NovelToon NovelToon
Sang Pendongeng

Sang Pendongeng

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kencan Online / Cintapertama / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Siapa sangka tulisan dongengnya yang ia tulis diblog, menjadi penolong seorang remaja yang tengah putus asa. Sejak saat itu Jiva Arunika menjadi sahabat online Kai Gentala Bhalendra, akankah hubungan keduanya berlanjut hingga ke dunia nyata?
Cerita selengkapnya hanya di novel Sang Pendongeng ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1 - Adopsi

...Anak Laki-laki yang Penuh Ketakutan...

Anak lelaki itu terbangun dari mimpi buruknya. Kejadian yang tak mengenakan sepanjang hari yang dialaminya muncul dalam mimpinya dan terus mengganggu anak lelaki itu. Dia ketakutan untuk tidur.

Suatu hari, dia pergi mengunjungi penyihir dan memohon kepadanya.

“Penyihir, tolong aku! Aku tidak mau diganggu lagi olehnya, agar aku tidak mimpi buruk lagi. Sebagai gantinya, aku akan menuruti apa pun keinginanmu”

Hari demi hari berlalu, sang penyihir mengabulkan permintaannya. Tapi meskipun begitu, dia tetap tidak bahagia sedikit pun.

Suatu malam, bulan darah memenuhi langit, dan penyihir muncul kembali dihadapannya untuk menagih janji anak lelaki itu. Dengan penuh kebencian, dia berteriak kepada penyihir.

“Semua kejadian burukku lenyap, tapi kenapa… Kenapa aku tidak bahagia ?”

Sesuai dengan perjanjian, penyihir memgambil jiwa anak itu, dan berkata…

“Ini bukan tentang orang yang mengganggumu, tapi tentang dirimu sendiri. Jika ada seseorang yang mengganggumu seharusnya kau belajar untuk menjadi kuat, dan menyesuaikan diri. Orang seperti itulah yang bisa mendapatkan kebahagiaan.”

Jangan lupakan semua itu. Maju dan hadapi! Jika tak dihadapi, kau hanya selalu menjadi anak kecil yang penuh ketakutan.

Suasana panti asuhan Harapan Ibu penuh dengan ketegangan saat Jiva Arunika membacakan dongeng karangannya sendiri dengan penuh penjiwaan di depan teman-temannya.

Ia sudah memiliki bakat menulis sekaligus mendongeng sejak usia 5 tahun, dan kini di usianya yang menginjak 12 tahun Jiva sudah memiliki belasan cerita dongeng yang ia rutin bacakan untuk teman-teman satu pantinya.

Tapi Jiva tidak tampil sendiri, teman sebayanya yang bernama Gita Rinjani selalu mengiringi cerita dongeng Jiva, melalui permainan pianonya menambah kesan hidup pada dongeng Jiva.

Larut dalam cerita dongeng yang di bawakan oleh Jiva, membuat mereka tak menyadari jika Ibu pemilik panti bersama dengan dua orang tamunya memperhatikan penampilan mereka berdua dari depan pintu.

Ketiganya turut memberikan tepuk tangan saat Jiva selesai mendongeng, gadis itu sepintas menoleh ke arah pintu sebelum Bu Pertiwi dan tamunya berbalik.

"Jadi bagaimana? Apakah Bu Kirana dan Pak Aksara sudah menentukan pilihan?" tanya Pertiwi ketika mereka berjalan kembali menuju ruang kerjanya.

Kirana dan Aksara menatap satu sama lain, kemudian mereka tersenyum. "Kami memilih anak yang bermain piano," jawab Kirana dengan penuh keyakinan di sertai dengan sorot matanya yang berbinar-binar. "Permainan pianonya sungguh luar biasa, aku sampai tersentuh."

Pertiwi mengangguk dan tersenyum. "Gita memang anak yang berbakat di bidang musik, dia juga memiliki hati yang sangat lembut." Tak perlu menunggu lama, Pertiwi langsung meminta salah satu pengurus panti untuk memanggil Gita. "Bu Kirana dan Pak Aksara harus mengenal Gita terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan akhir."

