NovelToon NovelToon
Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Mafia / CEO Amnesia / Tamat
Popularitas:628.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

Baca THE DEAD CINDERELLA, untuk mengikuti kisah ini dari awal..
___________________

Jatuh dari helikopter pribadinya hingga tidak di temukan oleh keluarganya, Justin Xander Edward rupanya di temukan oleh seorang gadis berambut perak bernama Qilin di tepian hutan.

Justin menjadi idiot dan hilang ingatan setelah mengalami kecelakaan, dan karena hal itu.. Qilin kesulitan mencari asal usul Justin.

Lambat laun, Qilin justru jatuh cinta pada pria idiot yang dia selamatkan. Akankah Justin ingat kembali dengan siapa dirinya dan memberi tahu identitas dirinya pada Qilin?

Dan akankah Qilin menerima Justin yang ternyata adalah seorang pemimpin MAFIA??

Ikuti kisah SERU mereka di sini, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 2. Hilang ingatan dan menjadi Idiot.

Qilin sedang merapihkan semua bekas bekas dia mengobati Justin, sementara Justin sendiri tidak terlihat di sana.

" Aku sudah selesai." Ujar suara Justin.

" Jangan teriak, aku dengar." Ujar Qilin panik.

Qilin masuk kedalam ruangan itu dan melihat Justin yang sedang duduk namun sudah berganti pakaian.

" Lain kali bicaralah yang pelan, aku takut ada yang dengar dan kamu akan di usir nanti, mengerti? " Ujar Qilin, dan Justin mengangguk angguk polos.

" Celananya terlalu kecil." Bisik Justin pada Qilin.

" Ah? Apa, aku tidak dengar." Ujar Qilin.

Justin melambaikan tangannya, dan Qilin mendekat kearah Justin. Justin lalu mlkemudian berbisik di telinga Qilin.

" Celananya.. terlalu kecil, pan*atku sakit." Ujar Justin, dan Qilin langsung merona mendengarnya.

' Terus terang sekali dia, dia hilang ingatan apa jadi idiot sebenarnya?' Batin Qilin.

" A-aku akan cari celana lain, tunggu sebentar." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.

Qilin kembali membuka lemarinya, pakaiannya bahkan tidak ada yang bagus, semuanya kuno dan usang. Qilin tidak memiliki banyak pakaian, apalagi celana yang ukurannya lebih besar.

' Masa aku bongkar pakaian milik papa?' Batin Qilin.

Qilin menarik sebuah koper besar yang berdebu di bawah ranjang, lalu membukanya. Di dalam koper itu ada pakaian milik pria dewasa, yang tampaknya bisa di pakai Justin.

' Papa, maaf.. Qilin pinjam pakaian papa untuk teman Qilin.' Batin Qilin.

Qilin mengambil satu set, ****** *****, celana panjang, dan kaos putih. Lalu kembali menutup koper itu, dan mendorongnya kembali masuk ke kolong ranjang.

Qilin mencium wangi pakaian itu, dan langsung meneteskan air matanya. Ia jadi merindukan papa nya yang sudah meninggal.

' Qilin merindukan papa.' Batin Qilin.

Tapi Qilin langsung menghapus air matanya, dia tidak mau sang papa sedih di surga. Dia bangun dan kembali menghampiri Justin, lalu memberikan satu set pakaian itu pada Justin.

" Pakai ini." Ujar Qilin.

Justin memperhatikan wajah Qilin, tiba tiba Justin menarik tangan Qilin hingga Qilin jatuh di hadapan Justin.

" Aiya! Jangan menarikku begitu keras, aku bisa jatuh. Panggil saja namaku, atau kau toel - toel. Kenapa? kamu butuh sesuatu?" Tanya Qilin.

Tapi Justin tiba tiba memeluk Qilin dan berkata..

" Jangan menangis.." Ujar Justin.

