NovelToon NovelToon
Sayatan Luka

Sayatan Luka

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Terlarang / Teen Angst / Tamat
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: JackRow

Seorang anak merupakan anugerah bagi sebuah keluarga, namun bagaimana jika anak itu terlahir dari sebuah hubungan yang salah?

Claresta, gadis dengan sikap yang dingin karena hasil perlindungan dirinya dari kerasnya kehidupan yang harus ia hadapi,

Luka itu bukan dari orang lain melainkan dari orang tuanya sendiri, orang tua yang seharusnya bisa disebut Rumah, Resta justru tak mendapati hal itu dari kedua orang tuanya ...,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JackRow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sungai Lucia

Tok tok tok

Resta terperanjat, ia kembali memperoleh kesadarannya saat mendengar suara ketukan pada pintu kamarnya.

"Makan lah Nak! bagaimana kau bisa tidur dalam keadaan perut tak terisi?" Nyonya Anne menerobos masuk begitu saja saat Resta membukakan pintu untuknya.

"Terima kasih ibu, seharusnya ibu tidak perlu melakukan hal ini. Saya bisa turun dan mengambil makan sendiri nanti."

Nyonya Anne terlihat tersenyum getir, tangannya nampak membelai surai rambut dari anak sambung nya.

Kenapa wanita itu begitu lembut? anggun juga cantik,

Rensi benar-benar beruntung memiliki ibu seperti nya.

Gadis itu kembali menuju ranjang nya, ia duduk dengan memperhatikan nampan yang berisi makan malam yang telah disiapkan oleh ibu sambung nya.

"Setidaknya ada setitik kehangatan dirumah ini," gadis itu bergumam dengan senyum simpul dibibir.

...***...

"Ayah bolehkah kakak berangkat bersama kita?"

"Maaf Rensi, kakak harus mampir ke toko buku terlebih dahulu. Jadi kakak tidak bisa ikut dengan mobil Ayah."

"Ayah, Ibu aku berangkat lebih dulu."

Resta mengambil sepotong roti dan menggigit nya begitu saja sembari membenarkan sneaker yang ia kenakan, seperti tak terjadi apapun gadis itu tersenyum dan berlalu begitu saja.

Melihat hal itu Tuan Adam menghentikan pergerakan tangannya,

Apa diriku kemarin sangat keterlaluan padanya?

"Apa ayah melarang nya untuk berangkat bersama kita?" Rensi kembali berucap terbata sembari menatap ayahnya yang diam memperhatikan daging steak pada piring saji.

Tuan Adam nampak bungkam seribu bahasa,

Nyonya Anne tak kalah diam, meskipun sebatas ibu sambung wanita itu sedikit banyak mengetahui beban putri pertama dari suaminya.

...***...

Menikmati minuman dari kaleng soda yang berada di genggamannya, Resta kembali menebar pandangan ke seluruh sudut area sungai Lucia.

"Apa kau membolos? bukankah ini belum waktunya pulang kuliah?"

Resta tak menanggapi suara yang terdengar dari samping kiri telinganya.

"Dirimu sendiri? apa yang kau lakukan disini? apa kau sengaja membuntuti ku?" gadis itu kembali melontarkan pertanyaan dengan ketus.

"Untuk apa aku membuntuti gadis seperti mu?" pria itu terkekeh dan tetap berdiri di samping Resta.

"Memang nya kenapa dengan gadis seperti ku? apa kau takut tertular sial?"

Resta turut terkekeh, pergerakan tangannya kembali terhenti karena Liam kembali merampas sebungkus rokok di tangan Resta.

"Hentikan! apa kau selalu membawa rokok kemanapun?" wajah pria itu menegang dengan tatapan tajam.

"Apa kau tak tahu bahwa diriku membeli rokok itu dengan harga mahal? siapa sebenarnya kau ini? kenapa selalu saja ikut campur dalam urusan ku?"

Liam terdiam melihat ekspresi putus asa dari gadis yang kini berdiri dihadapannya,

"Kau bisa bercerita padaku jika tak keberatan, luka ditangan mu itu, apa kau sudah memeriksanya ke dokter?"

Resta terdiam, ia kini menatap mata pria yang baru dua hari ini dijumpai nya di taman pinggiran sungai Lucia.

Siapa dia sebenarnya? kenapa pria ini kepo sekali?

"Panggil saja aku Li. Kau harus memeriksakan luka ditangan mu itu, akan jauh lebih mudah ditangani sebelum terjadi infeksi."

Senyuman dibibir Liam nampak begitu indah, hati Claresta nampak sedikit menghangat karenanya.

"Apa kau mendengar ku?" pria itu kembali menyentuh lembut hidung Resta dengan telunjuk jarinya.

"Lihat lah! kau terlihat lebih manis dengan senyuman seperti ini, jadi siapa namamu?"

