NovelToon NovelToon
Love Quest

Love Quest

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Frendaa

Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.

Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.

Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 - Dari Karyawan, Menjadi Bangsawan

“Selamat ya, Freya.”

“Selamat ya, beb.”

Disuatu kantor yang berbahagia, orang-orang sedang berkerumun memberikan selamat kepada seorang perempuan bernama Freya.

“Hehe, makasih... makasih ya.” Jawab Freya dengan tersenyum.

Lalu datang seorang lelaki tinggi yang cukup tampan duduk di sebelah Freya dan memberikan selamat juga.

“Wah selamat ya, gila lu sih! Cuman 5 tahun disini tapi lu udah jadi manager aja, keren sih.”

Lelaki yang memberikan selamat itu adalah Raffa, teman Freya. Mereka masuk bersama ke perusahaan ini, bisa dibilang mereka adalah satu angkatan. Dan ternyata mereka memberikan selamat kepada Freya atas pencapaian yang ia dapat sebagai manajer.

“Hahaha, iya dong! Lu dateng kan malam ini? Udah gue bilang, semuanya gue yang bayar!” Tanya Freya sambil membusungkan dada.

“Ya pasti dong!” kata Raffa tersenyum sambil memberi jempol.

Hari ini Freya adalah tokoh utamanya, semua orang sedang mengerumuni meja Freya, mereka senang dengan kedatangan manajer baru, Freya memang dikenal sebagai orang yang jenius, dan ambisius, tak heran dia dipromosikan menjadi manajer. Saat orang-orang disekelilingnya sedang asyik mengobrol perhatian Freya mengarah ke seorang perempuan di pojok meja yang sedang bekerja di laptop sendirian sambil menunjukkan muka yang terlihat badmood. Perempuan itu bernama Tiara, sama seperti Raffa ia satu angkatan dengan Freya. Freya yang melihat Tiara di meja kerjanya sendirian memutuskan untuk menghampirinya.

“Tia?” Tanya Freya sambil duduk disebelah Tiara.

Tiara lalu menolah kearah suara tersebut, kedapatan ternyata yang memanggilnya adalah Freya, ada beberapa jeda saat Tiara melihat kearah Freya lalu dia menghela napas.

“Kenapa?” Jawab Tiara sambil melihat kembali kearah laptopnya.

“Cuman pengen tau aja, lu malem ikut gak?” Tanya Freya.

Tiara tidak langsung menjawab, ia sedang sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya, meninggalkan suasana canggung diantara mereka.

“Gak, gue gak ikut, gue lembur.” Jawab Tiara yang tangannya tetap sambil mengetik.

“Oh, lembur ya, perasaan dari kemarin lu lembur terus, gak cape?” Tanya Freya.

Tiara seketika berhenti mengetik lalu menghela napas dan tersenyum ke arah Freya.

“Loh….gak dong, aku kan lagi usaha banget nih, lembur, lembur, lembur dan lembur, siapa tau di promosiin kayak kamu, makasih yah udah khawatir, bu manager.” Jawab Tiara sambil tersenyum.

Perubahan sifat yang tiba-tiba membuat Freya agak terkejut dan tidak nyaman, apalagi setelah melihat senyuman Tiara. Tiara memang tersenyum, mulutnya terlihat senyuman manisnya, tapi matanya…tidak tersenyum.

‘Oh..oke..se-semangat ya.” Ucap Freya sambil gugup lalu meninggalkan Tiara.

Freya lalu kembali ke mejanya dan mengobrol lagi dengan teman-temannya, sementara itu Tiara terus menerus menatap Freya dari mejanya.

Hari pulang telah tiba, jam menunjukkan pukul 19.00, orang-orang mengajak Freya untuk keluar dan pergi ke restoran bersama-sama, tapi Freya menolak karena pekerjannya belum beres, ia akan mengerjakannya sebentar lagi lalu pergi ke restoran, Freya menyarankan untuk orang-orang kantor pergi terlebih dahulu. Sementara itu, Freya melihat ke arah meja Tiara, dan tidak melihat Tiara disana. Tiara gak ada, udah pulang duluan kali, ya. Pikir Freya.