Keduanya mengangguk setuju, tak lama berselang Gita datang. "Sini, Nak!" Pertiwi melambaikan tangannya, meminta Gita mendekat dan menyapa calon orang tua angkatnya.

"Assalamualaikum, Om, Tante.." sapa Gita seraya menyalami keduanya dengan sopan.

Kirana semakin terkesan dengan kesopanan Gita, terlebih setelah mereka mengobrol dengannya, Kirana langsung bisa menilai bahwa Gita gadis yang cerdas dan lembut, persis seperti yang Pertiwi katakan.

"Nak, sepertinya kamu sudah tahu maksud kedatangan Tante dan Om kemari. Kami ingin mengadopsimu, apakah mau tinggal di Jakarta menjadi anak angkat kami?" Kirana begitu yakin Gita akan langsung menyetujuinya, sebab sepanjang obrolan mereka Gita pun menunjukan ketertarikannya.

Tapi tenyata Gita malah terdiam, matanya memandang ke arah pintu. Ia melihat sahabatnya, Jiva tengah menatapnya dengan tatapan sedih dari balik pintu, ia menerawang jauh ke beberapa tahun lalu, di mana mereka berdua pernah berjanji untuk selalu bersama-sama.

"Tante, apakah Tante mau mengadopsi dua anak sekaligus?" tanya Gita menatap Kirana penuh harap.

Perlahan Kirana menggelengkan kepalanya. "Maafkan Tante, Sayang. Sebetulnya Tante ini sudah memiliki seorang anak perempuan, saat ini kondisinya sedang terbaring lemah di rumah sakit karena kanker yang menggerogoti tubuhnya," ucap Kirana sedih.

"Sudah lama dia menginginkan seorang adik perempuan, tapi sayangnya kami tidak mungkin memberikan seorang adik karena Tante sendiri sudah tidak bisa hamil lagi. Untuk itulah kami datang kemari untuk mengadopsimu," terangnya.

"Maaf kami tidak bisa mengadopsi dua anak sekaligus karena khawatir kami tidak bisa mengurus kalian secara maksimal," sambung Aksara. "Dengan keadaannya yang seperti ini, calon kakakmu sangat membutuhkan banyak perhatian kami."

Gita mengangguk mengerti, tapi ia juga tidak bisa melanggar janjinya dengan Jiva. Ia di titipkan ke panti ini di hari yang sama, dan akan keluar pun bersama. Jiva adalah sahabat dan keluarganya. "Kalau begitu maaf Tante, aku tidak bisa."

Gita beranjak dari tempat duduknya, dengan sopan ia berpamitan pada Ibu Pertiwi, Kirana, dan juga Aksara. Ia berjalan gontai menuju kamarnya, hatinya begitu sedih. Sebagai anak yatim piatu, sudah lama sekali Gita mendambakan sosok orang tua yang menyayanginya, keluarga yang utuh tapi ia tidak bisa meninggalkan Jiva di panti.

"Kau tidak perlu sedih, aku tidak akan meninggalkamu," Gita merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bertingkatnya, ia tidur di bawah sementara Jiva berada di atas.

"Benarkah?" tanya Jiva seolah tak percaya, ia sampai melongok ke bawah untuk memastikannya.

Gita berdeham, membenarkan ucapannya sembari menutup tubuhnya dengan selimut. "Sudahlah jangan membahas itu lagi, aku lelah sekali hari ini. Tolong matikan lampunya!" Ia berusaha memejamkan matanya, berharap tidurnya kali ini bisa melupakan angannya memiliki keluarga yang utuh.

"Baiklah, akan aku matikan sekalian mau ke toilet." Gita turun dari ranjangnya, oa mematikan lampu dan keluar dari kamarnya.

Alih-alih ke kamar mandi Gita justru berlari ke ruang kerja Bu Pertiwi, ia melihat ruangan sudah kosong, kemudian ia berlari ke teras depan. "Tunggu!" ia melambaikan tangan pada Kirana dan Aksara yang hendak masuk mobil.

Keduanya menghentikan langkah sembari menoleh, begitu pula dengan Bu Pertiwi. "Ada apa Jiva? Kau belum tidur?"

