NovelToon NovelToon
PEREMPUAN ITU (END)

PEREMPUAN ITU (END)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Berondong / Janda / Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:259.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kencanafirst

Menjadi Ibu tunggal, bukan kemauanku.
Dicintai oleh mu, juga bukan permintaanku.
Semuanya menjadi sulit,saat putraku sangat menginginkan dirimu menjadi ayahnya.


////
IG : Kencanafirst

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kencanafirst, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

01• Pekerjaan Baru

"Andi,kamu udah selesai makannya nak?" ku dekati andi sembari membawa sebotol air mineral sebagai bekal minumnya di sekolah. aku tahu anakku itu begitu aktif bergerak sehingga dia mudah sekali kehausan.

"Udah ma," Andi mendorong pelan piringnya itu. lalu bangkit dari kursi dan mengambil botol dari tanganku. lalu dia masukkan ke dalam tasnya.

"Buku pelajaran nya udah?"

"Udah ma. hari ini mama kerja kan? pulang jam berapa?"tanyanya serius.

"Mama belum tahu sayang,tapi semoga aja mama bisa pulang cepat! makan siang kamu udah mama taro di kulkas, Uang jajan untuk ngaji juga udah mama simpen di tas ngaji kamu. jangan main jauh-jauh ya! kalo mau main sama Reyhan aja." perintahku yang langsung dibalas anggukan olehnya. Beruntunglah aku memiliki Anak seperti Andi yang sabar dan pengertian. Dia tak banyak mengeluh bahkan dia tak akan pernah melakukan Hal-Hal yang akan membuatku marah. aku bersyukur dengan kehadiran nya disisi ku.

Semalam Aku dan Andi sudah membicarakan soal pekerjaan baruku, dan Beruntunglah dia mengerti. dia hanya memintaku bekerja dengan baik,agar bisa kembali ke rumah lebih cepat. dia sangat senang saat tahu jika aku tak bekerja di pabrik lagi,karna menurutnya aku tak memiliki waktu luang saat libur dan bahkan sering lembur. dia juga marah saat aku bekerja pada malam hari, karna dia harus ku titipkan pada tetanggaku Bu Dewi. setidaknya bekerja sebagai ART tidak akan membuatku menginap, lagipula tempat kerjaku saat ini juga tak begitu jauh dari rumah. hanya membutuhkan waktu 20 menitan jika menggunakan angkutan umum.

Andi sudah pamit dan berangkat sekolah bersama beberapa orang temannya. sementara aku kembali ke dalam rumah untuk mengambil tas dan ponsel ku.

"Lis, belum berangkat?"suara Bu Dewi terdengar nyaring dari luar, aku segera keluar dan menghampirinya.

"Ini baru mau berangkat Bu. Oh iya,saya titip kunci rumah ya Bu. sekalian titip Andi juga." Pintaku dengan malu-malu. Bu Dewi adalah Ibu dari Reyhan yang juga teman sekelas anakku. Bagiku Bu Dewi sudah ku anggap seperti saudaraku sendiri. Mereka begitu baik padaku dan juga Andi, namun sungkan rasanya jika terus-terusan meminta tolong dan merepotkan nya.

"Tenang aja," Sahutnya dengan wajah penuh ketulusan.

"Gimana? kamu udah liat kan kemarin rumah majikan kamu? cocok gak?" tanyanya tampak begitu penasaran.

Aku mengangguk Ragu,tak mungkin aku bilang tak cocok. sementara Bu Dewi lah yang menjadi perantara antara Aku dan Bu Rahayu. Dan Akupun tak ingin mengecewakannya. "Udah bu, alhamdulillah cocok"ujarku

"Syukurlah, semoga majikannya baik. Dan kamu juga betah kerja disana. Kalo kata suami ibu sih, Bu Rahayu itu orang baik." tuturnya penuh keyakinan. Dia tahu dengan jelas cerita tentang keluarga Bu Rahayu dari sang suami Pak Yanto yang kebetulan Bekerja sebagai karyawan di salah satu anak perusahaan milik keluarga Hadiwijaya.

