***
Nadhira Grizelle Ayudia tak perna menyangka keputusan nya membawa pulang seorang anak kecil yang di temui nya saat pulang bekerja ,membawa nya pada takdir yang tak perna terduga
Aksa Damian Axelle merupakan CEO kejam dan dingin.Pria yang tidak percaya akan cinta setelah kepergian wanita yang begitu di cintai nya setelah melahirkan buah cinta mereka.
Tentang perjuangan, perubahan, keluarga, bercampur menyertai dan berbaur dengan kisah mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nadhira Grizelle Ayudia
" Duluan ya " Pamit seorang gadis cantik pada teman -temannya
" Iya NAD" Jawab mereka serempak .
Nadhira Grizelle Ayudia seorang gadis cantik yang berusia 25 tahun,dia bekerja di salah satu toko swalayan yang tak jauh dari tempat tinggalnya , Nadhira hanya hidup bersama Kaka perempuan nya yang usia nya lebih tua 3 tahun dari nya .
Nadhira menyusuri jalan yang sudah mulai lengah itu karena hari ini dia shift siang sehingga pulang pada malam hari ,namun di tengah perjalan samar-samar mendengar tangisan seseorang.
" Tidak mungkin ada hantu kan ? " Nadhira mengelus kedua tangannya, membalikkan badannya ke arah belakang " Kenapa malam ini sepi banget padahal baru jam 9 " Gumamnya merinding kembali menatap sekeliling nya .
" Jangan dengarkan Nadhira ,kata ayah dulu mereka juga memiliki kehidupan sendiri " Nadhira memejamkan mata nya sebentar lalu kembali membuka nya " Maaf Mba ,mas saya hanya mau lewat " Izinnya celingukan ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu.
Nadhira kembali melanjutkan langkahnya sedikit lebih cepat , namun semakin cepat langkah nya suara itu semakin dekat membuat nya kembali berhenti.
" Oh astaga ,jangan ikutin saya , saya orang miskin gaji bulananku saja cukup untuk kehidupan kami saja " Ujar Nadhira ketakutan .
Hiks ...Hiks ...Hiks ..
" Daddy....takut .... Daddy " Nadhira mengerutkan keningnya heran .
" Daddy " Gumamnya lirih, Nadhira kembali melanjutkan langkahnya namun lebih pelan ke sumber suara.
" Daddy ...." Nadhira menghentikan langkahnya tepat di depan pohon besar " Tidak mungkin kan ? Masa setan memanggil bokap nya Daddy, tapi bisa saja kalau setan nya anak gaul " Lirihnya dengan tatapan bingung nya .
" Daddy " Nadhira memberikan diri melangkah lebih dekat hingga dia melihat sebuah bayangan hitam ,dengan sedikit keberanian Nadhira memiringkan kepalanya.
" Eh " Ujarnya kaget saat melihat seorang anak kecil meringkuk sambil memeluk kedua kakinya " Kamu manusia ? " Tanya Nadhira polos namun tidak ada jawaban.
Nadhira kembali melangkah ke depan berhenti di depan anak itu,lalu menyentuh membuat anak aku kaget mengakat kepalanya.
" Jangan ...Jangan ....culik Aku " Ujarnya ketakutan .
" Eh ...eh .... tidak....tidak ...." Nadhira langsung berdiri " Kaka tidak menculik mu " Lanjut nya cepat.
" Kamu kenapa di sini ? " Tanya Nadhira menatap wajah anak itu ,tapi sepertinya nya anak itu masih ketakutan terlihat dari gerak-gerik tubuhnya begitu juga tatapan nya .
Perlahan Nadhira berjongkok di depan anak itu memegang kedua tangannya yang masih melilit di kedua kakinya " Kakak bukan orang jahat,kakak habis selesai bekerja kakak lewat sini ,terus kakak dengar suara tangisan dan ternyata itu kamu " Ujarnya selembut mungkin.
" Kamu kenapa bisa berada di sini ? " Lanjut nya menatap sekeliling nya .
" Kamu terpisah sama orang tua mu ? " Lanjut nya lagi karena dia tidak mendapatkan jawaban apapun dari anak itu.
Nadhira kembali terdiam hingga akhirnya dia membuka tas ranselnya mengeluarkan sesuatu dalam tas nya .
" Kamu mau ini ? " Nadhira memberikan sebungkus roti yang selalu ada dalam tasnya .
Dengan cepat anak itu mengambilnya lalu membuka bungkusannya.