Pekerjaan akhirnya selesai 30 menit kemudian, Freya merenggangkan tubuhnya yang kaku dan desahan lega mengiringinya, Freya melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 19.30, saat itu di luar kantor tengah hujan tapi tidak terlalu deras lalu suara notifikasi pesan dari handphone Freya berbunyi, itu pesan dari Raffa.

Lu udah beres? Ini anak-anak udah pada kumpul semua, tinggal lu doang yang belum.

Oke, baru beres nih, mau otw.

Oh..oke, hati-hati ya lagi hujan.

Oke.

Di tengah hujan Freya sedikit ragu untuk pergi, ia bingung memutuskan untuk pergi saat sedikit reda atau sekarang, tapi Freya tidak enak kepada orang-orang jika menunggunya lebih lama lagi. Akhirnya Freya memutuskan untuk pergi sekarang, ia mengambil payung ditasnya lalu segera pergi. Saat malam itu di jalan terasa sepi, orang-orang sangat sedikit berlalu lalang sehingga membuat Freya sedikit paranoid.

Langkah demi langkah ia berjalan lalu berhenti di lampu merah, ia melihat ke seberang, terlihat jelas orang lain yang ingin menyeberang juga, Freya melihat mobil yang sangat cepat melewat meskipun hari itu sedang hujan, ia khawatir jika mobil itu tergelincir lalu menabrak dirinya, sepertinya karena malam ini sedikit sepi membuat pikiran Freya waspada.

Ketika Freya sedang menunggu lampu pejalan berubah hijau, notifikasi dari handphonenya kembali menyala, saat ia mengecek ternyata itu adalah notifikasi dari game mobile otome yang selalu ia mainkan, bernama Love Quest, disitu tertulis bahwa update akan dilakukan tengah malam hari ini. Yes, yes, akhirnya update, nanti pulang begadang ah~ mumpung besok libur, pikir Freya sambil tertawa kecil, tapi sayangnya hari itu tak pernah datang.

Freya kembali menaruh handphone nya ke tas. Dari kejauhan terlihat truk bermuatan besar melaju cepat, angin malam sedikit kencang membuat samar sekitar, tapi Freya bisa memastikan ada yang berlari mendekat ke arahnya, suara lari tersebut semakin lama semakin besar, tiba-tiba dorongan keras dari belakang membuat tubuhnya jatuh ke jalan, suara klakson truk dari jauh terdengar sangat berisik, Freya membalikkan tubuhnya, ia melihat sosok yang tak asing dengan tangannya masih merentang, sosok itu adalah Tiara dengan senyuman puasnya.

“Tia...?” bisik Freya nyaris tak terdengar.

Suara decitan ban dari truk terdengar sangat jelas, lampu mobil sangat silau, jantung Freya berdetak sangat cepat, lalu suara tabrakan sangat keras membuat orang di seberang kaget, setelah dilihat orang-orang berteriak panik lalu membantunya, sementara si truk yang mengerem sudah berhenti, tapi sayang semua sudah terlambat, Truk itu merenggut nyawa Freya akibat ulah seseorang.

Gelap.

Gelap gulita.

Freya tidak bisa melihat apa-apa, bahkan badannya pun tidak bergerak.

Freya mencoba matanya sekuat tenaga, dan ...

“AAAAHHH.”

Tubuh Freya terbangun dan berteriak sekencang-kencangnya, seolah itu adalah teriakan saat truk menabraknya. Matanya melihat sekeliling dan hanya putih.. Freya tampak panik, keringat dingin pun keluar, dan saat ia memegang dadanya, jantungnya masih berdetak ia menghela napas lega, tapi Freya masih penasaran ia sedang dimana, Freya pun berspekulasi bahwa dirinya mungkin sedang sekarat.

“Gue...mati nih?..” Tanya Freya kebingungan dan tangannya bergetar.

