"Apa salah kalo aku cinta ke mas?" tanya Nerrisha suaranya parau hampir tak terdengar
Nick tertunduk dan menghela nafasnya panjang dan menjawab dengan suara lirih.
"Nerrisha, dengar baik-baik. Jarak diantara kita terpaut jauh. Kamu tahu jurang di depan sana? Itu, anggap saja itu adalah kita..." ucap Nicholas lembut
"Seperti itulah jarak usia diantara kita. Saya gak mau dengar teman-temanmu memanggilmu dengan sebutan sugar babby. Maaf saya gak pantas buat kamu..." ucapnya kemudian yang berlalu begitu saja dari hadapan Nerrisha yang masih berdiri mematung terpaku memandang jurang di seberang sana
*****
Nerrisha dan Nicholas awalnya hanya sebatas saling sapa biasa saja. Namun seiring berjalannya waktu disetiap pertemuan-pertemuan kecil yang terjadi di keluarga Adiwangsa kerap menjadi saksi bisu perasaan keduanya.
Namun usia mereka terpaut 10 tahun jauhnya sehingga Nerrisha kerap disebut teman-temannya dengan sebutan sugar babby.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yogitha Ratnajyoti , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bintang Jatuh
Di malam yang dingin tak berbisik, tepatnya di sebuah ruang pertemuan yang mewah, tampak Pak Arya Chakra Adiwangsa duduk bersama beberapa koleganya, termasuk Nicholas Andreanus Theodore yang tengah serius memperhatikan presentasi bisnis.
Tiba-tiba, pintu ruang pertemuan terbuka dan seorang gadis cantik berusia 20 tahun berlari masuk, bergelayut manja pada Pak Arya.
"Papaaaa, aku mau kado ulang tahunku dong..." ucap Nerrisha dengan suara manja setelah berlari masuk ke ruangan itu menghampiri pak Arya
Pak Arya tersenyum, "Ah, Nerrisha! Happy birthday, sayang. Apa yang kamu mau?"
Nerrisha memandang sekeliling ruangan, mata birunya bertemu dengan Nicholas yang tampak sedikit terkejut.
"Aku mau...aku mau..." Nerrisha berhenti sejenak, lalu menunjuk Nicholas
"Aku mau dia, Pa..."
Ruangan menjadi sunyi, semua mata tertuju pada Nicholas yang tidak percaya. Pak Arya tersenyum, "Hmm, Nerrisha, dia itu....."
"Gak apa-apa, Pak Arya," ucap Nicholas dengan suara tenang
"Saya Nicholas Andreanus Theodore, rekan bisnis papa kamu..."
Nerrisha tersenyum manis, "Halo, Nicholas. Kenalin aku Nerrisha..."
Pak Arya akhirnya berkata, "Apa yang kamu katakan Nerrisha, bersikaplah yang sopan, sebaiknya kamu keluar dulu dari ruangan ini, papa dan teman-teman papa lagi bahas soal bisnis penting..."
Nicholas yang masih sedikit terkejut itu pun berkata, "Gak apa-apa, Pak Arya. Biarkan saja..."
Pak Arya pun berkata, "Jangan dianggap serius ya, nak Nick. Putri saya ini memang terlalu unik perilakunya. Oh ya, mari kita bahas lagi mengenai peningkatan bisnis kita..."
Nerrisha masih tersenyum manis, "Ok, Papa. Aku pergi dulu, Kak Nicholas daaaahhh..."
Nerrisha melambaikan tangan pada Nicholas sebelum keluar dari ruangan.
Nicholas hanya tersenyum dan mengangguk, "Sampai jumpa, Nerrisha..."
Keadaan ruangan pun kembali fokus pada laptop masing-masing, seolah-olah insiden Nerrisha tak pernah terjadi. Namun, Nicholas tak bisa melepas pandangannya dari pintu yang baru saja ditutup oleh Nerrisha.
Ada sesuatu yang unik dalam diri gadis itu, sesuatu yang membuatnya tak bisa diabaikan. Pak Arya kembali berbicara, suaranya mengalir seperti air sungai yang tenang, membahas strategi bisnis yang akan membawa perusahaan mereka ke puncak kesuksesan.
Nicholas hanya mengangguk-angguk, pikirannya masih teralihkan pada Nerrisha yang baru saja meninggalkan ruangan.
Nerrisha kembali ke balkon rumah, sembari menantikan bintang jatuh untuk sebuah permohonan kecilnya di ulang tahunnya kali ini. Ia mengharap di usianya saat ini harapannya untuk memiliki seorang kekasih bisa terkabul.
"Bintang jatuh, bintang jatuh! Gue pengen punya pacar dong di usia 20 tahun ini, tolong kabulin permintaan gue yah, please..." Nerrisha mengucapkan permohonannya dengan suara lantang
Suara lantang Nerrisha terdengar oleh Nicholas yang tengah menuju mobilnya. Ia berhenti sejenak, menatap ke atas dan melihat Nerrisha yang berdiri di balkon.
"Kekasih di usia 20 tahun...hah...?"
