NovelToon NovelToon
Dipersunting Tuan Barun

Dipersunting Tuan Barun

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Tamat
Popularitas:132.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: StrawCakes

Nasib sial menimpa seorang gadis bernama Sabhira Irani. Ia tidak bisa menghentikan vespa yang dikendarainya karena rem blong. Tepat dipersimpangan jalan, gadis itu menabrak mobil mewah milik Barun Praya, seorang pengusaha tekstil.

Disaat bersamaan, Barun yang tengah kacau karena saham perusahaannya turun akibat rumor yang beredar kalau dia seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang memberikan tawaran yang tidak masuk diakal kepada Sabhira.

"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?" tawar Barun sengaja.

"Tidak! kedua pilihan itu tidak ada yang menguntungkan ku!" tolak Sabhira dengan tegas.

"Baik, kalau begitu. Ikut denganku ke kantor polisi!" sahut Barun lagi.

"Oke, aku memilih menikah dengan mu saja kalau begitu." Sabhira akhirnya mengalah, karena ia tidak punya uang sebanyak itu.

Akankah dari pernikahan itu tumbuh sebuah cinta atau hanya status belaka?

ikuti ceritanya yuk 😊 selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StrawCakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERSANDIWARA

Barun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana kemudian mulai mencari nama seseorang di kontak lalu memanggilnya.

"Hallo, cepat antarkan mobil lain yang ada di rumah ke tempat saya berada sekarang. Nanti alamatnya akan saya share location."

Panggilan pun diputus oleh Barun. Sementara Sabhira merumat-rumat jari tangannya. Raut wajah gadis itu tampak sangat resah dan juga gelisah. Niatnya ingin pergi ke festival jajanan, eh malah terjebak pada kejadian yang tak terduga olehnya. Apa ini bagian dari karma karena mengabaikan nasihat kedua orang tuanya?

Tak lama berselang, sebuah mobil sedan berwarna silver berhenti di depan mereka.

"Mobilnya yang lain? apa pria ini orang kaya?" Sabhira bertanya-tanya dalam hatinya.

"Ikut aku." Barun berjalan ke arah mobil sedan berwarna silver itu lalu membuka pintu penumpang yang berada di samping kemudi. "Masuk ke dalam," lanjutnya mempersilahkan Sabhira dan memberi kode menengokkan kepalanya, raut wajahnya masih datar.

"Tapi motorku bagaimana kalau aku ikut denganmu?" tanya Sabhira yang tidak ingin sang ayah ikut memarahinya.

"Biarkan saja. Nanti ada orang suruhanku yang akan memperbaikinya. Memangnya kalaupun mau kau naiki kembali, apa kau yakin nyawamu akan selamat setelah ini?" jawab Barun. Matanya mendelik tajam membuat Sabhira bersusah payah menelan ludahnya.

Sabhira pun akhirnya melangkah dengan hati yang meragu. Terpaksa, ia masuk ke dalam mobil Barun.

Pintu pun sengaja di tutup lebih kencang oleh Barun, membuat Sabhira spontan menutup kedua telinganya.

"Ada apa dengannya? apa dia tidak sayang kalau pintu mobilnya rusak?" Sabhira bermonolog dengan perasaan yang juga ikut kesal.

Gadis itu langsung diam ketika Barun masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, sebelahnya.

"Cepat katakan, dimana rumahmu?" tanya Barun yang mulai mengoperasikan persneling lalu menjalankan mobilnya.

"Untuk apa ke rumahku? aku sudah memberimu jawaban. Jangan buat orang tuaku semakin kepikiran," jawab Sabhira dengan ketus. Rupanya gadis itu masih terbawa emosi sampai ia tidak bisa berpikir jernih.

"Kau ini bodoh atau polos sih?" sarkas Barun, suaranya tiba-tiba meninggi. Sabhira semakin kesal dan tersulut emosi. "Kau pikir menikah yang kau maksud itu diam-diam?" Barun menggelengkan kepalanya. "Walau aku tidak percaya dengan sebuah pernikahan, tapi setidaknya kali ini aku akan menemui orang tuamu dan memintamu untuk menikah denganku," pungkas pria itu kemudian.