Tapi sepertinya Bu Dewi tak tahu menahu soal pasien yang akan ku rawat nanti saat bekerja di rumah bu Rahayu. bahkan dia tak pernah menyinggung soal itu.

"Iya Bu,sepertinya Bu Rahayu orang yang baik,dan semoga saya betah!" jawabku singkat.

"Ya udah, sana berangkat! Nanti telat lagi." Tukasnya yang menyadari jika aku mulai Cemas dengan obrolan kami yang pasti akan sangat lama. Aku tersenyum tipis, lalu pamit dan bergegas menuju jalan utama untuk mencari kendaraan umum.

•••••

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja, ku panjatkan sedikit doa dan harapan agar apa yang aku kerjakan hari ini berjalan lancar. Aku masuk melalui pintu samping,Ku langkahkan kakiku dengan perasaan tak yakin apakah aku bisa bekerja seperti apa yang di minta Bu Ayu. Setelah kemarin Bi Marni menjelaskan tugas apa saja yang aku kerjakan. YA! Hari itu Aku benar-benar terkejut saat tahu ternyata Aku harus mengurusi orang sakit. Dua Minggu yang lalu keponakan Bu Rahayu mengalami kecelakaan serius di jalan Raya. bahkan tangan dan kaki sebelah kirinya mengalami retak dan patah sehingga harus di Gips. Wajahnya pun tak kalah parah, dari pelipis hingga dagu terdapat luka memar dan bengkak serta beberapa goresan tipis dari pecahan kaca. "Hufth!" Aku menghela nafas dalam, jika ku ingat-ingat aku tak pernah mengurusi orang sakit sebelumnya. Bahkan Almarhum Suamiku saja tak sempat ku rawat Meski dia mengalami luka parah saat kecelakaan......

"Lis,kamu udah datang! bisa bantu sebentar?!" pinta Bi Marni mengagetkan ku. Aku berlari kecil dan mendekat. ku pegang spatula yang dia serahkan padaku. "Bantuin Saya masak! kamu tolong Bikinin Omlette buat ibu yah. saya mau manasin sup sebentar!" pintanya tergesa. Aku langsung menyambar Teflon di atas kompor, beruntunglah aku pernah belajar membuat Omlette dari video memasak yang pernah ku tonton.

"Syukurlah Kamu datang tepat Waktu Lis," Bi Marni menyajikan semua makanan itu di atas meja makan. aku melihat sekeliling, tampak begitu sepi. "Apa cuma Bu Ayu yang sarapan?" bisikku pada Bi Marni. Dia mengangguk dengan tangan tetap berfokus menata meja.

"Sebentar lagi Bu Ayu keluar,sebaiknya kamu segera masuk ke kamar Mas Sandy! Jangan lupa,sarapannya juga di bawa!" pintanya sembari terus melihat kearah jam dinding. aku mengangguk dan segera berlari menuju dapur lalu mengambil nampan berisi sarapan untuk 'Pasien' baru ku.

Setibanya di depan pintu,Aku berhenti sejenak. AH! sialnya jantungku terasa panas dingin rasanya. Takut jika Mas Sandy ini akan terganggu dan marah, Karna yang Aku dengar dari Bi Marni, tiga ART yang kemarin di pecat adalah atas permintaan Mas Sandy sendiri. Semoga saja Suasana hati Mas Sandy sedang Bagus hari ini. sehingga aku tak terkena Pelampiasan Emosinya.

KLEK,

"Permisi Mas,sudah waktunya sarapan!" Aku membuka pintu dan menyapa nya dengan suara selembut Mungkin. Ku lihat Mas Sandy masih terlelap,apakah semalaman dia tak tidur? Pikirku. Atau memang dia terbiasa bangun siang? Aku menyimpan nampan itu di atas meja,ku tatap Ragu wajahnya yang masih sedikit bengkak itu. Bengkak saja masih terlihat jelas Bahwa 'Pasien' ku ini tampan sekali. Apalagi jika luka-luka di wajahnya sudah menghilang.