“Kamu belum mati.”

Tiba-tiba ada suara yang menjawab Freya, suara itu menggema ke telinganya. Sambil menengok ke semua arah, Freya bertanya lagi.

“Terus ini dimana? Kenapa disini cuman putih? Siapa nih yang ngomong?” Tanya Freya sambil melihat sekeliling.

Freya yakin ini adalah alam bawah sadar dimana semua orang sekarat akan tiba disini, dan saat muncul suara seseorang kini ia semakin yakin.

“Pelan-pelan sayang...pelan-pelan.”

Tak lama itu cahaya yang menyilaukan muncul dari atas turun ke bawah, cahaya itu sangat terang membuat Freya refleks menutupi matanya dengan kedua tangan. Saat turun ke bawah, cahaya itu pun perlahan meredup sehingga Freya tak perlu menutupi matanya lagi, tapi tetap sosok itu pun masih terlihat seperti cahaya dan suaranya pun tidak jelas, entah itu adalah laki-laki atau perempuan.

“Kamu belum mati, kamu hanya sekarat, kamu sekarang sedang di rumah sakit terbaring dan kedua orang tuamu datang menangis dan terus berdoa.”

Freya yang mendengar hal itu pun terkejut, perasaan sedih bercampur marah dan menyesal bersatu, ia sangat ingin menangis, ia bisa membayangkan kedua orang tuanya yang kini bersedih di sebelah tubuhnya yang terbaring di kasur rumah sakit, hanya untuk mendapati kenyataan bahwa anak satu-satunya akan segera tiada.

“Mamah..Papah...”

Air mata keluar dari matanya mengalir deras ke bawah wajahnya, Freya mencoba mengusap dengan tangannya, tapi air mata tidak berhenti mengalir, Freya tersedu-sedu mengingat kenangan indah bersama kedua orang tuanya.

“Terus... lu di sini buat jemput gue, kan?..” tanya Freya yang masih tersedu-sedu.

Freya tidak bisa menyangkalnya, ketika datang cahaya dengan suasana seperti ini, maka waktunya sudah tidak lama lagi.

“Bukan, aku datang kemari bukan untuk menjemputmu.”

Jawab cahaya itu, suaranya terdengar sangat lembut sehingga membuat Freya sedikit tenang.

“Eh? Terus..?” tanya Freya.

“Aku datang untuk memberikanmu sebuah kesempatan agar kamu bisa sembuh kembali.”

“Hah? Gimana...?” Tanya Freya kebingungan.

Tempat yang tadinya semua putih berubah dalam sekejap. Freya terkejut sampai mulutnya terbuka, Freya pun melihat sekeliling mendapatinya berada di tengah kota, tapi kota itu terlihat berbeda, tidak ada gedung-gedung tinggi yang sering ia lihat, tidak ada jalan aspal hanya terbuat dari batu, banyak kereta kuda berlalu-lalang, pedagang berteriak menawarkan roti.

“Kayak di film-film sejarah gini...” Gumam Freya.

“Indah kan? Kota ini bernama Sofya, ibu kota dari kerajaan Harmonia.”

Hmm..Harmonia? Sofya? Kok pernah denger.. Pikir Freya, nama dari kerajaan dan kota itu membuat Freya familier hingga mengerutkan wajahnya, ia bertanya-tanya pernah mendengar nama itu dari mana.

“Merasa familier? Ini adalah kota yang sering kamu lihat sehari-hari, inilah dunia Love Quest!”

Love Quest adalah game bergenre Otome game. Otome game sendiri adalah game dimana pemain bermain sebagai protagonis wanita yang menjalin hubungan romantis dengan beberapa karakter pria. Love Quest sendiri adalah game open world-gacha yang berlatar di kerajaan zaman dahulu, dimana sang protagonis yang bernama Alice Trenchard harus menguak konspirasi di kerajaan sambil menaklukkan hati para karakter pria utama. Freya sendiri sudah menghabiskan jutaan rupiah untuk fan-service di game tersebut.

