Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.
Mau tau kelanjutan nya yok simak....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1:Saldo minus dan Notifikasi misterius
Rendra Wijaya menatap layar ponsel pintarnya yang retak seribu dengan pandangan pasrah. Cahaya dari layar yang meredup itu menerangi wajahnya yang kuyu, memperlihatkan kantung mata yang tebal akibat kurang tidur berhari-hari. Di tengah layar, aplikasi mobile banking miliknya sedang menampilkan sebuah angka yang sudah sangat akrab di matanya, namun entah mengapa selalu berhasil membuat dadanya terasa sesak dan terhimpit: Rp 14.500,-.
Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, hidup Rendra terasa seperti sebuah labirin tanpa jalan keluar. Sementara teman-teman kuliahnya dulu sudah mulai meniti karier sebagai pegawai kantoran dengan kemeja rapi di kawasan Sudirman, Rendra harus puas menjadi seorang kurir paket. Ia terjebak dalam sistem kemitraan sebuah perusahaan logistik raksasa yang jargonnya mementingkan kesejahteraan, namun realitanya sangat mencekik. Setiap hari, ia harus memacu sepeda motor bebeknya menembus polusi, kemacetan, dan ego para pelanggan yang sering kali tidak sabaran. Penghasilannya yang tidak menentu habis tak bersisa hanya untuk membayar sewa kosan petak berukuran 3x3 meter yang pengap, membeli mi instan, dan membayar cicilan motornya yang kini sudah menunggak selama dua bulan berjalan.
Malam itu, hujan deras mengguyur Jakarta dengan sangat kejam. Guntur menggelegar di langit, seolah-olah sedang menertawakan nasibnya. Rendra duduk di atas kasur tipisnya tanpa seprai, mendengarkan bunyi rintik air yang bocor dari atap seng dan jatuh tepat ke dalam ember plastik di pojok kamar. Tubuhnya terasa remuk dan meriang setelah bekerja selama 14 jam penuh, mengantar puluhan paket di bawah guyuran air langit demi mengejar bonus target yang nominalnya sebenarnya tidak seberapa.
"Kalau besok cicilan ini nggak dibayar, pihak leasing pasti bakal datang dan narik motor gue. Kalau motor itu ditarik, gue kerja pakai apa lagi?" gumam Rendra lirih. Ia menyeka sisa air hujan yang masih menetes dari rambutnya yang basah ke ujung kausnya yang sudah bolong di bagian pundak. Putus asa. Hanya itu satu-satunya kata yang bisa menggambarkan kondisinya saat ini.
Tiba-tiba, ponsel di genggamannya bergetar dengan sangat hebat. Getarannya begitu kuat hingga membuat telapak tangan Rendra terasa kesemutan. Rendra mengira itu adalah notifikasi dari aplikasi kerjaannya yang meminta konfirmasi paket, atau mungkin pesan teror dari debt collector pinjaman online yang belakangan ini gencar menghubunginya. Namun, dugaannya salah besar.
Layar ponselnya mendadak berubah menjadi hitam pekat secara total. Detik berikutnya, muncul sebuah teks digital berwarna emas neon yang melayang di atas layar, memancarkan cahaya terang yang memenuhi kamar kosnya yang remang-remang. Teks itu seolah menembus kaca pelindung ponselnya dan mengapung di udara.
[ Memindai Kualifikasi Pengguna... ] [ Subjek: Rendra Wijaya ] [ Status Ekonomi: Sangat Miskin & Berada di Titik Terendah Kehidupan ] [ Kriteria Terpenuhi. Selamat! Anda telah terpilih sebagai pemilik tunggal dari: SISTEM AUTO RICH (V 1.0) ]
Rendra mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia menggosok matanya dengan kasar, berpikir bahwa rasa lapar dan kelelahan yang luar biasa telah membuatnya berhalusinasi. Apakah ini sejenis malware baru? Atau virus ransomware yang sedang meretas hp gue yang kentang ini? pikirnya panik.
Sebelum jempolnya sempat menekan tombol daya untuk melakukan restart paksa, sebuah suara mekanis yang sangat renyah, jernih, namun memiliki nada dingin yang mutlak, tiba-tiba bergema langsung di dalam kepalanya. Suara itu tidak berasal dari speaker ponsel, melainkan bergaung di dalam kesadarannya sendiri.
“Sistem Auto Rich berhasil diaktifkan. Proses mengikat jiwa dengan pengguna Rendra Wijaya telah selesai. Mulai detik ini, setiap embusan napas dan setiap detik kehidupan Anda adalah uang.”
Halo , ini novel pertama ku jadi maaf kalo novel ini kurang bagus mohonn dikoreksi novel nya temanku.
Terima kasih..