NovelToon NovelToon
Gluttony Sovereign

Gluttony Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:669
Nilai: 5
Nama Author: Xian Nying

Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.

Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.

Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.

Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.

Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Menelan Kematian

...Dunia ini cuma punya dua jenis orang: yang makan, atau yang dimakan....

Selama dua puluh satu tahun hidup gua, gua selalu jadi yang kedua. Hidup gua hancur sejak panti asuhan tempat gua dibesarkan digusur habis oleh pengembang yang serakah dan tidak punya perasaan. Sejak hari itu, gua cuma dianggap sampah ibu kota. Gak punya ijazah, gak punya kenalan yang bisa diandalkan, dan yang paling menyakitkan—di mata mereka yang hidupnya enak dan perutnya selalu kenyang, gua bahkan tidak punya harga diri sama sekali.

Ratusan surat lamaran kerja gua semuanya berakhir di tong sampah. Mau kerja apa saja rasanya mustahil. Bahkan cuma untuk jadi kuli angkut barang pun gua harus berebutan keras dengan ribuan orang lain yang nasibnya sama-sama menyedihkan, sama-sama sekarat. Kadang gua pikir, nasib memang suka bercanda… dan gua adalah lelucon paling menyedihkan yang pernah ada di kota ini.

Malam ini, hujan badai menyapu seluruh kota. Angin berhembus kencang sampai tulang rasanya ngilu, membawa hawa dingin yang bikin seluruh tubuh gua kaku sampai sulit digerakkan. Di sudut gang sempit yang bau sampah dan air kotor, gua meringkuk di balik tumpukan kardus basah—barang rongsokan itu satu-satunya benteng pertahanan gua dari dunia luar yang selalu kejam, selalu menutup mata pada orang seperti gua.

Perut gua sudah tidak terasa sakit lagi. Empat hari ini gua belum masuk nasi sedikit pun. Rasa nyeri melilit yang dulu selalu menyiksa perlahan berubah menjadi kehampaan yang berat dan kosong. Seolah tubuh gua sendiri sudah lelah, sudah menyerah, berhenti mengirim sinyal lapar ke otak. Pandangan gua makin lama makin kabur, cuma bisa melihat bayangan lampu mobil mewah yang lalu lalang di jalan besar, tepat di seberang gang ini.

Orang-orang di luar sana berlarian terburu-buru, memegang payung mahal, sibuk melindungi pakaian bagus mereka supaya tidak kena air hujan. Tidak ada satu pun dari mereka yang sudi melirik sedikit pun ke arah tempat gua bersembunyi. Bagi mereka, gua cuma bayangan gelap, sesuatu yang tidak ada nilainya, sesuatu yang lebih rendah dari sampah.

Ah… jadi gini rasanya mau mati, batin gua pelan.

Tidak akan ada yang cari gua. Tidak akan ada yang menangisi gua saat nyawa ini benar-benar pergi. Dunia ini akan terus berputar seperti biasa, seolah-olah orang bernama Yudha ini tidak pernah ada sama sekali di atas bumi ini. Dengan sisa napas yang makin lemah, tersangkut di tenggorokan, gua menutup mata. Pasrah—itulah satu-satunya jalan keluar yang tersisa buat gua.

...

...HUAAKKH!...

Gua tersedak keras, rasanya seperti ditarik paksa naik dari dasar laut yang paling gelap dan paling dalam.

Gua terbangun langsung duduk, tangan mencengkeram kuat-kuat leher sendiri. Paru-paru gua menghisap udara sekuat tenaga, seolah baru saja kehabisan napas bertahun-tahun lamanya. Jantung berdegup kencang sekali, memompa darah dengan tenaga yang rasanya tidak masuk akal. Tubuh gua terasa segar bugar, kuat, ringan… seolah rasa lapar, dingin, dan rasa sakit yang menyiksa tadi hanyalah mimpi buruk panjang yang baru saja hilang ditelan kegelapan.

..."Gua… belum mati?"...

Suara gua terdengar asing di telinga sendiri—lebih berat, lebih tegas, lebih tajam, dan rasanya beda sekali dari suara lemah yang biasa gua pakai selama ini.

Gua menunduk melihat tubuh gua sendiri. Tangan yang kemarin kurus kering, kulitnya kering dan kotor, sekarang terasa kokoh, berisi, dan kuat. Bau busuk lumpur dan sampah yang selama ini melekat di kulit gua hilang sama sekali, terganti oleh bau rumput dan tanah basah yang segar, sampai terasa menusuk hidung. Saat gua mendongak menatap ke atas, otak gua nyaris berhenti bekerja.

