NovelToon NovelToon
Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:106.2k
Nilai: 5
Nama Author: Luna Hanayuki

Bulan adalah lambang kecantikan seorang wanita. Bulan yang terbelah menceritakan tentang perjuangan seorang laki-laki bernama Arzie yang mencari keluarganya. Dia sejak kecil di adopsi oleh seorang keluarga kaya raya di Kota. Setelah dia menyelidiki latar belakang keluarganya, ternyata dia mempunyai dua orang adik kembar perempuan. Dan pada salah satunya Arzie jatuh cinta kepadanya sebagai seorang laki-laki dan perempuan. Bagaimana dia menyatukan lagi kedua adik kembarnya yang berbeda karakter. Kirani dan Keren, yang dibesarkan oleh keluarga yang berbeda latar belakang negara dan budaya. Jepang dan Indonesia. Arzie harus menempatkan diri bukan saja sebagai seorang laki-laki tegar namun juga seorang kakak yang penyayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luna Hanayuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama Dipemakaman

"Mami ... Arzie banyak mengucapkan terima kasih atas semua didikan papi dan juga mami yang membuat Arzie jadi seperti ini. Tanpa kalian Arzie tidak akan mencapai titik ini dengan mudah. Arzie selalu berdoa untuk Mami disyurga"

Ucap Arzie didepan makan kedua orang tuanya. Arzie selalu menyempatkan mengunjungi makam kedua orang tuanya walaupun hanya untuk mengirimkan seuntai doa.

Arzie melangkah meninggalkan area pemakaman. Namun langkahnya terhenti melihat seseorang yang bersimpuh disalah satu makam. Dari belakang Arzie memperhatikan perempuan itu. Mungkin umurnya masih belia. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun.

"Adik ... Jangan menangis, sayang?!", sapa nya lembut.

Anak itu menoleh pada Arzie. Buru-buru dia menghapus air matanya. Lalu tersenyum pada Arzie.

"Oom... Siapa?"

"Oom.. jangan panggil Oom ah. Tua sekali. Panggil Kakak saja. Nama kakak Arzie. Kakak juga baru saja berziarah kemakam kedua orang tua kakak"

"Namaku Kirani, Kak Arzie. Ini makam Bundaku. Dia baru seminggu yang lalu meninggal. Sakit kanker usus"

"Yang sabar ya, Dek. Doakan saja bundamu bahagia disurga sana. Diampuni dosa-dosanya sama Tuhan"

"Aamiin... Makasih, Kak"

"Boleh Kak Arzie ikut mendoakan Bunda kamu?"

Kira mengangguk, Arzie duduk di samping makam bundanya dan dia pun duduk bersisian dengan Arzie. Arzie membacakan doa khusus untuk almahumah.

"Terima kasih ya, Kak. Sudah mau doain bunda"

"Sama-sama adik manis"

******

"Terima kasih, Kak. Aku turun disini saja. Rumah ku sudah dekat ko. Diujung ganga itu"

Arzie memarkirkan fortuner nya disisi kiri jalan.

"Hati-hati dijalan, Dek. Salam buat nenekmu ya"

"Ya, Kak"

Arzie turun dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobil buat Kira. Lalu dia membantu Kira menyeberang jalan da mengantarnya sampai ujung gang. Arzie kembali kemobilnya lalu memacu mobilnya kembali kerumah.

Pukul lima sore dia sudah berada di rumah. Dia langsung menuju kamarnya dilantai atas, melewati tangga panjang dan indah dengan ukiran cantik pada pegangannya. Lalu melewati lorong di sebelah kanan tangga, pada pintu pertama dia berhenti.

Cekreeeeekkk ...

Dia masuk dan mengunci kamarnya. Melepas sepatunya. Lalu membuka jas serta dasinya. Sejenak mengeringkan keringat sebelum membersihkan diri.

"Kirani Fauzia Chandani",gumamnya sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur empuknya.

"Manis sekali anak itu. Bicaranya lembut. Gaya nya anggun sekali untuk anak seusianya. Delapan tahun lebih muda dariku. Namun pengetahuannya luas. Gaya bicaranya asik. Aku suka berbicara dengannya"

"Aah..Arzie ... Dia itu masih anak-anak. Jangan berpikiran konyol. Lebih baik kamu mandi dan makan malam. Kasihan cacing-cacing diperutmu yang sudah kelaparan",ucapnya dalam hati.

Arzie menuju wardrobe dan mengambil dua potong handuk, lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Pancuran shower yang membasahi tubuhnya membuatnya nyaman dan lebih segar.

Setengah jam kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dipinggangnya, serta selembar handuk yang lebih kecil untuk menyeka rambutnya. Terlihat dadanya yang bidang dan ototnya yang kekar.

Dia menuju lemari mengambil selembar baju kaos dan celana panjang. Lalu turun kelantai bawah menuju meja makan. Asisten rumah tangganya sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Arzie menikmati makan malamnya ditemani dengan handphone di tangannya. Memeriksa posisi saham serta email-nya yang masuk.

Dahulu sewaktu almarhum kedua orang tuanya masih hidup, mereka suka menikmati makan malam diselingi dengan obrolan santai dan gurauan segar dimeja makan. Terkadang Arzie merindukan saat seperti itu lagi.

