Dirumah sakit Camilla bertemu Tante Itoh. tantenya yang kebetulan bekerja disana. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan Camilla, Tante Itoh merencanakan pernikahan Camilla dengan anak temannya yang merupakan seorang dokter yang bekerja di Belanda. Yang dimana pernikahan mereka harus segera terjadi secepatnya.
mengapa Tante Itoh bersikeras menikahkan Camilla dengan teman anaknya?
baca terus sampai habis jika ingin mengetahui kisahnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella cantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Pertemuan
Camilla adalah mahasiswa semester akhir yang tinggal menunggu waktu wisuda. Dan camilla dari kecil hingga umurnya 24 tahun dia belum pernah sekali pun pacaran, bukan berarti dia tidak pernah didekati pria-pria. Tetapi camilla memang tidak berminat untuk pacaran, menurut camilla pacaran di umur yang terlalu muda hanya menghabiskan waktu saja. Suatu hari camilla dan teman-teman nya berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk ayah dari salah satu temannya yang sedang dirawat dirumah sakit.
RUANGAN RUMAH SAKIT
“Assalamualikum om,tante” ucap serentak camilla dan teman-teman lainnya
“Walaikumsalam” jawab om, tante dan gladis.
Gladis adalah teman camilla dan teman-temannya yang sekarang mereka kunjungi orang tua nya dirawat dirumah sakit.
“Gimana kabar nya om?” tanya camilla
“Iya ini sudah membaik dari hari sebelumnya” ucap ayah gladis sambil tersenyum
“Syukur kalau begitu om, ini kita ada bingkisan tante mohon diterima” ucap camilla sambil memberi bingkisan kepada ibu gladis
“Ihh repot-repot kalian ini” ucap ibu gladis
“Enggak kok tante” ucap tania
“Yaudah ayok duduk semua nya, maaf ya duduk dilantai seadanya gini” ucap ibu gladis
“ gak papa tante” ucap camilla dan teman-teman
Dan akhirnya mereka berbincang bincang bersama.
Ditengah obrolan mereka datang seorang dokter wanita dan perawat yang ingin memeriksa ayah gladis.
“Permisi, bapak kami izin periksa ya” ucap dokter yang ingin memeriksa ayah gladis
“Ehh tante itoh!” ucap camilla terkejut sebab melihat saudara papa nya ada diruangan itu
“Ehh camilla, kamu disini ngapain?” Tanya tante itoh
“Ini jenguk ayah nya teman aku” ucap camilla
Tante itoh pun menatap ayah gladis
“Ohhh” ucap tante itoh seraya memeriksa keadaan ayah gladis
Sudah selesai tante itoh meriksa, camilla kembali bertanya
“Tante kerja dirumah sakit ini?” Tanya camilla
“Iya tante kerja dirumah sakit ini, papa kamu gak pernah cerita emang?” Ucap tante itoh
“Enggak” ucap camilla
Selesai mengobrol dengan camilla, tante itoh pun berbincang dengan ibu gladis membicarakan keadaan ayahnya gladis
“Oke camilla, tante mau lanjut kerja dulu ke ruangan lain ya. Salam sama papa mama kamu” pamit tante itoh
“Iya, baik tante” ucap camilla
Keluar tante itoh dan perawat nya
“Tante kamu itu camilla?” Tanya tania
“Iya” ucap camilla
“Hebat juga kamu punya saudara dokter” sahut gladis
“Yang hebat Tante aku, bukan aku” ucap camilla
Dan mereka pun kembali berbincang bincang.
10 menit kemudian camilla dan teman temannya memutuskan untuk pulang.
“Om, tante, gladis kami pulang dulu ya” pamit camilla
“Ihh buru-buru amat kalian pulang” ucap gladis
“Tania dan beberapa teman lainnya mau ada urusan lagi” ucap camilla
“Ohh yaudah, makasih ya semua nya. Udah meluangkan waktunya kesini” ucap gladis
“Iya terima kasih ya udah repot-repot kesini” sahut ibu gladis
“Sama-sama tante, yaudah kami pulang dulu ya, semoga cepet sembuh om” ucap camilla sambil menyalami tangan ayah dan ibu gladis dan diikuti teman-teman yang lain
“Iya terima kasih ya” ucap ayah gladis.
Baru ingin keluar dari ruangan, tiba-tiba tante itoh kembali ke ruangan ayah gladis sambil tergesa gesa.