Mendengar itu, Qilin justru kembali terpancing emosional nya. Qilin justru menangis di pelukan Justin.

" Jangan menangis.." Ujar Justin khawatir.

" Aku tidak menangis, hiks.." Ujar Qilin, tapi masih sesenggukan.

Justin akhirnya hanya memeluk Qilin dan mengusap usap punggung Qilin sampai akhirnya Qilin menjadi lebih tenang. Setelah Qilin merasa tenang, ia pun melepaskan pelukannya dari Justin.

" Terimakasih, kamu baik." Ujar Qilin.

Justin mengulurkan tangannya dan menghapus sisa air mata di pipi Qilin, lalu tersenyum.

Akhirnya Qilin meninggalkan Justin agar Justin berganti pakaian. Dan Justin pun selesai.

" Aku selesai." Ujar Justin, dan Qilin kembali panik dan berlari ke dalam.

" Justin, aku sudah bilang jangan berteriak." Ujar Qilin.

" Aku sudah berbisik, tapi kamu tidak dengar." Ujar Justin polos.

' Sepertinya dia benar benar idiot, apakah otaknya bermasalah? Aduh Tuhan, bagaimana caraku membantu dia supaya bisa ke rumah sakit?' Batin Qilin.

" Maaf aku lupa." Ujar Qilin, dan akhirnya membantu Justin bangun dan memapahnya menuju ranjang.

" Tidurlah.. " Ujar Qilin.

" Kamu juga." Ujar Justin, sembari menepuk ranjang dengan polos.

' Alamak, jika dia tidur di ranjangku, aku tidur di mana? Aku hanya punya satu ranjang.' Batin Qilin.

Dan ranjang Qilin, bukan ranjang berukuran King atau Qween size. Ranjang Qilin adalah ranjang single bed untuk anak anak.

" Kamu duluan saja, aku masih harus membereskan sesuatu." Ujar Qilin.

Justin pun mengangguk dengan polos, dan memejamkan matanya.

' Patuh sekali dia, seperti anak kecil.' Batin Qilin.

Sekarang Qilin sendiri yang bingung, di ranjang sekecil itu bagaimana bisa di tidur berdua dengan Justin. Qilin jadi merindukan kamarnya sendiri di rumah besar yang berada tak jauh dari sana.

Qilin keluar dari rumah kecil itu, dan memandangi sebuah jendela kamar yang masih menyala lampu, tanda pemiliknya belum tidur.

" Papa.. " Gumam Qilin.

Dulunya itu adalah kamar Qilin, lebih tepatnya tiga tahun yang lalu, sebelum papa angkatnya meninggal dunia.

Qilin di adopsi oleh papa angkatnya, dan tentang asal usul Qilin, sama sekali tidak ada yang tahu. Hingga tiga tahun lalu, papa angkatnya meninggal dunia dan Qilin di usir dari rumah besar ke rumah kecil itu oleh ibu angkatnya.

Qilin selalu di juluki anak aneh, karena memiliki rambut berwarna perak, dan dia sering di panggil nenek nenek oleh teman temannya dulu.

" Huft.. sabar Qilin, sudah bagus kamu masih bisa memiliki tempat tinggal." Gumam Qilin.

Tapi walau Qilin masih tinggal di pekarangan rumah itu, ibu angkatnya tidak peduli sama sekali terhadap Qilin. Qilin harus bekerja dan menghidupi dirinya sendiri selama tiga tahun terakhir ini.

Sementara mengapa pakaian ayah angkat Qilin berada di rumah kecil itu, karena ibu angkat Qilin sudah menikah lagi, dan pakaian milik ayah angkatnya di buang begitu saja, oleh sebab itu Qilin memungut dan menyimpannya.

Qilin menghapus air matanya dan kembali masuk ke dalam. Terlihat Justin yang sudah tertidur lelap, Qilin mau tidak mau tidur di samping Justin walau sempit, karena ia tidak memiliki opsi lain.