Sabhira terperangah sekaligus bingung harus tersentuh atau pun meradang. Pernikahan yang akan dilaluinya tanpa di dasari dengan cinta, membuatnya semakin dirundung kekhawatiran.

Seketika ingatannya kembali pada masa lalunya, dimana mendiang sahabatnya harus meninggal mengenaskan karena dipukul oleh suaminya, yang notabene nya pernikahan mereka itu di dasari oleh cinta. Itulah kenapa Sabhira begitu sangat khawatir.

"Cepat katakan!" bentak Barun yang merasa geram karena Sabhira tiba-tiba terdiam cukup lama.

"Apa sebaiknya kita kenalan terlebih dahulu? aku sendiri bahkan tidak tahu namamu siapa, bagaimana aku bisa berakting di depan kedua orang tuaku?" kelakar Sabhira yang berusaha untuk membuat Barun bisa meredam amarahnya.

"Barun Praya," jawab pria itu singkat.

"Jadi aku harus panggil kamu sebutan apa? Pak, Tuan, Om, Kakak, Mas, Ayang?"

tanya Sabhira dengan wajah yang tanpa ada rasa bersalah.

"TUAN! kau mengerti?" Suara Barun yang tiba-tiba meninggi lagi membuat Sabhira mendadak diam.

"Ba-baik Tuan Barun Praya ... namaku Sabhira Irani, senang berkenalan denganmu!" seru Sabhira dengan senyum sumringah. "Rumahku tidak jauh dari sini kok. Tinggal lurus, lalu ada pertigaan belom kanan dan perempatan lurus lagi. Nah di sebelah kanan, gerbang berwarna putih. Itulah rumahku."

Barun mendengarkan dengan baik dan mengingat apa yang dikatakan Sabhira barusan walau dirinya sedang fokus menyetir.

...----------------...

Setelah lima belas menit perjalanan dari tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh Sabhira, mobil yang dikendarai Barun tiba di depan rumah yang diyakini adalah rumah gadis yang duduk disebelahnya itu.

"Yakin ini rumahmu?" tanya Barun. Matanya melihat ke sekeliling area luar pagar yang sepi, hanya ada beberapa orang berlalu lalang di sekitarnya.

"Iya, ayok turun!" ajak Sabhira sambil berusaha membuka seatbelt yang ia pakai.

Karena takut Sabhira melarikan diri, Barun segera ikut turun dari mobilnya saat gadis itu telah menutup pintu mobil miliknya itu. Sabhira pun membuka gerbang rumahnya.

Barun terkejut ketika mendapati sebuah rumah panggung sederhana tempo dulu yang khas dengan aksen tradisionalnya. Pria itu mematung di depan gerbang. Walaupun rumah itu terlihat seperti bangunan lama, tapi halaman rumahnya sangat luas sekali.

"Tuan, ayok masuk! kok jadi bengong sih!" ajak Sabhira. Sementara Barun tersentak ketika tangan gadis itu menarik lengannya.

"Ibu ... aku pulang." Sabhira dengan kebiasaannya selalu berteriak ketika masuk ke dalam rumah membuat Barun menghela napas panjang.

"Sabhira, mana motor ayahmu? kenapa Ibu tidak mendengar suaranya? Kamu nih ya, itu motor lagi rusak. Remnya pun hanya berfungsi sewaktu-waktu saja. Sekarang ... " ucap ibu Sabhira yang tiba-tiba menghentikan omelannya ketika melihat seorang pria yang berdiri tepat di samping anak gadisnya itu. Wanita paruh baya itu datang dari dapur yang kebetulan sejak kedatangan anaknya, baru selesai membuat hidangan. Ia pun berjalan menghampiri mereka.

Barun yang juga mendengar celotehan yang dilontarkan oleh ibu Sabhira itu perlahan tahu akan sifat gadis yang berdiri disebelahnya. Ceroboh dan petakilan.

