Ketidakadilan membuat seseorang menjadi berbeda, orang itu berubah. Penghianatan membuat seseorang menyimpan kebencian. Kedua orang itu memiliki pengalaman hidup yang berbeda, tapi tujuan mereka sama. Balas dendam.
Ben menawarkan bantuan untuk Clarie dan Clarie menerimanya. Mereka membuat sebuah perjanjian, dan perjanjian itu mengikat keduanya. Setelah beberapa minggu, perjanjian itu juga mengikat Ben dalam pesona yang Clarie miliki. Perasaan yang lebih dari rekan, perasaan yang ingin selalu melindungi dan memiliki gadis itu.
Sayangnya tembok yang Clarie miliki terlalu tinggi dan kokoh. Ditambah lagi mantan kekasih Clarie yang masih belum merelakan Clarie, dan sahabatnya dari masa lalu. Siapa yang dapat meruntuhkan tembok tinggi dan kokoh itu? Siapa yang bisa mendapatkan kesetiaan hati Clarie seutuhnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Club Malam Saat Untuk Melepas Kesedihan
...Halo semua, terima kasih sudah mampir ke karya ini. Happy Reading❤...
...****************...
"Berani-beraninya kamu!!!" Bentak papa Clarie dengan nada suara lantang.
"Hiks hiks hiks hiks hiks. Papa...tadi Mama benar-benar mengirim pesan ke Clarie kok untuk membeli, hiks," Isak Clarie, papanya belum pernah sampai membentak sampai selantang ini.
Tatapan yang garang, tidak percaya putrinya akan membelikan barang yang jelas-jelas dia larang untuk diberikan kepada istrinya. "Tidak usah banyak alasan, pergi kamu. Sebagai anak tertua seharusnya kamu memberi contoh yang baik Clarie,"
"Papa, aku tidak mengada-ada. Hiks,"
Clarie sudah tidak tahan dengan semua tuduhan yang diarahkan kepadanya, permohonannya yang tidak pernah dikabulkan, dan penjelasannya yang tidak pernah diterima. Padahal, Clarie lah yang dijebak, dia adalah seorang korban, bukan pelaku.
"Papa menyuruhku untuk pergi, aku akan pergi. Hiks, tidakkah dari sekian banyak orang ada yang berbaik hati tidak menuduhku?! Kenapa harus aku!!!!" Teriak Clarie di tengah jalan yang sepi, mirip orang gila.
"Sekarang aku harus kemana?? Hari semakin malam, dan aku kabur dari rumah," Clarie menengok ke belakang, berharap papa mengejarnya. Tapi, tak ada seorangpun yang terlihat. Dia merasa kecewa, seakan dirinya memang tidak pernah ada dalam keluarga itu. Clarie hanya sebuah alat, itukah pendapat mereka?
"POKOKNYA AKU MAU MINUM-MINUM DI CLUB MALAM KOTA. AKU BENAR-BENAR MERASA DIHIANATI PACARKU!!!"
Sedikit terkejut, Clarie malah mendapat sebuah ide. Club malam kota?? Apa aku bisa ke sana?? Clarie merasa bimbang, gadis cupu sepertinya memang bisa masuk ke dalam club malam?? Jika ya, apa yang akan dilakukannya di dalam sana?
Mayoritas orang yang ada di dalam club malam kota merupakan orang-orang dari kalangan elite. Yah, Clarie akui, dia juga dari kalangan elite. Ayahnya adalah pemilik L Group, tapi bukan berarti dirinya akan dianggap ada bukan. Jadi itu sedikit mengganggu pikiran.
Tapi, Clarie seorang gadis cupu yang kutu buku. Sedangkan, yang ada di club malam, mereka semua orang yang keren, gaul, dan mereka punya banyak teman. "Renata, ini semua karena kamu datang ke dalam keluargaku. Jika kamu tidak ada nasibku tidak akan seperti ini. Aku membencimu, aku membenci kalian!!!!"
......................
Satu langkah, telinga Clarie langsung mendapat tekanan dari suara musik yang keras. Aku harus menyesuaikan diri dengan musik ini. Clarie menuju ke bar, dia merasa sedikit aneh. Pakaian yang dia pakai sekarang, celana jeans, sweater, dan sepatu bertali. Seperti orang bodoh saja.
"Selamat datang, nona manis mau memesan apa?" Sapa pramutama bar dengan senyum lebar.
Clarie sedikit terkejut dengan sikap ramah pramutama bar itu. Keterkejutannya itu bahkan membuat tubuhnya membeku sejenak.
"Hei, jangan tiba-tiba berhenti." Tegur salah satu orang yang hampir jatuh.
"Maaf, aku tidak bermaksud..."
"Sudahlah, jangan dipikirkan." Orang itu pergi, walau bersikap acuh orang itu lebih baik daripada orang-orang yang selama ini ditemuinya.
"Nona, anda jadi memesan sesuatu?" Tanya pramutama bar tadi. Clarie segera duduk di kursi dan memesan bir.
Beberapa gelas kemudian...
"Nona, ini sudah gelas yang ke tujuh. Dan anda sudah mabuk berat, tolong jangan memesan lagi,"
Clarie mengkibas-kibaskan tangannya dan tertawa. "Seharusnya kamu senang aku memesan banyak bir bukan?? He he he," Dia benar-benar sudah mabuk berat. "Apa aku terlihat seperti gadis cupu yang mudah diganggu?" tanya Clarie tiba-tiba.
Pramutama bar sedikit terkejut dengan pertanyaan pelanggan barunya yang mabuk, lalu dia tersenyum. "Nona sedang patah hati?"
"Haha memang aku sedang patah hati, aku patah hati pada diriku sendiri, aku patah hati pada orang tuaku, aku membenci saudariku Ups maaf meluapkan emosi kepadamu. Aku benar-benar tak tahu malu, sangatlah bodoh,"
"Hah, nona, saya selalu mendengarkan masalah orang lain. Saya sudah terbiasa, ceritakan maka beban Anda, maka akan sedikit berkurang. Benar bukan? Lagipula sinar Anda masih redup, tapi Anda terlihat bersinar di mata saya. Anda adalah permata yang ada di antara tumpukan batu, permata yang sangat berharga,"
salam hangat dari novel ku
salam
Dinda dalam senja
like buat kamu thor..
jangan lupa feed back nya ya..
"i will die in love"
jangan lupa feed back yak😊
"i will die in love"