" Astaga, sudah berapa hari anak ini tidak makan ? " Gumam Nadhira iba, syukur masih ada sisa dua roti nya sehingga Nadhira kembali memberikan pada anak kecil itu . Setelah nya Nadhira juga memberi kan air minum .
" Terimakasih kakak " Ujarnya setelah menghabiskan roti dan juga minuman Nadhira.
" Sama-sama, sekarang kamu bisa jelaskan kenapa bisa berada di sini ? Atau kamu tinggal di mana biar kakak antar ? " Tanya Nadhira beruntun .
" Ti-dak tahu Ka-kak " Nadhira mengerutkan keningnya menatap lekat wajah anak itu , seperti nya dia bukan warga sekitaran tempat tinggalnya wajahnya terasa asing untuk nya .
Sedangkan di sisi lain kekacauan terjadi di masion megah berlantai 4 itu di mana sang pemilik nya sedang memukul anak buahnya tanpa ampun .
Bugh
Bugh
" Apa menjaga satu makhluk kecil saja kalian tidak bisa hah" Bentak nya keras lalu kembali melayang kan pukulan pada anak buahnya.
" Tuan " Sang tangan kanan berdiri di depan bosnya sebelum pria itu kembali melayang kan pukulan pada anak buah mereka " Pencurinya sudah berada di tahanan bawah tanah " Lanjut nya tanpa ekspresi.
Aaron Ryan Hugo merupakan tangan kanan Aksa Damian Axelle,dia orang kepercayaan sang tuan selain itu tiga ketiga sekertaris nya yaitu Evans, Justin , Kelvin
" Mereka yang akan melanjutkan nya " Ujarnya sambil menatap ke tiga sekertaris nya yang selalu bersama mereka .
" Waktumu hanya sampai besok,jika besok kamu belum menemukan putraku ,kamu sendiri yang akan menggantikan mereka " Ujarnya datar meninggalkan tempat itu .
" Siap tuan " Jawabnya datar.
" Obati luka kalian,jangan perna menampakan wajah kalian sebelum tuan muda di temukan " Ujar nya dingin.
" Baik tuan Aaron " Ujar mereka bersama,mereka adalah bodyguard tuan muda namun karena kelalaian mereka harus berakhir jadi samsat tinju bos mereka .
" Justin " Sang pemilik nama langsung menundukkan kepalanya " Iya tuan Aaron " Jawabnya tegas .
" Ke ruangan bawah tanah, cari tahu siapa dalang dari penculikan tuan muda " Ujar Aaron dingin.
" Baik tuan Aaron " Jawab Justin .
" Kalian berdua tetap di sini ,beri tahu pelayan untuk membereskan ini " Titah nya lalu meninggalkan ruangan itu .
" Baik tuan" Jawab Evans dan Kelvin sekalipun Aaron sudah tidak di depan mereka .
🌹
🌹
" Daddy akan menemukan kamu boy, bertahanlah" Aksa menyapu kaca besar yang ada di depannya hingga menampakan dirinya .
"Mereka akan membalas atas perbuatan mereka ,Daddy janji " Aksa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga urat tangannya terlihat .
Pyar
Suara pecahan kaca itu menyebar di lantai kamar mandi nan luas itu hingga mengenai kaki Aksa ,namun pria itu tetap berada di tempat nya .
Ceklek
" Tuan " Aaron berdiri di depan pintu kamar mandi Aksa sambil menatap pria itu tanpa ekspresi.
Aksa meninggalkan kamar mandi itu tanpa mengatakan apa pun,luka di tangannya mulai mengeluarkan darah hingga menetes di lantai mahal itu .
Dret ....dret ....
" Ke masion sekarang juga " Titah Aaron saat panggilan itu sudah terhubung lalu memutuskan sepihak .
" Dokter akan segera datang tuan" Ujar Aaron saat sudah di dekat Aksa .
Namun pria itu hanya diam saja dengan mata terpejam membiarkan darah terus menetes di lantai .
Begitu juga dengan Aaron tetap berdiri di samping pria itu sambil menunggu dokter dan juga pelayan untuk membereskan kekacauan di kamar mandi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karya baru author pantau terus jangan sampai ketinggalan 💐💐
Like
Comment
Vote
Jangan lupa hadiah bunga nya dan bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
suka banget sama ceritanya
semangat up nyaa.. ☺
benar nad periksa ke dokter biar lebih jelas
atau aska yg memakai kontrasepsi 🤭