan yah. Alan masih belum tau tujuan yang akan alan ambil."

"Jamu pikirkan matang matang. Jangan sampai menyesal dengan yang kamu pilih. Apapun pilihan mu pasti ayah dan ibu akan mendukungmu. Asalkan kamu juga sepenuh hati mengejar tujuanmu."

"Benar lan. Ayah dan ibu mu pasti akan selalu mendukungmu." Tambah Liliyana.

"Baik ayah, ibu. Alan juga tidak mau gegabah mengambil keputusan. Karena ini menyangkut masa depan alan juga." Jawab alan sambil memasukan makanan ke mulutnya.

"abagus lah kalau kamu tidak terburu buru. dipikirkan dengan cermat." Sahut julian.

Selesai makan alan dan julian melanjutkan merawat tanaman sampai sore hari. Sedangkan ibunya langsung pulang ke rumah untuk membereskan rumah dan menyiapkan makan malam.

Disaat malam mereka bertiga makan bersama di meja makan. Keluarga alan benar benar mengutamakan kehangatan keluarga.

"Saat saat seperti ini lah yang akan kurindukan kelak." Batin alan di dalam hati membayangkan jika dirinya harus sekolah di luar kota.

Selesai makan alan memilih untuk masuk kamar, menyiapkan keperluan sekolah besok dan tiduran di kasur.

Pikiranya masih terbayang bayang pertanyaan ayahnya tdi siang.

"kemana tujuanku?"

1
Al^Grizzly🐨
Baca kembali Novel ini👍👍
Carsinah 1408: lanjut dong
total 1 replies
Yongzi
tinaaa..
Yongzi
tiiinnnnnnnn
Blue
lamaaa
Agung Sri wahyudi
di tunggu kelanjutannya
Ikmal Hamzah
up lg
Perfect memory
sudah 1thn,sampai lupa sama alur ceritanya
Gedabang free
💪
Gedabang free
oke semangat tor
Arkan Kori
saya masihh setia menunggu thorr
Atha 12
semoga cepat revisinya thor
Ikhsan Icha
tdk ada cerita lain yg dibuat kah thor
Yudha
tetap semangat thor, seperti saya yg msh tetap setia menunggu update nya 👍👍👍💪💪💪
Niass
dikira dah mo lanjut lagi, kecewa sih, tapi semangat aja lah, slalu ditunggu
Cars1001
woi..... tanggung jawab dong.... bikin penasaran az....
Mr. Viper
waduh. pantes. alan sugiono inih
Lina Liana
pantau dulu
Lina Liana
ane tengok2 ja dulu
oioi siapa
ahaha keren juga
Pak Wo
pp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!