NovelToon NovelToon
Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis
Popularitas:19.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rifani

Novel ini adalah lanjutkan dari novel ISTRI KECIL SANG PEWARIS. Sengaja di pisah karena novel ini di khususkan untuk kebahagiaan rumah tangga Gabrielle dan Elea setelah semua masalah hidup terselesaikan. Di novel ini Elea akan memulai hidup barunya sebagai seorang mahasiswi. Dia juga akan belajar menjadi seorang model dan juga desainer dari Grandma Clarissa. Juga akan mengisahkan tentang usaha Gabrielle dan Elea dalam memiliki momongan hingga pada akhirnya mereka di beri tiga pewaris seperti yang pernah di lihat Elea dulu.

Novel ini mengandung banyak keuwuan, kebucinan dan juga kelucuan. Harap kepada para pembaca untuk tidak muntah paku ketika membaca bagian-bagian berbahaya tersebut.

Terima kasih dan selamat tersesat dalam dunia halu bersama penulisnya. Salam kiss kiss onlen dari emak termanis se-Mangatoon 😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Mental

"Selamat pagi, Nyonya Elea!" sapa Nun sambil memberikan setangkai mawar putih untuk sang nyonya.

Gabrielle mengangguk ke arah Elea saat dia menatapnya. Sekarang dia membiarkan pria lain menunjukkan perhatian pada istrinya karena hari ini adalah hari yang sangat spesial. Pun juga ini semua sudah di rencanakan jauh-jauh hari oleh Gabrielle beserta Nun dan juga Ares.

"Selamat pagi juga, Pak Nun. Waahhh ... ada acara apa ini? Kenapa kalian semua memberiku bunga mawar putih?" sahut Elea sambil menerima pemberian bunga dari Pak Nun dan teman-temannya yang lain.

"Mawar putih ini adalah ucapan selamat dari kami semua karena Nyonya akan memulai hari sebagai seorang mahasiswa. Semoga di hari pertama anda masuk universitas semuanya berjalan dengan lancar, Nyonya!" ucap Nun memberitahu.

"Amiinn. Terima kasih banyak untuk perhatian kalian semua. Uummm, aku jadi terharu."

Gabrielle tertawa melihat mata Elea yang sudah berkaca-kaca. Dengan penuh sayang dia mencium puncak kepalanya kemudian memeluknya erat.

"Jangan menangis, nanti teman-temanmu ikut menangis juga."

"Hiksss, biar sajalah Kak. Kalau tidak menangis nanti mereka akan berpikir kalau aku tidak senang dengan hadiah ini. Makanya perlu sedikit airmata untuk menyihir mata semua orang,"

Dan seperti biasa, perkataan Elea sukses membuat semua orang terbengang kaget. Namun kekagetan itu hanya sebentar karena dari arah luar terdengar suara seseorang yang selalu saja menjadi pengacau dalam rumah tangga Gabrielle dan Elea. Siapa lagi kalau bukan si Levita Foster, pelakor yang merangkap sebagai CEO sekaligus calon istri dari direkrut rumah sakit ternama milik Group Ma, Reinhard.

"Spadaaaaaa!! Hei istri sah, kau dimana!!"

Langkah Elea langsung terhenti saat lengannya di tarik oleh Gabrielle. Dia lalu menatap bingung ke arahnya.

"Kenapa menahanku, Kak?"

"Sayang, walaupun Reinhard dan Jackson sudah mengizinkanmu untuk beraktifitas kau masih harus tetap hati-hati. Kalau kau sampai kenapa-napa maka aku tidak akan mengizinkanmu keluar lagi sampai benar-benar pulih. Paham?" jawab Gabrielle.

Jantung Gabrielle hampir terlepas saat Elea hendak berlari menghampiri Levi. Dia sangat takut istrinya terpeleset jatuh yang mana akan mempengaruhi kesehatannya. Terlebih lagi bekas operasinya yang baru saja mengering.

"Oh begitu ya, Kak. Berarti aku harus berjalan pelan-pelan dulu?" tanya Elea lugu.

"Iya, berjalanlah dengan pelan."

Elea mengangguk. Dia melepaskan tangan suaminya kemudian mulai melangkah sepelan mungkin agar tidak membuat orang lain khawatir. Ares dan Levi yang kebetulan masuk bersama-sama tercengang syok melihat cara berjalan Elea yang seperti anak bebek. Si nyonya rumah berjalan dengan begitu pelan seakan tengah memakai kain ketat di bagian bawah. Pandangan Levi dan Ares kemudian beralih ke arah Gabrielle dan semua orang. Mereka menarik nafas panjang melihat Gabrielle yang sedang tersenyum seperti orang kasmaran.

