Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2
Keesokan harinya, Raka berangkat kerja, dia mengeluarkan motornya. Tiba-tiba ada Nadia.
“Mas Raka.” Sapa Nadia.
“Eh mbak Nadia, ada apa mbak?” Tanya Raka.
“Maaf mas, handuknya masih aku cuci jadi belum bisa mengembalikan ke mas Raka.” Kata Nadia.
“Oh nggak apa-apa mbak, santai saja. Tidak usah repot-repot kesini mbak hehe.” Kata Raka.
“Aku kan nggak punya nomornya mas Raka jadi saya mampir ke rumah mas Raka saja.” Kata Nadia.
“Hehe iya mbak, saya permisi dulu ya mbak mau berangkat kerja dulu.” Kata Raka.
“Hati-hati ya mas Raka, ini ada voucher kopi buat mas Raka.” Kata Nadia memberikan voucher kopi untuk Raka.
“Voucher apaan mbak?” Tanya Raka.
“Voucher kopi di More Coffe mas, kebetulan baru grand opening dan pemiliknya itu sahabatku, kalau ada waktu jangan lupa mampir ya mas, anggap aja bantu support bisnis teman mas.” Kata Nadia.
“Baik mbak, makasih banyak ya mbak.” Kata Raka.
“Iya mas, permisi saya balik pulang dulu kalau gitu mas.” Kata Nadia.
“Iya mbak hati-hati.” Kata Raka.
“Hati-hati, dia sudah punya suami loh.” Goda pak RT.
“Eh pak RT, aman pak. Kemarin mbak Nadia itu ke rumah saya minta lilin.” Kata Raka.
“Pertama minta lilin nanti lama-lama minta temani tidur wkwkwkwkw.” Kata pak RT.
“Mana mungkin pak, suaminya kan lebih sempurna daripada saya hehe.” Kata Raka.
“Suaminya itu jarang pulang ke rumah, sibuk sama urusan kerjaan, paling pulang sebulan sekali, makanya istrinya haus kasih sayang, pokoknya hati-hati ya, dia itu sering cari perhatian ke tetangga-tetangga yang masih muda-muda, suaminya memang banyak uang tapi namanya perempuan kalau haus kasih sayang ya cari yang lain lah.” Kata pak RT.
“Mana mungkin pak mbak Nadia seperti itu.” Kata Raka.
“Kalau kamu nggak percaya, nanti malam jam 10 coba lewat depan rumahnya dan kamu pasti mendengarkan sesuatu.” Kata pak RT.
“Apa pak memangnya?” Tanya Raka.
“Kalau penasaran coba saja nanti, mbak Nadia disini memang selalu jadi pusat perhatian bapak-bapak, ya bodinya saja begitu siapa yang nggak tergoda. Dia memang baik, ramah sama ibu-ibu disini, suka bantu-bantu, kalau donasi juga banyak hehe.” Kata pak RT.
“Saya berangkat dulu pak permisi.” Kata Raka.
**
Malam harinya.
Raka pergi ke More Coffe sendiri.
Ternyata disana ada Nadia bersama teman-temannya.
“Malam mas Raka, terima kasih sudah menyempatkan datang kesini, silahkan duduk mas. Kenalkan ini temanku sekaligus pemilik café ini, namanya Aluna.” Kata Nadia.
“Silahkan duduk mas, terima kasih sudah mampir kesini, ini buku menunya silahkan bisa dilihat dulu, saya permisi ke dalam dulu.” Kata Aluna.
“Iya terima kasih banyak.” Kata Raka. Nadia menemani Raka memilih menu.
“Bisa kasih rekomendasi tidak mbak?” Tanya Raka.
“Aren latte mas atau kalau non coffe bisa coba matcha.” Kata Nadia.
“Boleh deh.” Kata Raka.
“Ok.” Kata Nadia, Nadia pun pergi ke dalam dan pesanan Raka segera disiapkan oleh pegawainya Aluna. Nadia pun Kembali menghampiri Raka.
“Kebetulan aku juga sudah menyiapkan beberapa minuman mas untuk tetangga-tetangga dekat rumah, itung-itung sedekah juga. Ini ada ice tea sama lemon tea, nanti bisa minta tolong antarkan aku buat ngasihkan minuman ini ke tetangga mas? Kebetulan malam ini ada rapat warga mas jadi saya mau ngasihkan minuman ini buat mereka.” Kata Nadia.
“Ternyata Nadia baik juga ya, dia memang suka berbagi, kirain dia naksir lagi sama aku astaga kenapa aku jadi seperti ini, mana mungkin istri orang naksir sama aku.” Kata Raka dalam hati.