"Sabhira, siapa pria ini? kenapa kamu pulang bersamanya? lalu motor ayahmu mana?" cecar sang ibu. Namun Sabhira hanya menggarukkan kepalanya sambil tersenyum meringis.

"Kenalkan Ibu, saya Barun Praya. Kekasih Sabhira Irani yang sore ini akan menikahi anak Ibu. Saya sudah terlanjur mencintai dan bercumbu dengannya, maka dari itu saya harus segera menikahinya sebelum anak gadis Ibu ini hamil," papar Barun membuat napas ibu Sabhira tertahan mendadak. Sabhira yang ikut terkejut mendengar ucapan Barun, emosinya bergemuruh. Ingin rasanya ia merobek-robek mulut pria itu.

PRAT!! Sebuah tamparan langsung mendarat di pipi mulus Sabhira. Reflek sebelah telapak tangannya pun mengelus pipi yang terasa panas.

"Ibu tolong, jangan sakiti kekasih saya. Kalau sampai Ibu membuatnya menangis, saya tidak segan melarang Sabhira untuk bertemu dengan Ibu setelah ini. Permisi!" Barun menarik tangan Sabhira untuk pergi dari hadapan wanita paruh baya itu.

Entah sejak kapan air mata Sabhira keluar dari kelopak matanya. Barun pun membawa gadis itu masuk ke dalam mobil. Begitupun dengan dirinya. Kemudian mobil dijalankan, pergi dari sana.

Sepanjang jalan, Sabhira terus terisak dengan tangisannya. Baru kali ini ia melihat sang ibu marah hingga bermain tangan, memberi tamparan untuknya. Disisi lain, Barun yang merupakan dalangnya membuat rasa benci di dalam hati Sabhira begitu kuat.

"Ish!" rintih Sabhira sambil memegangi dada bagian atasnya. Napasnya yang terasa sesak membuat rasa sakit yang tadi sempat hilang kini terasa kembali.

Barun yang menyadari hal itu langsung menancapkan pegal gas mobilnya menuju rumah sakit yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Pria itu hampir saja tidak ingat kalau saat kecelakaan tadi, tubuh Sabhira mengalami benturan yang cukup keras.

To be continue ...

