NovelToon NovelToon
Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: hopipahnp

(Terinspirasi kisah nyata, dikemas dengan imajinasi penulis)

Anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Kelahirannya dianggap kesalahan, membuatnya dibenci dan menderita sejak lahir. Hingga akhirnya ia bangkit melukai rasa sakit itu, dan bersinar menjadi bintang yang tak akan terlupakan. 🕊️✨

⚠️ Siapkan tisu, cerita ini penuh air mata! Jangan penasaran setengah jalan, yuk baca sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hopipahnp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak hasil kesalahan satu malam

POV: Hopipah

Namaku Hopipah Nadia Aulia, biasa dipanggil Opi. Aku dilahirkan di sebuah keluarga kaya raya. Sayangnya, kehadiranku tidak diinginkan, tidak diakui, dan dijuluki sebagai anak haram. Hal itu memaksaku hidup dalam serba kekurangan, meski tinggal di lingkungan yang serba berkecukupan.

Kenapa aku begitu dibenci? Hanya karena aku terlahir di antara dua keluarga.

Ya, dua keluarga. Aku memiliki dua pasang orang tua. Bukan anak dari pasangan yang berpisah lalu menikah lagi, dan bukan pula anak hasil perselingkuhan. Aku hanyalah anak hasil sebuah kesalahan satu malam.

Jika kalian menganggap orang tuaku bodoh, aku pun berpikir demikian.

Bukan aku yang melakukannya, tapi akulah yang harus menanggung akibatnya? Dan akulah yang dibenci karenanya.

 

Dari cerita yang kudengar dari ayah kandungku, beliau merasa dijebak. Dalam keadaan tidak sadar, ayahku salah masuk ke sebuah kamar hotel. Ia masuk ke kamar ibuku yang sedang beristirahat sendirian sambil menunggu suaminya pulang.

Dan, malam itu pun tak terelakkan. Ayah kandungku, yang saat itu sudah memiliki istri, telah meniduri ibuku yang juga sudah bersuami.

Jadi, ini murni sebuah kecelakaan. Bukan perselingkuhan, bukan juga karena mereka saling menginginkan.

Apalah daya. Setelah kejadian itu, suami ibuku baru saja kembali. Tentu saja ia sangat marah. Ia terus memukul dan memaki ayah kandungku yang tak berdaya melawan.

Beruntung ibuku berhasil melerai dan berusaha menjelaskan bahwa ia tidak berselingkuh.

Suami ibuku pun mulai melunak, meski hatinya hancur mengetahui istrinya telah disetubuhi pria lain. Namun, ia hanya bisa menerima keadaan, terlebih setelah mengetahui bahwa ayah kandungku bukanlah orang biasa. Dan akhirnya, semua berakhir dengan ayahku memberikan sejumlah besar uang ganti rugi kepada ibuku dan suaminya, serta berjanji tak akan membahas masalah ini selamanya.

Suami ibuku dan ayahku meminta ibuku segera meminum obat pencegah kehamilan. Ayahku tak ingin benihnya tumbuh di rahim wanita lain, terlebih saat itu istrinya sedang mengandung anak keempat mereka.

Namun, takdir Tuhan berkata lain. Beberapa bulan kemudian, ibuku menyadari dirinya hamil.

Awalnya ibu mengira janin yang tumbuh itu adalah anak suaminya. Sebab, mereka memang melakukannya setiap malam setelah kejadian itu. Itulah sebabnya, saat aku dikandung, aku tidak digugurkan. Namun, setelah aku lahir dan menginjak usia sepuluh bulan, wajahku lama-kelamaan semakin mirip dengan ayah kandungku, dan sama sekali tidak mirip dengan suami ibuku. Sejak saat itulah, ibuku dan suaminya kerap bertengkar, dan benih kebencian dari ibuku serta pihak-pihak lainnya mulai bermunculan.

Tes DNA pun akhirnya dilakukan, dan hasilnya sangat mengecewakan bagi mereka. Aku benar-benar anak hasil kejadian malam itu. Aku adalah anak yang tidak diinginkan.

Membuangku atau menyerahkanku kepada ayah kandungku, menjadi pilihan berat bagi ayahku. Saat itu, istri ayahku pun akhirnya mengetahui keberadaanku.