Astagfirullah Lis!! Desisku menggeleng tak percaya dengan isi kepalaku barusan. Tapi kenapa Mas Sandy bisa kecelakaan yah? Apa dia ngebut-ngebutan? Atau dia mabuk seperti Almarhum suami ku?

"A-Aairrrh!" Gumamnya yang langsung membuatku terkesiap.

"Hah! kenapa Mas?" Aku mendekat panik.

"Aairrrrrr..Haus! Airrrr!" pintanya nampak susah membuka mulut.

"Oh,Air minum ya Mas. Ini Mas!" Ku raih dengan segera gelas yang ada di nakas lalu ku arahkan sedotan itu ke dalam mulutnya. "Pelan,pelan aja Mas. Biar Enggak keselek!" Pintaku cemas.

"Baweeel.." Dengusnya kesal

"Hah?! kenapa mas?" suaraku agak meninggi. sepertinya sifat panik ku ini memang sulit hilang, aku mudah berteriak jika tengah gusar. Mas Sandy memalingkan muka dan menyudahi aktivitas minumnya.

"Maaf Mas,saya terlalu panik!" Aku menyimpan kembali air minum itu,dan beralih membawa sup jamur dam bubur.

"Mas Sandy harus sarapan dulu Mas, biar obatnya bisa diminum." Aku mendekat,namun dirinya masih menoleh kearah berlawanan dan tak menyahutiku. Aku menghela nafas dalam. Bingung juga harus seperti apa menghadapi orang yang sakit seperti ini. Bi Marni bilang,Mas Sandy sangat syok dengan kecelakaan yang menimpanya sehingga Emosinya menjadi tidak Stabil setelah perawatan. Bahkan dia Memaksa ingin pulang dari Rumah Sakit meski para Dokter sudah melarangnya.

"Kalau Mas Sandy, tidak makan. gimana saya bisa kerja Mas?" keluhku. Kemudian pemuda itu tampak mengangkat sebelah tangan kanannya dan mengisyaratkan Aku untuk pergi.

Aku menatapnya bingung.

"Maaf Mas,saya gak akan pergi sebelum Mas Sandy mau sarapan dan minum obat!" Aku bersikukuh.

BUUKGH!

Mas Sandy memukul keras Bantalnya tentu dengan tangan kanannya yang masih leluasa itu. Aku tersentak kaget, ku pikir orang dalam keadaan seperti itu tak memiliki tenaga untuk sekedar marah-marah atau bahkan memukul sesuatu. Apa benar dia ini sakit? Atau hanya berpura-pura? lagi-lagi akal sehatku bertanya-tanya.

"Atau Mas Sandy perlu sesuatu? ke toilet misalnya? saya bisa bantu kok Mas?" aku menawarkan diri. Bagiku sudah tak ada perasaan Risih jika melihat orang dalam keadaan tak berdaya begini.

Akhirnya Mas Sandy berbalik badan dan Mencoba Bangkit dengan sisa tenaga dari tangan sebelah kanannya.dia tampak meremas sisi ranjang sekuat tenaga,Aku mencoba membantu dan mengambilkan Kruk.

"Mas yakin bisa bangun?" tanyaku cemas.

"Saya gak Cacat!" Dengusnya seakan tak suka jika aku mengkhawatirkan kondisi nya.

"Ini Kruk-nya Mas," Aku mencoba mengekorinya perlahan dan tak mempertanyakan hendak kemana dia pergi, karna Ku pikir Mood -nya sedang tidak stabil.

"BUKA!" pintanya dengan suara agak tinggi. seketika aku paham saat wajahnya mengarah ke kamar mandi.

"Baik Mas," Kubuka pintu itu perlahan dan menunggu Mas Sandy masuk ke dalam kamar mandi.

"Mas Mau Mandi? Atau buang air?" Aku menatapnya penasaran. Pemuda itu terlihat melirik kearahku dengan Tatapan tajam seolah Kesal dengan pertanyaanku. Meskipun Rasanya, tak ada yang salah dengan pertanyaanku. setidaknya itu yang ku tangkap dari ekspresi wajahnya barusan.