1
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
TERNYATA TISSA SAMA JAHATNYA DGN ERZAL...
Sulaiman Efendy
NAMPUNG ANAK ERZAL, YG PSTI GEN JAHAT DRI ERZAL BSA NURUN DI ANAK ERZAL. IBARATKN PELIHARA ANAK MACAN..
KOQ ANAK TISSA 2 ORG, APA DIA HAMIL ANAK KEMBAR BENIH SI ERZAL..
Sulaiman Efendy
ITU MMG SALAH NENEK YG ANGKAT ERZAL JDI BAGIAN KLUARGA PRAYA.. PADAHAL TK ADA HUBUNGN DARAH PRAYA SDKITPUN
Sulaiman Efendy
HRSNYA BARUN YG EKSEKUSI SI ERZAL IBLIS, MSKI TDK BSA KMBALIKAN KDUA ORTUNYA HIDUP KMBALI, STIDAKNYA SI BARUN TLH KMBALIKN HARGA DIRINYA & KLUARGA, INI SMUA KRN SALAH NENEK, KRN ANGKAT ANAK YG TK JELAS ASAL USULNYA..
Sulaiman Efendy
NAHH, BNARKN, SI ERZAL IBLIS DALANG PMBUNUHAN KDUA ORTU BARUN..
Sulaiman Efendy
GAK NYANGKA, TRNYATA ATAH SABHIRA PMBUNUH KDUA ORTU BARUN, CURIGA AYAH SABHIRA DIPERALAT ATAU DI BAYAR ERZAL UNTUK BUNUH KDUA ORTU BARUN
Sulaiman Efendy
MASA BRU SEBULAN MREKA, PRASAAN KYK UDH BBRP BLN
Sulaiman Efendy
BUAT APA TRJUN DI DUNIA MODEL, DUNIA YG PNUH MAKSIAT, PERGAULAN HNY DI CLUB2 MLAM, MABUK2AN DN SEX BEBAS, BNYK PELAKU MODEL YG JDI SIMPANN SUGAR DADDY, BOS2, PRODUSER2, PEJABAT, MRK SUKA SEX, TPI TDK SUKA IKATAN PRNIKAHN, SEANDAINYA ADA YG MNIKAH, MRK TDK MAU ADANYA ANAK, KRN AKN MNGANGGU KARIR MRK.. MRK LBH MNTINGKN KARIR DRIPADA SUAMI, ANAK ATAUPN KLUARGA.. TRKADANG PARA MODEL LBIH LACUR, DRI SEORANG PELACUR SKALIPUN, MSKI TDK SEMUA, TAPI 80% SPRTI ITU PARA MODEL
Sulaiman Efendy
SUNGGUH GK ADA AHKLAK, KNP SI BARUN TDK MNGUNDANG KDUA MRTUANYA... SI SABHIRA JUGA BEGITU...
Sulaiman Efendy
YAAA JELASKN LH, KLO LO MMG MNCINTAI BARUN, KNP LO MAU BRZINAH DGN ERZAL.. APA LO LKUKAN SUKA SAMA SUKA, LO DIANCAM, ATAU LO DIBERI OBAT PRANGSANG SAMA ERZAL, ITU HRS LO JELASKN KE BARUN..
Sulaiman Efendy
HINGGA SAAT INI TUMBEN SABHIRA GK HAMIL2 BENIH BARUN ATAUPN BENIH PERKOSAAN ERZAL CS... APA SABHIRA RAHIIMNYA TK SUBUR, ATAU SABHIRA PKE PIL KB, ANEH SAJA,... RAHIM SDH DSEMPROT BANYAK BENIH LAKI2 BRBEDA GK ADA YG BRBUAH JDI HAMIL..
Sulaiman Efendy
APAPUN YG TELAH TERJADI DGN SI BARUN & SABHIRA,, TOKOH NOVEL SI BARUN INI AKU TK SUKA.. TRUTAMA CARA DIA MNIKAHI SABHIRA YG TDK HORMAT KPD ORTU SABHIRA,, SEOLAH OLAH SABHIRA TK PNY KLUARGA & WALI..
ASLI DRI SKIAN NOVEL YG TOKOH UTAMA LKI2 NYA AKU BENCI, YAA TOKOH BARUN, DN JUGA TOKOH DETEKTIF HAEZEL.. TOKOH ALDO & TOKOH DEVA, DI NOVEL SUAMIKU, SAHABAT PACARKU. DN TOKOH WANITA YG PALING KU BENCI TOKOH ANDINI JUGA DI NOVEL SUAMIKU, SAHABAT PACARKU SERTA SEQUELNYA, MY HUSBAND, MY BELOVED, MY BROTHER.
Sulaiman Efendy
BETUL KATA SABHIRA, KLO BARUN TDK AROGAN MMAKSANYA MNIKAH DGNNYA TNPA AHKLAK, TDK SABHIRA MNGALAMI PELECEHAN DN PRKOSAAN OLEH ERZAL CS....
Sulaiman Efendy
FIX, PSTI SABHIRA HAMIL TUHHH
Sulaiman Efendy
KLO SABHIRA HAMIL, KIRA2 BENIH BARUN, ATAU BENIH ERZAL CS...
Sulaiman Efendy
GAK SERU ACTIONNYA,, KIRA BARUN AKAN HAJAR HABIS2AN SI ERZAL SBLM DISERAHKN K POLISI
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS MAIN HAKIM SNDIRI DLU, BRU DI SERAHKN K POLISI, TPI BAGUS DI HAJAR, SIKSA, BRU HABISI... KLO UDH K POLISI RIBET URUSANNYA
Sulaiman Efendy
SEMOGA SBLM DISERAHKN KE POLISI, BARUN HAJAR ERZAL DLU SAMPE BONYOK, KLO SAMPE DISRAHKN POLISI DLU CEMEN BANGET HRGA DIRI BARUN DIINJAK2 ERZAL..
Sulaiman Efendy
KNPA TK BAYAR BODYGUARD BUAT JGA SABHIRA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!