NovelToon NovelToon
Single Mother

Single Mother

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Ini adalah kisah Kanina, gadis 20 tahun yang harus kehilangan masa depannya. Di tengah malam yang gerimis, seseorang menyeretnya dengan paksa. Memperlakukan gadis itu bagai binatang.
Alung, putra dari orang ternama di kota itu. Anak badung yang selalu membuat masalah. Kali ini, masalah yang ia buat bukan main-main.
Anggara Kusuma Dinata, pria 35 tahun yang sudah didesak sang ibu untuk segera mengakhiri masa lajang. Pria terpandang di kampung sebelah, dambaan para gadis desa dan mantu idaman.

Mana yang akan melangkah bersana Kanina?
Bagaimana kisah Kanina, setelah sebulan kemudian ia dinyatakan hamil?

Hai, selamat datang di novel terbaru Sept. Jangan lupa baca juga novel Sept yang lain.
1. Rahim Bayaran
2. Suamiku Pria Tulen
3. Istri Gelap Presdir
4. Dea I Love You
5. Wanita Pilihan CEO
6. Kesetiaan Cinta
7. Menikahi Majikan

Ig : Sept_September2020

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Jejak

Mencari Daddy Bag. 2

Oleh Sept

Rate 18 +

"Tuan ... Tuan," Bibi mengetuk pintu kamar Alung.

"Belum bangun dia, Bik?" tanya Meichan Kakak perempuan Alung.

"Belum, Non."

Meichan berdecak, kemudian meneruskan langkahnya. Ia sempat terhenti karena melihat Bibi membangunkan adik laki-laki satu-satunya itu.

Tap tap tap

Terdengar derap langkah kaki yang menuruni tangga.

"Tumben berangkat siang?" tanya sang mama. Sudah jam sembilan, biasanya Meichan berangkat pagi-pagi.

"Meetingnya dicancel, Ma. Nanti siang, sekalian Mei juga mau ketemu klien."

"Ajak tuh, si Alung. Jangan main-main terus, entah semalam dia pulang jam berapa."

"Duh, Mama ... dia masih muda. Nanti kalau sudah waktunya, pasti berhenti main-main. Dah ya, Ma. Mei berangkat dulu."

Meichan mengecup pipi wanita bermata sipit tersebut.

Beberapa jam kemudian. Ketika Bibi sedang menyiapkan makan siang, Mama kembali bertanya pada si Bibi.

"Bik, apa Alung belum bangun?"

"Belum, Nya. Tadi sudah saya bangunkan berkali-kali. Tapi sepertinya Tuan muda masih tidur."

"Ya ampun, tidur apa pingsan? Memangnya semalam dia pulang jam berapa, Bik?"

Bibi seperti ragu-ragu saat akan menjawab, "Anu Nyonya ... itu ... jam 2."

"Astaga ... mau jadi apa si Alung itu."

Bibi hanya menundukkan wajah.

Di dalam kamar. Alung perlahan mengerjap, matanya nampak samar menatap langit-langit kamar. Perlahan ia memegangi kepalanya yang terasa pusing.

"Ish ... mengapa pusing dan sakit sekali?" Alung mencoba duduk dan meraih gelas di atas nakas. Tenggorokan rasanya sangat kering. Setelah membasahi kerongkongan, Alung nampak diam sesaat. Ia tertegun, mengingat kejadian semalam.

Diliriknya jaket yang tergeletak di sebelahnya, dan detik berikutnya Alung meremas wajahnya dengan kasar.

"Apa yang sudah aku lakukan?" Alung menarik rambutnya sendiri, jelas sekali ia terlihat prustasi dan menyesal atas apa yang ia lakukan pada seorang gadis asing.

Ini gara-gara ia habis kumpul bersama teman-temanya, melakukan hal yang tidak-tidak. Pesta minuman keras dan lain-lain yang menjurus ke kehidupan remaja yang bebas hambatan. Sebuah pergaulan tanpa batas. Membuat Alung Narendra Hutama menjadi lupa diri dan merengut kesucian seorang gadis yang malang.

***

"Siapa laki-laki jahanam itu, Nin?" Dita bertanya sembari memeluk tubuh Kanina yang lemas. Ia sangat emosi, tapi juga sedih melihat keadaan Kanina seperti ini.

Dengan suara serak disertai tangis, Kanina menceritakan semua yang terjadi semalam pada temannya itu. Hanya pada Dita ia berani bercerita.

"Ayo ke kantor polisi, kita nggak boleh biarin pria bejat itu bebas begitu saja setelah apa yang ia lakukan sama kamu, Nin."

Tangis Kanina semakin pecah, lalu bagaimana dengan nasibnya? Pergi ke kantor polisi, artinya semua orang akan tahu. Semua akan tahu, petaka apa yang sudah menimpa dirinya. Lalu bagaimana dengan keluarga di kampung? Memikirkan saja Kanina lebih baik mati.

"Aku malu, Dit. Aku Kotor! Aku jijik pada diriku sendiri!" Kanina makin terisak. Ia mengosok tubuhnya, seolah sedang membersihkan noda yang terlanjur melekat kuat pada tubuhnya.

"Bagaimana bila ibu tahu, bagaimana bila dia tahu, Dit?" Gadis itu memukuli tubuhnya, Kanina benar-benar membenci dirinya sendiri.