"Keluarrr!" Perintahnya sinis.

Aku bergegas keluar kamar mandi dan menunggunya di kursi yang sudah tersedia di dekat jendela. jendela kamarnya memiliki sisi yang strategis sehingga bisa melihat luas kearah jalan raya yang biasa ku lewati. bahkan atap gedung sekolah Andi pun bisa terlihat.

AH! Aku jadi teringat Andi,di jam-jam Segini biasanya para murid akan melakukan pembiasan dengan berbaris di depan kelas. Aku kembali menoleh kearah pintu kamar mandi. kenapa Mas Sandy begitu lama,apa dia kesulitan? tapi tak mungkin dia diam saja, setidaknya dia bisa berteriak minta tolong. atau menghentak-hentakan Kruk nya jika terjadi sesuatu.

BYURRRR!

Terdengar suara air tumpah. Aku bangkit dan mendekati Pintu kamar Mandi.

"Mas, Mas Sandy baik-baik aja kan?" tanyaku sembari menempelkan telinga pada sisi luar daun pintu.

PRAKK!

Detik Berikutnya terdengar suara Kruk yang terjatuh.

"Mas! Mas Sandy?!" Ku coba memanggil namanya, meski tak ada jawaban apapun dari dalam sana.

• • • • • • •

1
melting_harmony
Luar biasa
Dian Lestari
wuih...novel ini benar-benar menguras emosi...mantaffff
KencanaFirst: terima kasih banyak 😭🤩
total 1 replies
Dian Lestari
Alis sdh lah nggak ngerti sok2an jd Pahlawan
Dian Lestari
Sandy kan CEO tapi kok nggak pakai supir ya?
KencanaFirst: Sandy bilang lebih enak bawa mobil sendiri sih. wkwkwkk.
total 1 replies
Shanti Siti Nurhayati Nurhayati
kueeereeeen pisan thor,,,, 🌺🌺🌺
KencanaFirst: terimakasih banyak sudah mampir 😘❤️
total 1 replies
Dyah Shinta
saking doyan bohong tuh
Dyah Shinta
Author suka sekali pakai kata 'seloroh'
Sepengetahuanku seloroh berarti canda, candaan. Berseloroh - bercanda.
Apakah arti kata 'seloroh' menurut author?
KencanaFirst: Wah terima kasih banyak atas masukannya.
Nanti aku perbaiki kak.
Terima kasih juga sudah mampir
total 1 replies
Dyah Shinta
Andi umur berapakah?
Anisah Maftuhah
cerita'y bagus
KencanaFirst: Terima kasih banyak kakak 🤗🤗😊
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
E... e... ternyata Mbakku tersayang ngasih BonChap....
Ayo segera Halalkan, Van....
🥰😘💪
Mukmini Salasiyanti
Bunga tuk Alis-Sandy....
Love U Full.....
😘👌
KencanaFirst: terima kasih banyak 🤗🤗
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
Mbaaakkkk....
ini akun baru ku yaaaa
Mama Abdan..... ☺
abdan syakura
Thanks, Ivan.....
Bagaimanapun, u a The Best Friend!
Susi Yanti
alis cari2 masalah sj dgn tidak jujur sama suami sendiri
Susi Yanti
Alis jgn nyesek ya klo Sandy bener2 pergi dr hidupmu, kesulitan berawal dr ketidak jujuran yg km buat sendiri
Susi Yanti
Lumayan
KencanaFirst: Terima kasih sudah mampir kak 😊❤
total 1 replies
abdan syakura
So...
Gmn nih Mbak Alis?
Mencoba bertahan kah...???
Atau...... pergi??
KencanaFirst
Belajar menerima kekalahan kayanya 😆😆😆
abdan syakura
Home Sweet Home....
❤️🌹💝👍
abdan syakura
Hello Vinaaaaa...
Loe duarius ngaku kalah?
Bukannya dusta???
Yaaahh Aq hrs Husnudzhon...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!