Kehadiranku tentu saja ditolak mentah-mentah oleh istri ayahku, meski ayahku terus memohon.

Di sisi lain, ayahku justru merasa senang dengan kehadiranku. Aku adalah anak perempuan pertamanya, setelah sebelumnya ia dikaruniai empat orang anak laki-laki.

Sedangkan ibuku sangat ingin membuangku, meski aku juga merupakan anak perempuan pertamanya. Ia yakin bisa hamil anak perempuan lagi di kemudian hari.

Ayahku yang ingin sekali memelukku justru memicu keretakan dalam rumah tangganya. Hingga akhirnya ia mengembalikanku kepada ibuku, dan berjanji akan menanggung biaya hidupku serta menjalin kerja sama bisnis dengan suami ibuku demi menutup mulut banyak orang.

Mereka akhirnya menerimaku. Dan agar keretakan rumah tangga tidak terjadi lagi, ibuku rela segera hamil kembali, padahal saat itu aku masih butuh ASI.

Bertahun-tahun aku dibesarkan oleh ibuku dan suaminya tanpa mendapatkan seberkas kasih sayang pun. Perlakuanku sangat tidak adil. Sekedar untuk makan pun, aku harus bekerja terlebih dahulu.

Kecuali ayah kandungku, tak ada seorang pun yang bersikap lembut padaku. Meski begitu, ayah kandungku tetap membatasi diri untuk bertemu denganku, sebab ia tak ingin istrinya marah dan mengamuk.

Selebihnya, semuanya membenci kehadiranku. Bahkan saudara-saudaraku, baik dari pihak ayah maupun ibu, terus mengganggu dan menghinaku.

Begitulah yang sering dikatakan oleh istri ayahku, ibuku dan suaminya, yang kemudian diikuti oleh saudara-saudaraku. Di dalam dua keluarga besar itu, tak ada satu pun yang menganggap kehadiranku berharga.

“Anak haram! Karenamu Papa dan Mamaku hampir saja bercerai. Aku membencimu!” seru Saga, kakak pertamaku dari pihak ayah.

“Seharusnya kau tak pernah ada di dunia ini!” lanjut Arlan, kakak keduaku.

“Ck, mati saja kau! Hidupmu hanya membuat keluarga kami hancur!” sahut Daka, kakak ketigaku yang paling sering bertindak kasar dan memukul secara fisik.

“Awas! Jangan pernah mendekatiku. Wajah kita cukup mirip, aku tak ingin orang lain tahu kita bersaudara!” ucap Raka, saudara kandungku yang hanya berbeda usia satu minggu denganku.

Ya, sekilas kami tampak seperti anak kembar. Ayah yang sama, namun ibu yang berbeda.

Kakak-kakak dari pihak ayahku memperlakukanku demikian. Tak jauh beda dengan saudara-saudaraku dari pihak ibu.

“Ck, untung saja Mama hamil adikku setelah kau lahir. Jadi, Papa dan Mama tidak jadi berpisah,” ucap Ringgo, satu-satunya kakak laki-lakiku dari pihak ibu.

Aku juga memiliki adik perempuan yang berbeda usia satu tahun denganku. Ia dianggap sebagai penyelamat hubungan orang tuaku. Ia sangat disayang dan dicintai, hal itu justru membuat adikku tumbuh menjadi anak yang sombong dan kerap meremehkanku.

Tak heran, aku sering mendapatkan kekerasan fisik dari kakak-kakak dan adikku. Di rumah maupun di sekolah, merekalah yang kerap menggangguku.

Guruku mengira aku adalah anak yatim piatu yang tak punya siapa-siapa. Aku hanya bisa menahan segala rasa sakit yang diberikan oleh saudara kandungku sendiri.

Terlebih lagi, ada Raka dan Aurora yang seusia denganku, menjadi teman sekelasku, dan menjadi dua orang yang paling sering membullyku di sekolah.

Meminta bantuan kepada pria yang kupanggil Papa pun percuma. Ia tak bisa berbuat apa-apa, sebab menegur Raka atau anak-anaknya yang lain sama saja dengan mencari masalah dengan istrinya.

Aku hanya bisa diam, menahan semuanya sendirian. Bertahan dengan satu keyakinan, berharap suatu saat nanti aku akan mencapai kebahagiaanku sendiri.