“E-eh..Lo-love quest....?”

Freya tidak bisa percaya apa yang didengarnya, game yang ia selalu mainkan setiap hari karena pria-pria tampan itu, kini ia didalam game tersebut.

“Benar, Love Quest, game yang selalu kamu mainkan sampai mengiler karena dapat pria favoritmu.”

“WAHH!!! Kok sampe bisa tau?!” tanya Freya terkejut sampai memerah mukanya.

Freya tidak bisa mengeleknya, mukanya benar-benar merah saat ini karena sangat malu, ia bener-benar sering mengiler ketika melihat fan-service karakter favoritnya.

“Terus...kenapa sama tempat ini, situ mau bilang apa sih?” tanya Freya dengan serius.

“Saat ini, kamu terbaring di rumah sakit, hampir tidak bisa diselamatkan, bahkan aku sendiri tidak bisa membantumu secara langsung. Tapi ada cara lain, kamu masuk ke dunia Love Quest lalu taklukan semua hero di sana maka kamu akan terbangun di rumah sakit dalam keadaan sehat.”

Freya tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Masuk ke dunia game? Maksudnya? Kayak manhwa-manhwa yang sering gue baca gitu? Pikir Freya.

“Bentar, bentar, bentar...Gimana-gimana? Ta-tadi katanya lu gak bisa bantu?" Tanya Freya sambil menggaruk kepala karena kebingungan.

“Hm.... begini, sebenarnya dunia Love Quest bukanlah pemicunya, melainkan yang sering kamu lakukan bahagia adalah pemicunya, dan hal itu adalah game Love Quest yang sering kamu mainkan, dengan sedikit kekuatanku akhirnya tercipta dunia Love Quest. Intinya dirimu sendiri yang akan menyelamatkanmu.”

Oke... Gue paham, intinya Game Love Quest ini sumber bahagia gue, cuma perlu beresin game nya biar bisa sembuh lagi, oke gampang, pikir Freya.

“Tidak ada waktu lagi ayo berangkat.”

“Bentar-bentar, gue masih mau na-“

Belum selesai berbicara, tiba-tiba tubuhnya Freya jatuh dan kesadarannya mulai menghilang.

“Tidak apa-apa kamu bisa bertanya nanti.”

Kesadaran Freya perlahan menghilang, kini pandangannya mulai gelap tapi tubuhnya mulai bereaksi. Freya mulai menyadari kini ia harus bersiap akan menjadi tokoh utama dari game Love Quest dan tubuhnya sekarang akan berbeda dari yang ia punya selama lebih dari 20 tahun. Tokoh Utama Love Quest Alice Trenchard, berumur 22 tahun, memiliki rambut hitam panjang dan lurus, matanya tajam menunjukkan keseriusannya dalam menguak konspirasi kerajaan, badannya tinggi dan lansing cocok untuk pekerjaan mata-mata, Freya harus bersiap dengan segala kemungkinan apa yang terjadi kedepannya.

Freya perlahan membuka matanya, sinar matahari dari jendela kamar sangat terang dan hangat dan kicau burung yang berirama. Freya membuka mata dan mencoba bangun dari berbaring, ia melihat tangannya yang terlihat kecil, Freya mencoba mengingat apakah tangan Alice Trenchard memang sekecil ini, lalu ia melihat sehelai rambut kuning di kasurnya, Freya mencoba menyentuh mukanya dan terasa kalau kepalanya pun kecil, kini ia mencoba mencari cermin, dan melihat diujung ruangan ada cermin besar cukup untuk melihat tubuh manusia, saat Freya bercermin. Alangkah terkejutnya Freya, alih-alih melihat wanita tinggi dengan rambut hitam, kini ia melihat seorang wanita pendek nan imut berambut blonde dengan warna matanya yang merah dari dalam cermin.

“EEEEEHHHHHHHHHH?!”

1
Nia Achelashvili
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Frenda: makasih :3
total 1 replies
Ff Gilgamesh
semangat💪💪
Trunks
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!