NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Protagonis Vs Penjelajah

Permainan biola yang begitu indah, membuai semua orang untuk mendengarkannya. Seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna peach berada di atas panggung.

"I...itu kan lagu yang aku buat." Gumam Violetta tertegun, mencengkeram biola yang dibawanya. Bagaikan tidak mempedulikan tangannya yang tergores senar biola.

Bagaimana bisa lagu yang dibuatnya susah payah di studio pribadi, tiba-tiba dimainkan terlebih dahulu oleh adiknya dalam kompetisi.

Tidak tahu harus bagaimana, dirinya tertegun menatap Chantika yang berada di atas panggung tersenyum mengejek padanya.

Matanya mengamati keadaan sekitar, kala lampu dinyalakan. Suara tepukan tangan terdengar menyambut Chantika yang baru saja turun dari panggung.

"Sayang! Kamu memang anak kebanggaan ibu..." Ucap Dania, sang ibu mendekat.

"Benar! Dengan begini gelar juara pertama sudah pasti ada ditanganmu." Prana, sang ayah menepuk bahu putri bungsunya penuh kebanggaan.

Hingga, seorang pemuda rupawan mendekat membawa buket bunga."Chantika, ini untukmu yang berhasil mengarang lagu hingga membuat semua orang menangis."

"Terimakasih Sebastian (pacar Violetta)." Chantika menerima buket bunga penuh senyuman.

Hal yang membuat Violetta mundur tertegun. Airmata tertahan di pelupuk matanya. Bagaimana bisa lagu yang dibuatnya berminggu-minggu, memiliki kesamaan nada 100% dengan adiknya.

"Peserta selanjutnya Violetta!" Panggil sang pembawa acara agar dirinya maju.

Violetta kembali melangkah mundur. Dirinya yakin, benar-benar yakin lagu berjudul Dark In Silent adalah karangannya sendiri. Jika begitu sudah pasti Chantika adalah plagiat bukan? Dirinya akan dapat membuktikan.

"Laguku diplagiat oleh adikku!" Teriak Violetta menunjuk ke arah Chantika. Jemari tangannya masih mengeluarkan darah akibat luka gores dari senar.

"Plagiat? Apa maksud kakak? Bukankah kakak biasa mengarang lagu di studio?" Tanya sang adik mendekat, menunjukkan senyuman tanpa rasa bersalah.

"A...aku... tidak! Dark In Silent aku membuat sendiri. Bergadang berminggu-minggu, hanya untuk memastikan komposisinya! Tidak mungkin kamu yang menciptakannya!" Teriak Violetta berharap mendapatkan pembelaan.

Tapi.

Plak!

Pipinya ditampar cukup kencang oleh ayahnya sendiri."Violetta! Ayah sendiri yang menyaksikan adikmu mengarang lagu. Chantika bahkan hanya memerlukan waktu setengah hari. Terimalah kenyataan adikmu komposer jenius."

"Tapi itu karyaku..." Pupil mata Violetta bergetar, air matanya mengalir tidak dapat menerima semua ini. Kerja kerasnya bagaikan dicuri.

"Chantika mengumpulkannya lebih dulu. Aku sendiri yang mengantarkannya! Chantika datang saat pengumuman kompetisi baru akan dimulai." Geram Sebastian.

Tidak ini aneh, amat sangat aneh. Jika memiliki kemiripan kurang dari 65% dirinya masih dapat menerima. Tapi ini 100% sama.

"Entah bagaimana Chantika mencontek! Aku bukan plagiat! Dia yang plagiat!" Teriak Violetta menangis terisak.

Namun, tidak ada satu orang pun yang mempercayainya.

"Kita ambil fakta saja. Kenyataannya Chantika yang mengumpulkannya terlebih dahulu."

"Benar! Violetta yang terkenal memiliki bakat sejak dilahirkan ternyata plagiat karya adiknya sendiri."

"Benar-benar memalukan. Pecundang!"

Berbagai cibiran terdengar Violetta menjambak rambutnya sendiri. Dirinya berminggu-minggu mengerjakan lagu itu di studio. Mengapa bisa sama dengan karya ciptaan Chantika.

"Violetta! Kamu membuat ibu kecewa." Dania merangkul bahu putri bungsunya. Menatap sinis pada putri sulungnya. Sudah pasti siapa yang benar dan siapa yang salah.

"Kamu! Membuat malu saja." Prana menunjuk kesal padanya kemudian berlalu pergi.

Violetta hanya dapat menunduk, air matanya mengalir. Tidak hanya kali ini, anehnya sering kali karyanya bagaikan dicuri oleh Chantika.

"Sebastian! Kamu percaya padaku kan?" Tanya Violetta terbata-bata memegang pergelangan tangan Sebastian.

Namun, tangan Violetta ditepis, dirinya didorong hingga terjatuh."Kita putus! Aku tidak ingin memiliki pacar seorang pencuri!"

"Kita sudah bertunangan dari kecil!" Teriak Violetta.

"Benar! Dan itu aib dalam hidupku. Bagaimana aku dapat mengenal wanita memalukan sepertimu. Berbeda dengan Chantika yang bahkan pandai melihat peluang bisnis membuka usaha! Pintar, cantik, dan kamu hanya iri pada adikmu bukan!? Intinya kita putus!" Sebastian tersenyum, menatap sinis padanya. Dirinya terdiam tidak tau harus bagaimana, jemari tangannya gemetar.

"Plagiat! Dasar tidak tahu malu, mencuri karya adik sendiri."

"Sampah!"