Jiva terengah-engah ketika tiba di hadapan mereka, ia mencoba mengatur napas. "Aku sama sekali tidak keberatan jika Om dan Tante mau mengadopsiku," ucapnya.

Sontak saja Bu Pertiwi sangat terkejut dengan ucapan Jiva, sementara Kirana dan Aksara saling menatap satu sama lain, kemudian Aksara menganggukan kepalanya. "Kau yakin mau menjadi anggota keluarga kami?" tanya Kirana.

"Ya. Aku mau, Tante," jawab Jiva girang. "Aku mau ikut Om dan Tante ke Jakarta menjadi bagian dari keluarga kalian, aku janji akan jadi anak penurut dan membanggakan untuk kalian."

***

Haiii....

Hari ini aku meluncurkan karya terbaruku lagi, yang berjudul Sang Pendongeng. Semoga kalian suka dengan karya-karyaku. Terima kasih sudah membaca, sehat selalu 🙏❤

1
Sarah
Yah, mau gimanapun meski bukan sepenuhnya salahnya Gita, tapi... Gita juga memang salah sih.
Sarah
Parah, Si Gita. Beneran suruh security ngusir tanpa ngebela kalau Jiva bukan pencuri dong... Nyatanya ini tetap tidak baik yah. Nama baik orang lho ini masalahnya. Tapi aku bisa mewajarkannya karena Gita masih belum siap jujur sama Kai jadi dia belum mau bahas kenapa dia terus berbohong sama Kai ke Jiva. 😂
Sarah
Akhir bab 41 kakak.
Sarah
Bagus banget, kuberi empat mawar~🌹🌹🌹🌹
Sarah
Multitasking. 😭
Sarah
Oke kalau ini aku baru gak expect plotnya dia bakal langsung meninggal. 😀😭
Sarah
Oke, aku sudah menduga plotnya sejak nomor ayahnya tidak bisa dihubungi. 😃
Sarah
Btw ini main protagonisnya siapa yah? Aku masih agak bingung. Kai, Gita, atau Jiva? Hmmm... 🧐
Sarah
Gila, padahal umurnya masih remaja awal baru-baru puber tapi masa udah kepikiran niat yang sejahat ini sih Si Jiva??
Sarah
Gita... aku mengerti kesedihan kamu. Tapi dari pada kamu kesusahan sendiri lebih baik ikhlaskanlah sahabatmu itu. “Setiap Pertemuan Pasti Ada Perpisahan” kok. Belajarlah mulai berdamai dengan keadaan kayak Kai dan ayahnya...
Sarah
Gila... saking parahnya kelakuan emak dan selingkuhannya... anaknya sampai kepikiran mau membunuh lho. Remaja umur 16... sampai kepikiran mau bunuh ibunya dan selingkuhannya sekaligus? Jadi kriminal? Parah banget Tiara dan cowoknya itu.
Sarah
😭😭😭
Sarah
Kok gak kenal tapi bisa tertarik atau suka sih? Emang yang namanya suka pada pandangan pertama itu benaran ada yah?
Atau kalaupun emang benaran ada, apa yang membuatnya langsung tertarik sama Gita? 😕
Sarah
Dia cukup kejam karena seolah jadi sombong dan meninggalkan sahabatnya. Tapi aku mengerti... gak semua waktu yang kita anggap indah itu sama juga untuk orang lain. Dan harus memasuki tempat yang seperti itu pasti terasa menyakitkan. Jadi aku mengerti kalau dia ingin melupakan semuanya dan memulai hidup baru. Cuma dia... ya... gitulah. Yang dia lakukan agak gak tahu diri sih. Karena posisi itu harusnya 'kan buat Gita. Setidaknya bagiku gitu. Tapi aku ngerti sama keputusannya. Tapi tetap. aja...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
terimakasih Kak Irma untuk karyanyaa...❤️❤️❤️
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Alhamdulillah semua bisa berakhir bahagiaa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
alhamdulillah deh
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Kirana akhirnya sadar dan menolong Jiva
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah...
galaa semoga kamu cepat balik pulang
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh...wahhh tak terduga sekali ini.
kasihan banget kamu kiranaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!