Li Zie adalah putri dari seorang Menteri, Li Zie putri bangsawan yang menikah dengan seorang Jenderal yang sangat ia cintai.
Namun saat ia telah sampai ke kediaman Jenderal Wang sebagai pengantin, saat itulah topeng sang Jendral di buka, dan memperlihatkan taringnya.
"Aku menikahi mu hanya untuk membalas dendam atas kematian keluarga ku, " Jendral Wang.
Saat itulah hidupnya berubah drastis, karena suaminya selalu menyiksanya. Namun bukan hanya Li Zie yang tersiksa, Jenderal Wang pun merasa sakit saat harus melihat Li Zie tersiksa.
Perlahan bukti terungkap. Jika menteri Li tidak terlibat dalam pembantaian itu, ia hanya di jadikan kambing hitam.
Orang yang selama ini di anggap penolong oleh Jenderal Wang , adalah pelaku yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 01 PERNIKAHAN
Kediaman menteri Li.
Kediaman menteri Li begitu ramai, banyak para tamu undangan yang hadir, untuk memberikan ucapan selamat kepada Tuan besar dan Nyonya besar Li. Atas pernikahan putri bungsunya yaitu Li Zie dengan Wang Jun.
Kebahagiaan tengah menyelimuti kediaman Menteri Li, mereka sangat bahagia karena putrinya, Li Zie dapat menikah dengan Wang Jun seorang jenderal muda, yang sangat berbakat.
Di kamar.
Li Zie terlihat semakin cantik dan anggun, ia berusia tujuh belas tahun, wajahnya yang teramat cantik serta sifatnya yang ramah, akan di sukai oleh siapapun, rambutnya yang hitam panjang, serta senyumnya yang manis, siapapun suaminya ia sangatlah beruntung.
Li Zie mengenakan hanfu pengantin mewah berwarna merah. Ia begitu sangat cantik dan anggun, Li Zie terlihat tenang meski sebenarnya jantungnya begitu berdebar-debar, karena Li Zie akan segera menikah dengan Wang Jun, seorang jenderal muda yang sangat berbakat. Yang sangat mencintainya.
Li Zie sesekali tersenyum manis di balik tudung merah nya, Li Zie membayangkan Wang Jun yang sangat tampan dan tinggi mengenakan hanfu merah. Jenderal Wang datang menjemputnya untuk menjadikannya istri.
Li Zie sudah sangat tidak sabar, ingin segera menikah dengan Jenderal Wang, Li Zie juga membayangkan saat ia menunggu suaminya di kamar pengantin, Jenderal Wang pun membuka kerudungnya lalu menatap wajah cantiknya, lalu mereka pun melakukan malam pertama. Li Zie pun tersadar ia menggeleng dan tersenyum malu-malu dibalik tudung merahnya, merasa Jika ia terlalu liar membayangkan hal tersebut.
Iring-iringan pengantin pun sampai di kediaman menteri Li, menteri Li terdiam melihat iring-iringan penjemput pengantin datang, tiba-tiba saja hatinya merasa sedih karena Putri satu-satunya akan segera menikah dan meninggalkan kediamannya, matanya berkaca-kaca saat melihat putrinya digendong oleh Li Duan, putra pertamanya dan diantarkan ke sebuah tanduk yang dikirim dari kediaman Jenderal Wang. Untuk menjemput pengantin wanita.
Menteri Li meneteskan air mata, ia pun tersadar lalu mengusap air matanya dan menatap kepergian tanduk pengantin, menteri Li memang belum siap memberikan putrinya pada Jendral Wang, karena ia merasa putrinya masih terlalu muda dan dia sangat menyayangi Putri satu-satunya tersebut.
Namun saat teringat dengan Jendral Wang yang begitu tulus menyayangi putrinya. Ia pun berusaha menekan perasaan sedih tersebut dan berusaha tersenyum di tengah para tamu undangan, karena ia tahu putrinya juga sangat mencintai Jenderal Wang, dan menteri Li pun yakin, jika Jenderal Wang dapat menyayangi Li Zie dan menjaganya.
Menteri Li, terlalu fokus pada putrinya hingga tidak menyadari jika Jenderal Wang tidak datang menjemput putrinya.
.
Sedangkan di kereta, Li Zie berusaha untuk tidak menangis namun air matanya terus mengalir, Li Zie merasa sangat sedih meninggalkan kediaman dan juga meninggalkan ayah dan kakak- kakaknya.
Li Zie berusaha keras untuk menghentikan tangisnya, ia tidak mau jika air matanya merusak riasan wajahnya, ia tidak mau jika nanti suaminya melihat wajahnya yang tidak cantik lagi, jika riasan wajahnya rusak oleh air matanya sendiri. Padahal tanpa riasan pun Li Zie tetaplah sangat cantik, Namun karena hari ini adalah hari spesial. Ia pun ingin memberikan yang terbaik untuk suaminya.
Setelah mampu mengendalikan diri. Li Zie jadi teringat ucapan kakaknya, yang berbisik, jika Jenderal Wang Jun tidak datang menjemputnya, Li Zie pun menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, untuk pertama kalinya ia kecewa dengan Jenderal Wang Jun yang tidak menepati janjinya.
Li Zie terdiam sesaat, lalu tersenyum di balik tudung merahnya, " Kakak Wang, kamu telah mengingkari janji, kamu harus menebus kesalahanmu ini...'' lirih Li Zie.
Wanita cantik tersebut memaklumi Jenderal Wang Jun, karena Jenderal Wang Jun baru saja kembali dua hari yang lalu dari medan perang, dan membawa kemenangan, bahkan Kaisar Liang pun memberikan hadiah cukup besar pada Jendral Wang Jun karena telah kembali membawa kemenangan.
Jenderal Wang Jun, umurnya sudah tiga puluh tahun, ayah dan ibunya sudah meninggal dua puluh tahun lalu. Jenderal Wang Jun, namanya begitu populer beberapa tahun terakhir ini, karena selalu kembali membawa kemenangan membuat Kaisar Liang pun begitu bangga padanya.
Meski namanya selalu dielu-elukan namun semua orang tahu, jika Jenderal Wang begitu dekat dan sangat menyayangi putri dari Menteri Li, banyak para gadis merasa iri pada Li Zie karena dicintai begitu besar oleh Jenderal Wang, dan banyak para bangsawan menginginkan Jenderal Wang sebagai menantunya.
Kediaman Jenderal Wang
Suasana di sana lebih meriah dari suasana kediaman menteri Li, karena sekaligus pesta penyambutan Jenderal Wang yang kembali dari tugasnya yang membawa kemenangan.
Ritual pernikahan pun di lakukan, menyembah para leluhur.
Menyembah langit dan bumi.
Upacara pengucapan janji.
Setelah beberapa ritual lainnya di lakukan, Li Zie dan Jenderal Wang pun telah sah menjadi suami istri. Li Zie pun di antar ke kamar pengantin.