"Hadeeehhh, lagi-lagi aku harus melihat kelakuan absurd Tuan Muda-mu, Res. Aku rasa dia itu sebenarnya sudah gila," gumam Levi.

"Tolong jaga bicara anda, Nona Levi. Tuan Muda bersikap seperti itu karena sangat mencintai Nyonya Elea!" sahut Ares membela tuannya.

"Cihhh, dasar penjilat. Memangnya kau tidak bisa apa sekali-kali menghujat bosmu sendiri. Di hadapanku kau tidak perlu malu, Res. Kalau kau muak dan ingin mengumpat Gabrielle, maka lakukan saja. Tidak perlu sungkan. Aku tahu kau sebenarnya sering dibuat frustasi oleh pria sinting itukan? Jujur saja!"

Ares menarik nafas panjang. Dia langsung menundukkan kepala saat Nyonya Elea telah sampai di depannya.

"Selamat pagi, Nyonya Elea. Selamat untuk hari pertama anda masuk ke universitas."

"Terima kasih banyak, Ares."

Mata Elea terus melihat ke arah belakang tubuhnya Ares. Dia tengah menantikan bunga pemberian dari Ares seperti yang di berikan oleh Nun dan teman-temannya tadi.

"Kau mencari apa, Elea?" tanya Levi heran.

"Mawar putih," jawab Elea jujur.

"Mawar putih? Untuk apa?"

Saat itu Levi baru menyadari kalau di tangan Elea ada banyak bunga mawar berwarna putih. Dia kemudian melihat ke arah Gabrielle yang langsung di balas hendikan bahu olehnya.

Dasar pria menyebalkan, batin Levi.

"Maaf Nyonya, bunga mawar putih dari saya ada di dalam mobil. Saya permisi sebentar untuk mengambilnya," ucap Ares kemudian berbalik hendak keluar untuk mengambil bunga.

"Aku ikut, Res."

"ARES!"

Rasanya seperti sedang di serang dengan puluhan ribu anak pedang saat Ares mendengar suara teriakan Tuan Muda-nya yang begitu menggema. Sungguh, dia benar-benar bingung harus bagaimana sekarang. Di lengannya, ada sepasang tangan mungil yang sedang menempel. Sedangkan di belakangnya, ada seekor banteng pencemburu yang Ares yakini pasti sudah mengeluarkan banyak tanduk. Dia jadi serba salah sendiri.

"Ares, ayo. Kenapa berhenti?" tanya Elea yang tak paham kalau saat ini wajah suaminya sudah merah padam menahan cemburu. Dia juga tidak sadar kalau tangannya sedang menggaet lengan Ares.

"Nyonya Elea, bisa tolong lepaskan tangan anda tidak? Nyawa saya bisa melayang kalau kita sampai melakukan kontak fisik di hadapan Tuan Muda."

Belum sempat Elea menjawab, dari arah belakang pinggangnya di rengkuh dengan erat. Dia kemudian mendongak, menahan tawa saat mendapati wajah suaminya yang terlihat begitu buruk.

"Kau sudah memiliki istri sendiri kenapa masih mengganggu istri orang hah!" teriak Gabrielle murka. "Bukankah aku sudah bilang jangan pernah menyentuh kulit istriku meskipun hanya setengah senti. Tapi apa yang baru saja kau lakukan hah! Kau memegang tangan istriku, Res. Kau memegangnya!"

"Ralat!"

Dengan berani Levi menyela tuduhan Gabrielle yang tidak mendasar. Meskipun dia dan Ares tidak terlalu akrab, tapi Levi tidak bisa diam saja ketika melihatnya mendapat perlakuan tidak adil.

"Yak Gabrielle, memangnya matamu sudah rabun sampai tidak bisa membedakan mana yang memegang dan mana yang di pegang? Jelas-jelas tangan Elea-lah yang memegang lengan Ares lebih dulu. Tapi kenapa kau malah marah padanya, hah? Kau sudah tidak waras ya?"

"Tutup mulutmu, Levi!" sergah Gabrielle jengkel.

"Apa? Kau memintaku untuk menutup mulutku yang seksi ini? Ohooo, tidak semudah itu ferguso!" sahut Levi sambil menggoyangkan jari telunjuknya.