Jika saja Qilin memiliki kasur lipat atau setidak nya tikar, dia mungkin akan tidur di bawah, tapi dia bahkan hanya memiliki satu selimut saja, yang saat ini di pakai Justin.

Qilin merebahkan dirinya di sisi Justin, kemudian terlelap. Dan tanpa sadar, semakin malam, Qilin semakin menempelkan dirinya pada Justin karena dia kedinginan.

Justin pun memeluk Qilin, dan posisi tidur mereka saling berpelukan saat ini. Selimut yang sebelumnya di pakai Justin, kini sudah menyelimuti mereka berdua.

Di sisi lain kota itu, para tim penyelamat masih mencari keberadaan Justin. Arthur bahkan mengerahkan anak buah gelap nya untuk mencari sang putra sulung.

" Tuan, saya menemukan parasut milik tuan muda, tapi tidak ada tuan muda di sini." Ujar anak buah Arthur lewat Ear piece nya.

" Beri saya posisimu, saya ke sana." Ujar Arthur.

Arthur semakin tua semakin tampan, dia sangat berkarisma, berwibawa, dan wajahnya itu seolah menolak tua, masih sangat mempesona. Dia berjalan dengan langkah lebarnya menghampiri anak buahnya yang menemukan parasut Justin.

" Ini tuan, ini milik tuan muda." Ujar anak buah Arthur.

Arthur melihat parasut yang compang camping itu dengan tatapan sedih. Di hutan tidak mustahil jika ada binatang buas. Tapi kemudian Arthur melihat tali dari parasut itu yang sepertinya di potong menggunakan benda tajam.

" Justin menyelamatlan diri." Ujar Arthur.

" Cari di sekitar, Justin melepas talinya dengan benda tajam, dia masih hidup." Ujar Arthur.

" Baik tuan." Ujar anak buah Arthur.

Ke esokan harinya..

Qilin menggerakan tubuhnya, karena nyaman dan hangat.

' Hangatnya..' Batin Qilin.

' Eh, hangat??' Batin Qilin lagi bingung.

Qilin kemudian merasakan hembusan nafas yang masih teratur menerpa wajahnya. Qilin langsung membuka matanya dan terkejut, dia mundur hingga akhirnya ia terjatuh dari ranjang.

Gubrak.." Aduh, pan*atku.." Gumam Qilin kesakitan.

Qilin kemudian menatap Justin yang masih tertidur pulas, padahal gerakan Qilin saat terkejut dan jatuh dari ranjang itu lumayan keras.

' Ya Tuhan, aku.. a-aku tidur memeluk dia?? ' Batin Qilin pias.

TO BE CONTINUED..

1
love sick
gg
novita setya
mbulet ra kelar2
Little Fox🦊_wdyrskwt
aku mampir jangan lupa mampir juga iya/Determined//Determined//Determined/
Little Fox🦊_wdyrskwt: done iyaa🤗
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ceritanya kerennnnnnnn 👍👍👍👏👏👏😘😘😘💖💖💖
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain twins babynya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lama" Dustin jg akan takluk sama Jade
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa bakal jd turun temurun ya 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus J kamu hrs lbh tegas dan jngn mau kalah sama Dustin 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata hanya Justin yg bertindak Clins lngsng ketangkap 🤦🏻‍♀️😒
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nanti bisa"nya Dustin yg bucin ke J
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pantes Clins psikopat karna ayahnya saja penjahat kelamin
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
lolos lg capek deh
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa Justin meninggal
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
heran masa mafia sekelas Titanes bisa dipermainkan oleh Clins yg dr dulu gak bisa ngalahin Titanes 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata ada pengkhianat
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa sistem di bobol dh lama gak ketahuan sih emang gak punya anak buah yg ahli dlm dunia hacker 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Justin dlm bahaya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
makin tegang saja
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa ayahnya Clins itu Carol ya 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
masa gak nyadar sih kl ada pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!