******

"Kak, Arzie ..?!"

"Hai, Kira. Kebetulan sekali ketemu disini"

"Ya, Kak"

"Sedang cari buku?"

"Ya, cari buku bacaan aja. Novel. Buat hiburan, Kak"

"Kamu suka membaca?"

"Ya, disaat senggang ataupun selesai belajar. Biar otak ini tidak cepet konslet, Kak?!"

Hahahahahaha...

Arzie tertawa mendengar ucapan Kirani. Perempuan kelas satu SMP itu tersenyum malu-malu. Manis sekali.

"Dulu waktu Ayah masih ada, ayah suka temenin aku ketoko buku. Sekarang ayah sama bunda sudah tidak ada. Aku suka kesini sendiri, mengenang mereka dihati"

"Ayah dan bunda mu pasti orang baik. Dia pasti bangga punya anak cerdas dan cantik sepertimu, Dek"

"Kak Arzie, juga tinggal sendirian??"

"Hmmm...."

"Tidak kesepian?"

Arzie menoleh pada perempuan kecil disampingnya. Dari matanya mengatakan sebuah kerinduan dan kesepian yang dia rasakan.

"Kadangkala Kak Arzie juga merasa sepi. Hanya saja Kak Arzie kagum sama kamu, diusia kamu sekarang yang sudah ditinggal kedua orang tua, kamu bisa berdikari, bisa setegar ini menghadapi hidup. Kak Arzie ditinggal Papi dan Mami saat sudah dewasa saja masih suka sedih dan merasa lemah tanpa mereka. Kak Arzie belajar banyak darimu, Dek"

Waktu itu tahun terakhir Arzie bersama Papinya tercinta, hari-hari terakhir yang penuh kenangan. Terlebih ditahun itu dia lulus strata dua di Australia, lalu dia langsung diberi kepeecayaan oleh Papinya memegang perusahaan minyak milik keluarganya. Arzie Yudhana Kusuma adalah putra tunggal keluarga Kusuma, pemilik perusahaan petrolium terbesar dinegeri ini. Mami meninggal dunia saat dia berusia dua puluh satu tahun.

Sedangkan Papinya meninggal setelah melimpahkan semua aset dan kepemilikan perusahaan pada putra tunggalnya. Baru satu tahun memimpin perusahaan Papi nya meninggal dunia akibat sakit. Diusia yang sangat muda dia menjadi pimpinan sebuah perusahaan besar. Kaya raya. Tampan. Dan cerdas. Tipe ideal bagi semua perempuan dimuka bumi.

Gaya nya yang eksklusif dan elegan serta tegas dalam memimpin membuat dia disegani banyak orang. Namun dia juga santun terhadap lawan bicaranya terlebih jika bicara dengan orang yang lebih tua.

******

1
Henym
Luar biasa
Erni Wati
ceritanya bagus ,menginspirasi
🌻Ruby Kejora
Hai kaka aku mampir
Salam kenal 💐💐
Rini Apriyanti
Selalu bagus n konfliknya g berbelit2
sendok garpu
arzie gak ada jodoh nya..aduh sayang banget laki2 sebaik dia gada tambatan hati..atw belum nemuin kali yaa.
tambatan hatinya..tp best buat author nya.ceritanya sedeeep beneeerrr
Luna Hanayuki: terima kasih kk
total 1 replies
sendok garpu
degdegan tp sedep..bikin tegang
sendok garpu
terjemahannya dipisah jd aku agak loading🤭
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
good luck kak Luna👍, dpt pljrn baru bahasa asing'a juga, semangat trs kak luna
Luna Hanayuki: ashiiaaap
total 1 replies
Niyusa Bina 💝💝
mmpir
Tri Purwantii
keren dan Kirani saudara kembar dan arzie kakanya
Luna Hanayuki: yuhuuu, 100
total 1 replies
Didit Pindo
bagus tapi agak terganggu dgn bahasa asing ygterjemahannyaterpisah gimana kalau langsung d bawahnya
Luna Hanayuki: do it next
total 1 replies
N I A 🌺🌻🌹
selalu suka ama karya2 mu thor yg selalu beda dg novel2 lainnya dan pastinya keren2 karyamu2
sukses selalu thor
Luna Hanayuki: terima kasih kakak. maaf kalau banyak cerita yang membosankan.
total 1 replies
Yusniar Zebua
lanjut
Fitri Ainin Mudawamah
yaa mereka tiga brsaudars arzir kirani kerren
Rina Widiyanti
napa aku nebak alexi itu abang kira
Kiki Oktavia
bingung cerita nya ada 2 alur
Ratmi Cikino
coba bhsa jpang dan artinya jgn dpisah...jd bs ngerti ceritanya lbih gampang...
Rusnah Madani
Terima kasih thor cerita Nya bagus, nggak ribet2 amat
Luna Hanayuki: terimakasih kk
total 1 replies
Darah Biru (Bangsawan)
rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐🤗 saling mendukung ya Thor
Ellaa🎭
izin ya thor 🙏🌹

mampir juga yukk ke karyaku judulnya
'Kay and Say'🥰🥰
jangan lupa mampir ya siapa tau suka 🤗🥰

semangat terus kak author nya 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!