Dita tidak tahan, ia juga ikut menangis bersama teman baiknya itu. Kanina benar, bila lapor polisi, semua akan tahu. Bahwa Kanina sudah ternoda, bahwa Kanina sudah tidak suci lagi. Lalu bagaimana nasib Kanina kedepannya? Dita tak kuasa menahan kesedihan. Ia memeluk Kanina, menangis bersama. Meratapi nasib buruk yang menimpa sahabat baiknya tersebut.

***

Kediaman keluarga Hutama.

"Jam berapa ini? Jangan main-main terus Lung, kamu itu laki-laki. Dewasalah sedikit! Lihat tuh Kakak kamu, kamu nggak malu? Dia perempuan, tapi lebih bertanggung jawab dari pada kamu!" sindir Mama Ami sembari membuka korden jendela kamar Alung.

Dicibir sang Mama, Alung yang kepalanya masih pusing. Diam saja, seolah ucapan sang Mama bagai angin, cuma numpang lewat.

"Lung! Mama bicara sama kamu. Kamu dengar nggak mama ngomong apa?"

"Udahlah, Ma! Jangan banding-bandingin Alung lagi sama Mbak Mei! Kami beda, oke Mama bangga sama dia! Junjung sana anak kesayangan Mama dan papa itu setinggi langit!" sentak Alung yang pikirannya sedang sangat kacau.

"Astaga Alung! Bicara apa kamu ini! Kami nggak pernah banding-bandingin kalian," tepis Mama Ami. Meskipun pada kenyataannya ia memang selalu membanggakan Meichan dan merundung Alung. Hanya karena anak perempuanya lebih membanggakan, lebih berprestasi dan lebih bersinar.

Tidak seperti Alung, dia anak pembuat onar. Biang rusuh selama di sekolah. Anak itu sampai harus pindah SMA berkali-kali. Karena salah pergaulan, Alung jadi susah dikontrol sampai sekarang.

Akan tetapi Alung tidak menyadari, betapa minusnya kelakuannya selama ini. Ia marah karena orang tuanya pilih kasih. Bukannya mencari sesuatu agar mereka bangga. Alung malah menjadi semakin tak terkendali, liar dan merusak.

"Sudahlah ... Mama lelah bicara sama kamu, Lung!" Mama Ami memilih keluar. Melihat Alung yang terus berontak, hanya membuat tekanan darahnya melonjak naik.

***

Malam hari, masih di kediaman keluarga Hutama.

"Mau ke mana kamu, malam malam begini?" tanya Tuan Hutama yang duduk di ruang tamu.

Alung tak menjawab, ia malah memainkan kunci motornya.

"Papa bicara sama kamu! Jangan kelayapan tak jelas tiap malam!" sentak Tuan Hutama, membuat Mama Ami yang dari belakang tersentak kaget. Kenapa suaminya mendadak emosional begitu?

"Pa ... jaga emosi Papa, nanti tekanan darah Papa naik!" Mama Ami duduk di sebelah suaminya. Memegangi lengan Tuan Hutama agar tidak tersulut emosi.

Alung memasang wajah tidak peduli, tanpa sopan santun ia berlalu.

Mbremm

Mbreeem

Mbremm

Suara knalpon modify terdengar memekakkan telinga. Keras dan sangat menganggu. Dasar Alung, ia memang sedang menguji kesabaran orang tuanya.

Rupanya Alung sedang menuju tempat kejadian semalam. Samar-samar bayangan pergulatan semalam sangat menganggu pikiran pria tersebut. Entah sesal atau apa, yang jelas ia merasa sangat terusik.

Pria itu kini memarkir motornya di tepi lapangan. Alung berdiri di dekat tiang lampu yang mati. Ia menunggu gadis yang semalam ia nodai. Bersambung.

 

1
Esti Widyastuti
adik ipar tdk tagu diri
Esti Widyastuti
adik angkat lancang, pantas diganpar
Esti Widyastuti
mas Gara ....jangan ingkari kata hati
Esti Widyastuti
Semoga Alung menjadi insyaf dan jadi manusia yang bermartabat
Esti Widyastuti
Kanina, dari pada ada fitnah tentang pekerjaanmu di masa lalu, lebih baik berterus terang. Juga penyebab kehamilan itu. Biar masyarakat tidak gegabah menuduh mu
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya selesai
Ila Lee
biar kn dulu gara AL bersama Alung .nanti juga pastu pulang
Ila Lee
sedih Thor 😭😭😭😭😭😭😭
Ila Lee
polis ya anak hilang susah di cari
Ila Lee
semoga altar selamat ya ini lh akibat keegoan orang tua anak yg jadi korban seharus nya gara dan Nina beri lh Altar bersama Daddy nya walaupun hanya sebentar nanti bicara baik 2
Ila Lee
Altar sama MCM Alung orang nya panas barang anak sama Daddy perangai juga sama suka membangkang keres kepala
Ila Lee
wahdu Alung bincanglah dengan cara baik 2 AL masih kecik biar dia bersama mamanya
Ila Lee
wahdu mbak roh jgn diungkit loh
Ila Lee
biasa lh kn anak kecil dia sangka mama nya sudah tidak sayang kerana punya adik
Ila Lee
.ngak tahan lihat ya lung🤣🤣🤣
Ila Lee
kasihan pak Rafi jgn cemburu ya🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
ganas kamu Alung kn masih kecil di masok terus- kn lecet 😂
Ila Lee
kn di ganggu 🤣🤣🤣
Ila Lee
kasian mbak Ani itu bukan hantu itu hantu lagi keenakan main jongkang jongkit mbak🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
kn enak syurga dunia Elena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!