Nicholas tersenyum, "Gadis kecil ini...ada-ada saja, bahkan aku yang sudah berusia 35 tahun saja masih betah menjomblo...."
Nerrisha yang tidak menyadari kehadiran Nicholas, melanjutkan permohonannya, "Dan gue mau dia jadi yang terbaik buat gue, gue pengen punya pasangan yang lebih lebih dari papa pokoknya..."
Nicholas yang mendengar itu, tersenyum lebih lebar, "Aku ngerasa gadis kecil ini cukup konyol..."
Disaat itulah bintang jatuh pun meluncur dg indah, dan tatapan mata Nerrisha dg Nicholas pun tanpa sengaja saling bertemu satu sama lain.
Keduanya saling salah tingkah dan dalam hati Nerrisha, 'Astaga, Kak Nick ngapain coba dia di bawah sana, mana ngelihat ke arah gue lagi, tapi dia ganteng banget juga...'
Sementara Nicholas hanya tersenyum ramah pada Nerrisha, barulah ia memasuki mobilnya. Nerrisha yang masih berdiri di balkon, merasa pipinya memanas.
"Apa yang terjadi sama gue? Kenapa gue jadi ngerasa gugup?"
Tiba-tiba saja sebuah tangan besar memegang pundak kanannya yang tak lain adalah pak Arya yang menanyakan mengenai kado apa yang nerrisha inginkan.
Nerrisha pun terkejut kemudian menjawab, "Papa, aku ingin kado yang spesial dari Papa..."
Dia meminta izin untuk berpacaran dengan pemuda yang ia sukai dikarenakan usianya sudah dewasa, "Papa, aku minta izin buat pacaran dong, Pa..."
Pak Arya bertanya, "Mau pacaran? Permintaan mu konyol sekali. Dengan siapa kamu mau berpacaran?"
Nerrisha pun menjawab, "Belum tau, Pa... makanya mau dicari dulu calon pacarnya hehehe..."
Pak Arya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, heran dengan tingkah putri semata wayangnya ini.
"Nerrisha, kamu memang unik," ujarnya sambil tersenyum.
Ya, pak Arya dan bu Shanty memang memiliki tiga orang anak, dua di antaranya tak lain adalah Rey dan yang kedua tak lain adalah Arga, dan Nerrisha adalah satu-satunya princess bagi mereka.
Pak Arya pun mengajak Nerrisha untuk melihat kado yang sudah dipersiapkan olehnya di ruang tamu. Dengan penuh semangat, Nerrisha pun berlari ke lantai bawah dan tak sabar untuk melihat kado ulang tahunnya yang ke 20 tahun.
"Wah, apa ya kado dari Papa?" ucapnya dalam hati sambil melompat-lompat kecil
Nerrisha pun melihat sebuah kotak kado berukuran besar berwarna merah dihiasi dengan pita berwarna biru diatasnya, dengan tak sabar ia membukanya dan disaat mendapati apa isinya yang tak lain adalah sebuah gaun mewah berwarna biru muda favoritnya sehingga dia pun merasa sangat bahagia sekali hari ini.
Ada lagi sebuah kotak kado berukuran sama berwarna biru berpita biru, disaat ia akan membukanya pak Arya pun mengatakan.
"Itu kado dari Nicholas untukmu, tapi Papa sendiri juga gak tahu apa isinya, tapi dia berharap semoga kamu suka..."
Nerrisha pun membukanya dan ternyata berisi sepatu high heels berwarna biru muda yang senada dengan gaun pemberian pak Arya.
Nerrisha pun mengatakan bahwa ia sangat menyukai kedua kado di ulang tahunnya kali ini, ia merasa sangat bahagia dan merasa bagaikan gadis tercantik di dunia ini bagaikan Cinderella.
"Wah, Papa, aku suka banget! Dan sepatu ini...kayaknya Kak Nicholas pasti tahu aku suka warna biru muda... Pah...aku ngerasa aku kayak Cinderella ntar kalo pake semua ini..." ujarnya sambil memeluk pak Arya
Sementara itu bu Shanty pun juga ikut memberikan kadonya sembari mengucapkan happy birthday pada Nerrisha disusul pula oleh Rey dan Arga.
Nerrisha pun memeluk mereka dengan penuh kasih sayang, ia membuka kado dari mamanya yang berisi tas branded berwarna biru muda, dan kado dari Rey berisi sepatu joging berwarna putih lis biru muda, dan kado dari Arga berupa buku novel terbitan terbaru karya tere liye.
"Wah, makasih semuanya...Aku suka banget..." sahutnya sambil memeluk mereka lagi
Mereka pun mengangguk dengan senyuman hangat membalas pelukan Nerrisha, suasana penuh kasih sayang dan kebahagiaan itu membuat Nerrisha merasa sangat dicintai dan disayangi oleh keluarganya.
BERSAMBUNG!!
Visualisasi Nerrisha.
Visualisasi Nick.
Kado Ultah Nerrisha.
Lanjut thor penasaran jadinya bakal gimana nasib si nerris