Ares, Nun dan para pelayan hanya berdiri diam menyaksikan pertengkaran antara Tuan Muda mereka dengan si pelakor yang tidak punya hati ini. Mereka sudah tidak kaget lagi karena kejadian seperti ini akan selalu muncul setiap kedua orang tersebut bertemu. Sepertinya dewa telah mengutuk keduanya agar selalu tidak akur. Sungguh menyedihkan.

"Kak Iel, Kak Levi, memangnya urat leher kalian tidak kaku ya karena selalu bersitegang? Aku yang melihat saja bisa merasakan kalau tensi darahku sudah naik ke tingkat yang paling tinggi!" celetuk Elea yang langsung membuat kedua orang tersebut tak bisa melanjutkan perdebatannya lagi.

"Elea, bagaimana caramu bertahan dengan pria egois yang tidak punya perasaan ini hah! Jika itu aku, mungkin aku sudah menenggelamkannya ke dalam bak mandi sampai kehabisan nafas. Suamimu benar-benar sangat menjengkelkan, Elea!" amuk Levi sambil melirik sinis ke arah Gabrielle.

"Meskipun menjengkelkan tapi suamiku sangat kaya, Kak Levi. Memangnya Kak Levi lupa uang siapa yang Kakak curi setiap bulannya?" tanya Elea dengan sengaja menenggelamkan Levi ke dalam dasar sungai yang paling dalam setelah mengejek suaminya.

Gabrielle, Ares, Nun dan para pelayan nampak menahan tawa begitu Elea mengeluarkan jurus mautnya yang langsung membuat Levi berlari keluar dari dalam rumah. Bisa kalian bayangkan sendiri betapa frustasinya pelakor itu setelah mendapat serangan mental dari si istri sah. 🤣🤣🤣🤣

🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

...🍀Jangan lupa vote, like, dan comment...

...ya gengss...

...🍀Ig: rifani_nini...

...🍀Fb: Rifani...

1
Avril
tapi memang sih..aku sering ketagih Bau uang 😂
Nazema Ardiansyah
lanjutkan ka
Laili Dwi Agustina
Bern dingin seperti beruang kutub tapi pria yang gentleman 👍😍
Laili Dwi Agustina
wow hanya dengan amora ...Bern mengucapkan banyak kata...sudah gak irit bicara👍😍
༺⬙⃟⛅ᴶᵉᵐⁱᵐᵃѕ⍣⃝✰zc❖☠️⃝: ‎Halo sahabat pembaca ✨
‎Aku baru merilis cerita terbaru berjudul BUKAN BERONDONG BIASA
‎Bercerita tentang Lucyana yang dikhianati oleh masa lalu, lalu terjebak dalam pernikahan mendadak dengan Sadewa—seseorang yang jauh lebih muda dengan luka sendiri yang membuatnya trauma.
‎Bisakah keduanya bertahan? Ataukah cinta mereka akan menyerah pada masa lalu yang menghantui?
‎Mampir, ya… siapa tahu kamu ikut jatuh hati pada perjalanan mereka.
‎Terimakasih💕
total 1 replies
Jumiah Miah
padahal menunggu knp sampai dsni crtanya pdhal bgus bgt aqu taunya cuma dsni
Yanxy Yanxipl
Gabriel saraf binatang sja di cemburu in benar2 saraf
Dahlia Anjani
sabar Levi... kenapa gk iyakn aja ucapan ellea barusan.. skrg nyselkna..🤣🤣🤣🤭🤭
Dahlia Anjani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Andrea
dah 2 tahun gx update juga ini novel..gx jelas penulis'y😒
Dahlia Anjani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga ellea...
Dahlia Anjani
sabar nun 🤣🤣
Dahlia Anjani
sabaarr sabaarr dokter Jackson hehe
Ailiya Amalia
sangat bagus
Maghfira
mak tolong update lagi dong please 😭😭😭
Tety Yulianti
Luar biasa
Ra Lasminah
Karl dialah musuh dalam selimut
Ra Lasminah
flow seperti elea yg bisa melihat kedepan sedangkan Karl seperti Gabriel ayahnya yg bisa baca pikiran orang karna musuh yg sebenarya adalah pada Karl karna dialah yg mendapatkan kutukan itu
Bundana Irpan Sareng Faizal
❤❤❤❤
Syella Alvionita
Mak, Judul yang punya flow apa ya ? Aku kok cari gak ada
Naura Maryanti
kak tolong lanjutkan cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!