“Camilla…camilla…” ucap panik tante itoh
“Iya kenapa tante?” Melihat tantenya datang-datang dalam keadaan panik, bunga pun panik takut terjadi apa-apa
“Kamu udah ada pacar belum?” Tanya tante itoh
Meskipun camilla bingung kenapa tantenya tiba-tiba menanyakan hal itu tapi ia jawab langsung
“Belum tante” ucap camilla
“ bagus, ayok ikut tante” ucap tante itoh
“E-eh kemana tante?” Tanya camilla
“Udah ikut aja, nanti kamu juga tau” ucap tante itoh
“kenapa lah tante kamu itu camilla” ucap tania
“Gak tau nih, ya udah kalian pulang duluan aja. Aku gampang nanti pulang naik ojek aja” ucap camilla
“Ayok camilla!” teriak tante itoh yang sudah lebih jauh jalan duluan
“Iya tante..” ucap camilla seraya berlari menghampiri tante itoh dan meninggalkan teman-temannya.
Sudah sampai didepan ruangan yang tante itoh maksud, akhirnya camilla dan tante itoh masuk ke dalam ruangan itu.
Tok…tok…
Tante itoh mengetuk pintu ruangan yang dituju, kemudian tante itoh dan diikuti camilla Membuka pintu ruangan secara pelan-pelan.
Baru saja masuk camilla melihat wanita seumuran tante itoh berbaring dikasur rumah sakit dan orang-orang yang ada diruangan itu kompak menatap camilla dan camilla selalu bertanya tanya dalam dirinya mengapa tante itoh menyuruh nya ke ruangan itu.dan mengapa orang-orang diruangan ini pada sedih muka nya. Beribu pertanyaan di kepala camilla saat ini.
“Ini anak nya din” ucap tante itoh seraya menunjuk camilla
Camilla yang ditunjuk itu pun hanya bisa tersenyum manis saja
“Cantik” ucap wanita yang berbaring dikasur rumah sakit itu
Bunga pun lagi dan lagi hanya bisa tersenyum dan menyalami tangan wanita itu.
Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba wanita yang berbaring dikasur sedang sakit itu pun menanyakan hal yang sama dengan tante nya pas diruangan ayah gladis tadi.
“Kamu udah ada pacar?” Ucap wanita yang berbaring sakit dikasur
“B-Belum tante” ucap camilla dengan terbata bata.
Camilla mengucap terbata bata karena dia masih mencerna kenapa tante itoh dan kawannya itu menanyakan hal yang sama Kepada camilla.
“Panggil aku tante dini ya” ucap tante dini sambil tersenyum manis
“Baik tante dini” ucap camilla
“Kamu nama nya siapa?” Tanya tante dini sambil tersenyum manis
“Camilla tante” jawab camilla
“Bagus namanya”
“Makasih tante dini”
Tante dini tersenyum dan berkata
“kamu masih kuliah?” Tanya tante dini
“Tinggal nunggu wisuda tante” jawab camilla
“Ohh bagus. Camilla, tante dini ini teman nya tante itoh semasa SMA dulu. Kamu dari dulu sudah berteman baik."
Bunga yang mendengar itupun hanya bisa menggangguk dan tersenyum
"Tante boleh minta satu permintaan gak sama kamu?" Ucap Tante dini
"Boleh Tante, permintaan apa kalau Camilla boleh tau?"
" tante dini sekarang punya penyakit yang kalau dokter bilang sudah tidak sanggup ditolong lagi. Jadi tante mohon sama kamu, kamu mau tidak menikah dengan anak bungsu tante? Besar harapan tante untuk kamu terima pernikahan ini. Karena tante ingin sekali melihat anak bungsu tante menikah” ucap tante dini seraya tangan yang penuh impusan itu memegang tangan camilla
DEG
‘Apa apaan ini kok tiba-tiba disuruh nikah! Pantes tante itoh sama tante dini nanya aku udah punya pacar apa belum ternyata ini maksud nya.’ Ucap camilla dalam hati.
Disitu camilla tidak sanggup berkata apa-apa, dia bingung disituasi ini.
Tante dini memanggil anak bungsu nya yang sedari tadi ada diruangan itu.
“Sini nak” ucap tante dini menyuruh anaknya menghampirinya
“Iya bu..” ucap laki-laki itu menghampiri ibu nya dan laki itu muncul dari belakang camilla dengan air mata yang sudah mengalir sedari tadi.
“Jangan nangis terus kamu, ibu liatnya sedih kalau kamu nangis terus, anak ibu harus kuat. Jadi gimana? Kamu mau kan nikah sama camilla? Tanya tante dini
Laki-laki yang ada disamping camilla itu pun menatap camilla dan camilla pun menatap laki-laki itu.