"Apakah itu penting? tolong kembalikan rokok milikku! aku membutuhkan nya."

"Kenapa? kenapa kau membutuhkan nya? bukankah itu justru akan merusak kesehatan mu?"

Pria ini sungguh berisik sekali, aku tak menyukainya.

Resta menghela nafas kasar dan memilih untuk meninggalkan Liam yang berteriak tak jelas sendirian.

Langkah Resta kembali terhenti saat merasakan nyeri yang mendadak terasa begitu hebat dipergelangan tangannya, mulutnya mendesis namun tetap saja ia mencoba mengabaikan rasa sakitnya.

Ia memilih untuk mampir ke apotek, membeli beberapa kain kasa juga antiseptik serta obat pereda nyeri untuk lukanya.

"Apa Non Resta menginginkan saya untuk menyiapkan makanan?" sang Bibi pelayan nampak berucap dengan begitu ramah pada Resta saat gadis itu memasuki pintu rumahnya.

"Tidak bi, terima kasih. Saya sudah makan diluar."

Topeng itu kembali Resta pergunakan setiap kali menghadapi pelayan yang begitu nampak memperdulikan dirinya, entah karena gaji atau memang tulus dalam menampilkan perhatian untuknya, Resta tak pernah memiliki seseorang yang benar-benar dekat dengannya.

"Sial! kenapa ini sungguh nyeri sekali? biasanya hanya terasa sedikit perih, kenapa kali ini berbeda?" gadis itu bergumam sebelum akhirnya meminum obat yang telah disarankan oleh apoteker.

Resta memejamkan matanya, rahangnya kembali mengeras saat ia meneteskan antiseptik pada luka gores di pergelangan tangannya.

Tuhan, maaf kan lah segala kesalahanku.

Kenapa kau membiarkan diriku terlahir ke dunia ini Tuhan?

Rasa nyeri yang menjalar ke seluruh tubuhnya membuat Resta tersenyum,

"Aku masih hidup, ini luar biasa bukan? Tuhan maaf jika Engkau jengah mendengar setiap rintihan ku, aku hanya memiliki Mu Tuhan."

Lelah dengan isak tangisnya, gadis itu akhirnya juga terlelap karena efek obat penenang.

"Apa Resta sudah kembali bi?" Nyonya Anne yang baru saja tiba seketika menanyakan keberadaan putri sulungnya.

"Sudah Nyonya, Non Resta sama sekali tidak keluar dari kamarnya semenjak jam 3 sore tadi."

"Dia kembali lebih awal dari biasanya?" Tuan Adam akhirnya turut membuka suara.

Pria paruh baya itu akhirnya bergegas melangkah menuju kamar Resta, putri sulungnya.

"Ibu, apa sebenarnya yang telah terjadi dengan kakak? kenapa kakak dikirim ke luar negeri waktu itu ibu?" Rensi seketika berujar tanya begitu ayahnya berlalu dari hadapannya.

Nyonya Anne hanya termenung, ia tak mampu memberikan jawaban pada Rensi, bukan tak mampu wanita itu hanya tak ingin salah bicara perihal putri sambung nya.

1
AZLEN HASLINA BT. AWANG KPM-Guru
hebat
"Candy75
pelajaran hidup yang berharga
ryhnel. fth
seediiih/Scowl//Sob/
TintaSinta
baru awal membaca, penasaran kenapa resta tangan nya terluka?
Anonim
bawang
Anonim
/Sob/
Sivia
apa kabar tuan adam
Nurmalia Lia
makin seru cerita ny Thor...up..up..up😍😍😘😘😘
Naomi Lessil
semga kalian berjodoh
Nurmalia Lia
sungguh dahsyat cerita mu thorr😍😍up..up..up trz thorrr🍒🙏🙏
Nurmalia Lia
😭😭😭😭thorrr kpn claresta menemukan kebahagiaan sungguh part yg bikin menyayat ❤️‍🩹up lagi Thor jgn lama" up nya bisa" Thor jualan bawang di novel ini biar mata rembes sama 😭😭😭🙏🙏
Naomi Lessil
tlg up dg aku nangs bacx kasihan ya cla
Nurmalia Lia
tolong up ny jgn lama"Thor kangen sama. kisa h mereka 😘😘
Naomi Lessil
semoga cla jodohx sama pak dokter aja
Nurmalia Lia
di tunggu up ny lagi thorrr🙏🙏🙏🥰
Alan
Hahahaha aku baca dari tadi sampe malam, mana next chapter nya thor?!
JackRow: Terima kasih kak Alan atas dukungannya, tetap jaga kesehatan ya 🫰
total 1 replies
Sky blue
Thor, kapan update lagi?
JackRow: saya usahakan up tiap hari ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!