 

 

Masa SMA

Hari pertama Hopipah bersekolah di SMA membuat gadis itu sangat bersemangat. Senyum lebar terukir di wajahnya saat menatap pantulan dirinya di cermin.

Seragam bekas yang diberikan oleh Mbok, wanita yang mengurusnya, tampak cukup pas dan indah menyatu di tubuhnya. Hanya Mbok Sari-lah yang peduli padaku, meski ia melakukannya secara diam-diam. Seragam ini dulunya milik anak Mbok sebelum aku memakainya. Awalnya roknya terlalu panjang hingga menyapu lantai, mungkin pemilik aslinya bertubuh tinggi, berbeda denganku yang hanya memiliki tinggi 156 sentimeter. Namun, Mbok telah mengubahnya hingga pas di tubuhku.

“Semangat, Hopipah! Ayo kita bersekolah!” ucapku menyemangati diri sendiri sambil meraih tas pemberian ayahku dua tahun lalu. Tas ini memang sudah sering bolong di sana-sini, tapi selalu aku jahit ulang hingga masih bisa digunakan. Aku tak ingin banyak menuntut atau meminta, sebab tak ingin menimbulkan masalah baru.

Sepatu yang kubeli pun tidak mahal, harganya berkisar antara tiga puluh lima hingga lima puluh ribu rupiah saja. Barang ini terkesan sangat murah bagi mereka yang kaya raya, namun berbeda denganku, harga segitu terbilang cukup mahal bagiku yang sulit mencari uang. Meski begitu, Hopipah tetap bersyukur bisa memiliki barang-barang yang layak pakai itu.

Hopipah keluar dari kamar kecilnya, dan tak lupa ia membawa dagangan donat mini yang dimasukkannya ke dalam tas agar bisa dijual tanpa ada yang tahu. Cukup Mbok saja yang mengetahuinya. Ia pun melangkah keluar, menatap bangunan megah yang langsung memanjakan matanya.

Hopipah tersenyum, lalu melangkahkan kakinya masuk ke gerbang bangunan itu.

“Pagi, Mbok,” sapa Hopipah pada wanita paruh baya yang selama ini tulus merawatnya.

*

*

Selamat datang di novel baru ku Gusy, semoga cerita ini suka, sehat selalu untuk kalian lancar rezekinya dan di mudahkan segala urusan😘.

Jangan lupa kasih like di setiap bab, komen dan Vote serta hadiah juga ya. Tinggalin jejak subscribe.

Terima kasih Sayangku 😘.

1
-Thiea-
syukurin...😁
-Thiea-
rasakan kalian semua. karma akan segera datang 😅
-Thiea-
jadi dia anak angkatmu pak. biar ada wali yg bisa ngelindungi dia.
-Thiea-
oh, kakaknya kaleo, aku kira ayahnya 😁
-Thiea-
bapaknya si kaleo ini ya
-Thiea-
jangan mau ditindas lagi hopipah. sudah saatnya kamu melawan.
-Thiea-
sekarang kan udah ada orang yang membantu. jadi laporkan aja. biar mereka terima hukumannya.
-Thiea-
kasih pelajaran pak yang berat. sekeluarga kalo perlu.
-Thiea-
gak ada gunanya ngomong sama orang yg g punya hati. 😑
-Thiea-
semoga pak Adrian bisa menjebloskan mereka semua ke penjara. dah gedek banget aku..😡
-Thiea-
ngapain kau merasa terhina. emang udah hinanya kalian.😑
-Thiea-
lapor polisi dah setelah ini.
-Thiea-
emangnya gak ada security kan di sekolah itu. jeritan sekeras itu masa g ada yg dengar.
-Thiea-
kok anak kalian. adik kali Thor 😁
-Thiea-
salahin aja orang tua kalian. malah nyalahin dia. 😑
-Thiea-
beraninya cuma main keroyokan.
-Thiea-
mau apa lagi mereka. 😡
-Thiea-
ganggu aja satu makhluk ini.
tapi, gimana dengan keluarganya nanti kalo tahu Opi sudah sukses. apa mereka bakal tetap gangguin?
-Thiea-
apalagi nih anak-anak setan. ganggu aja. kapan sih mereka musnahnya.😑
-Thiea-
jadi makin cantik ya..😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!