"Dia memang sering mencuri karya adiknya!"

Berbagai hujatan didapatkannya. Dirinya berusaha melangkah pergi terhuyung. Matanya melirik ke arah belakang, disana ada ayah, ibu dan kekasihnya. Semuanya begitu mencintai Chantika.

Air matanya mengalir. Mengapa dapat seperti ini. Menatap nama pemenang penghargaan yang diumumkan dari balik pintu keluar.

"Pemenang lomba musisi tahunan dimenangkan oleh Chantika..." Kalimat dari sang pembawa acara terdengar.

Air mata Violetta mengalir. Dirinya belajar sepanjang hidupnya, bahkan banyak luka di jemari tangannya akibat terlalu sering menyentuh senar biola.

Tapi segalanya tidak ada artinya. Entah kenapa hidupnya bagaikan dicuri oleh adiknya sendiri.

Dirinya berusaha keras untuk membuka usaha pakaian. Tapi kemudian Chantika membuka usaha yang sama di seberang jalan, merebut semua konsumen, merekrut para desainer.

Adiknya begitu aneh... bagaikan mengetahui masa depan. Hingga tahap yang lebih serius.

Pernah ada kesempatan, Sebastian mabuk dan Chantika mengantarnya pulang. Mereka tidur bersama. Bodohnya Violetta memaafkan Sebastian dan Chantika.

Tapi, kali ini dirinya benar-benar putus asa dengan hidupnya sendiri. Dipermalukan di depan TV nasional, memiliki predikat sebagai plagiat. Nama baiknya sudah benar-benar hancur.

Melangkah seorang diri berjalan meninggalkan tempat ajang pencarian bakat diadakan. Saat itu tidak banyak mobil, mengingat hari sudah malam.

Matanya menatap ke arah televisi di restauran cepat saji yang dilewatinya, menyiarkan bagaimana Chantika mengangkat trofi kemenangan.

Saat itu dirinya tertegun. Menahan dinginnya malam, tidak ingin pulang jika hanya untuk dimarahi dan dihina sebagai beban keluarga.

Hingga kala dirinya hendak menyeberang di jalanan yang sepi.

Kriit!

Brug!

Tubuhnya ditabrak oleh mobil yang dikenalinya. Terpelanting beberapa meter, kala kesadarannya nasih ada, samar dirinya menatap, adiknya Chantika lah yang mengemudikan mobil.

Wajah adik kandungnya tersenyum. Berucap samar bahasa bibir yang dapat ditatapnya."Adios... pecundang..."

Bagaimana iblis yang melajukan mobilnya pergi. Dirinya tidak tahu mengapa Chantika berusaha membunuhnya. Adik yang dicintai olehnya. Dulu tidak seperti ini."Chantika..." panggilnya lirih berusaha tersenyum.

Apa ini akhir hidupnya? Darah mengalir dimana-mana, jalanan begitu sepi tanpa satupun orang yang menolongnya. Mobil milik Chantika telah melaju pergi.

"Ibu, ayah, Sebastian...sakit..." Lirihnya, dengan suara benar-benar kecil. Merasakan sekujur tulangnya remuk.

Apa dirinya akan mati? Ini sungguh tidak adil, hidupnya yang penuh dengan perjuangan dari kecil, tidak mendapatkan kebahagiaan.

Tiba-tiba saja layar transparan aneh berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dirinya tertegun tidak dapat berucap, memuntahkan darah bersiap menyambut kematiannya.

Hingga seorang pemuda menggunakan pakaian butler (kepala pelayan) terlihat disana. Ekspresinya begitu kaku, kemudian berucap."Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?" Violetta kembali mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi." Sang pemuda mendekat, menyentuh bagian keningnya.

Benar-benar aneh, rasa sakit di sekujur tubuhnya bagaikan lenyap.

"Hah...hah...hah..." Dirinya dapat bernapas kali ini. Mungkin tulang rusuknya yang patah telah tersambung.

"Protagonis...saya akan melayani. Misi anda adalah melenyapkan penjelajah dimensi." Penjelasan aneh dari sang pemuda.

"Penjelajah dimensi?" Tanya Violetta tidak mengerti.

"Ini adalah dunia novel, dimana nona adalah protagonis utama. Namun, semuanya berubah akibat penjelajah dimensi yang memasuki tubuh nona Chantika, merebut semua milik protagonis. Misi nona, adalah melenyapkan penjelajah dimensi."

Wanita yang masih tidak mengerti sama sekali, berkedip beberapa kali pada sang pemuda.

Bagaimana pertarungan antara seseorang yang memasuki dunia novel, melawan protagonis wanita yang didukung oleh sistem.

"Apa nona ingin kembali merebut segalanya dari Chantika?" Pertanyaan yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Violetta.

"Aku ingin merebut segalanya kembali. Merebut kerja kerasku..."

1
Nur Wahyuni
galan lama2 bisa bertindak kaya manusia biasa ini..
Aisyah Ranni
lanjut Galan buat gegar otak,patah tulang ,hilang ingatan sekalian, dan satu lg katakan klo Prana hanya ayah bayangan utk Violetta 😂
imel
sejauh apa kira kira si Prana melesat?
melewati lembah?
atau melewati bukit?
Tatiek Faruq
ayoo Galan, tunjukkan pesona dan kuasamu/Drool/
yesi yuniar
apapun akan dilakukan galan demi vio 👍👍
Indar
bagus Galan 👍👍 lanjutkan jgn dikasih ampun org kaya tuan Prana
Eka Awa
galan mulai punya emosi😆
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!