Langitnya biru bersih, cerah, tidak ada jejak asap atau polusi sedikit pun… dan di sana, di langit yang luas itu, ada dua matahari yang bersinar berdampingan dengan begitu megah.

...Dunia apa ini?...

Belum sempat gua berpikir lebih jauh, tiba-tiba ada suara dingin, datar, tanpa perasaan, yang langsung bergema tepat di dalam kepala gua—tanpa sumber, tanpa asal, seolah suara itu ada di dalam pikiran gua sendiri.

...[Jiwa Terpilih Dikonfirmasi.]...

...[Subjek: Yudha (21 Tahun)]...

...[Penyebab Kematian: Kelaparan kronis.]...

...[Mengekstrak penyesalan terdalam…]...

Lalu sebuah kalimat muncul dengan jelas di benak gua—sesuatu yang selalu gua rasakan, yang selalu ada di hati tapi tidak pernah sempat gua ucapkan dengan lantang selama ini:

...“Aku tidak mau lagi kelaparan. Aku tidak mau lagi menjadi lemah, tidak mau lagi diinjak-injak siapa pun.”...

...[Keinginan Diterima. Sistem 'Apocalypse Hunger' Diaktifkan.]...

Tepat saat itu, sebuah layar cahaya berwarna perak muncul melayang di udara tepat di depan wajah gua, tulisannya terlihat jelas, nyata, tapi tidak bisa disentuh atau dipegang.

...[Status Karakter]...

...Nama: Yudha (Varian: Ren)...

...Skill Unik: Overconsumption & Plunder (Pasif)...

...Kelaparan takkan lagi menjadi musuh, melainkan menjadi sumber kekuatan terbesarmu. Apa pun yang kamu makan, tubuhmu akan mengubahnya menjadi tenaga dan kekuatan asli yang akan melekat padamu selamanya, tidak akan pernah hilang....

...[Skill Aktif: Gluttony’s Sight (Lv. 1)]...

...Mampu mendeteksi segala jenis sumber daya, tenaga, atau energi apa pun yang bisa kamu 'makan' dan serap kekuatannya, dalam jarak sampai lima puluh meter di sekitarmu....

Gua menyentuh permukaan layar cahaya itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar—tapi bukan karena takut. Tangan gua gemetar karena amarah yang selama ini dipendam, karena semangat yang baru menyala, karena harapan yang dulu sudah gua kubur dalam-dalam tapi sekarang hidup kembali. Rasa lapar yang dulu selalu menyiksa gua, yang dulu bikin gua menderita sampai mau mati… sekarang terasa beda. Sekarang rasanya seperti panggilan. Seperti janji yang akan gua tepati.

Dunia lama yang gua tinggalkan membuang gua seperti sampah yang tidak berguna, tidak ada harganya. Tapi di sini… di dunia asing yang bahkan tidak pernah gua bayangkan keberadaannya ini? Gua diberi kekuatan mutlak, kekuatan yang bakal bikin gua bangkit setinggi langit—sampai tidak akan ada satu orang pun, tidak akan ada satu makhluk pun, yang berani lagi merendahkan, menginjak, atau menganggap gua remeh.

Gua berdiri tegak, mengepalkan tangan sampai urat-urat di lengan gua terlihat jelas menyembul. Tatapan gua berubah total—yang tadinya sayu, lelah, penuh keputusasaan dan rasa takut, sekarang berubah menjadi dingin, tajam, penuh api ambisi yang menyala besar di dalam hati. Kekuatan ini bukan cuma hadiah. Kekuatan ini adalah pembalasan. Ini adalah cara gua menuntut apa yang seharusnya gua dapatkan dari dunia yang selama ini tidak pernah memberi gua kesempatan sedikit pun.

..."Dunia lama gua udah ngebuang gua," bisik gua pelan, matanya menatap lurus ke hamparan dunia baru yang terbentang luas di depan kaki gua....

..."Tapi di sini… gua bersumpah, gua akan menelan semuanya. Dan gua tidak akan pernah, tidak akan mau, merasakan lapar lagi seumur hidup gua!"...

 

[Menurut kalian, apa hal pertama yang bakal Yudha 'makan' di dunia baru ini untuk menguji seberapa hebat kekuatannya? Tulis pendapat kalian di bawah ya!]

1
We wok
sampai tamat yah/Frown/
Xian Nying: Udah Baca Emangnya Kenapa?
total 3 replies
Xian Nying
Singkat aja: CERITA INI GAK ADA OBATNYA ENAK BANGET. Karakter, alur, bahasanya, semuanya pas. Gak sabar liat Yudha makan kekuasaan, makan dunia, makan apa aja deh pokoknya. LANJUT BOS, GW DUKUNG TERUS! 🔥"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!